CARI BERKAH KLIK DI SINI

Tampilkan postingan dengan label Bencana Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bencana Alam. Tampilkan semua postingan

30 Maret 2015


Rendam Tujuh Kecamatan di

Kabupaten Indramayu
*) Kadisdik dan Kasi Sapras Dikdas Tinjau Sekolah Banjir
Senin, 16 Maret 2015 10:15 WIB
CIMANUK MELUAP – Sungai Cimanuk di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat,  meluap, sehingga tanggul jebol dan melumat tujuh kecamatan di Kota Mangga. ***(Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online)
INDRAMAYU, Pendopo Indramayu Online – Setelah sebagian wilayah Kabupaten Majalengka dikabarkan dilumat banjir, kini menyusul sebagian wilayah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat dihajar muntahan air sungai Cimanuk dan tanggul jebol. Akibatnya, tujuh kecamatan di Kabupaten Indramayu terendam banjir, Senin (16/03/2015) dini hari, menyusul jebolnya tanggul Sungai Cimanuk di Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang dan Desa Tulungagung, Kecamatan Kertasemaya.

Kemudian di Blok Pulo Desa Telukagung, Kecamatan Indramayu sejak Senin (16/03/2015) dini hari. sudah digemparkan dengan melubernya isi perut Sungai Cimanuk yang meluber melintasi tanggul sungai. Airnya muntah ke pemukiman penduduk. Selain itu, luberan sungai juga terjadi di sekitar Bendungan Bangkir Lawas (Balas), hingga muntahannya membuat saluran sekunder Rambatan Wetan dan Panyindangan Wetan meluber ke badan jalan.

Gejolak  Sungai Cimanuk tersebut memicu seluruh pimpinan organisasi
perangkat daerah (OPD) berangkat menuju ke sejumlah titik lokasi banjir. Beberapa gerakannya direalisasikan dengan pengiriman bantuan karung dan sekitar 6 alat berat jenis beko diterjunkan ke lokasi bencana.

“Ini antisipasi langkah pertama dari dinas kami,” kata Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Pertambangan dan Energi (PSDA Tamben) Kabupaten Indramayu, Suwenda melalui Sekretarisnya, Dikdik Sudikna di kantornya, Senin (16/03/2015) siang.

Kepada puluhan wartawan, Dikdik mengatakan, kepala dinasnya sudah terjun ke lokasi bajir sejak pagi,”Beliau kabarnya berkeliling sambil mengawasi anak buahnya yang bekerja di lapangan yang sefang membantu mengatasi tanggul jebol dan luberan Sungai Cimanuk,” ungkapnya.

Senin siang itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Dr. H. Odang Kusmayadi MM  didampingi Kasi Sapras Sekolah Dasar Umar M. Amir juga melakukan peninjauan ke sejumlah sekolah  yang  dihajar banjir Cimanuk.

“Kami sudah kumpulkan data untuk bahan pelaporan. Karena banyak sekolah yang terpaksa diliburkan  akibat terendam air,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu , Odang melalui Kasi sapras Amir M. Umar di kantornya, Senin (17/03/2015) sore.

Sementara itu,  Kepala BPBD Kabupaten Indramayu, Edi Kusdiana mengatakan, banjir terjadi Senin sekitar pukul 03.00 WIB. Ketika itu, tanggul Sungai Cimanuk di dua desa tersebut jebol sehingga air sungai langsung meluap ke pemukiman warga.

"Yang paling parah kena banjir di Kecamatan Jatibarang dan Kertasemaya, karena tanggul yang jebol di kecamatan tersebut," kata Edi melalui sambungan telepon, Senin (16/3/2015) siang,” tutur Edi seperti dikutip Tribun Jabar.

Diungkapkan, ketinggian air di Desa Pilangsari Kecamatan Jatibarang dan Desa Tulungagung Kecamatan Kertasemaya 2-3 meter. Ribuan rumah di dua desa tersebut pun terendam hingga yang terlihat hanya atap.

