CARI BERKAH KLIK DI SINI
2 Juni 2013
Bahaya Mengintai Jalan Berlubang Bungkul
26 Mei 2013
Jembatan Brahim, Melebarkan Sayap Akses Ekonomi
18 Mei 2013
Multi Efek Ekonomi Jembatan Kali Perawan Indramayu
29 Januari 2013
Jembatan Pabean Indramayu Tercanggih di Kota Mangga
6 Juni 2012
Jalan Panyindangan Wetan “Hancur”
20 April 2012
Jembatan Pecuk Akan Diresmikan Menjelang Akhir 2012
24 Februari 2012
Rusak Parah, Kalen dan Jalan Kabupaten di Panyindangan Wetan
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Rusak Parah, Kalen dan Jalan Kabupaten
di Panyindangan Wetan
RUSAK PARAH – Kalen (saluran atau sungai kecil) dan Jalan Kabupaten di Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, saat ini mengalami rusak parah. Jalan terkesan sudah tak ada aspalnya lagi, bahkan berlubang yang membahayakan pengguna jalan. Sedangkan kalennya terlihat sudah rusak parah. Tanggulnya rusak parah. Kemudian eceng, sampah, dan pendangkalan terjadi di sepanjang kalen itu. Seperti tampak dalam gambar yang diambil, jumat (24/02/2012) pagi.Sementara Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, H. Soen Sudjarwo ST alias Wowo pernah mengatakan, untuk perbaikan jalan kabupaten di Desa Panyindangan Wetan itu, anggarannya belum siap dan masih diusulkan ke pihak eksekutif.(Satim)*** Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
24 Desember 2011
Gapura Masuk Kecamatan Pasekan Terancam Sirna
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Jembatan Pabean Indramayu
Gapura Masuk Kecamatan Pasekan Terancam Sirna
Gapura yang bertuliskan “Selamat Datang” Masuk Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, terancam sirna dari lokasi semula yang
berada di tepi jalan lintas yang menghubungkan Kecamatan Indramayu dan Pasekan. Tanda-tanda bakal lenyapnya hapura terlihat setelah tihang penyangga jembatan Pabean tengah dikerjakan. Tampak dalam gambar, Sabtu (24/12/2011) sore, pelaksana proyek jembatan Pabean, Sitompul tengah mengukur stabilisasi lokasi tihang jembatan yang akan di cor beton.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
24 Agustus 2011
Arus Mudik Mulai Menunjukkan Kepadatan
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Memasuki H-7 pada Selasa (23/8) jalur pantura terus dipadati pemudik khususnya yang memakai kendaraan pribadi. Kendaraan roda dua juga sudah mulai terlihat beriringan, malah tak jarang yang berboncengan sambil membawa barang-barang ditambah tas yang diikatkan pada anggota badan mereka.
Kepadatan kendaraan yang datang dari arah Jakarta menuju Cirebon sesekali menumpuk di setiap perempatan pasar, karena di tempat tersebut banyak penyebrang jalan maupun pejalan kaki yang hendak menuju ke pasar.
Seperti di pasar Sukamandi, Ciasem, Pamanukan dan pasar Pusakanagara Kab. Subang, begitu pula di pasar Sukra dan pasar Patrol Kab. Indramayu. Diperkirakan kepadatan kendaraan akan semakin memuncak H-3, karena pada hari tersebut seluruh karyawan baik swasta maupun negeri sudah libur.
"Arus mudik sudah mulai menunjukkan kepadatan dan akan mencapai puncaknya pada H-3, itu berdasarkan pengalaman pada hari raya tahun sebelumnya," kata Kapolres Indramayu, Ajun Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan.
Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Indramayu, Eddy Mulyadi, mengatakan, awal arus mudik sudah mulai terlihat. Hingga saat ini tidak begitu banyak satu dua hari ledakan itu akan terjadi. "Kendati demikian, kita sudah siap untuk menyambut kelancaran mereka," katanya.
