CARI BERKAH KLIK DI SINI

13 April 2015

Ribuan Pendukung Yance Jejali Pengadilan Tipikor Bandung


 PENDOPO INDRAMAYU ONLINE


Senin, 13/04/2015 13.05 WIB
Ribuan Pendukung Yance

Jejali Pengadilan Tipikor Bandung

*) Gelar Sholawat di Luar Pengadilan
STOP POLITISASI HUKUM – Ribuan pendukung Yance menggelar aksi dukungan terhadap mantan Bupati Indramayu, Provinsi Jawa Barat itu, dalam sidang lanjutan pemeriksaan saksi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Senin (13/04/2015). Salah satu bunyi spanduknya,”Stop Politisasi Hukum”.(Satim)***
BANDUNG, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Ribuan pendukung mantan Bupati Indramayu, Provinsi Jawa Barat, H. Irianto MS Syafiuddin atau yang akrab disapa Yance menjejali Jalan Citarum tepatnya di samping Taman Citarum dan Kantor MUI, sekitar 20 meter dari Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LRE Martadinata (Riau).
Karena tak bisa seluruhnya masuk ke ruang sidang untuk mengikuti jalannya persidangan, sebuah layar besar telah dipersiapkan untuk para pendukung Yance tersebut.
Mereka memenuhi jalan hingga taman. Layar sebesar 1,5 meter x 1,5 meter terpasang lengkap dengan sound speaker.
Sambil menunggu sidang dimulai, mereka bershalawat atau berorasi. Rencananya Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) akan menjadi saksi dalam sidang Ketua DPD Partai Golkar Jabar itu. Yance didakwa telah melakukan tindak pidana korupsi dalam pembebasan lahan seluas 82 hektare untuk pembangunan PLTU senilai Rp 42 miliar.
"Ini adalah bukti kecintaan warga Indramayu pada Kang Yance. Kami akan selalui memdampingi dan mendoakan beliau," tutur seorang warga melalui speakernya.
Massa yang datang tersebut juga membawa spanduk yang diantaranya bertuliskan “Stop Politisasi Hukum” dan “Save Yance”.
Seperti dikutip detik.com, pengamanan di dalam Pengadilan Tipikor Bandung terlihat begitu ketat. Sebelum naik ke ruang sidang utama, sebuah metal detector terpasang serta sejumlah petugasakan memeriksa barang bawaan pengunjung.
Di depan pintu ruang sidang juga berjaga Paspampres.
Pantaun Pendopo Indramayu Online, suasana di sejumlah perkantoran yang ada di jajaran Pemerintah Kabupaten Indramayu, berjalan normal. Namun beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dikabarkan tak sedikit pula yang tidak Ngantor. Beberapa stafnya mengatakan, bosnya sedang berada di Bandung. Tidak dijelaskan ada kepentingan kedinasan atau  menghadiri sidang lanjutan mantan bupatinya itu ?.(Satim)*** Foto-foto : detik.com

1 April 2015

Hutan lIndung Mangrove Indramayu Dicuri


PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Rabu, 01 April 2015
PENJARAHAN HUTAN LINDUNG
Hutan Mangrove Dicuri dan Ditebangi
*). Barang Bukti Sekitar 20 Ton
BARANG BUKTI – Barang bukti hutan Mangrove yang ditebangi oknum warga. (Copy Rigth : Kelompok Tani Mangrove Lestari)
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINEKawasan hutan lindung di wilayah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, kini diduga sudah kurang aman lagi. Salah satu kasusnya terjadi di Blok Sumber Mas dan Sungai Bendo, sebuah kawasan hutan lindung jenis Mangrove yang berada di perbatasan antara Desa Ilir dan Desa Bulak, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, kini ramai dipermasalahkan karena diperkirakan ratusan pohon Mangrove ditebangi oknum warga setempat. Konon, kayunya diduga untuk dibisniskan.

            Kasus itulah yang memicu Kelompok Tani Mangrove Lestari Desa Ilir, Kecamatan Kandanghaur segera bertindak dengan melayangkan surat pengaduan ke aparat berwajib, dengan tembusannya ke sejumlah pihak terkait.