Sementara lima kecamatan lain yang kena banjir adalah Lohbener, Sindang, Pasekan, Bangodua, dan Tukdana. Kelima kecamatan tersebut terendam air dari rembesan tanggul Sungai Cimanuk. Meski yang lima kecamatan tak terlalu parah. (Satim)***




27 Januari 2012

Desa Panyindangan Wetan Banjir

Kamis, 26 Januari 2012

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Hujan di Indramayu

Desa Panyindangan Wetan Banjir

BANJIR – Seorang warga Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, tengah membersihkan eceng gondok di tengah banjir yang melanda desanya, Kamis (26/01/2012) siang.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Hujan yang mengguyur wilayah Kabupayen Indramayu, Provinsi Jawa Barat selama sepekan terakhir, sejak Sabtu (21/01/2012) hingga Jumat (27/01/2012), menyebabkan ratusan desa dan beberapa kelurahan di Kota Mangga itu dilanda banjir.

Yang paling parah, hujan besar disertai angin kencang selama tiga hari sejak Selasa (24/01/2012), Rabu (25/01/2012), dan Kamis (26/01/2012), selain banyak pohon yang tumbang, juga banjir melanda di berbagai desa dan kelurahan. Salah satunya yang dialami Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Air kiriman yang dimuntahkan dari hujan dan luapan kali Rambatan menghantam desa yang berpenduduk sekitar 5.000 jiwa itu.

Meski tak semua pemukiman dilumat bencana, namun air yang berada di kalen (sungai kecil) meluber hingga ke pemukiman penduduk setempat. Tanggul-tanggul kalen terlihat lenyap, dan air tumpah ke jalan-jalan kabupaten sehingga memperparah kondisi sarana transportasi di desa tersebut. Yang namanya kecelakaan meski tak makan korban jiwa, namun sering terjadi karena badan jalan yang berlubang tak terlihat akibat genangan air.

Beberapa tokoh warga Desa Panyindangan Wetan mengungkapkan, sudah saatnya program-program pemerintah memerhatikan desa itu. Salah satunya, perbaikan tanggul, jalan desa, dan perbaikan saluran yang ada di Desa Panyindangan Wetan agar diperhatikan serius.

Kasdi (56), salah seorang tokoh warga setempat mengatakan, sudah saatnya normalisasi saluran, perbaikan jalan desa dan jalan kabupaten, serta perbaikan tanggul-tanggul kalen lebih diperhatikan lagi untuk desanya.

“Desa kami sudah puluhan tahun selalu kebanjiran. Bapak bisa lihat sendiri, kondisi tanggul-tanggul kalen yang ada, nyaris habis karena berbagai faktor. Dan itu yang memicu rawan bencana banjir,” katanya.

Sedangkan Surja (41), warga setempat mengatakan, kalau memang ada program pembangunan pedesaan seperti PPIP dan lain-lainnya, maka sangat tepat apabila dialokasikan untuk perbaikan tanggul-tanggul kali yang melintasi Desa Panyindangan Wetan. “Termasuk pembuatan TPT (Tembok Penahan Tanah) untuk memperkuat tanggul dan badan jalan yang ada di Desa Panyindangan Wetan,” ujarnya.

Pemantauan Pendopo Indramayu Online, Kamis (26/01/2012), dan Jumat (27/01/2012) siang, banjir masih melanda Desa Panyindangan Wetan. Banjir yang dialami desa itu sudah berlangsung puluhan tahun setiap musim hujan tiba. Sementara desa tersebut belum memiliki pemimpin yang definitif, karena belum lama menggelar pesta demokrasi masyarakat desa dengan agenda Pemilihan Kuwu (Kepala Desa) pada Desember 2011 lalu, dan hingga akhir Januari 2012, belum ada informasi yang tanggal pasti tentang agenda pelantikan Nursidin, Kuwu terpilih Desa Panyindangan Wetan.(Satim)*** Foto-foto : Satim/PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

