CARI BERKAH KLIK DI SINI

Tampilkan postingan dengan label Dinas Bina Marga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dinas Bina Marga. Tampilkan semua postingan

2 Juni 2013

Bahaya Mengintai Jalan Berlubang Bungkul

Kamis, 16 Mei 2013
PENDOPOINDRAMAYU ONLINE
Bahaya Mengintai Jalan Berlubang Bungkul


SUDAH TAHUNAN – Jalan berlubang di Blok Bungkul bawah jembatan sudah tahunan dibiarkan tergeanang air dan membahayakan pengendara yang diduga tanpa perhatian pemerintah. Padahal, lalu-lintas setiap hari sangat padat di wilayah Bungkul menuju Waduk Bojongsari, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat tersebut. Ketika dikonfirmasi, Kabid Pemeliharaan Jalan pada Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, Suwenda berjanji akan memperbaikinya pada Juni 2013. Gambar diambil, Kamis (16/05/2013) siang.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online


26 Mei 2013

Jembatan Brahim, Melebarkan Sayap Akses Ekonomi


Jumat, 24 Mei 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
JEMBATAN BRAHIM
MELINTAS – Pengendara tengah melintas di Jambatan Brahim Sindang, Indramayu yang akan diperlebar mulai tahun 2013 ini.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
Jembatan Brahim, Melebarkan Sayap Akses Ekonomi
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE Selama ini harus tahan antrian jika ada mobil yang melintasi Jembatan Brahim yang melintang di atas Sungai Cimanuk Desa Sindang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Awalnya, jembatan itu diduga sengaja dirancang hanya untuk muat satu kendaraan  roda  empat  saja, karena belum memprediksi bahwa di kemudian hari situasinya akan ramai seperti sekarang ini.
            Menurut Udin (56), warga setempat, armada penting yang melewati jembatan itu dulunya hanya rutin mondar-mandir  sejumlah truk pengangkut sampah menuju ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Pecuk, sekitar 200 meter dari Jembatan Brahim yang dibangun pada tahun 1980-an. Kemudian mengalami rehabilitasi pada tahun 1990-an. Hingga memasuki tahun 2000, situasi belum seramai sekarang.
Kini, pemicu ramainya lalu-lintas yang melewati Jembatan Brahim diantaranya, dibangunnya Obyek Wisata Sindang Ayu, dibukanya Jembatan Pecuk,  Pembangunan Bendung Karet Waledan, beroperasinya eksplorasi Pertamina di Pecuk yang membuat mulus jalan raya Pecuk, dan telah dibangunnya Rumah Pemotongan Hewan tak jauh dari Jembatan Brahim itu.
“Akhirnya lalu-lintas sekarang tambah ramai. Dulu kalau malam sepi, tapi sekarang selalu ramai,” katanya.
Pendapat lain dikatakan, Ester (53), salah seorang tokoh masyarakat di sana, bahwa keberadaan Jembatan Brahim memang layak untuk diperlebar sesuai dengan perkembangan lalu-lintas yang melintas. “Dengan diperlebar, berarti ikut memperbesar dan meningkatkan akses ekonomi yang terjadi di sekitarnya,” tuturnya.
Pantauan Pendopo Indramayu Online,
pelebaran Jembatan Brahim mulai dikerjakan sejak April 2013. Kemudian hasil cetakan jembatan bajanya mulai datang dua pekan lalu. Dari papan proyek yang terpampang, pelebaran jembatan itu menelan biaya Rp 2 Miliar lebih yang didanai APBD Kabupaten Indramayu 2013.
Pelebaran Jembatan Brahim dikerjakan CV. Anugerah Jaya selaku pemenang tender dengan pelaksana Sitompul. “Saya berusaha untuk mengerjakan Jembatan Brahim sesuai kontrak kerja. Jika sudah bisa dilewati, semoga mampu mendongkrak akses ekonomi yang lebih meningkat lagi,” ungkap Tompul (panggilan akrab Sitompul) kepada Pendopo Indramayu Online di lokasi proyeknya, belum lama ini.(Satim)***    
 

           