            Pengurus Kelompok Tani Mangrove Lestari, Rabu (01/04/2015) siang, mendatangi Polres Indramayu guna melaporkan kasus penebangan liar hutan lindung pantai tersebut. Kemudian, a Rabu (01/04/2015) sore, Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Hutan Mangrove di wilayah Kecamatan Kandanghaur itu menyambangi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Indramayu untuk menyampaikan persoalan yang terjadi di lapangan, serta penanganannya seperti apa.

            Karena sudah berkali-kali terjadi pencurian hutan Mangrove, dan beberapa kali pihak Kelompok Tani Mangrove Lestari menyampaikan pengaduan ke pihak berwajib, namun proses hukumnya tidak membuat jera para pelaku penjarahan hutan lindung pantai, sehingga membuat kelompok tani mangrove tersebut geram.

“Kami minta para pelakunya diberi sanksi hukum yang berat, biar kapok. Jika tidak ditindak tegas, kasus penebangan liar Mangrove atau pencurian hutan lindung pantai masih sering terjadi, Mereka mencari kelengahan kami yang berada di lapangan,” tandas Wartam, Ketua Kelompok Tani Mangrove Lestari di dampingi Sekretarisnya, Didi Hermadi dan pihak Lurah Desa Ilir kepada Pendopo Indramayu Online di Kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Indramayu, Rabu (01/04/2015) sore.

Menurutnya, Saruan Reserse Polres Indramayu siap memeriksa pengaduannya. “Rabu sore ini, rencananya kami akan di-BAP oleh Satuan Reserse. Kami dan beberapa jajaran Dinas Kehutanan dan Perkebunan akan memberikan keterangan dan kesaksian di Polres Indramayu,” kata Wartam.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Indramayu, Drs. H. Munjaki MSi mengatakan, pihaknya tak bosan-bosan memberikan penyuluhan dan sosialisai pelestarian hutan lindung dan untuk menghijaukan wilayah Kabupaten Indramayu demi kehidupan di bumi Wiralodra.

“Maka, para pelanggarnya harus ditindak tegas. Siapa pun orangnya yang mencuri, merusak, atau membunuh hutan lindung harus diseret ke hadapan hukum. Oleh karena itu, kami minta agar masyarakat mari bersama-sama menjaga dan melestarikan hutan lindung. Mari kita bersama-sama untuk rajin menanam pohon di mana pun kita berada, demi masa depan anak cucu kita,” pinta mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Indramayu itu.

Diperoleh keterangan, Kelompok Tani Hutan Mangrove Lestari Desa Ilir itu melayangkan surat pengaduan adanya kasus perambahan kawasan hutan Mangrove ke sejumlah pihak sejak Senin (23/03/2015).

Ketua Kelompok Tani Hutan Mangrove Lestari, Wartam mengatakan, barang bukti perusakan hutan lindung berupa potongan dan tumpukan kayu Mangrove yang ia miliki ada sekitar 20 ton. Ia tidak menjelaskan kubikasinya. Wartam menguraikan, tersangka pelakunya diduga berinisial TLM (67) dan CRM (43), warga Desa Bulak, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

Masih kata Wartam, kayu hasil curian itu diduga dibisniskan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Diterangkan, maraknya perusakan dan pencurian kayu Mangrove itu, biasanya jika sudah memasuki ramainya warga yang menggelar pesta hajatan.

Data yang dimiliki kelompok tani mangrove itu, hutan Mangrove yang ditebangi secara liar tercatat dua jenis, yakni Mangrobe jenis Machronata dan jenis Styllosa. Kedua jenis ini merupakan sudah Green Ball kira-kira berumur 18 tahun, hasil program penanaman Padat Karya di Desa Ilir, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.(Satim)***     

    






30 Maret 2015

Kubu Agung Cari Bambang Soesatyo dan Ade Komaruddin


PENDOPO INDRAMAYU ONLINE


      Usai Kuasai Ruang Fraksi Golkar,

Kubu Agung Cari

Bambang Soesatyo dan Ade Komaruddin
Senin, 30 Maret 2015 — 18:17 WIB
Golkar kubu Agung Laksono saat memberikan keterangan pers berjanji akan mengakomodir kubu Aburizal di pimpinan fraksi (rizal)gas pekerjaan yang masih banyak. Apalagi kondisi negara sedang sulit, kita ditunggu rakyat,” katanya.
JAKARTA – Kubu Agung Laksono sudah g menguasai ruang Fraksi Golkar di DPR. Saat mereka masuk, sempat terjadi kericuhan dengan seorang wartawan.