9 April 2011

Indramayu Masih Langganan Banjir

Sabtu,

09 April 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

BANJIR DI WILAYAH KOTA INDRAMAYU – banjir juga dialami di wilayah kota Indramayu, beberapa waktu lalu. Tampak dalam gambar, air menggenangi sejumlah kawasan Indramayu yang tak jauh dari jantung pemerintahan Kabupaten Indramayu. (Satim)*** Foto-foto : Satim

Indramayu Masih Langganan Banjir

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE Beberapa kawasan di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, hingga kini masih menjadi langganan banjir. Bencana alam ini diakui beberapa pihak masih mengancam Kota mangga itu untuk beberapa waktu mendatang. Meski diakui telah banyak upaya pemerintah setempat dalam menanggulangui banjir yang datang setiap saat. Namun keberadaan lingkungan dan tata ruang yang diduga kurang tegas dalam menertibkannya, sehingga banjir masih menjadi langganan di Bumi Wiralodra tersebut.

Pemantauan Pendopo Indramayu Online dalam sepekan terakhir, bajir telah melanda di beberapa desa dan kecamatan, seperti di wilayah Kecamatan Bangodua, Patrol, Indramayu, Kandanghaur, Haurgeulis, dan Kertasemaya. Sebagian lagi melanda wilayah Kecamatan Karangampel, dan Kerangkeng. Namun kemarin, Jumat (8/4/2011), banjir masih menggenangi wilayah Kecamatan Bangodua, Kandanghaur, dan Kecamatan Indramayu, terutama di jalan yang menghubungkan Indramayu – Jatibarang. Akibat banjir ini, sejumlah ruas jalan raya rusak parah. Kini, masyarakat pada mengeluh karena kerusakan jalan terjadi dimana-mana. Bahkan pertanian pun di beberapa desa mengalami rusak parah, karena tanaman padi dan petani yang akan menanam padi pada mengurungkan niatnya.

Anggota DPRD Kabupaten Indramayu, H. Affi Afandhy SE mengatakan, banjir yang selalu melanda Kabupaten Indramayu karena berbagai faktor. Salah satunya, jaringan irigasi dan sungai-sungai belum dinormalkan semua. Tanggul-tanggul sungai juga harus diperbaiki lagi, sehingga luapan air tidak meluber ke kawasan yang lebih rendah.

“Oleh karena itu, kami mendorong agar pihak pemerintah untuk lebih serius lagi dalam menangani sungai, anak sungai, dan sejumlah jaringan irigasi lainnya. Dalam waktu dekat ini, kami akan membahasnya bersama pihak eksekutif Kabupaten Indramayu. Niat kami, jangan sampai di tahun 2011 ini, rakyat Indramayu dibuat sengsara karena banjir,” kata Affi di ruang kerjanya, belum lama ini. (Satim)*** Foto-foto : Satim

2 April 2011

Indramayu Kota Banjir

Sabtu,

02 April 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Indramayu Kota Banjir

INDRAMAYU KOTA BANJIR – Meski hanya hujan sekitar setengah jam, namun kondisi Indramayu kota, Provinsi Jawa Barat menjadi kota banjir. Beberapa ruas jalan yang menuju kota terlihat banjir hingga nyaris menenggelamkan trotoar. Seperti tampak dalam gambar, hujan yang turun Sabtu (2/4/2011) sore, membuat beberapa kawasan menjadi daerah genangan air. (Satim)*** Foto-foto : Satim

