CARI BERKAH KLIK DI SINI

Tampilkan postingan dengan label Humaniora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humaniora. Tampilkan semua postingan

11 Juni 2014

Serba-serbi Muscab XIII Tahun 2014 Gapensi Indramayu


PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Senin, 9 Juni 2014
Serba-serbi Muscab XIII Gapensi Indramayu
Tahun 2014
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Dipilih secara aklamasi, H. Mulyadi Cahya kembali memimpin BPC Gapensi Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, periode 2014 – 2019. Acara Muscab organisasi tertua dan terbesar di Kota Mangga itu berlangsung di Hotel Handayani, Indramayu, Senin (9/6/2014). Berikut ini beberapa petikan acara Muscab XIII BPC Gapensi Indramayu mengusung tema :”Musyawarah Cabang XIII Gapensi Indramayu 2014 sebagai Implementasi Kompetensi Jasa Konstruksi Dalam Penguatan Anggota Gapensi yang Profesional dan Unggul.”
DILANTIK – H. Mulyadi Cahya , kembali memimpin Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia ( Gapensi ) Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat untuk masa kepemimpinan periode 2014-2019. Tampak dalam gambar, Ketua BPD Gapensi Provinsi Jawa Barat,  Susilo Wibowo tengah melantik Mulyadi Cahya bersama jajaran kepengurusannya baru di Hotel Handayani, Indramayu, Senin (9/6/2014). (Satim)*** Foto : Cimanuk



BERSAMA DPD GAPENSI JABAR – H. Mulyadi Cahya, Ketua terpilih Muscab XIII Gapensi Kabupaten Indramayu periode 2014 – 2019 bersama jajaran pengurusnya berfoto bersama jajaran pengurus DPD Gapensi Provinsi Jawa Barat, seusai acara pelantikan di Hotel Handayani, Indramayu, Senin (9/6/2014). (Satim)***Foto : Repro RC 

 
BUPATI INDRAMAYU - Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah berfoto bersama Ketua BPC Gapensi terpilih, H. Mulyadi Cahya dan para istri pengurus Gapensi Kota Mangga.(Satim)***

PEMBUKAAN – Wakil Pemerintah Kabupaten Indramayu, Sekretaris Daerah H. Ahmad Bachtiar, SH, MH tengah memukul gong, sebagai tanda dibukanya arena Musyawarah Cabang (Muscab) XIII Tahun 2014 Gapensi Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, di Hotel Handayani, Indramayu, Senin (9/6/2014). (Satim)*** Foto : Repro RC

DILANTIK DPD GAPENSI JABAR – Ketua DPD Gapensi Provinsi Jawa barat, H. Susilo Wibowo didampingi jajaran pengurus DPD Gapensi Provinsi Jawa Barat tengah melantik pengurus BPC Gapensi Kabupaten Indramayu hasil Muscab XIII Gapensi Indramayu untuk petide 2014 – 2019. (Satim)*** Foto : Repro RC

CENDERAMATA – Jajaran Muspida Kabupaten Indramayu tengah menerima cendera mata dari Ketua terpilih Muscab XIII Tahun 2014 BPC Gapensi Kabupaten Indramayu, H. Mulyadi Cahya.(Satim)*** Foto : Repro RC

TANDA TANGAN – Ketua BPD Gapensi Provinsi Jawa Barat, H. Susilo Wibowo menandatangani Surat Penetapan Kepengurusan BPC Gapensi Kabupaten Indramayu periode 2014 - 2019 hasil Muscab XIII BPC Gapensi Kota  Mangga di Hotel Handayani, Indramayu, Senin (9/6/2014).(Satim)*** Foto : Repro RC

LAGU KEBANGSAAN- Peserta Musyawarah Cabang (Muscab) XIII Tahun 2014 BPC Gapensi Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat berdiri tegap menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”.(Satim)***Foto: Repro RC

DANGDUT PANTURA – Axara Muscab XIII BPC Gapensi Kabupaten Indramayu tahun 2014 dihibur dengan sajian musik tarling dangdut Pantura.(Satim)*** Foto: Repro RC

Muscab XIII Tahun 2014 Gapensi Indramayu Mulyadi Terpilih Kembali


PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Senin, 9 Juni 2014
Mulyadi Cahya Kembali Pimpin
Gapensi Indramayu 2014-2019
DILANTIK – H. Mulyadi Cahya , kembali memimpin Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia ( Gapensi ) Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat untuk masa kepemimpinan periode 2014-2019. Tampak dalam gambar, Ketua BPD Gapensi Provinsi Jawa Barat,  Susilo Wibowo tengah melantik Mulyadi Cahya bersama jajaran kepengurusannya baru di Hotel Handayani, Indramayu, Senin (9/6/2014). (Satim)*** Foto : Cimanuk

