CARI BERKAH KLIK DI SINI

25 September 2014

Kadis Pertanian Indramayu Terbang ke China


Jumat, 19 September 2014
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Kedelai Menerbangkan Firman Muntako

 ke Beijing
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Ir. Firman Muntako tengah meberikan label sapi sehat menjelang hari Raya Kurban 2014, beberapa waktu lalu. Net
INDRAMAYU, Pendopo Indramayu Online Keberhasilan Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat sebagai daerah penghasil kedelai dan diproyeksikan menjadi  pemasok kedelai nasional, membuat Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu, Ir. Firman Muntako mendapat “kado” istimewa. Ia diajak untuk studi banding ke Beijing, China oleh pihak Kementerian Pertanian.

            Sumber-sumber di Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu menginformasikan, Firman terbang pada Minggu (21/09/2014), dan sekitar sepekan ia bersama jajaran pihak Kementerian Pertanian memantau dan menggali ilmu pertanian yang ada di negeri Tirai Bambu itu.

            Firman tampaknya tak mau menyi-nyiakan kesempatan berharga ke China. Sejak Jumat (19/09/2014), ia sudah siap-siap memberesi berbagai hal untuk berangkat ke sana. “Ini kesempatan bagus. Saya diajak ke China, rupanya salah satu penghargaan untuk Kabupaten Indramayu sebagai daerah penghasil kedelai. Doa kan saya, semoga ada yang bermanfaat bagi Indramayu,” katanya.

            Keterangan yang dihimpun Pendopo Indramayu Online menyebutkan, saat ini Kabupaten Indramayu tidak hanya terkenal mangga dan penghasil padi saja, namun diproyeksikan sebagai salah satu daerah lumbung kedelai.

            Kawasan yang paling memungkinkan untuk pengembangan kedelai, konon, berada di wilayah Kecamatan Gantar, Terisi, Kroya, Anjatan, Bongas, dan Cikedung. Bahkan beberapa kawasan lainnya di Indramayu pun masih potensial untuk pengembangan bahan baku tahu dan tempe tersebut.(Satim)***   Foto-foto Net





             

           

              




19 September 2014

Panen Raya Kedelai di Indramayu 2014


dramayu Panen Kedelai Di Desa Bantarwaru Reviewed by Apih Adang on September 17 Description: INDRAMAYU [Media Jabar Kita].- Pemkab Indramayu menyambut baik rencana dijadikannya  ... Rating: 4.5
Selasa, 16 September 2014
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Pangdam III Siliwangi Bareng

Bupati Indramayu Panen Kedelai
MENCOBA MESIN - Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah dan Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Dedi Kusnadi  tengah mencoba mesin perontok kedelai. Foto : Net
INDRAMAYU, Pendopo Indramayu Online Pemerintah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, menyambut baik rencana dijadikannya  areal pertanian di Indramayu sebagai lumbung kedelai nasional. Pasalnya, selain hasil yang memuaskan dan sangat memiliki nilai ekonomis tinggi, serta pangsa pasar kedelai secara nasional masih sangat terbuka.

Terkait hal itu, Bupati Indramayu bersama dengan Panglima Kodam III / Siliwangi dan pejabat Kementrian Pertanian melakukan panen raya dan tanam kedelai di Blok Walahar, Desa Bantarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Selasa (16/09/2014).

Dalam acara itu, Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah berharap, kedelai menjadi salah satu komuditas unggulan, dan menjadi pilihan kedua para petani di Kabupaten Indramayu setelah padi. “Hasil panen yang cukup baik, ditambah dengan kebutuhan pasar yang tinggi, membuat budidaya tanam kedelai semakin diminati oleh para petani,” ungkap Anna Sophanah.

Dijelaskan, saat ini program Perluasan Areal Tanam (PAT) dan SLPTT kedelai tahun 2014 di Kabupaten Indramayu mencapai 17.900 hektar. Realisasi tanam sampai dengan pertengahan bulan September tahun ini mencapai 15.361 hektar atau mencapai 88 persen.