Fayakun Andriadi (Sekretaris Fraksi Golkar) , masuk dan setelah beberapa saat suasana tenang, menyatakan kedatangannya untuk berdiskusi dengan Ade Komarudin dan Bambang Soesatyo (ketua dan sekretaris fraksi Golkar) untuk berdiskusi.

“Kami ingin bertemu Ade Komarudin dan Bambang Soesatyo untuk komunikasi. Tapi, dimana ini orangnya,” kata Fayakun.

Menurutnya, Ketua dengan kepengurusan fraksi pihaknya yang sah, oleh karena itu harus cepat bekerja di ruang fraksi. Pengesahan sudah didapat dari Kemenkumham.

“Kali ini upaya ketiga, untuk komunikasi. Saya ketuk pintu, kami datang tidak ada paksaan. Ini yang ketiga. Kami tidak melakukan kekerasan,” katanya.

“Kami ingin segera lakukan tu

Fayakun lantas memperkenalkan a anggota DPR yang mendampinginya. Mekengg Azhar Romli, Eni Saragih, Azazil Suli, Gede Sumarjaya Linggih, Bowo Sidik Pangarso. “Di luar masih banyak teman yang belum masuk, karena antre lift,” katanya. Dari pantauan, ada Wakil Ketua Umum Golkar (Ancol) Yorrys Raweyai, dan Priyo Budi Santoso.

Setengah jam kemudian, Ketua Fraksi Golkar (kubu Ancol) Agus Gumiwang Kartasasmita hadir. Menurutnya, sudah dilakukan upaya persuasif. Kali ini  opsi terakhir. “Kami ingin sepenuhnya memulai pekerjaan fraksi. Kami mulai membentuk AKD, kami tunjuk beberapa anggota yang diproyeksikan jadi anggota Banggar dan lainnya,” ujar Agus.

Anak Ginanjar Kartasasmita itu berjanji tidak akan terjadi sapu bersih dan cuci piring. “Teman-teman yang punya potensi, akan kami pwrtimbangkan. Yang belum mendukung Pak Agung, yang punya potensi kami berikan kesempatan.,” ujarnya.

Nanti, lnjutnya, beberapa pos jabatan fraksi akan diisi oleh personel dari kabinetnya Aburizal Bakroi. Kejadian baru saja, itu suatu opsi terakhir. ” Bukan dalam rangka cara harta dan krkuasaan, tapi kita ingin cepat bekerja. Sebab pekejaan di Dewan banyak. Mudah-mudahan tidak banyak pertanyaan. Kami akan segera rapat fraksi,” katanya. (Winoto/Pos Kota)***

BERITA TERKAIT :

Senin, 30 Maret 2015 — 18:00 WIB





Rendam Tujuh Kecamatan di

Kabupaten Indramayu
*) Kadisdik dan Kasi Sapras Dikdas Tinjau Sekolah Banjir
Senin, 16 Maret 2015 10:15 WIB
CIMANUK MELUAP – Sungai Cimanuk di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat,  meluap, sehingga tanggul jebol dan melumat tujuh kecamatan di Kota Mangga. ***(Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online)
INDRAMAYU, Pendopo Indramayu Online – Setelah sebagian wilayah Kabupaten Majalengka dikabarkan dilumat banjir, kini menyusul sebagian wilayah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat dihajar muntahan air sungai Cimanuk dan tanggul jebol. Akibatnya, tujuh kecamatan di Kabupaten Indramayu terendam banjir, Senin (16/03/2015) dini hari, menyusul jebolnya tanggul Sungai Cimanuk di Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang dan Desa Tulungagung, Kecamatan Kertasemaya.

Kemudian di Blok Pulo Desa Telukagung, Kecamatan Indramayu sejak Senin (16/03/2015) dini hari. sudah digemparkan dengan melubernya isi perut Sungai Cimanuk yang meluber melintasi tanggul sungai. Airnya muntah ke pemukiman penduduk. Selain itu, luberan sungai juga terjadi di sekitar Bendungan Bangkir Lawas (Balas), hingga muntahannya membuat saluran sekunder Rambatan Wetan dan Panyindangan Wetan meluber ke badan jalan.