18 Mei 2013

Multi Efek Ekonomi Jembatan Kali Perawan Indramayu

Sabtu, 18 Mei 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
BINA MARGA\
MUDAH RAPUH – Kondisi Jembatan Kali Perawan berabad-abad hanya terbuat dari kayu yang mudah rapuh, rawan ambruk dan berbahaya bagi yang melintas. Apalagi jika Sungai Perawan itu tengah meluap, berhati-hatilah ketika melintas.***Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

Jembatan Kali Perawan
Diharapkan Mampu Dongkrak Perekonomian
*      Berabad-abad Warga Dambakan Kokohnya Jembatan Sungai Perawan
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE Kabarnya sudah berabad-abad masyarakat hanya menikmati Jembatan Kali Perawan yang terbuat dari kayu seadanya, rawan kecelakaan dan bahkan pernah beberapa kali merenggut korban jiwa akibat korbannya tenggelam di sungai yang membelah dua wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Kandanghaur dan Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat itu.
            Soal Misteri Jembatan Kali Perawan akan diungkap pada edisi mendatang. Namun, tahun 2013 ini, jembatan tersebut kabarnya akan dibangun dengan menggunakan teknologi alat berat dan canggih, karena salah saru materialnya menggunakan beton prestest (beton pratekan) pabrikan yang dicetak oleh perusahaan multi nasional. Hanya sebagian kecil saja yang menggunakan teknologi sederhana dengan mengerahkan tenaga lokal.
Konon, Jembatan “Samak Rombeng” sebutan lain dari jembatan yang melintasi Sungai Perawan tadi, merupakan jembatan kelas berat kedua setelah Jembatan Pabean. Pihak kontraktor dari PT. Putra SHB Sejahtera yang berkantor di Karangampel, berani mematok harga Rp 4.093.035.000 untuk mengerjakan Jembatan Kali Prawan itu di tahun 2013 ini.
            Atas rencana pembangunan jembatan itu siap dikerjakan pertengahan Mei tahun ini dan diharapkan rampung pada Desember 2013, tampaknya mengundang sumringah sejumlah warga setempat. Mereka pun menyambut gembira, dan menyampaikan terima kasih kepada pihak Dinas Marga Kabupaten Indramayu dan Pemerintah Kota Mangga.
            “Meski saya ini rakyat kecil, tapi merasa bangga dan terima kasih jika jembatan yang membentang di atas Kali Prawan itu jauh lebih kuat dan canggih. Perputaran ekonomi akan semakin meningkat dan rasa aman melintas pun semakin terjamin. Terima kasih kepada pihak Dinas Marga dan Pemerintah Kabupaten Indramayu,” ungkap Gozali (55), salah seorang warga setempat kepada Pendopo Indramayu Online.
Keterangan yang dihimpun Pendopo Indramayu Online, jika Jembatan Samak Rombeng itu sudah dioperasikan, perputaran ekonomi yang terjadi di sana bakal meningkat setiap tahunnya. Pasalnya, seluruh moda transportasi darat bisa melintasi jembatan tersebut, baik yang mengangkut hasil pertanian maupun bahan industri lainnya.
            Atas dasar pertimbangan aspek ekonomi dan kenyamanan warga yang melintasi Kali Prawan, pejabat karier H. Supendi yang mantan Sekretaris Daerah dan sekarang menjadi Wakil Bupati Indramayu mendampingi Bupati Hj Anna Sophanah, kabarnya sudah lama mengusulkan untuk dibangunnya Jembatan Kali Prawan itu. Namun diduga karena terbentur kesiapan anggaran, sehingga Pemerintah Kota Mangga melalui Dinas Bina Marga baru mampu menganggarkan secara bertahap sejak tahun 2012 lalu.
            “Tahun 2013 ini, kami berusaha untuk mewujudkan impian masyarakat di sana terhadap manfaat besar Jembatan Kali Perawan itu,” kata Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, H. Oemarsyah  melalui Kabid Jembatan, H. Sutiyono kepada Pendopo Indramayu Online di kantornya, belum lama ini.
            Di tempat terpisah, pelaksana proyek pembangunan Jembatan Kali Perawan, H. Yudi mengatakan, pihaknya siap mengerjakan sesuai kontrak kerja 201 hari kalender terhitung sejak Mei 2013. “Soal material beton sudah dipesan lama dan siap digelar dengan menggunakan alat berat. Mudah-mudahan rampung sesuai jadwal kontrak kerja,” ungkap pengusaha jasa konstruksi dari Karangampel Kabupaten Indramayu itu.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online