Sedangkan lahan yang belum tertanam mencapai 2.039 hektar atau 12 persen. Sementara untuk tanaman kedelai yang sudah panen seluas 10.937 hektar dengan produktivitas rata-rata 17,58 kuintal per hektar.

Bupati menambahkan, saat ini pangsa pasar kedelai dari para petani di Indramayu tidak mengalami masalah. Pihak Bulog kapan pun siap membeli kedelai petani dengan harga Rp 7.600 per kilogram. Namun karena petani tidak sabar akhirnya sering kali petani menjual kepada tengkulak.

Nupati Anna menilai, hasil panen yang cukup baik ditambah dengan kebutuhan pasar yang tinggi, membuat budidaya tanam kedelai semakin diminati oleh para petani. “Saya sangat berterima kasih kepada Kementrian Pertanian dan jajaran TNI AD yang telah sungguh-sungguh membantu para petani kedelai. Dari mulai memberikan pemahaman cara menanam kedelai yang baik, sampai akhirnya menjadikan kedelai sebagai pilihan untuk berusaha selain bertani, bahkan Babinsa pun kini mengawasi kedelai,” ujarnya.

Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi mengatakan, keterlibatan TNI dalam pembudidayaan kedelai ini sebagai upaya untuk membantu ketahanan pangan di dalam NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Keterlibatan TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional ini karena prajurit tidak banyak tugas di daerah operasi militer. Untuk mengisi kegiatan bermanfaat selain latihan rutin maka prajurit dilibatkan untuk pengelolaan di bidang pertanian.

Menurut dia, jumlah personel TNI yang diterjunkan untuk membantu pertanian disesuaikan sesuai kebutuhan. Dia mencontohkan, kerlibatan prajurit dalam perbaikan jalan akibat banjir maupun mengawal rehabilitasi rumah rakyat, juga bisa dikerjakan prajurit secara efisien.

“Prajurit TNI bisa digunakan semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat, dan kami memberikan komitmen yang kuat untuk itu, para Babinsa bisa ikut mengawal kegiatan budidaya tanaman kedelai ini, karena akan sangat bermanfaat dan meningkatkan keharmonisan antara TNI dengan rakyat, ” kata Dedi.

Dinilai hasilnya memuaskan, Pangdam mendorong Kabupaten Indramayu  menjadi salah satu lumbung kedelai nasional. Mengingat, potensi lahannya yang masih luas serta kualitas dan kuantitas produksi kedelai yang lebih baik dari daerah lain yakni hasil panennya mencapai 2,4 ton per hektar.

Jajaran TNI harus berperan aktif karena mengejar target swasembada kedelai 2014, dan mengulangi pencapaian swasembada kedelai guna menekan ketergantungan terhadap kedelai impor.

Guna menjadi lumbung kedelai nasional, lanjut dia, TNI AD bekerjasama dengan Kementerian Pertanian RI akan terus melakukan perluasan lahan tanaman kedelai di Indramayu dari saat ini yang baru sekitar 17,4 ribu hektar.

Seiring dengan itu TNI AD melalui Babinsa akan terus melakukan pengawalan dan pendampingan bersama petugas teknis pertanian di lapangan, hingga tanaman kedelai berhasil panen dengan baik.

Sementara itu, Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi (Akabi) Kementrian Pertanian RI, Maman Suherman menilai, target nasional menjadikan Indramayu sebagai lumbung kedelai nasional dinilai tepat. Karena tidak hanya didukung lahan yang luas tapi kesuburan tanahnya juga menjadi pertimbangan utama.

Saat ini, kebutuhan kedelai nasional mencapai 2,5 juta ton per tahun. Sementara, produksi dalam negeri baru mencapai 700 ribu-800 ribu ton per tahun. Dengan demikian, Indonesia masih kekurangan sekitar 1,7 juta-1,8 juta ton kedelai.

“Kekurangan tersebut  terpaksa dipenuhi melalui impor. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai daerah di Indonesia untuk meningkatkan produksi kedelai sehingga swasembada kedelai bisa tercapai,” tandasnya.