Dikatakan dia, untuk menyambut ledakan para pemudik yang tinggal hitungan jari, dia bersama jajaran tim lainnya (Polres, Koramil, Ormas, organisasi, serta para tokoh setempat), siap menyambut kehadirannya. Bahkan, untuk mengantisipasi kemungkinan ledakan pemudik, terutama pada pasar tumpah dan akibat berhentinya bus maupun elf, sejumlah petugas sudah dipersiapkan.
"Biasanya, selain pasar tumpah, kemacetan itu terjadi akibat berhentinya bus dan elf yang yang seenak perutnya sendiri. Untuk itu, kami bersama jajaran lainnya, sudah mengantisipasinya," katanya.
Di sisi lain, salah seorang pemudik, Mujiono (42 tahun) warga Jogja mengaku, lebih aman bila mengambil waktu mudik dari jauh sebelumnya. Dia juga mengaku merasa takut, bila mudik dilakukan H-4. Alasan dia, selain karena padatnya pemudik, juga karena membawa istri dan satu anak.
"Mendingan kita mudik dari jauh sebelumnya. Bukan apa-apa mas. Kalau H-4 atauy H-5 pemudik sudah banyak. Sekarang, mendingan ada kosongnya. Artinya, kita bisa santai dan tak buru-buru," katanya sambil beristirahat di jalan lingkar celeng Indramayu.
Di sisi lain, pos-pos pengaman baru sudah mulai dipadati petugas pengaman dari berbagai satuan. Salah seorang petugas pengaman Sujono dari Tim Polres Indramayu, dia mengaku sangat yakin, arus mudik akan berjalan lancar. Dia juga tidak memungkiri akan ada letupan kecil. "Saya berharap dan yakin, arus mudik yang mulai di jaga ketat sekarang ini, akan berjalan lancar. Kita bersama jajaran lainnya, sudah mengantisipasi sedemikian jauh. Tak hanya itu, jalan-jalan yang rusak, sekarang sudah siap pakai untuk para pemudik termasuk rambu-rambu lainnya," katanya di pos Jaga Eretan Kandanghaur.(C-24/C-26/KC)***
Source : Kabar Cirebon.com, Rabu, 24 Agustus 2011 - 01:26:45 WIB
- Unswagati Selenggarakan Studi Islam Intensif
- MT Annisa Amanah Gelar Baksos
- H. Mustofa Pegang Komitmen
- Maling Sikat Enam Kerbau
- Tugas Wawali Dialihkan ke Sekda
Pemudik Harus Nyaman
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Pemudik Harus Nyaman
URUSAN fasilitas bagi pemudik sepertinya selalu dipersoalkan. Hal ini wajar karena persoalan mudik di dalamnya melibatkan ribuan, bahkan jutaan manusia.
BERBICARA mudik sudah tentu berbicara pula ikhwal sarana maupun prasarana bagi pemudik
itu sendiri. Hal ini penting, karena kalau sudah memperbincangkan mudik, maka berbagai elemen di dalamnya juga harus diperbincangkan.
Peristiwa mudik ibarat ritual, itu harus diakui. Praktis karena menjadi sebuah ritual maka peristiwa mudik layaknya momentum yang tidak bisa dianggap sepele, apalagi remeh-temeh. Peristiwa mudik layaknya peristiwa bedol desa karena melibatkan massa yang begitu banyak. Kota-kota besar yang selama ini hiruk pikuk, saat momentum mudik terjadi akan memberikan suasana berbeda. Suasana hiruk pikuk itu justru akan ditemui di walayah-wilayah yang selama ini memasok kaum urban ke kota-kota besar tersebut.
Bagi kaum urban, mudik menjadi kaharusan. Maka karena sudah menjadi keharusan, segala persiapan pun dipersiapkan secara serius. Dari hal yang dianggap tidak luar bisa hingga hal yang luar biasa. Bahkan bukan hal yang aneh ketika kita menemukan fenomena yang tidak lazim dari fenomena mudik ini. Dan itu rasa-rasanya tidak perlu dibantah karena itulah masyarakat kita yang tentunya ingin menikmati Hari Kemenangan itu dengan paripurna.