29 Januari 2013

Jembatan Pabean Indramayu Tercanggih di Kota Mangga


Jumat, 25 Januari 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
TERCANGGIH – Pembangunan Jembatan Pabean yang membentangkan dua wilayah Kecamatan, yakni Kecamatan Pasekan dan Kecamatan Indramayu, konon, tercanggih pertama di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.(Satim)***  
Jembatan Pabean Indramayu
Tercanggih di Kota Mangga
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Boleh jadi, Jembatan Pabean yang bakal membentangkan “sayapnya” antara wilayah Kecamatan Pasekan dan Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, akan menjadi jembatan tercanggih pertama di wilayah Kota Mangga. Selain itu, sejumlah warga setempat menilai, jika jembatan itu sudah dioperasikan akan memacu gairah perekonomian di sekitarnya.
            Menurut Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, H. Soen Soedjarwo melalui Kepala Bidang (Kabid) Jembatan H. Sutiyono dan salah seorang kepala seksinya, Wempi mengatakan, Jembatan Pabean memang dirancang untuk menjadi salah satu jembatan yang diperkirakan mampu memikul beban terlalu berat, dan mungkin kata orang ngomong tercanggih pertama di Indramayu.
            Alasannya, karena untuk mengantisipasi perkembangan tata wilayah dan tata kota yang bakal terjadi di sekitar wilayah Pabean dalam masa-masa mendatang. “Jadi dibutuhkan jembatan yang tangguh dan canggih,” katanya.
            Warga setempat juga setuju dengan adanya pembangunan Jembatan Pabean itu. Irin (39), salah seorang tokoh masyarakat setempat mengatakan, pihaknya sangat mendukung untuk segera dirampungkannya Jembatan Pabean itu. Alasannya, karena masyarakat sangat berharap agar jembatan yang bernilai miliaran rupiah tersebut bisa segera dirasakan masyarakat.
            “Prinsipnya, masyarakat ingin segera mencicipi keberadaan jembatan yang terbilang mahal itu,” ujar Irin, baru-baru ini.
            Pemantauan Pendopo Indramayu Online, keberadaan Jembatan Pabean yang tangguh dan canggih saat ini tampaknya sangat dubutuhkan masyarakat. Karena masa depan wilayahnya dimungkinkan untuk dijadikan pengembangan kawasan perkotaan, dengan kepadatan penduduk dan ramainya lalu-lintas yang melewati kawasan Pabean dan Pasekan.
            Ketika menyaksikan master plan Jembatan Pabean yang dipajang di ruangan Bidang Jembatan Dinas Bina Marga setempat, betapa megahnya Jembatan Pabean itu jika bisa dirampungkan. Apalagi penataan pemukiman dan kondisi sosial warganya bisa tertata rapih, kemungkinan akan mampu memacu gairah perekonomian dan strata sosial bagi warga di sekitarnya.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
                

6 Juni 2012

Jalan Panyindangan Wetan “Hancur”

Rabu, 06 Juni 2012
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Jalan Panyindangan Wetan “Hancur”
HANCUR – Jalan Kabupaten yang berada di Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, saat ini kondisinya “hancur”. Apalagi setelah diguyur hujan yang terjadi Selasa (05/06/2012) dan Rabu (06/06/2012), lubang besar yang digenangi air dan berlumpur menjadi keluhan para pengendara yang melintasi jalan yang menghubungkan Desa Kenanga Blok Dukuh Krupuk dan Desa Rambatan Wetan itu. Sementara Kabid Pemeliharaan Jalan pada Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, Agus, mengatakan, untuk pemeliharaan jalan itu hingga saat ini belum teranggarkan. Jadi para pengendara harap hati-hati ketika melintasi Jalan Desa Panyindangan Wetan tersebut.(Satim)***  Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