Program yang sangat bagus itu, sangat diapresiasi oleh beberapa kalangan untuk menjadikan Kabupaten Indramayu sebagai lumbung kedelai nasional. “Oleh karena itu, jangan sampai dimanfaatkan oleh para oknum untuk melakukan korupsi dengan cara merekayasa luas lahan tanam kedelai dalam menyedot duit pemerintah,” kata Pemerhati masalah sosial dan kemasyarakatan Indramayu, Bob Cahyadi, di kantornya (Satim)


11 Juni 2014

Serba-serbi Muscab XIII Tahun 2014 Gapensi Indramayu


PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Senin, 9 Juni 2014
Serba-serbi Muscab XIII Gapensi Indramayu
Tahun 2014
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Dipilih secara aklamasi, H. Mulyadi Cahya kembali memimpin BPC Gapensi Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, periode 2014 – 2019. Acara Muscab organisasi tertua dan terbesar di Kota Mangga itu berlangsung di Hotel Handayani, Indramayu, Senin (9/6/2014). Berikut ini beberapa petikan acara Muscab XIII BPC Gapensi Indramayu mengusung tema :”Musyawarah Cabang XIII Gapensi Indramayu 2014 sebagai Implementasi Kompetensi Jasa Konstruksi Dalam Penguatan Anggota Gapensi yang Profesional dan Unggul.”
DILANTIK – H. Mulyadi Cahya , kembali memimpin Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia ( Gapensi ) Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat untuk masa kepemimpinan periode 2014-2019. Tampak dalam gambar, Ketua BPD Gapensi Provinsi Jawa Barat,  Susilo Wibowo tengah melantik Mulyadi Cahya bersama jajaran kepengurusannya baru di Hotel Handayani, Indramayu, Senin (9/6/2014). (Satim)*** Foto : Cimanuk



BERSAMA DPD GAPENSI JABAR – H. Mulyadi Cahya, Ketua terpilih Muscab XIII Gapensi Kabupaten Indramayu periode 2014 – 2019 bersama jajaran pengurusnya berfoto bersama jajaran pengurus DPD Gapensi Provinsi Jawa Barat, seusai acara pelantikan di Hotel Handayani, Indramayu, Senin (9/6/2014). (Satim)***Foto : Repro RC 

 
BUPATI INDRAMAYU - Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah berfoto bersama Ketua BPC Gapensi terpilih, H. Mulyadi Cahya dan para istri pengurus Gapensi Kota Mangga.(Satim)***

PEMBUKAAN – Wakil Pemerintah Kabupaten Indramayu, Sekretaris Daerah H. Ahmad Bachtiar, SH, MH tengah memukul gong, sebagai tanda dibukanya arena Musyawarah Cabang (Muscab) XIII Tahun 2014 Gapensi Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, di Hotel Handayani, Indramayu, Senin (9/6/2014). (Satim)*** Foto : Repro RC

DILANTIK DPD GAPENSI JABAR – Ketua DPD Gapensi Provinsi Jawa barat, H. Susilo Wibowo didampingi jajaran pengurus DPD Gapensi Provinsi Jawa Barat tengah melantik pengurus BPC Gapensi Kabupaten Indramayu hasil Muscab XIII Gapensi Indramayu untuk petide 2014 – 2019. (Satim)*** Foto : Repro RC

CENDERAMATA – Jajaran Muspida Kabupaten Indramayu tengah menerima cendera mata dari Ketua terpilih Muscab XIII Tahun 2014 BPC Gapensi Kabupaten Indramayu, H. Mulyadi Cahya.(Satim)*** Foto : Repro RC

TANDA TANGAN – Ketua BPD Gapensi Provinsi Jawa Barat, H. Susilo Wibowo menandatangani Surat Penetapan Kepengurusan BPC Gapensi Kabupaten Indramayu periode 2014 - 2019 hasil Muscab XIII BPC Gapensi Kota  Mangga di Hotel Handayani, Indramayu, Senin (9/6/2014).(Satim)*** Foto : Repro RC

LAGU KEBANGSAAN- Peserta Musyawarah Cabang (Muscab) XIII Tahun 2014 BPC Gapensi Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat berdiri tegap menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”.(Satim)***Foto: Repro RC