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Mulyadi Cahya terpilih lagi sebagai ketua, setelah dalam Musyawarah Cabang XIII BPC Gapensi yang digelar di Hotel Handayani, Indramayu, Senin (9/6/2014), secara aklamasi dan suara bulat dari 113 anggota memilihnya.
Pada kesempatan kegiatan Muscab itu, hadir Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah, Dewan Penasehat Gapensi H. Daniel M Syafiuddin, dan sejumlah undangan lainnya.
Seperti dikutip laman Cimanuk.com, Bupati Hj. Anna Sophanah berpesan, agar ketua terpilih dalam Muscab XIII ini, selain mampu bersikap profesional, juga dapat mengayomi para anggotanya sendiri. “Ketua ini, yang penting harus dapat mengayomi anggotanya dengan baik,” harap bupati.
Bupati Anna lebih lanjut mengharapkan, kepemimpinan Gapensi Indramayu, kedepan harus dapat diimplementasikan secara baik, sehingga bisa meningkatkan kualitas kompetensi para anggotanya. Slain tentunya, pinta Bupati Anna,  anggota Gapensi harus bisa menjaga kesolidasi serta kekompakan sesama anggota.
“Yang penting juga, mampu menggarap berbagai peluang yang tersedia di daerahnya sendiri, juga dapat kiranya membaca peluang yang ada di luar Kabupaten Indramayu. Baik secara pribadi maupun atas nama Pemda Indramayu, ia berharap seluruh anggota Gapensi selalu menanamkan sikap profesionalisme, meningkatkan kinerja dan selalu tanggap terhadap berbagai perubahan di tengah-tengah demokrasi ekonomi yang semakin ketat saat ini,” harap Bupati Anna Sophanah.
Terpilihnya Mulyadi Cahya untuk periode 2014-2019 ini, merupakan periode kedua kepemimpinannya, setelah sejak mulai pembukaan pendaftaran bakal calon ( balon ) ketua, sampai dengan berjalannya Muscab XIII BPC Gapensi Indramayu, hanya dirinya yang mendaftar dan mencalonkan diri untuk menjadi ketua. Akhirnya secara aklamasi, Mulyadi terpilih secara aklamasi.
Setelah terpilih sebagai ketua BPC sekaligus ketua formatur, Mulyadi bersama anggota formatur lainnya kemudian membentuk kepengurusan periode 2014-2019. Musyawarah Formatur yang berlangsung kurang lebih 1 jam tersebut, akhirnya membentuk kabinet pengurus BPC Gapensi Indramayu yang kemudian dibacakan oleh pihak BPD Gapensi Jabar dan dilantik serta dikukuhkan oleh Ketua BPD Gapensi Jawa Barat, Susilo Wibowo. Dalam susunan kepengurusan tersebut, mayoritas adalah wajah lama atau mantan pengurus periode yang lalu, hanya beberapa  orang wajah baru yang mengisi struktur kepengurusan periode ini, seperti Ida Nuryani yang kini menjadi Wakil Bendahara.

Mulyadi Cahya dalam sambutannya mengungkapkan,  kepada jajaran pengurus BPC Gapensi Kabupaten Indramayu yang baru, agar lebih bisa bekerja sama dan dituntut perjuangannya, demi kemajuan  asosiasi dan pelayanan kepentingan anggota.
Pada pelantikan tersebut Ketua BPD Gapensi Jabar, juga berpesan, agar pengurus yang baru dalam menjalankan tugasnya, lebih mengedepankan dedikasi dan pelayanan kepada anggota, bukan mementingkan kepentingan sendiri, perusahaan, ataupun memiliki fasilitas khusus, terlebih terkait pekerjaan konstruksi. Dan acara Muscab XIII BPC Gapensi Indramayu itu baru selesai Senin (9/6/2014) petang.
Menurut Darlim, salah seorang pengurus BPC Gapensi Kota Mangga itu kepada Pendopo Indramayu Online mengatakan, jika tidak terjadi aklamasi dalam pemilihan ketua, ada kemungkinan acara baru selesai Selasa (10/6/2014) pagi.
“Karena aklamasi dan sepakat  memilih Mulyadi Cahya untuk menjadi ketua kembali yang kedua kalinya, maka jam 5 sore pun rampung,” kata Darlim di lokasi acara Muscab XIII BPC Gapensi Indramayu.(Satim)***