Gejolak  Sungai Cimanuk tersebut memicu seluruh pimpinan organisasi
perangkat daerah (OPD) berangkat menuju ke sejumlah titik lokasi banjir. Beberapa gerakannya direalisasikan dengan pengiriman bantuan karung dan sekitar 6 alat berat jenis beko diterjunkan ke lokasi bencana.

“Ini antisipasi langkah pertama dari dinas kami,” kata Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Pertambangan dan Energi (PSDA Tamben) Kabupaten Indramayu, Suwenda melalui Sekretarisnya, Dikdik Sudikna di kantornya, Senin (16/03/2015) siang.

Kepada puluhan wartawan, Dikdik mengatakan, kepala dinasnya sudah terjun ke lokasi bajir sejak pagi,”Beliau kabarnya berkeliling sambil mengawasi anak buahnya yang bekerja di lapangan yang sefang membantu mengatasi tanggul jebol dan luberan Sungai Cimanuk,” ungkapnya.

Senin siang itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Dr. H. Odang Kusmayadi MM  didampingi Kasi Sapras Sekolah Dasar Umar M. Amir juga melakukan peninjauan ke sejumlah sekolah  yang  dihajar banjir Cimanuk.

“Kami sudah kumpulkan data untuk bahan pelaporan. Karena banyak sekolah yang terpaksa diliburkan  akibat terendam air,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu , Odang melalui Kasi sapras Amir M. Umar di kantornya, Senin (17/03/2015) sore.

Sementara itu,  Kepala BPBD Kabupaten Indramayu, Edi Kusdiana mengatakan, banjir terjadi Senin sekitar pukul 03.00 WIB. Ketika itu, tanggul Sungai Cimanuk di dua desa tersebut jebol sehingga air sungai langsung meluap ke pemukiman warga.

"Yang paling parah kena banjir di Kecamatan Jatibarang dan Kertasemaya, karena tanggul yang jebol di kecamatan tersebut," kata Edi melalui sambungan telepon, Senin (16/3/2015) siang,” tutur Edi seperti dikutip Tribun Jabar.

Diungkapkan, ketinggian air di Desa Pilangsari Kecamatan Jatibarang dan Desa Tulungagung Kecamatan Kertasemaya 2-3 meter. Ribuan rumah di dua desa tersebut pun terendam hingga yang terlihat hanya atap.

Sementara lima kecamatan lain yang kena banjir adalah Lohbener, Sindang, Pasekan, Bangodua, dan Tukdana. Kelima kecamatan tersebut terendam air dari rembesan tanggul Sungai Cimanuk. Meski yang lima kecamatan tak terlalu parah. (Satim)***




15 Januari 2015

Indramayu : Hari Ini 171 Kuwu Terpilih Dilantik

Kamis, 15 Januari 2015
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Ilustrasi – Suasana Pemilihan Kuwu desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu pada 10 Desember 2014. Tampak para calon Kuwu terkesan “tegang” mengadu nasib dalam pesta demokrasi di desanya.(Satim)*** Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
Hari Ini 171 Kuwu Terpilih Dilantik
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE Hari ini, Kamis (15/1/2015), sebanyak 171 Kuwu (Kepala Desa) terpilih pada Pemilihan Kuwu 10 Desember 2014 lalu, dilantik di Pendopo Pemerintah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Suasana pelantikan berlangsung khidmat dan kondusif, meski dibanjiri ribuan para pendukung kuwu masing-masing yang memadati halaman Pendopo Bupati Indramayu.

            Palantikan 171 Kuwu itu dilakukan Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah yang dihadiri unsur Muspida, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Muspika dan para undangan.

            Bupati Anna berpesan, agar para Kuwu mampu menjalankan amanah rakyat yang memilihnya. “Sehingga, desa yang dipimpinnya bisa menjadi desa yang lebih maju lagi, kondusif dan mandiri,” katanya.

            Sementara Kepala Bagian Otonomi Desa (Kabag Otdes) Setda Kabupaten Indramayu, Drs. Wasga Ciptowibowo sehari sebelum pelantikan 171 Kuwu itu, mengatakan, acara pelantikan Kuwu diharapkan kondusif dan menjadi catatan bersejarah bagi para kuwu yang dilantik, termasuk mampu memberikan kesan yang positif bagi warga yang mengikuti acara pelantikan.