DANGDUT PANTURA – Axara Muscab XIII BPC Gapensi Kabupaten Indramayu tahun 2014 dihibur dengan sajian musik tarling dangdut Pantura.(Satim)*** Foto: Repro RC

Muscab XIII Tahun 2014 Gapensi Indramayu Mulyadi Terpilih Kembali


PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Senin, 9 Juni 2014
Mulyadi Cahya Kembali Pimpin
Gapensi Indramayu 2014-2019
DILANTIK – H. Mulyadi Cahya , kembali memimpin Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia ( Gapensi ) Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat untuk masa kepemimpinan periode 2014-2019. Tampak dalam gambar, Ketua BPD Gapensi Provinsi Jawa Barat,  Susilo Wibowo tengah melantik Mulyadi Cahya bersama jajaran kepengurusannya baru di Hotel Handayani, Indramayu, Senin (9/6/2014). (Satim)*** Foto : Cimanuk

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Mulyadi Cahya terpilih lagi sebagai ketua, setelah dalam Musyawarah Cabang XIII BPC Gapensi yang digelar di Hotel Handayani, Indramayu, Senin (9/6/2014), secara aklamasi dan suara bulat dari 113 anggota memilihnya.
Pada kesempatan kegiatan Muscab itu, hadir Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah, Dewan Penasehat Gapensi H. Daniel M Syafiuddin, dan sejumlah undangan lainnya.
Seperti dikutip laman Cimanuk.com, Bupati Hj. Anna Sophanah berpesan, agar ketua terpilih dalam Muscab XIII ini, selain mampu bersikap profesional, juga dapat mengayomi para anggotanya sendiri. “Ketua ini, yang penting harus dapat mengayomi anggotanya dengan baik,” harap bupati.
Bupati Anna lebih lanjut mengharapkan, kepemimpinan Gapensi Indramayu, kedepan harus dapat diimplementasikan secara baik, sehingga bisa meningkatkan kualitas kompetensi para anggotanya. Slain tentunya, pinta Bupati Anna,  anggota Gapensi harus bisa menjaga kesolidasi serta kekompakan sesama anggota.
“Yang penting juga, mampu menggarap berbagai peluang yang tersedia di daerahnya sendiri, juga dapat kiranya membaca peluang yang ada di luar Kabupaten Indramayu. Baik secara pribadi maupun atas nama Pemda Indramayu, ia berharap seluruh anggota Gapensi selalu menanamkan sikap profesionalisme, meningkatkan kinerja dan selalu tanggap terhadap berbagai perubahan di tengah-tengah demokrasi ekonomi yang semakin ketat saat ini,” harap Bupati Anna Sophanah.
Terpilihnya Mulyadi Cahya untuk periode 2014-2019 ini, merupakan periode kedua kepemimpinannya, setelah sejak mulai pembukaan pendaftaran bakal calon ( balon ) ketua, sampai dengan berjalannya Muscab XIII BPC Gapensi Indramayu, hanya dirinya yang mendaftar dan mencalonkan diri untuk menjadi ketua. Akhirnya secara aklamasi, Mulyadi terpilih secara aklamasi.
Setelah terpilih sebagai ketua BPC sekaligus ketua formatur, Mulyadi bersama anggota formatur lainnya kemudian membentuk kepengurusan periode 2014-2019. Musyawarah Formatur yang berlangsung kurang lebih 1 jam tersebut, akhirnya membentuk kabinet pengurus BPC Gapensi Indramayu yang kemudian dibacakan oleh pihak BPD Gapensi Jabar dan dilantik serta dikukuhkan oleh Ketua BPD Gapensi Jawa Barat, Susilo Wibowo. Dalam susunan kepengurusan tersebut, mayoritas adalah wajah lama atau mantan pengurus periode yang lalu, hanya beberapa  orang wajah baru yang mengisi struktur kepengurusan periode ini, seperti Ida Nuryani yang kini menjadi Wakil Bendahara.