30 Maret 2011

Banjir dan Sampah di “Kalen” Jalur Indramayu - Jatibarang

Rabu,

30 Maret 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Banjir dan Sampah di “Kalen”

Jalur Indramayu - Jatibarang

BANJIR DAN SAMPAH DI “KALEN” – Banjir dan genangan sampah tampaknya selalu terjadi di jalur antara Indramayu – Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Pada Minggu (27/3/2011) pagi, banjir menyergap jalan raya antara Indramayu – Jatibarang, terutama di Desa Pekandangan, Kandangan Jaya, Desa Dukuh, dan Desa Plumbon. Sampah beraneka rupa juga terlihat “macet” dan menghiasi “kalen” di Desa Dukuh, Kecamatan Indramayu. Genangan air itu yang ditengarai menjadi pemicu cepat rusaknya jalan raya Indramayu – Jatibarang. Hasil Pemantauan Pendopo Indramayu Online, penyebab melubernya air kalen itu diduga karena kurang tingginya tanggul dan tembok penahan tanggul (TPT) di wilayah tersebut. Selain itu, beberapa sumber Pendopo Indramayu Online menerangkan, kesadaran masyarakat setempat terhadap kebersihan lingkungannya diduga masih kurang. Konon, tak sedikit pula orang membuang sampah sembarangan, sehingga memacetkan saluran air dan membuat dangkal solokan, kalen atau pun kali yang ada di sekitarnya. Seperti tampak dalam gambar, banjir dan sampah tampaknya sudah bersahabat di sana. Ironisnya, penanganan banjir dan solusinya dari intansi terkait, seperti pihak Dinas Pengairan, Sumber Daya Alam, Pertambangan, dan Energi Kabupaten Indramayu, serta pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung Cirebon, hingga berita ini dimuat, belum ada eksen di lapangan.(Pendopo Indramayu Online)*** Foto-foto : Satim

12 Maret 2011

Mendesak, Perbaikan Sungai Cimanuk-Cisanggarung

Jumat

11 Maret 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Mendesak, Perbaikan Sungai Cimanuk-Cisanggarung

Foto: Istimewa

Oleh: Dery Fitriadi Ginanjar

Kamis, 10 Maret 2011 | 20:00 WIB

TERKAIT

BANDUNG, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mendesak Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWSCC) segera melakukan perbaikan secara permanen di sepanjang Sungai Cimanuk-Cisanggarung.

Perbaikan mendesak dilakukan karena banjir yang melanda 5 Kecamatan di wilayah Kabupaten Cirebon pada 6-9 Maret lalu telah menjebol tanggul-tanggul di wilayah tersebut.

"Kita koordinasi dengan BBWSCC dan meminta mereka segera memperbaiki
tanggul-tanggul yang jebol. Kita juga meminta tanggul-tanggul itu dinaikkan dan dilakukan pengerukan. Sedimentasi di sepanjang sungai Cimanuk-Cisanggarung sudah sangat tinggi," kata Heryawan saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro No 22 Kota Bandung, Kamis (10/3/2011).

Menurut Heryawan, usulan pengerukan, perbaikan, dan peninggian tanggul sudah diajukan Pemprov Jabar kepada Pemerintah pusat. Meski begitu, Pemprov Jabar sudah melakukan upaya-upaya perbaikan yang sifatnya darurat, seperti penyediaan karung pasir sebagai tanggul sementara dan pemberian bantuan terhadap masyarakat korban banjir.

"Kita sudah usulkan kepada pemerintah pusat agar sesegera mungkin ada
perbaikan di sungai Cisanggarung. Walaupun perawatan dan perbaikan sungai Cisanggarung merupakan kewenangan pusat, Pemprov Jabar tetap
memperhatikan kondisi sekitar dengan kemampuan yang ada," tuturnya.

Heryawan akan memberikan ganti rugi kepada para petani yang mengalami kerugian akibat banjir dari Sungai Cisanggarung. Namun secara teknis bentuk bantuan masih dalam pembicaraan. "Kita tetap akan bantu mereka kok. Teknisnya nanti saja," tegasnya.

Banjir melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Cirebon akibat luapan
Sungai Cimanuk-Cisanggarung pada 7 Maret lalu. Ribuan rumah dan ratusan hektare lahan pertanian milik masyarakat terendam air banjir. Lima kecamatan yang terkena dampak banjir adalah Ciledug, Pabedilan, Pasaleman, Losari, dan Waled. [gin]
***

Source : inilah.com, Kamis, 10 Maret 2011

BBWS Diminta Serius Tangani Cisanggarung

Jumat

11 Maret 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Konstruksi Tanggul Asal-asalan

· BBWS Diminta Serius Tangani Cisanggarung

CILEDUG, CIREBON, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Banjir tak hanya menyisakan lumpur yang berserakan, juga merusak insfrastruktur umum maupun milik warga. Kerusakan tersebut diantaranya adalah jebolnya kelep tanggul sungai Cisanggarung yang terletak di Blok Palabuan Kulon Desa Ciledug Wetan Kecamatan Ciledug, Kab. Cirebon.