Karena kondisi itu pula maka kewajiban pemangku kebijakan untuk memberikan kenyamanan bagi pemudik. Ini tidak perlu dibantah lagi. Sebab, masyarakat sebagai bagian dari warga negara sudah memberikan kontribusinya --langsung maupun tidak langsung-- terhadap negara melalu pajak dan sejenisnya. Karena itu, warga pemudik harus dimanjakan itu sudah menjadi haknya.
Bahwa memberikan kenyamanan bagi pemudik sudah menjadi urusan yang sangat strategis. Jangan kemudian harapan pemudik yang menginginkan tidak ada persoalan saat menuju kampung halaman, justru malah sebaliknya, dihadang berbagai persoalan. Kalau saja ini terjadi, peran dan fungsi pemangku kebijakan, rasa-rasanya patut pula dipertanyakan.
Pertanyaannya, bagaimana pula kondisi infra maupun suprastruktur bagi pemudik itu sendiri? Kalau saja mau jujur semua sudah tahu jawabannya. Bahwa kondisi jalan, terutama yang selama ini dianggap jalur favorit semisal jalur pantura, ternyata dalam kondisi yang terkesan belum siap dilalui pemudik. Sejumlah ruas jalan masih dalam kondisi tidak maksimal. Bahkan di sejumlah titik masih saja dilakukan perbaikan padahal puncak arus mudik sudah di depan mata.
Setali tiga uang. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah ruas jalur alternatif. Dari Cikamurang Kab. Indramayu menuju Kab. Cirebon melintasi Kec. Kadipaten dan Kab. Majalengka, kondisi jalannya memprihatinkan. Memang di sejumlah titik sedang dilakukan perbaikan, namun di sejumlah titik juga ada yang dibiarkan rusak. Padahal, jalur ini diharapkan bisa memecahkan kemacetan yang terjadi di sepanjang jalur pantura dari Subang hingga Kab. Indramayu.
Nah, kalau hal ini ternyata tidak segera diantisipasi, maka pemudik pun dihadapkan pada kondisi yang tidak nyaman. Siapa yang harus disalahkan? Pemangku kebijakankah atau stakeholder yang bertanggung jawab atas persoalan ini? Silakan jawab sendiri. Hanya yang jadi pertanyaan, toh fenomena arus mudik ini terjadi setiap tahun, tapi kenapa setiap tahun itu pula yang dipersoalkan selalu saja kondisi jalur bagi pemudik ? (KC)*** Ilustrasi : trijayanews.com
Source : Kabar Cirebon.com, Rabu, 24 Agustus 2011 - 01:02:43 WIB
- Malam Seribu Bulan
- Komersialisasi Ramadhan
- Massa Kepung Kejaksaan
- Jalur Alternatif Mudik Belum Siap
- Tradisi Maleman di Kasepuhan
22 Agustus 2011
Jalan Pahlawan Indramayu di Cor Beton
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Jalan Pahlawan Indramayu di Cor Beton
Karena seing rusak, Jalan Pahlawan Indramayu, Provinsi Jawa Barat akhirnya di cor beton, Minggu (21/08/2011) sore. Pelaksana Proyek Jalan Pahlawan, Sitompul mengatakan, pengecoran itu untuk memperkuat badan jalan sebelum di atasnya dilapisi lagi dengan material jalan lainnya, seperti hotmiks. (Satim)*** Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
18 Agustus 2011
Alat Berat Jenis Beko Sudah Diperbaiki
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
DINAS BINA MARGA INDRAMAYU
Alat Berat Jenis Beko Sudah Diperbaiki
Tampak dalam gambar, petugas mekanik alat berat tengah memperbaiki alat berat jenis beko milik Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Namun, hingga Kamis (18/08/2011) siang, petugas mekanik belum mencoba untuk mengoperasikan alat berat tersebut. Dalam catatan Pendopo Indramayu Online, alat berat jenis beko itu sudah bertahun-tahun kepenasan dan kehujanan teronggok di lapangan instansi yang mengurusi jalan dan jembatan tersebut. (Satim)*** Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
6 Juni 2011
Jalan Waduk Bojong Diduga Dibiarkan Berlubang
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
JALAN BERLUBANG – Jalan berlubang di Waduk Bojong Indramayu. Foto diambil, Minggu (5/6/2011) siang. (Satim)*** Foto-foto : Satim
Jalan Waduk Bojong Diduga Dibiarkan Berlubang
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Sudah sekitar setahun, jalan raya di Waduk Bojong, Kelurahan Bojongsari, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, terkesan dibiarkan berlubang. Padahal, sudah sering terjadi kecelakaan di sekitar lokasi jalan yang berlubang itu.