Mulyadi Cahya dalam sambutannya mengungkapkan,  kepada jajaran pengurus BPC Gapensi Kabupaten Indramayu yang baru, agar lebih bisa bekerja sama dan dituntut perjuangannya, demi kemajuan  asosiasi dan pelayanan kepentingan anggota.
Pada pelantikan tersebut Ketua BPD Gapensi Jabar, juga berpesan, agar pengurus yang baru dalam menjalankan tugasnya, lebih mengedepankan dedikasi dan pelayanan kepada anggota, bukan mementingkan kepentingan sendiri, perusahaan, ataupun memiliki fasilitas khusus, terlebih terkait pekerjaan konstruksi. Dan acara Muscab XIII BPC Gapensi Indramayu itu baru selesai Senin (9/6/2014) petang.
Menurut Darlim, salah seorang pengurus BPC Gapensi Kota Mangga itu kepada Pendopo Indramayu Online mengatakan, jika tidak terjadi aklamasi dalam pemilihan ketua, ada kemungkinan acara baru selesai Selasa (10/6/2014) pagi.
“Karena aklamasi dan sepakat  memilih Mulyadi Cahya untuk menjadi ketua kembali yang kedua kalinya, maka jam 5 sore pun rampung,” kata Darlim di lokasi acara Muscab XIII BPC Gapensi Indramayu.(Satim)***



9 Juni 2014

Mulyadi Cahya Kembali Pimpin Gapensi Indramayu


PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Senin, 9 Juni 2014


Mulyadi Cahya
Kembali Pimpin Gapensi Indramayu
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – H. Mulyadi Cahya terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) XIII BPC Gapensi Kabupaten Indramayu, Provisni Jawa Barat untuk periode 2014 – 2019. Pemilihan ketua organisasi pengusaha jasa konstruksi terbesar dan tertua di Indramayu itu digelar di Hotel Handayani, Indramayu, Senin (9/6/2014) sore. Sementara acara tahapan Muscabnya berlangsung sejak pagi hingga menjelang petang.(Satim)***

Muscab ke-XIII BPC Gapensi Indramayu


PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Jumat, 6 Juni  2014
MUSCAB KE-XIII BPC GAPENSI INDRAMAYU
Gapensi Eksis Sebagai

Mitra Pemkab Indramayu
Ketua BPC Gapensi Kabupaten Indramayu, H. Mulyadi Cahya tengah memperlihatkan undangan untuk acara Muscab BPC Gapensi Indramayu ke-XIII tahun 2014. Foto: Satim/Pendopo Indramayu Online

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Perhelatan akbar pemilihan Ketua dan Pengurus Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gapensi Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat periode 2014 – 2019 digelar di Hotel Handayani, Kelurahan Kepandean, Indramayu, Senin (9/6/2014). Siapakah nama-nama pengurus organisasi pelaksana jasa konstruksi tertua di Indonesia itu yang bakal terpilih ? Konon, akan dideklarasikan di Hotel Handayani, lokasi yang sama ketika BPC Gapensi Kota Mangga itu menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-XII pada tahun 2009 silam.
            Hanya saja, dalam Muscab BPC Gapensi Kabupaten Indramayu ke-XIII tahun 2014 ini, kabarnya akan banyak terjadi perombakan figur pengurus, meski hasilnya bakal diputuskan pada acara puncak pasca pemilihan ketua. Namun ada yang mengatakan, perombakan figur pengurus diperkirakan tidak banyak. Dan figur H. Mulyadi Cahya, yang telah dua periode memimpin Gapensi, konon, masih tetap eksis dijagokan untuk memimpin Gapensi Kota Mangga untuk ketiga kalinya.

            Keterangan yang dihimpun Pendopo Indramayu Online, H. Mulyadi Cahya terpilih menjadi Ketua BPC Gapensi periode 2009 – 2014. Kemudian pariode 2014 – 2019 yang digelar Senin (9/6/2014), Mulyadi Cahya masih calon kuat dan disebut-sebut calon tunggal ketua dalam Muscab XIII Gapensi Indramayu tahun ini. Konon, ada kemungkinan terjadi aklamasi untuk menunjuk H. Mulyadi Cahya tetap memimpin Gapensi Indramayu untuk lima tahun ke depan.

