CARI BERKAH KLIK DI SINI
10 Juli 2015
Kejaksaan Diminta Usut Proyek JITUT Kelompok Tani
4 Januari 2013
Rumah Sakit Umum Indramayu Diperluas
Penyelesaian Pembangunan Kantor BKD Indramayu Terlambat
1 Januari 2013
Rehabilitasi Kantor Disdik Indramayu Masih "Berantakan"
Rumah Potomg Hewan Blok Pecuk Kabupaten Indramayu
30 Desember 2012
Gedung Mutiara Bangsa Indramayu
Beberapa proyek yang ditangani pihak Dinas Cipta Karya
Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, sampai di penghujung tahun 2012 tampaknya
belum rampung semua. Salah satunya, proyek pembangunan Rumah Ilmu Pengetahuan
Mutiara Bangsa Tahap IV yang berlokasi di sekitar Waduk Bojongsari Indramayu. Pantauan
Pendopo Indramayu Online, hingga
Minggu (30/12/2012) siang, pekerjaan gedung yang menelan biaya sekitar Rp 4
Miliar lebih itu masih berlangsung. Proyek yang berbendera PT. Adhi Jaya Utama
itu, masih menerjunkan para pekerjanya meski tinggal sehari lagi tahun anggaran
2012 berakhir. Pihak Dinas Cipta Karya setempat menerangkan, konon, tinggal 10 persen lagi tahap penyelesaiannya tanpa dijelaskan kepastian waktunya.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu OnlineMeski Mau Tutup Tahun, Trotoar Masih Dikerjakan
24 Desember 2012
LAPORAN AKHIR TAHUN 2012 KABUPATEN INDRAMAYU
BERITA FOTO
24 Maret 2012
Sebagian Tanaman Padi Terserang Penyakit “Kresek”
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Pertanian Kecamatan Sindang
Sebagian Tanaman Padi Terserang Penyakit “Kresek”
PADI PANYINDANGAN WETAN – Sebagian hamparan tanaman padi di Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, terserang penyakit “kresek”. Tampak dalam gambar ayang diambil Jumat (17/02/2012) siang, tanaman padi yang terserang penyakit “kresek” (jenis penyakit yang menyerang tanaman padi hingga kering) tersebut. Akibat penyakit “kresek” ini, para petani penggarap mengaku rugi besar, karena perolehan hasil panennya menurun drastis. Sedangkan panen perdana di desa itu dimulai, Selasa (21/02/2012) pagi, terutama areal pertanian yang berada di dalam desa atau sebelah timur dari Jalan Raya Panyindangan. Hingga Sabtu (24/03/2012) panen raya di Desa Panyindangan Wetan dan beberapa desa di wilayah Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu masih berlangsung.(Satim)*** Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
3 Maret 2012
Pelabuhan Batu Bara Pertama Bagi Indramayu
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Pelabuhan Batu Bara Pertama Bagi Indramayu
MoU Pelabuhan Batu Bara - Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah tengah menandatangani Nota Kesepahaman pembangunan Pelabuhan Batu Bara dengan Presiden Komisaris dan Pemegang Saham PT. Kasepuhan Bulk Terminal (KBT) Cirebon, PRA Arief Natadiningrat, SE di Ruang Pertemuan Ki Tinggil Pemerintah Kabupaten Indramayu, Senin (27/02/2012).*** Foto : indramayukab.go.id
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Sejak dulu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat sudah banyak diperbincangkan orang bakal memiliki pelabuhan barang industri dan kebutuhan pokok lainnya. Karena keberadaan Indramayu memiliki pantai yang potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan transit kapal-kapal besar, selain ikan.
Tampaknya bukan hanya sekadar cerita di warung-warung kopi atau dongeng. Konon, tak lama lagi Indramayu bakal menjadi kenyataan sebagi kawasan pelabuhan bahan industri, seperti batu bara.
Sinyal bakal terwujudnya pelabuhan batu bara itu ditandai dengan penandatanganan MoU (Nota Kesepahaman) antara Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan pihak investor dari PT. Kasepuhan Bulk Terminal (KBT) Cirebon.
Dengan terjadinya nota kesepahaman itu, keberadaan Pelabuhan Batu Bara di Kabupaten Indramayu, kabarnya, segera terwujud. Hal ini terungkap setelah Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon yang juga Presiden Komisaris dan Pemegang Saham PT. Kasepuhan Bulk Terminal (KBT) PRA. Arief Natadiningrat, SE melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah tentang Pembangunan Pelabuhan Utama sebagai Sentral Sistem Logistik Serta Distribusi Untuk Energi dan Perekonomian Nasional di Kabupaten Indramayu yang berlangsung di Ruang Ki Tinggil Pemkab Indramayu, Senin (27/02/2012).