9 Juni 2014

Mulyadi Cahya Kembali Pimpin Gapensi Indramayu


PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Senin, 9 Juni 2014


Mulyadi Cahya
Kembali Pimpin Gapensi Indramayu
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – H. Mulyadi Cahya terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) XIII BPC Gapensi Kabupaten Indramayu, Provisni Jawa Barat untuk periode 2014 – 2019. Pemilihan ketua organisasi pengusaha jasa konstruksi terbesar dan tertua di Indramayu itu digelar di Hotel Handayani, Indramayu, Senin (9/6/2014) sore. Sementara acara tahapan Muscabnya berlangsung sejak pagi hingga menjelang petang.(Satim)***

Muscab ke-XIII BPC Gapensi Indramayu


PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Jumat, 6 Juni  2014
MUSCAB KE-XIII BPC GAPENSI INDRAMAYU
Gapensi Eksis Sebagai

Mitra Pemkab Indramayu
Ketua BPC Gapensi Kabupaten Indramayu, H. Mulyadi Cahya tengah memperlihatkan undangan untuk acara Muscab BPC Gapensi Indramayu ke-XIII tahun 2014. Foto: Satim/Pendopo Indramayu Online

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Perhelatan akbar pemilihan Ketua dan Pengurus Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gapensi Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat periode 2014 – 2019 digelar di Hotel Handayani, Kelurahan Kepandean, Indramayu, Senin (9/6/2014). Siapakah nama-nama pengurus organisasi pelaksana jasa konstruksi tertua di Indonesia itu yang bakal terpilih ? Konon, akan dideklarasikan di Hotel Handayani, lokasi yang sama ketika BPC Gapensi Kota Mangga itu menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-XII pada tahun 2009 silam.
            Hanya saja, dalam Muscab BPC Gapensi Kabupaten Indramayu ke-XIII tahun 2014 ini, kabarnya akan banyak terjadi perombakan figur pengurus, meski hasilnya bakal diputuskan pada acara puncak pasca pemilihan ketua. Namun ada yang mengatakan, perombakan figur pengurus diperkirakan tidak banyak. Dan figur H. Mulyadi Cahya, yang telah dua periode memimpin Gapensi, konon, masih tetap eksis dijagokan untuk memimpin Gapensi Kota Mangga untuk ketiga kalinya.

            Keterangan yang dihimpun Pendopo Indramayu Online, H. Mulyadi Cahya terpilih menjadi Ketua BPC Gapensi periode 2009 – 2014. Kemudian pariode 2014 – 2019 yang digelar Senin (9/6/2014), Mulyadi Cahya masih calon kuat dan disebut-sebut calon tunggal ketua dalam Muscab XIII Gapensi Indramayu tahun ini. Konon, ada kemungkinan terjadi aklamasi untuk menunjuk H. Mulyadi Cahya tetap memimpin Gapensi Indramayu untuk lima tahun ke depan.

            Sementara itu, Ketua BPC Gapensi periode 2009 – 2014 H. Mulyadi Cahya mengatakan, sesuai dengan tuntutan era globalisassi dan perdagangan bebas, ia sudah berupaya kepada para anggotanya untuk tetap menjunjung tinggi profesionalisme dalam menjalankan usaha di bidang jasa konstruksi.

            “Gapensi juga selalu eksis sebagai mitra Pemerintah Kabupaten Indramayu,” kata Mulyadi Cahya di kantornya, Kamis (5/6/2014) siang.

            Catatan Pendopo Indramayu Online, BPC Gapensi salah satu organisasi berhimpunnya para pengusaha jasa konstruksi tertua dan terbesar di Kabupaten Indramayu. Salah seorang mantan Ketua Gapensi setempat, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin atau yang akrab disapa Kang Yance, menjadi Bupati Indramayu selama dua periode, yakni periode 1999 – 2004 dan 2004 – 2009. Kemudian, dalam Pemilu Legislatif 2014, Kang Yance terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2014 -  2019.(Satim)***

             

             