            Sementara itu, Ketua BPC Gapensi periode 2009 – 2014 H. Mulyadi Cahya mengatakan, sesuai dengan tuntutan era globalisassi dan perdagangan bebas, ia sudah berupaya kepada para anggotanya untuk tetap menjunjung tinggi profesionalisme dalam menjalankan usaha di bidang jasa konstruksi.

            “Gapensi juga selalu eksis sebagai mitra Pemerintah Kabupaten Indramayu,” kata Mulyadi Cahya di kantornya, Kamis (5/6/2014) siang.

            Catatan Pendopo Indramayu Online, BPC Gapensi salah satu organisasi berhimpunnya para pengusaha jasa konstruksi tertua dan terbesar di Kabupaten Indramayu. Salah seorang mantan Ketua Gapensi setempat, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin atau yang akrab disapa Kang Yance, menjadi Bupati Indramayu selama dua periode, yakni periode 1999 – 2004 dan 2004 – 2009. Kemudian, dalam Pemilu Legislatif 2014, Kang Yance terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2014 -  2019.(Satim)***

             

             


23 Mei 2014

Panwaskab Indramayu Gelar Rakor Pilpres

Jumat, 16 Mei 2014
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Panwaskab Indramayu Gelar Rakor Pilpres

·         PPL Yang Tak Becus Dipecat

RAKOR PANWAS – Pengawas Pemilu Kabupaten Indramayu tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Komisioner Panwascam dan PPL. Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
Indramayu, Pendopo Indramayu Online Meski Pemilihan Presiden masih ada jeda waktu, yakni bakal berlangsung pada 9 Juli 2014 mendatang, namun jauh-jauh hari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan Pemilihan Presiden 2014 dengan seluruh Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) dan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) yang ada di Kabupaten Indramayu.
            Rapat berlangsung secara bergiliran digelar sepanjang Mei 2014 yang bertempat di Kantor Panwaslu Kabupaten Indramayu, Jalan Pangeran Darma Kusuma di Sindang, Kabupaten Indramayu. Ketika Rakor yang mengundang Panwascam Sindang dan Lelea, Jumat (16/04/2014) siang.
            Rakor secara marathon itu, konon, untuk mengevaluasi kinerja Panwascam dan para PPLL-nya, serta untuk mempersiapkan lanjutan pengawasan Pemilu Pemilihan Presiden. Komisioner Panwaskab Indramayu, Supandi menjelaskan, perlunya envaluasi kinerja Panwascam dan jajaran PPL-nya itu, agar terjalin kerjasama yang lebih baik lagi, dan lebih meningkatkan kinerjanya dalam Pilpres dengan tetap menjalin kekompakan dengan penuh kekeluargaan.
            “Jangan sampai ada PPL yang tidak tahu kantor Panwaskab, dan tidak saling kenal. Mari kita bangun hubungan kekeluargaan, namun tetap menjalankan tugas pengawasan Pemilu dengan rasa tanggung jawab,” kata Supandi.
            Dijelaskan, pihak Panwaskab pada dasarnya tidak ingin mengangkat PPL yang baru, namun tidak akan mempertahankan PPL lama yang kinerjanya buruk dan tidak disiplin. “Itu yang harus dipahami oleh seluruh PPL dan para Komisioner Panwascam,” ungkap aktivis salah satu LSM di Kota Mangga itu.
            Mengadopsi kalimat yang dilontarkan Supandi, Ketua Pengawas Pemilu Kecamatan Sindang, Erwanto mengatakan, pihaknya pun akan bersikap sama seperti yang diungkapkan Komisioner Panwaskab,”Secara pribadi saya tidak akan memecat PPL lama, namun bukan berarti akan mempertahankan PPL lama yang tak becus, atau karena mengundurkan diri,” tutur Kepala Biro salah sebuah koran terbitan Jakarta itu.(Satim) 

8 Mei 2014

Drs. H. Zakaria Joko Hartawan, MSi Soal Retibusi Parkir


PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Sabtu, 26 April 2014
Dinas Perhubungan Indramayu
Berlakukan Peningkatan Pendapatan Parkir
·         Jangan Sampai Memble dan Masuk Kantong Oknum
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu, Drs. H. Zakaria Joko Hartawan MSi. Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