20 April 2012

Jembatan Pecuk Akan Diresmikan Menjelang Akhir 2012


Jumat, 20 April 2012
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Jembatan Pecuk Akan Diresmikan Menjelang Akhir 2012
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Tak lama lagi, di wilayah Kecamatan Arahan dan Cantigi, dan Losarang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat ada sebuah perubahan dalam arus transformasi dan informasi yang jauh lebih maju dibanding sebelumnya. Selain akses jembatan yang bakal memicu laju pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya, juga bakal tingginya nilai harga tanah dan berbagai hal yang sebelumnya kawasan tersebut bagai daerah terisolir.
            Penegasan demikian disampaikan Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, H. Soen Sudjarwo, ST melalui Kabid Jembatan H. Sutiyono, ST seputar manfaat Jembatan Pecuk yang dibangun menghabiskan anggaran sekitar Rp 8 miliar yang dikerjakan dalam empat tahap itu, yang memakan waktu sekitar lima tahun itu.
            Pihak Bina Marga Indramayu memperkirakan, Jembatan Pecuk akan siap diresmikan menjelang akhir tahun 2012. Konon, Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah yang rencananya meresmikan jembatan yang dinanti-nanti warga setempat sejak beberapa abad lalu itu.
“Tahun 2012 ini, Jembatan Pecuk itu diharapkan sudah bisa digunakan. Jika memungkinkan, sebelum Hari Raya Udul Fitri pun, sudah bisa dilalui masyarakat dengan berbagai aktivitasnya,” kata Sutiyono, di kantornya, Kamis (19/04/2012) sore.
Sutiyono berharap, dengan dioperasikannya Jembatan Pecuk itu, perekonomian masyarakat setempat semakin meningkat.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
             

24 Februari 2012

Rusak Parah, Kalen dan Jalan Kabupaten di Panyindangan Wetan

Jumat, 24 Februari 2012

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Rusak Parah, Kalen dan Jalan Kabupaten

di Panyindangan Wetan

RUSAK PARAH – Kalen (saluran atau sungai kecil) dan Jalan Kabupaten di Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, saat ini mengalami rusak parah. Jalan terkesan sudah tak ada aspalnya lagi, bahkan berlubang yang membahayakan pengguna jalan. Sedangkan kalennya terlihat sudah rusak parah. Tanggulnya rusak parah. Kemudian eceng, sampah, dan pendangkalan terjadi di sepanjang kalen itu. Seperti tampak dalam gambar yang diambil, jumat (24/02/2012) pagi.Sementara Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, H. Soen Sudjarwo ST alias Wowo pernah mengatakan, untuk perbaikan jalan kabupaten di Desa Panyindangan Wetan itu, anggarannya belum siap dan masih diusulkan ke pihak eksekutif.(Satim)*** Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

24 Desember 2011

Gapura Masuk Kecamatan Pasekan Terancam Sirna

Sabtu, 24 Desember 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Jembatan Pabean Indramayu

Gapura Masuk Kecamatan Pasekan Terancam Sirna

Gapura yang bertuliskan “Selamat Datang” Masuk Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, terancam sirna dari lokasi semula yang berada di tepi jalan lintas yang menghubungkan Kecamatan Indramayu dan Pasekan. Tanda-tanda bakal lenyapnya hapura terlihat setelah tihang penyangga jembatan Pabean tengah dikerjakan. Tampak dalam gambar, Sabtu (24/12/2011) sore, pelaksana proyek jembatan Pabean, Sitompul tengah mengukur stabilisasi lokasi tihang jembatan yang akan di cor beton.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

24 Agustus 2011

Arus Mudik Mulai Menunjukkan Kepadatan

Rabu, 24 Agustus 2011 - 01:26:45 WIB

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Arus Mudik Mulai Menunjukkan Kepadatan

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Memasuki H-7 pada Selasa (23/8) jalur pantura terus dipadati pemudik khususnya yang memakai kendaraan pribadi. Kendaraan roda dua juga sudah mulai terlihat beriringan, malah tak jarang yang berboncengan sambil membawa barang-barang ditambah tas yang diikatkan pada anggota badan mereka.

Kepadatan kendaraan yang datang dari arah Jakarta menuju Cirebon sesekali menumpuk di setiap perempatan pasar, karena di tempat tersebut banyak penyebrang jalan maupun pejalan kaki yang hendak menuju ke pasar.