Menurut Kuwu Desa Ciledug Kuswara, jebolnya kelep tanggul sungai Cisanggarung diakibatkan kontruksinya yang cenderung asal-asalan sehingga tidak bisa menahan tekanan air ketika kecepatan dan volume air sungai bertambah.

“Kelep ini sebenarnya baru diperbaiki satu bulan yang lalu, tapi sekarang rusak lagi. Bahkan kerusakannya lebih parah dari kerusakan akhir tahun lalu”. Paparnya saat melihat kondisi langsung Blok Palabuan dan Cihoe pasca banjir, kemarin (9/3/2011).

Dikatakan, jika konstruksinya tidak asal-asalan tidak mungkin kerusakannya akan lebih parah. Melihat kondisi demikian, dirinya berinisiatif mengajak Bupati Cirebon Drs. H. Dedi Supardi, MM untuk melihat secara langsung saat mengunjungi berbagai daerah yang diterjang banjir, selasa (8/3/2011) lalu. “Alhamdulillah Bupati melihat langsung kondisi tanggul dan meminta kepada pihak BBWS Cimanuk-Cisanggarung untuk segera memperbaikinya”. Katanya

Tidak hanya di Blok Palabuan, kondisi tanggul sungai Cijangkelok (anak sungai Cisanggarung) di Blok Cihoe yang dulu pernah longsor kondisinya juga semakin parah. Longsoran tanggul kini semakin melebar. “Kita bisa lihat secara langsung, badan jalan sedikit demi sedikit amblas”. Tuturnya

Selain rusaknya tanggul, rumah penduduk pun ikut rusak. Seperti rumah milik Darsono warga blok Palabuan Kulon. Tembok samping sebelah barat ambruk dikarenakan tak kuat menahan arus air limpasan yang begitu deras. “Ketika air mulai masuk rumah, kami tidak tahu kalau tembok samping rumah runtuh, tahunya setelah air sudah mulai surut”. Papar Darti, istri Darsono

Pihaknya berharap agar bajir tidak datang lagi dan bantuan perbaikan rumah yang diberikan Bupati Cirebon segera cair. “Kalau kondisinya demikian, kami takut ketika malam hari, barangkali ada binatang buas yang masuk rumah dan mengganggu istirahat kami sekeluarga”. Harapnya

Terpisah, aktivis lingkungan asal wilayah Timur Cirebon (WTC) Dedi Madjmoe saat dihubungi mengatakan meluapnya air sungai Cisanggarung diakibatkan pendangkalan dasar sungai dan kritisnya tanggul yang tersebar di berbagai wilayah bantaran sungai. Konversi lahan di wilayah hulu (Kab. Kuningan) menjadikan sungai Cisanggarung dangkal. Untuk itu perlu ada komitmen antar daerah yakni Kab. Kuningan yang berada di wilayah hulu dan Kab. Cirebon yang berada di wilayah hilir. “Kalau ada perjanjian antar daerah tersebut penanganannya akan lebih komprehensif, selain mengandalkan upaya perbaikan dari BBWS Cimanuk – Cisanggarung untuk lebih serius dalam melakukan normalisasi sungai yang membelah dua Provinsi di pulau Jawa ini. Penanggulan dengan menggunakan karung hanyalah upaya instan yang tak bisa menolong masyarakat dan cenderung buang-buang anggaran.