Seperti dikutip situs indramayukab.go.id, PRA. Arief Natadingrat, mengungkapkan, pembangunan pelabuhan ini merupakan wujud nyata partisipasi dari Kasultanan Kasepuhan Cirebon dalam mendukung program-program pembangunan pemerintah dan masyarakat Indramayu.
“Pelabuhan ini diproyeksikan sebagai sentral sistem logistik dan distribusi nasional khususnya Pulau Jawa dari dan keluar Pulau Jawa untuk kebutuhan energi barang dan industri termasuk stabilitas kebutuhan pangan yang berbentuk curah basah dan kering,” ungkapnya.
Selain itu, pelabuhan tersebut dirancang untuk mengurangi beban sarana infrastruktur darat terutama jalan raya dan juga mengurangi cost keekonomian dan waktu tempuh sampai di tujuan dengan disinergikannya sistem perkeretaapian yang sudah memiliki sebagai sarana transportasi yang handal dan terkoneksi hampir ke seluruh kota-kota di Pulau Jawa, maka untuk mendukung pelabuhan ini akan segera dibangun jalar dan stasiun kereta api dari Patrol ke Haurgeulis.
Nota Kesepahaman antara PT. KBT dengan Pemkab Indramayu ini meliputi ruang lingkup Pembangunan peningkatan dan pemeliharaan infrastruktur, kemudian intensifikasi dan ekstensifikasi retribuÃs dan pajak daerah, pemberdayaan petani dan nelayan, ketenagakerjaan, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Ruang lingkup lain yang menjadi kesepahaman yaitu advokasi hukum, peran serta BUMD dan pengusaha daerah, penyelerasan dan pelaksanaan program CSR, relokasi permukiman, kerjasama dalam penyelesaian perijinan daerah, dan peningkatan kualitas pendidikan, dan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah, mengatakan, ruang lingkup kesepahaman ini akan kembali ditegaskan dalam surat perjanjian yang lebih riil. Nota kesepahaman ini merupakan upaya untuk tetap memperjuangkan hak-hak masyarakat Indramayu sebagai daerah yang ditempati dari proyek ini.
“Kami tidak ingin masyarakat Indramayu hanya menjadi penonton, pelabuhan ini harus benar-benar bisa dinikmati dan berdampak positif oleh masyarakat Indramayu,” tegas Anna Sophanah.
Rencana pembangunan pelabuhan batu bara tersebut mengambil lokasi di wilayah Kecamatan Patrol, dan “memakan” lahan seluas 500 hektar di tiga desa yakni Sukahaji, Bugel, dan Patrol Lor.
Pemerhati ekonomi, Atin Rohayatin mengatakan, jika pelabuhan batu bara itu benar-benar terwujud, multi efeknya bisa memicu laju pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Indramayu, khususnya Indramayu bagian barat.
“Dengan dibangunnya pelabuhan batu bara itu, merupakan salah satu sinyal penting kemajuan Indramayu di sektor kepelabuhan yang selama ini belum banyak direalisasikan oleh para calon investor,” tutur lulusan ekonomi salah satu perguruan tinggi di Bandung itu.(Satim)***
15 Februari 2012
PJU Dukuh Krupuk Terancam Roboh
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
PJU Dukuh Krupuk Terancam Roboh
Realita semacam itu salah satunya terdapat di sejumlah PJU Kampung Dukuh Krupuk Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Hingga Senin (13/02/2012) siang, sekitar belasan tiang PJU tampaknya perlu penanganan intensif dari pihak Pemerintah Kabupaten Indramayu.
“Sudah kalau malam banyak yang mati, terasa gelap. Tiang-tiang PJU pun sudah pada miring dan terancam roboh. Lihat saja sepanjang jalan yang menuju ke Blok Dukuh Krupuk itu, sekitar belasan tiangnya sudah pada miring. Melihat demikian, pemerintah semestinya harus segera bertindak cepat,” kata Tatang (48), warga setempat, Senin (13/02/2012) siang.
Tatang berharap, diperbesar lagi anggaran untuk pemeliharaan PJU dan penambahan PJU, sehingga wilayah Indramayu terasa terang-benderang. “Lha ! Semua konsumen listrik telah menyumbangkan dana PJU melalui rekening listrik yang mereka bayar setiap bulan. Jadi masyarakat pun berhak menuntut daerahnya terang-benderang,” ungkapnya.