Seperti di pasar Sukamandi, Ciasem, Pamanukan dan pasar Pusakanagara Kab. Subang, begitu pula di pasar Sukra dan pasar Patrol Kab. Indramayu. Diperkirakan kepadatan kendaraan akan semakin memuncak H-3, karena pada hari tersebut seluruh karyawan baik swasta maupun negeri sudah libur.

"Arus mudik sudah mulai menunjukkan kepadatan dan akan mencapai puncaknya pada H-3, itu berdasarkan pengalaman pada hari raya tahun sebelumnya," kata Kapolres Indramayu, Ajun Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan.

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Indramayu, Eddy Mulyadi, mengatakan, awal arus mudik sudah mulai terlihat. Hingga saat ini tidak begitu banyak satu dua hari ledakan itu akan terjadi. "Kendati demikian, kita sudah siap untuk menyambut kelancaran mereka," katanya.

Dikatakan dia, untuk menyambut ledakan para pemudik yang tinggal hitungan jari, dia bersama jajaran tim lainnya (Polres, Koramil, Ormas, organisasi, serta para tokoh setempat), siap menyambut kehadirannya. Bahkan, untuk mengantisipasi kemungkinan ledakan pemudik, terutama pada pasar tumpah dan akibat berhentinya bus maupun elf, sejumlah petugas sudah dipersiapkan.

"Biasanya, selain pasar tumpah, kemacetan itu terjadi akibat berhentinya bus dan elf yang yang seenak perutnya sendiri. Untuk itu, kami bersama jajaran lainnya, sudah mengantisipasinya," katanya.

Di sisi lain, salah seorang pemudik, Mujiono (42 tahun) warga Jogja mengaku, lebih aman bila mengambil waktu mudik dari jauh sebelumnya. Dia juga mengaku merasa takut, bila mudik dilakukan H-4. Alasan dia, selain karena padatnya pemudik, juga karena membawa istri dan satu anak.

"Mendingan kita mudik dari jauh sebelumnya. Bukan apa-apa mas. Kalau H-4 atauy H-5 pemudik sudah banyak. Sekarang, mendingan ada kosongnya. Artinya, kita bisa santai dan tak buru-buru," katanya sambil beristirahat di jalan lingkar celeng Indramayu.

Di sisi lain, pos-pos pengaman baru sudah mulai dipadati petugas pengaman dari berbagai satuan. Salah seorang petugas pengaman Sujono dari Tim Polres Indramayu, dia mengaku sangat yakin, arus mudik akan berjalan lancar. Dia juga tidak memungkiri akan ada letupan kecil. "Saya berharap dan yakin, arus mudik yang mulai di jaga ketat sekarang ini, akan berjalan lancar. Kita bersama jajaran lainnya, sudah mengantisipasi sedemikian jauh. Tak hanya itu, jalan-jalan yang rusak, sekarang sudah siap pakai untuk para pemudik termasuk rambu-rambu lainnya," katanya di pos Jaga Eretan Kandanghaur.(C-24/C-26/KC)***

Source : Kabar Cirebon.com, Rabu, 24 Agustus 2011 - 01:26:45 WIB

Pemudik Harus Nyaman

Rabu, 24 Agustus 2011 - 01:02:43 WIB

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Pemudik Harus Nyaman

URUSAN fasilitas bagi pemudik sepertinya selalu dipersoalkan. Hal ini wajar karena persoalan mudik di dalamnya melibatkan ribuan, bahkan jutaan manusia.

BERBICARA mudik sudah tentu berbicara pula ikhwal sarana maupun prasarana bagi pemudik itu sendiri. Hal ini penting, karena kalau sudah memperbincangkan mudik, maka berbagai elemen di dalamnya juga harus diperbincangkan.

Peristiwa mudik ibarat ritual, itu harus diakui. Praktis karena menjadi sebuah ritual maka peristiwa mudik layaknya momentum yang tidak bisa dianggap sepele, apalagi remeh-temeh. Peristiwa mudik layaknya peristiwa bedol desa karena melibatkan massa yang begitu banyak. Kota-kota besar yang selama ini hiruk pikuk, saat momentum mudik terjadi akan memberikan suasana berbeda. Suasana hiruk pikuk itu justru akan ditemui di walayah-wilayah yang selama ini memasok kaum urban ke kota-kota besar tersebut.