Indramayu, Pendopo Indramayu - Masalah parkir, tampaknya tengah dibenahi pihak Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.  Lembaga ini, konon, ingin meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perpakiran yang tersebar di seluruh Kabupaten Indramayu.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu Drs. H. Zakaria Joko Hartawan MSi mengatakan, setidaknya ada tiga hal yang perlu dibenahi, yakni pelayanan yang baik, tertib, dan sopan bagi pengendara yang parkir, kemudian setoran retribusi parkir jangan mengacu pada target lama yang terlalu rendah, bagi koordinator parkir dalam kota wajib setor retribusi setiap hari, kecuali hari Sabtu dan Minggu karena libur, maka setor retribusi parkirnya pada hari Senin.
“Kecuali yang jauh dari kota, retribusi parkirnya disetorkan ke Dinas seminggu sekali setiap hari Senin. Selama ini, setoran retribusi parkirnya setiap bulan. Tapi, sekarang harus setiap hari disetorkan ke bendahara penerimaan retribusi parkir,” tegas Joko (sapaan akrab Zakaria Joko Hartawan) di kantornya, Kamis (24/04/2014).
Joko mengingatkan, pemberlakuan kebijakan tadi mulai 1 Mei 2014. Wartawan pun dipersilahkan untuk sama-sama mengawasi perjalanan kebijakan tadi. Selain itu, ia juga tengah mempersiapkan pengajuan kenaikan tarif parkir sambil merevisi Peraturan Daerah lama soal ketentuan tarif parkir yang diberlakukan selama ini.  Retribusi parkir kendaraan roda empat Rp 1.000, dan roda dua cuma ditarik Rp 500. Ke depannya, tutur Joko, akan mengusulkan ke Dewan agar kendaraan roda empat Rp 2.000 dan roda dua Rp 1.000. Jenis kendaraan roda empat lainnya seperti bus, truk, box dan sejenisnya Rp. 1.500, truk gandengan dan kontainer Rp. 2.500.
 Joko menjelaskan, ketentuan retibusi parkir selama ini diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Indramayu Nomor 17 Tahun 2003 tentang Retribusi Tempat Khusus Parkir.
            Seperti tertuang pada pasal 10 ayat 2 disebutkan, retribusi tempat khusus parkir dipungut dengan menggunakan SKRD (Surat Keterangan Retribusi Daerah) dalam bentuk karcis.  Karcis parkir bukan sebagai bukti pengguna resiko atas kehilangan, kerusakan kendaraan dan barang-barang yang menempel pada kendaraan.  
Petugas pemungut retribusi parkir, adalah petugas resmi Dishubkominfo Indramayu dengan lokasi pemanfaatan tempat dari halaman yang dikuasai dan dimiliki oleh pemerintah daerah yang dipergunakan untuk parkir kendaraan. 
“Berbeda dengan perparkiran di lingkungan RSUD misalnya, maka tarif parkir ditentukan oleh pihak rumah sakit bersangkutan,” tandas Joko didampingi Sekretaris Dishubkominfo Indramayu Dedy Suhendi, S.Sos, M.Si di ruang kerjanya.(Satim)***