Dijaga Ketat dan Dihibur

      Acara penatikan 171 Kuwu itu dijaga ketat oleh sejumlah aparat kepolisian dari berbagai arah yang menunju ke Pendopo Bupati Indramayu. Sejumlah kendaraan penghalau aksi massa juga disiagakan di halaman depan Alun-alun Pemerintah Kabupaten Indramayu, serta di jalan Wiralodra yang berada di samping pendopo.

            Meski demikian, para undangan dihibur dengan alunan kesenian daerah laras pelog yang menampilkan tayuban. Sinden (penyanyi) terus-mnerus menyebut nama para penyawer yang mau merogoh koceknya. Acara hiburan ini rupanya untuk memeriahkan acara pelantikan kuwu, sambil menunggu para kuwu keluar dari halaman belakang pendopo Bupati seusai bersilaturahmi dengan Bupati Anna Sophanah.

Catatan Pendopo Indramayu Online, suasana pelantikan itu tampaknya akan sangat berbeda ketika mereka duduk di kursi panas pemiliha kuwu yang digelar pada 10 Desember 2014 lalu. Kesan tradisional dan mengacu pada adat desa setempat yang kadang mengandung unsur mistis, adalah suasana yang dialami di semua Pemilihan Kuwu di Kota Mangga. (Satim)*** 

27 November 2014

Ketika Berlayar ke Pulau Biawak Kadisporabudpar Indramayu Tutup Usia


Kamis, 27 November 2014
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Ketika Berlayar ke Pulau Biawak

Kadisporabudpar Indramayu Tutup Usia
Umar Budi Karyadi
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olah Raga, dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Drs. Umar Budi Karyadi, meninggal dunia karena penyakit jantung saat dalam perjalanan ke Pulau Biawak, Kamis (27/11/2014) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Perjalanan beliau ke Pulau Biawak dalam rangka mempromosikan pulau tersebut sebagai destinasi wisata konservasi.

Keberangkatan Budi (begitu sapaan akrabnya) bersama rombongan rekan-rekan dekatnya ke Pulau Biawak itu, konon, dalam rangka mengantar kru salah satu stasiun televisi swasta yang akan meliput nuansa Pulau Biawak. Meski kru stasiun televisi swasta berangkat pagi harinya dengan menggunakan speed booth.

Keterangan yang dihimpun Pendopo Indramayu online, dalam perjalanan berlayar ke Pulau Boaawak tersebut, konon, Umar Budi Karyadi menghembuskan nafas terakhirnya. Para rekannya kaget, namun untuk mengubungi keluarga maupun orang terdekatnya Tom;li dan kawan-kawan berjumlah lima orang, kabarnya merasa kesulitan karena tidak sinyal.

Kabar duka itu baru sampai di terima oleh Udin, anak buah Umar Budi sekitar pukul 09.05 WIB. Beberapa menit kemudian baru tersiar kabar atas meninggalnya Umar Budi ke sejumlah perkantoran pemerintahan Kota Mangga. Mereka merasa kehilangan sosok figur yang bersahaja seperti Umar Budi.

Beberapa menit berikutnya, rumah duka di Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu, dipadati oleh kolega, serta saudara yang ingin memberikan penghormatan terakhir pada Kamis siang. Selain itu, Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah bersama sejumlah pejabat penting Kabupaten Indramayu hadir di rumah duka sejak tengah hari. Meski jenazah Umar Budi dikebumikan sore harinya di Pemakaman Umum Paoman Indramayu.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Indramayu, Drs. Trisna Hendarin MSi mengatakan, ia pernah lama bekerja bersama almarhum. Sebelum di DKP, ia sempat menjabat Sekretaris Disporabudpar Indramayu.

"Dia orangnya penyabar. Tidak banyak yang aneh-aneh. Kemudian, dia juga sering lihat-lihat stafnya. Datang ke ruangan mereka. Tidak ada batas dengannya," kata Trisna kepada wartawan.