Bagi kaum urban, mudik menjadi kaharusan. Maka karena sudah menjadi keharusan, segala persiapan pun dipersiapkan secara serius. Dari hal yang dianggap tidak luar bisa hingga hal yang luar biasa. Bahkan bukan hal yang aneh ketika kita menemukan fenomena yang tidak lazim dari fenomena mudik ini. Dan itu rasa-rasanya tidak perlu dibantah karena itulah masyarakat kita yang tentunya ingin menikmati Hari Kemenangan itu dengan paripurna.

Karena kondisi itu pula maka kewajiban pemangku kebijakan untuk memberikan kenyamanan bagi pemudik. Ini tidak perlu dibantah lagi. Sebab, masyarakat sebagai bagian dari warga negara sudah memberikan kontribusinya --langsung maupun tidak langsung-- terhadap negara melalu pajak dan sejenisnya. Karena itu, warga pemudik harus dimanjakan itu sudah menjadi haknya.

Bahwa memberikan kenyamanan bagi pemudik sudah menjadi urusan yang sangat strategis. Jangan kemudian harapan pemudik yang menginginkan tidak ada persoalan saat menuju kampung halaman, justru malah sebaliknya, dihadang berbagai persoalan. Kalau saja ini terjadi, peran dan fungsi pemangku kebijakan, rasa-rasanya patut pula dipertanyakan.
Pertanyaannya, bagaimana pula kondisi infra maupun suprastruktur bagi pemudik itu sendiri? Kalau saja mau jujur semua sudah tahu jawabannya. Bahwa kondisi jalan, terutama yang selama ini dianggap jalur favorit semisal jalur pantura, ternyata dalam kondisi yang terkesan belum siap dilalui pemudik. Sejumlah ruas jalan masih dalam kondisi tidak maksimal. Bahkan di sejumlah titik masih saja dilakukan perbaikan padahal puncak arus mudik sudah di depan mata.
Setali tiga uang. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah ruas jalur alternatif. Dari Cikamurang Kab. Indramayu menuju Kab. Cirebon melintasi Kec. Kadipaten dan Kab. Majalengka, kondisi jalannya memprihatinkan. Memang di sejumlah titik sedang dilakukan perbaikan, namun di sejumlah titik juga ada yang dibiarkan rusak. Padahal, jalur ini diharapkan bisa memecahkan kemacetan yang terjadi di sepanjang jalur pantura dari Subang hingga Kab. Indramayu.

Nah, kalau hal ini ternyata tidak segera diantisipasi, maka pemudik pun dihadapkan pada kondisi yang tidak nyaman. Siapa yang harus disalahkan? Pemangku kebijakankah atau stakeholder yang bertanggung jawab atas persoalan ini? Silakan jawab sendiri. Hanya yang jadi pertanyaan, toh fenomena arus mudik ini terjadi setiap tahun, tapi kenapa setiap tahun itu pula yang dipersoalkan selalu saja kondisi jalur bagi pemudik ? (KC)*** Ilustrasi : trijayanews.com

Source : Kabar Cirebon.com, Rabu, 24 Agustus 2011 - 01:02:43 WIB

22 Agustus 2011

Jalan Pahlawan Indramayu di Cor Beton

Senin, 22 Agustus 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Jalan Pahlawan Indramayu di Cor Beton

Karena seing rusak, Jalan Pahlawan Indramayu, Provinsi Jawa Barat akhirnya di cor beton, Minggu (21/08/2011) sore. Pelaksana Proyek Jalan Pahlawan, Sitompul mengatakan, pengecoran itu untuk memperkuat badan jalan sebelum di atasnya dilapisi lagi dengan material jalan lainnya, seperti hotmiks. (Satim)*** Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