Konon, pekan lalu, beberapa warga setempat menceritakan, ada kecelakaan yang sempat meperihatinkan di lokasi jalan yang berlubang tersebut. Karena sama-sama terkejut ada lubang yang menganga nyaris sampai ke tengah badan jalan, pengendara sepeda motor yang berbocengan seorang ibu yang tengah hamil tua bertubrukan dengan sesama motor dan sebuah becak.
Meski ketiga pengendara hanya mengalami luka-luka saja, namun seorang hamil tadi nyaris nyungsep ke lubang jalan. “Beruntungnya, ibu yang hamil tadi tidak keguguran, tapi para korban kecelakaan itu sama-sama dibawa ke rumah sakit terdekat setelah ditolong di Puskesmas Bojongsari,” kata Ny. Patimah (45), warga Kelurahan Bojongsari yang tak jauh dari lokasi kejadian.
Beberapa warga lian juga mengatakan, bahwa di sekitar lokasi jalan yang berlubang tadi sudah sering terjadi kecelakaan. Meski belum sempat merenggut korban jiwa, namun bahaya jalan berlubang itu menjadi kewaspadaan semua pelintas jalan yang melewatinya. Tetapi, warga juga merasa heran, karena sudah sekitar setahun lebih, kondisi jalan seperti itu dibiarkan tanpa perbaikan.
Meski demikian, beberapa warga setempat punya inisiatif agar pengendara berhati-hati ketika melintasi jalan itu. Sebuah papan peringatan yang bertuliskan “BERBAHAYA !!! DI DALAM BERLUBANG” ditempel dengan tiang penyangga terbuat dari bambu.
Keluhan dan kejengkelan pelintas Waduk Bojong Indramayu pun terdengar setiap hari. Namun entah sampai kapan ada perbaikan untuk menutup jalan yang mirip goa tersebut.
“Mungkin sambil menunggu korban-korban lain berjatuhan, barangkali,” sindir Sukirman (51), seorang warga yang mengaku sudah bosan menyaksikan jalan yang membahayakan tersebut.
Banyaknya jalan yang berlubang dan sejumlah ruas jalan raya yang rusak parah dari kota hingga ke desa-desa, tampaknya memicu keluhan sejumlah kalangan, karena memicu beban ekonomi berbiaya tinggi terjadi di Kota Mangga Indramayu di tahun 2011 ini. Masyarakat tak mau tahu alasan pemerintah seperti apa, yang penting semua jalan bagus dan mulus, sehingga turut meringankan beban biaya ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, H. Soen Soedjarwo, ST (atau yang akrab disapa Wowo), yang dihubungi Pendopo Indramayu Online beberapa kali di kantornya hingga Senin (6/6/2011), belum berhasil dikonfirmasi. Konon, saat itu Wowo dikabarkan tengah disibukkan dengan urusan kedinasan.
“Bapak Wowo sedang tidak ada di kantor. Beliau sedang sibuk urusan dinas,” kata beberapa pegawai Dinas Bina Marga setempat, tanpa menjelaskan detail acaranya. (Satim)***