Umar Budi Karyadi tutup usia pada 57 tahun. Beliau meninggalkan seorang istri, yakni Yulia Komalamurni, dan kedua anak perempuannya, Mitsalina dan Sahira. Selamat Jalan Pak Budi !. (Satim)***


25 September 2014

Kadis Pertanian Indramayu Terbang ke China


Jumat, 19 September 2014
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Kedelai Menerbangkan Firman Muntako

 ke Beijing
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Ir. Firman Muntako tengah meberikan label sapi sehat menjelang hari Raya Kurban 2014, beberapa waktu lalu. Net
INDRAMAYU, Pendopo Indramayu Online Keberhasilan Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat sebagai daerah penghasil kedelai dan diproyeksikan menjadi  pemasok kedelai nasional, membuat Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu, Ir. Firman Muntako mendapat “kado” istimewa. Ia diajak untuk studi banding ke Beijing, China oleh pihak Kementerian Pertanian.

            Sumber-sumber di Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu menginformasikan, Firman terbang pada Minggu (21/09/2014), dan sekitar sepekan ia bersama jajaran pihak Kementerian Pertanian memantau dan menggali ilmu pertanian yang ada di negeri Tirai Bambu itu.

            Firman tampaknya tak mau menyi-nyiakan kesempatan berharga ke China. Sejak Jumat (19/09/2014), ia sudah siap-siap memberesi berbagai hal untuk berangkat ke sana. “Ini kesempatan bagus. Saya diajak ke China, rupanya salah satu penghargaan untuk Kabupaten Indramayu sebagai daerah penghasil kedelai. Doa kan saya, semoga ada yang bermanfaat bagi Indramayu,” katanya.

            Keterangan yang dihimpun Pendopo Indramayu Online menyebutkan, saat ini Kabupaten Indramayu tidak hanya terkenal mangga dan penghasil padi saja, namun diproyeksikan sebagai salah satu daerah lumbung kedelai.

            Kawasan yang paling memungkinkan untuk pengembangan kedelai, konon, berada di wilayah Kecamatan Gantar, Terisi, Kroya, Anjatan, Bongas, dan Cikedung. Bahkan beberapa kawasan lainnya di Indramayu pun masih potensial untuk pengembangan bahan baku tahu dan tempe tersebut.(Satim)***   Foto-foto Net





             

           

              




19 September 2014

Panen Raya Kedelai di Indramayu 2014


dramayu Panen Kedelai Di Desa Bantarwaru Reviewed by Apih Adang on September 17 Description: INDRAMAYU [Media Jabar Kita].- Pemkab Indramayu menyambut baik rencana dijadikannya  ... Rating: 4.5
Selasa, 16 September 2014
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Pangdam III Siliwangi Bareng

Bupati Indramayu Panen Kedelai
MENCOBA MESIN - Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah dan Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Dedi Kusnadi  tengah mencoba mesin perontok kedelai. Foto : Net
INDRAMAYU, Pendopo Indramayu Online Pemerintah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, menyambut baik rencana dijadikannya  areal pertanian di Indramayu sebagai lumbung kedelai nasional. Pasalnya, selain hasil yang memuaskan dan sangat memiliki nilai ekonomis tinggi, serta pangsa pasar kedelai secara nasional masih sangat terbuka.

Terkait hal itu, Bupati Indramayu bersama dengan Panglima Kodam III / Siliwangi dan pejabat Kementrian Pertanian melakukan panen raya dan tanam kedelai di Blok Walahar, Desa Bantarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Selasa (16/09/2014).

Dalam acara itu, Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah berharap, kedelai menjadi salah satu komuditas unggulan, dan menjadi pilihan kedua para petani di Kabupaten Indramayu setelah padi. “Hasil panen yang cukup baik, ditambah dengan kebutuhan pasar yang tinggi, membuat budidaya tanam kedelai semakin diminati oleh para petani,” ungkap Anna Sophanah.

Dijelaskan, saat ini program Perluasan Areal Tanam (PAT) dan SLPTT kedelai tahun 2014 di Kabupaten Indramayu mencapai 17.900 hektar. Realisasi tanam sampai dengan pertengahan bulan September tahun ini mencapai 15.361 hektar atau mencapai 88 persen.

Sedangkan lahan yang belum tertanam mencapai 2.039 hektar atau 12 persen. Sementara untuk tanaman kedelai yang sudah panen seluas 10.937 hektar dengan produktivitas rata-rata 17,58 kuintal per hektar.

Bupati menambahkan, saat ini pangsa pasar kedelai dari para petani di Indramayu tidak mengalami masalah. Pihak Bulog kapan pun siap membeli kedelai petani dengan harga Rp 7.600 per kilogram. Namun karena petani tidak sabar akhirnya sering kali petani menjual kepada tengkulak.