18 Agustus 2011

Alat Berat Jenis Beko Sudah Diperbaiki

Kamis, 18 Agustus 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

DINAS BINA MARGA INDRAMAYU

Alat Berat Jenis Beko Sudah Diperbaiki

Tampak dalam gambar, petugas mekanik alat berat tengah memperbaiki alat berat jenis beko milik Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Namun, hingga Kamis (18/08/2011) siang, petugas mekanik belum mencoba untuk mengoperasikan alat berat tersebut. Dalam catatan Pendopo Indramayu Online, alat berat jenis beko itu sudah bertahun-tahun kepenasan dan kehujanan teronggok di lapangan instansi yang mengurusi jalan dan jembatan tersebut. (Satim)*** Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

6 Juni 2011

Jalan Waduk Bojong Diduga Dibiarkan Berlubang

Senin, 6 Juni 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

JALAN BERLUBANG – Jalan berlubang di Waduk Bojong Indramayu. Foto diambil, Minggu (5/6/2011) siang. (Satim)*** Foto-foto : Satim

Jalan Waduk Bojong Diduga Dibiarkan Berlubang

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Sudah sekitar setahun, jalan raya di Waduk Bojong, Kelurahan Bojongsari, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, terkesan dibiarkan berlubang. Padahal, sudah sering terjadi kecelakaan di sekitar lokasi jalan yang berlubang itu.

Konon, pekan lalu, beberapa warga setempat menceritakan, ada kecelakaan yang sempat meperihatinkan di lokasi jalan yang berlubang tersebut. Karena sama-sama terkejut ada lubang yang menganga nyaris sampai ke tengah badan jalan, pengendara sepeda motor yang berbocengan seorang ibu yang tengah hamil tua bertubrukan dengan sesama motor dan sebuah becak.

Meski ketiga pengendara hanya mengalami luka-luka saja, namun seorang hamil tadi nyaris nyungsep ke lubang jalan. “Beruntungnya, ibu yang hamil tadi tidak keguguran, tapi para korban kecelakaan itu sama-sama dibawa ke rumah sakit terdekat setelah ditolong di Puskesmas Bojongsari,” kata Ny. Patimah (45), warga Kelurahan Bojongsari yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Beberapa warga lian juga mengatakan, bahwa di sekitar lokasi jalan yang berlubang tadi sudah sering terjadi kecelakaan. Meski belum sempat merenggut korban jiwa, namun bahaya jalan berlubang itu menjadi kewaspadaan semua pelintas jalan yang melewatinya. Tetapi, warga juga merasa heran, karena sudah sekitar setahun lebih, kondisi jalan seperti itu dibiarkan tanpa perbaikan.

Meski demikian, beberapa warga setempat punya inisiatif agar pengendara berhati-hati ketika melintasi jalan itu. Sebuah papan peringatan yang bertuliskan “BERBAHAYA !!! DI DALAM BERLUBANG” ditempel dengan tiang penyangga terbuat dari bambu.

Keluhan dan kejengkelan pelintas Waduk Bojong Indramayu pun terdengar setiap hari. Namun entah sampai kapan ada perbaikan untuk menutup jalan yang mirip goa tersebut.

“Mungkin sambil menunggu korban-korban lain berjatuhan, barangkali,” sindir Sukirman (51), seorang warga yang mengaku sudah bosan menyaksikan jalan yang membahayakan tersebut.

Banyaknya jalan yang berlubang dan sejumlah ruas jalan raya yang rusak parah dari kota hingga ke desa-desa, tampaknya memicu keluhan sejumlah kalangan, karena memicu beban ekonomi berbiaya tinggi terjadi di Kota Mangga Indramayu di tahun 2011 ini. Masyarakat tak mau tahu alasan pemerintah seperti apa, yang penting semua jalan bagus dan mulus, sehingga turut meringankan beban biaya ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, H. Soen Soedjarwo, ST (atau yang akrab disapa Wowo), yang dihubungi Pendopo Indramayu Online beberapa kali di kantornya hingga Senin (6/6/2011), belum berhasil dikonfirmasi. Konon, saat itu Wowo dikabarkan tengah disibukkan dengan urusan kedinasan.

“Bapak Wowo sedang tidak ada di kantor. Beliau sedang sibuk urusan dinas,” kata beberapa pegawai Dinas Bina Marga setempat, tanpa menjelaskan detail acaranya. (Satim)***

 

My Blog List

JASA PENGIRIMAN UANG

Site Info

Followers/Pengikut

PENDOPO INDRAMAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template