Tidak hanya itu saja, berdasarkan data yang dihimpun dari UPTD Pendidikan Kec. Pasaleman, banjir Cisanggarung juga merendam beberapa Sekolah Dasar (SD), sehingga para guru terpaksa meliburkan siswanya selama satu hari pasca banjir. Ada 4 SD dan 1 PAUD yang terendam diantaranya: SD Negeri 1 Cilengkrang, SD Negeri 1 Tanjunganom, SD Negeri 2 Tanjunganom, SD Negeri 2 Tonjong dan PAUD Rosalinda Cilengkrang. (Jun)***

Source : Radar Indramayu, Kamis 10 Maret 2011, Hal 5 Kabupaten Cirebon

Tanggul Cisanggarung Jebol, Ribuan Rumah Terendam, Jalur KA Purwokerto - Jakarta Lumpuh

Jumat

11 Maret 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Tanggul Cisanggarung Jebol, Ribuan Rumah Terendam, Jalur KA Purwokerto - Jakarta Lumpuh

BREBES, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE Ribuan rumah yang berada di lima desa di Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes (Jateng), Senin (7/3) terendam banjir. Ketinggian air bervariasi antara 2 – 3 meter. Banjir juga menyebabkan perjalanan kereta api Purwokerto – Jakarta lumpuh. Selain itu ribuan hektar areal pertanian juga terancam puso. Banjir disebabkan akibat jebolnya tanggul Sungai Cisanggarung.

Kelima desa yang terendam air dari luapan Sungai Cisanggarung, berada di perbatasan wilayah Jateng dan Jabar. Yakni Desa Jatisawit, Bojongsari, Babakan, Kalibuntu, serta Losari Kidul. Akibat kejadian, ribuan warga kehilangan harta benda karena hanyut terbawa banjir bandang tersebut.

Dari data di lapangan menyebutkan, sedikitnya 1.700 rumah penduduk yang ditempat 8.780 jiwa terendam air setinggi 2 meter. Banjir juga merusak sekitar areal pertanian seluas 20.000 hektar. Sedang kerugian materi ditaksir mencapai miliaran rupiah. Tak ada korban jiwa dalam bencana alam ini.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Pemkab Brebes, Drs Rais Khana, mengatakan awalnya ketinggian air hanya 1 mater. Namun, seiring derasnya banjir ketinggian air beranjak naik menjadi 2 meter.

“Warga yang rumahnya kebanjiran tidak bisa menyelamatkan harta benda karena banjir datang tiba-tiba. Sampai malam ini air belum juga surut," ujarnya.

Sedangkan jalur KA jurusan Purwokerto-Jakarta yang terendam banjir berada di Desa Bojongsari. Untuk sementara waktu, jadual perjalanan kereta lumpuh. Puluhan pekerja PT KAI masih dikerahkan untuk memperbaiki kerusakan rel, seperti bantalan yang bergeser, selain membersihkan tumpukan sampah. [py]

Source : Seruu.com, Senin, 07 Maret 2011 18:44

27 Mei 2010

Warga Desa Panyindangan Wetan Sibuk Bersih-Bersih

BANJIR BANGKIR – Suasana banjir di Blok Bangkir Indramayu akibat amukan Sungai Cimanuk, Jumat (21/5) pagi. (Foto-foto : Satim)

PASCA BANJIR

Warga Desa Panyindangan Wetan Sibuk Bersih-Bersih

INDRAMAYU – Hingga Kamis (27/5) siang, sejumlah warga korban banjir Sungai Cimanuk di Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat terlihat pada sibuk bersih-bersih, terutama membersihkan lantai, tembok, dan perabotan rumah tangga yang sempat terendan selama sepekan akibat “amukan” air Sungai Cimanuk dari Blok Pulo Desa Plumbon, Kecamatan Indramayu yang terjadi pada Jumat (21/5) siang hingga Sabtu (22/5) malam.

“Sejumlah warga dan saudara kami di sini tengah sibuk bersih-bersih rumah dan pekarangan yang tergenang air dan lumpur Sungai Cimanuk,” kata Warsan (61), tokoh masyarakat Desa Panyindangan Wetan, Kamis (27/5) siang.

Dengan sapu lidi dan alat pel seadanya, warga setempat terlihat berjibaku membersihkan rumah dan pekarangannya masing-masing. Kuwu Panyindangan Wetan, Suwarto bersama beberapa perangkat desanya juga pada sibuk membersihkan kantornya yang sebelumnya terendam air kiriman dari Blok Pulo.