2 Mei 2014

Gedung Mutiara Bangsa Kabupaten Indramayu


PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Rabu, 2 April 2014
Gedung “Kuning” Termahal
Dibangun Untuk Wisata Ilmu Pengetahuan
Gedung Mutiara Bangsa – Gedung Mutiara Bangsa dirancang untuk obyek wisata ilmu pengetahuan dan teknologi. Geung ini terletak di obyek wisata Waduk Bojongsari. Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
Indramayu, Pendopo Indramayu Online “Gedung Kuning”, begitulah  banyak orang menjulukinya, karena kubah gedung yang menyerupai telur setengah itu didominasi warna kuning. Gedung  dimaksud berada disekitar obyek wisata Waduk Bojongsari,  Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi JawaBarat.
            Gedung milik pemerintah Kota Mangga itu disebut-sebut sebagai gedung yang dibangun dengan biaya termahal, dan dibutuhkan waktu terlama sepanjang sejarah  proyek pembangunan yang ada di wilayah Kabupaten Indramayu. Gedung ini dibangun setelah Bupati Indramayu, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin atau yang akrab disapa Kang Yance memerintah untuk kedua kalinya. Namun hingga kini, sampai dengan istrinya Hj. Anna Sophanah terpilih menjadi Bupati Indramayu, gedung itu belum rampung.   
            Untuk biaya pembangunannya saja, sejak tahun 2008 hingga tahun 2013 telah menghabiskan biaya Rp14,6 Miliar lebih. Sedangkan pembangunan fisiknya di tahun 2014 ini direncanakan  bakal menelan biaya sekitar Rp15 Miliar. Ini belum ditambah dengan berbagai macam barang-barang yang bakal ditampilkan di gedung yang dinamai ”Mutiara Bangsa” itu, konon, bakal menghabiskan sekitar Rp 5 Miliar lagi. Pihak Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu mencatat, sampai dengan 2014 bakal menghabiskan biaya sekitar Rp 35 Miliar lebih. Itu belum termasuk biaya pembebasan tanah seluas sekitar 3 hektar pada masa lalu, yang konon, diperkirakan mencapai Miliaran rupiah.
            “Jadi, wajar saja jika banyak orang menyebutnya sebagai gedung termahal di Kabupaten Indramayu.Tinggal manfaatnya seperti apa ? Kemudian, apakah bisa mengangkat citra positif bagi Indramayu apa tidak ? Mari kita amati bersama-sama !,” kata Pemerhati Masalah Sosial dan Pembangunan Indramayu, Bob Cahyadi kepada Pendopo Indramayu Online, belum lama ini.
            Data yang dihimpun Pendopo Indramayu Online menyebutkan, biaya pembebasannya saja yang seluas sekitar 3 hektar lebih itu, konon, menelan baiaya sekitar miliaran rupiah. Pembangunan Gedung ”Mutiara Bangsa” dimulai sejak tahun 2008 dengan menghabiskan biaya Rp 1.938.937.000 (Rp 1,9 Miliar lebih). Tahun berikutnya 2009 menelan biaya Rp 4.217.026.000 ( Rp 4,2 Miliar lebih), tahun 2010 sebesar Rp 1.735.757.000 (Rp1,7 Miliar lebih), dan di tahun 2011 tidak ada anggaran untuk melanjutkan pembangunan Gedung”Mutiara Bangsa” tersebut.
            Kemudian pembangunannya dilanjutkan pada tahun 2012 dengan menguras anggaran Rp 4.521.433.000 (Rp 4,5 Miliar lebih), dan tahun 2013 memakan biaya Rp 2.251.745.000 (Rp 2,2 Miliar lebih). Sedangkan pembangunan fisiknya saja di tahun 2014 bakal dianggarkan sekitar Rp 15 Miliar. Sementara untuk pengadaan barang-barang yang bernuansa ilmu pengetahuan dan teknologinya, konon, diperkirakan bakal menghabiskan sekitar Lima Miliar.
            Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu, H. Didi Supriadi S.Sos, MSi melalui Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK) Gedung Mutiara Bangsa, Yudi Siswanto ST didampingi Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan pada Dinas Cipta Karya setempat, Agus Salam Pujiantoi SIP, ST, MSi mengatakan, dibangunnya Gedung “Mutiara Bangsa” untuk obyek wisata ilmu pengetahuan dan teknologi.
            Ia memastikan, sebelum jabatan Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah berakhir pada tahun 2015, Gedung “Mutiara Bangsa” sudah dioperasikan untuk umum sebagai salah satu obyek wisata Iptek.
            “Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap, keberadaan obyek wisata Mutiara Bangsa sangat bermanfaat, dan untuk mencerdaskan bangsa bagi semua kalangan. Bagi para pelajar dan mahasiswa, sebetulnya sangat penting untuk mengunjungi obyek wisata Mutiara Bangsa,” kata Yudi Siswanto dalam sebuah percakapan dengan Pendopo Indramayu Online di kantornya, belum lama ini.(Satim)***
           

 

My Blog List

JASA PENGIRIMAN UANG

Site Info

Followers/Pengikut

PENDOPO INDRAMAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template