Terkait masih banyaknya lampu-lampu PJU dan sejumlah tiang PJU yang diduga kurang terpelihara itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Indramayu, Ekanto Nugroho pernah mengatakan, bahwa dirinya saat ini belum bisa menjamin seluruh PJU terpelihara dengan maksimal, karena anggarannya sangat minim.
“Saya juga sudah mengusulkan ke pihak eksekutif untuk penambahan anggaran pemeliharaan, dan penambahan jaringan PJU," kata Eko (begitu sapaan akrab Ekanto Nugroho) tanpa merinci angka ideal yang disebutkannya itu.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
29 Januari 2012
Bahan Tangki Melintas, Bangkir Macet
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Bahan Tangki Melintas, Bangkir Macet
BANGKIR MACET – Akibat dua mobil trailer yang diduga mengangkut tangki Pertamina RU-VI Balongan, kondisi lalu-lintas di sekitar Pasar Bagkir, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, macet sekitar puluhan menit, Sabtu (28/01/2012) sore. Kebetulan pada sore itu, lalu-lintas yang melintasi Pasar Bangkir tersebut tengah ramai. Kemacetan terjadi ketika melintasnya dua truk trailer yang mengangkut bahan tangki minyak atau gas mulai melintas. Besarnya tangki yang diangkut, sehingga terlihat memakan badan jalan beberapa meter. Petugas yang mengawal dua kendaraan berat itu dari Polres Cilegon terlihat segera turun tangan untuk mengatur lalu-lintas. Suasana lalu-lintas baru normal kembali setelah kendaraan berat tadi sudah melintas jauh memasuki jantung Kota Indramayu.(Satim)***Foto-foto : Satim/PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
1 Januari 2012
Catatan Awal Tahun 2012 : Jalan Desa Panyindangan Wetan Berair dan Berlumpur
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Catatan Awal Tahun 2012
Jalan Desa Panyindangan Wetan Berair dan Berlumpur
BERAIR – Jalan Desa Panyindangan Wetan tampak berair. Jalan itu sepanjang sekitar 1,5 kilometer mengalami rusak parah, dan selama sekitar tiga tahun belum ada perbaikan. Gambar diambil, Rabu (28/12/2011) siang.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Kerusakan jalan di Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, tampaknya semakin parah. Warga setempat sudah sekitar tiga tahun menantikan jalan itu diperbaiki, namun sampai saat ini belum juga ada perbaikan.
Padahal, jalan itu menjadi jalur alternatif yang vital bagi sebagian besar warga yang akan menuju Indramayu kota dengan melewati kawasan industri kerupuk di Blok Dukuh Desa Kenanga sebelum sampai ke jembatan Bungkul.
“Kami waga Desa Panyindangan Wetan sudah sekitar tiga tahun menantikan jalan ini diperbaiki dan mulus, sehingga lalu-lintas pengangkutan kerupuk dan kendaraan lainnya berjalan lancar,” kata Oto (37), warga Desa Panyindangan Wetan sambil menunjuk jalan yang rusak parah itu.
Pemantauan Pendopo Indramayu Online, Sabtu (31/12/2011) malam dan Minggu (01/01/2012) siang, keramian lalu-lintas semakin bertambah dengan berbagai kesibukan warga yang hendak ke kota maupun yang akan menuju ke arah Rambatan Wetan. Bahkan, di malam pergantian tahun, ratusan bahkan diperkirakan mendekati ribuan motor melintasi jalan Desa Panyindangan Wetan sambil beramai-ramai meniup terompet “tahun baruan”.
Namun, kondisi jalan Desa Panyindangan Wetan yang dilintasinya mengalami rusak parah, berair dan berlumpur, sehingga kendaraan yang mereka gunakan pada kotor. Bahkan tak sedikit pula yang terjatuh karena licinnya jalan itu. Keluhan pun selalu ada pada setiap orang yang melintasi jalan desa tersebut.
Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, H. Soen Sedjarwo ST (atau yang akrab disapa Wowo) melalui Kepala UPTD Bina Marga Kecamatan Indramayu, Koko sebelumnya pernah menyampaikan, bahwa sudah ada niatan untuk memperbaiki jalan Desa Panyindangan Wetan yang kini masuk dalam kategori jalan kabupaten itu.
“Tapi hingga tahun 2011, anggarannya belum ada. Mungkin kalau ada di tahun 2012,” ujar Koko, belum lama ini.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online