Nupati Anna menilai, hasil panen yang cukup baik ditambah dengan kebutuhan pasar yang tinggi, membuat budidaya tanam kedelai semakin diminati oleh para petani. “Saya sangat berterima kasih kepada Kementrian Pertanian dan jajaran TNI AD yang telah sungguh-sungguh membantu para petani kedelai. Dari mulai memberikan pemahaman cara menanam kedelai yang baik, sampai akhirnya menjadikan kedelai sebagai pilihan untuk berusaha selain bertani, bahkan Babinsa pun kini mengawasi kedelai,” ujarnya.

Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi mengatakan, keterlibatan TNI dalam pembudidayaan kedelai ini sebagai upaya untuk membantu ketahanan pangan di dalam NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Keterlibatan TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional ini karena prajurit tidak banyak tugas di daerah operasi militer. Untuk mengisi kegiatan bermanfaat selain latihan rutin maka prajurit dilibatkan untuk pengelolaan di bidang pertanian.

Menurut dia, jumlah personel TNI yang diterjunkan untuk membantu pertanian disesuaikan sesuai kebutuhan. Dia mencontohkan, kerlibatan prajurit dalam perbaikan jalan akibat banjir maupun mengawal rehabilitasi rumah rakyat, juga bisa dikerjakan prajurit secara efisien.

“Prajurit TNI bisa digunakan semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat, dan kami memberikan komitmen yang kuat untuk itu, para Babinsa bisa ikut mengawal kegiatan budidaya tanaman kedelai ini, karena akan sangat bermanfaat dan meningkatkan keharmonisan antara TNI dengan rakyat, ” kata Dedi.

Dinilai hasilnya memuaskan, Pangdam mendorong Kabupaten Indramayu  menjadi salah satu lumbung kedelai nasional. Mengingat, potensi lahannya yang masih luas serta kualitas dan kuantitas produksi kedelai yang lebih baik dari daerah lain yakni hasil panennya mencapai 2,4 ton per hektar.

Jajaran TNI harus berperan aktif karena mengejar target swasembada kedelai 2014, dan mengulangi pencapaian swasembada kedelai guna menekan ketergantungan terhadap kedelai impor.

Guna menjadi lumbung kedelai nasional, lanjut dia, TNI AD bekerjasama dengan Kementerian Pertanian RI akan terus melakukan perluasan lahan tanaman kedelai di Indramayu dari saat ini yang baru sekitar 17,4 ribu hektar.

Seiring dengan itu TNI AD melalui Babinsa akan terus melakukan pengawalan dan pendampingan bersama petugas teknis pertanian di lapangan, hingga tanaman kedelai berhasil panen dengan baik.

Sementara itu, Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi (Akabi) Kementrian Pertanian RI, Maman Suherman menilai, target nasional menjadikan Indramayu sebagai lumbung kedelai nasional dinilai tepat. Karena tidak hanya didukung lahan yang luas tapi kesuburan tanahnya juga menjadi pertimbangan utama.

Saat ini, kebutuhan kedelai nasional mencapai 2,5 juta ton per tahun. Sementara, produksi dalam negeri baru mencapai 700 ribu-800 ribu ton per tahun. Dengan demikian, Indonesia masih kekurangan sekitar 1,7 juta-1,8 juta ton kedelai.

“Kekurangan tersebut  terpaksa dipenuhi melalui impor. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai daerah di Indonesia untuk meningkatkan produksi kedelai sehingga swasembada kedelai bisa tercapai,” tandasnya.

Program yang sangat bagus itu, sangat diapresiasi oleh beberapa kalangan untuk menjadikan Kabupaten Indramayu sebagai lumbung kedelai nasional. “Oleh karena itu, jangan sampai dimanfaatkan oleh para oknum untuk melakukan korupsi dengan cara merekayasa luas lahan tanam kedelai dalam menyedot duit pemerintah,” kata Pemerhati masalah sosial dan kemasyarakatan Indramayu, Bob Cahyadi, di kantornya (Satim)


 

My Blog List

JASA PENGIRIMAN UANG

Site Info

Followers/Pengikut

PENDOPO INDRAMAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template