Hingga kini belum diperoleh keterangan pasti tentang jumlah kerugian materi yang diderita penduduk Desa Panyindangan Wetan, Rambatan Wetan Kecamatan Sindang, Rambatan Kulon Kecamatan Lohbener, dan warga Blok Pulo Desa Plumbon Kecamatan Indramayu. Namun sejumlah warga setempat mengaku, mereka dibuat pada sengsara akibat ulah oknum-oknum warga Blok Pulo yang menggempuri tanggul dan bantaran kali Cimanuk, sehingga rata nyaris tak bertanggul lagi, dan itulah yang menyebabkan air Sungai Cimanuk muntah serta menenggelamkan ribuan rumah yang ada di beberapa desa tersebut.

Selain permukiman warga, banjir “bandang” kiriman dari Sungai Cimanuk Majalengka dan Garut itu yang mengamuk di Blok Pulo dan tanggul Blok Bangkir Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu itu pun melumat ratusan hektar sawah yang berada di wilayah Kecamatan Sindang dan Lohbener.

Banjir yang melumat wilayah Kecamatan Sindang itu memicu kemarahan Warga Desa Panyindangan Wetan yang menuding, bahwa oknum-oknum warga Blok Pulo harus bertanggung jawab atas kerugian dan kepanikan yang dialami warga Desa Panyindangan Wetan. “Jika bukan karena guyuran air yang tingginya di atas lutut, hari Jumat (21/5) siang pun, puluhan warga Desa Panyindangan Wetan sudah bersiap-siap melakukan aksi unjuk rasa untuk menuntut pertanggung jawaban orang-orang yang diduga melakukan pengerukan tanggul dan bantaran kali Cimanuk, sehingga di Blok Pulo itu tidak ada tanggulnya,” kata Warsan.

Kini, warga Desa Panyindangan Wetan meminta kepada aparat pemerintah untuk melakukan tindakan hukum yang tegas kepada sejumlah oknum warga Blok Pulo Desa Plumbon yang membuat rusaknya tanggul dan bantaran kali untuk kepentingan pribadinya. Warga menduga, kemungkinan ada oknum-oknum lain yang ikut terlibat dalam aksi pengrusakan bantaran dan tanggul kali Cimanuk di Blok Pulo tersebut.

Dari hasil pemantuan hingga Kamis (27/5) siang, dampak banjir yang menggenangi Desa Panyindangan Wetan menyebabkan kerusakan yang amat parah sejumlah ruas jalan desa dan lingkungan sekitarnya. Sejumlah saluran air pun pada mampet akibat lumpur. Sedangkan sejumlah tanaman padi yang sudah menghijau di desa itu, kini terlihat agak menguning karena terendam air. “Para petani pun ikut merugi dan menderita akibat banjir Cimanuk yang muntah dari Blok Pulo Desa Plumbon,” ujar Carmadi (51), warga Desa Panyindangan Wetan.

Sejauh ini, belum ada sikap pemerintah yang siap mengganti rugi warga setempat yang menjadi korban banjir. Namun Bupati Indramayu, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin (Yance) sudah meninjau desa-desa korban banjir pada Sabtu (22/5) siang, sambil membagi-bagikan sembako kepada para korban banjir.

Sementara kerusakan jalan, saat ini solusinya masih dalam pembahasan pihak Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu. “Kalau soal tindakan perbaikan dan pemeliharaan jalan pasca banjir, semua tergantung kesiapan dana pemerintah. Yang jelas, untuk menggelontorkan duit pemerintah bukan seperti membalikkan telapak tangan dengan mudah. Semua harus ditempuh dengan mekanisme aturan kepemerintahan dan memakan waktu,” tutur Dikdik Sudikna, Kabid Jalan pada Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu. (Satim)*** Foto-foto : Satim

 

My Blog List

JASA PENGIRIMAN UANG

Site Info

Followers/Pengikut

PENDOPO INDRAMAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template