2 Mei 2014

Gedung Mutiara Bangsa Kabupaten Indramayu


PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Rabu, 2 April 2014
Gedung “Kuning” Termahal
Dibangun Untuk Wisata Ilmu Pengetahuan
Gedung Mutiara Bangsa – Gedung Mutiara Bangsa dirancang untuk obyek wisata ilmu pengetahuan dan teknologi. Geung ini terletak di obyek wisata Waduk Bojongsari. Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
Indramayu, Pendopo Indramayu Online “Gedung Kuning”, begitulah  banyak orang menjulukinya, karena kubah gedung yang menyerupai telur setengah itu didominasi warna kuning. Gedung  dimaksud berada disekitar obyek wisata Waduk Bojongsari,  Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi JawaBarat.
            Gedung milik pemerintah Kota Mangga itu disebut-sebut sebagai gedung yang dibangun dengan biaya termahal, dan dibutuhkan waktu terlama sepanjang sejarah  proyek pembangunan yang ada di wilayah Kabupaten Indramayu. Gedung ini dibangun setelah Bupati Indramayu, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin atau yang akrab disapa Kang Yance memerintah untuk kedua kalinya. Namun hingga kini, sampai dengan istrinya Hj. Anna Sophanah terpilih menjadi Bupati Indramayu, gedung itu belum rampung.   
            Untuk biaya pembangunannya saja, sejak tahun 2008 hingga tahun 2013 telah menghabiskan biaya Rp14,6 Miliar lebih. Sedangkan pembangunan fisiknya di tahun 2014 ini direncanakan  bakal menelan biaya sekitar Rp15 Miliar. Ini belum ditambah dengan berbagai macam barang-barang yang bakal ditampilkan di gedung yang dinamai ”Mutiara Bangsa” itu, konon, bakal menghabiskan sekitar Rp 5 Miliar lagi. Pihak Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu mencatat, sampai dengan 2014 bakal menghabiskan biaya sekitar Rp 35 Miliar lebih. Itu belum termasuk biaya pembebasan tanah seluas sekitar 3 hektar pada masa lalu, yang konon, diperkirakan mencapai Miliaran rupiah.
            “Jadi, wajar saja jika banyak orang menyebutnya sebagai gedung termahal di Kabupaten Indramayu.Tinggal manfaatnya seperti apa ? Kemudian, apakah bisa mengangkat citra positif bagi Indramayu apa tidak ? Mari kita amati bersama-sama !,” kata Pemerhati Masalah Sosial dan Pembangunan Indramayu, Bob Cahyadi kepada Pendopo Indramayu Online, belum lama ini.
            Data yang dihimpun Pendopo Indramayu Online menyebutkan, biaya pembebasannya saja yang seluas sekitar 3 hektar lebih itu, konon, menelan baiaya sekitar miliaran rupiah. Pembangunan Gedung ”Mutiara Bangsa” dimulai sejak tahun 2008 dengan menghabiskan biaya Rp 1.938.937.000 (Rp 1,9 Miliar lebih). Tahun berikutnya 2009 menelan biaya Rp 4.217.026.000 ( Rp 4,2 Miliar lebih), tahun 2010 sebesar Rp 1.735.757.000 (Rp1,7 Miliar lebih), dan di tahun 2011 tidak ada anggaran untuk melanjutkan pembangunan Gedung”Mutiara Bangsa” tersebut.
            Kemudian pembangunannya dilanjutkan pada tahun 2012 dengan menguras anggaran Rp 4.521.433.000 (Rp 4,5 Miliar lebih), dan tahun 2013 memakan biaya Rp 2.251.745.000 (Rp 2,2 Miliar lebih). Sedangkan pembangunan fisiknya saja di tahun 2014 bakal dianggarkan sekitar Rp 15 Miliar. Sementara untuk pengadaan barang-barang yang bernuansa ilmu pengetahuan dan teknologinya, konon, diperkirakan bakal menghabiskan sekitar Lima Miliar.
            Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu, H. Didi Supriadi S.Sos, MSi melalui Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK) Gedung Mutiara Bangsa, Yudi Siswanto ST didampingi Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan pada Dinas Cipta Karya setempat, Agus Salam Pujiantoi SIP, ST, MSi mengatakan, dibangunnya Gedung “Mutiara Bangsa” untuk obyek wisata ilmu pengetahuan dan teknologi.
            Ia memastikan, sebelum jabatan Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah berakhir pada tahun 2015, Gedung “Mutiara Bangsa” sudah dioperasikan untuk umum sebagai salah satu obyek wisata Iptek.
            “Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap, keberadaan obyek wisata Mutiara Bangsa sangat bermanfaat, dan untuk mencerdaskan bangsa bagi semua kalangan. Bagi para pelajar dan mahasiswa, sebetulnya sangat penting untuk mengunjungi obyek wisata Mutiara Bangsa,” kata Yudi Siswanto dalam sebuah percakapan dengan Pendopo Indramayu Online di kantornya, belum lama ini.(Satim)***
           

1 Maret 2013

Ultah Serikat Tani Indramayu Ke-1 Dirayakan di Gedung NU


Jumat, 01 Maret 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Ultah Serikat Tani Indramayu Ke-1
Dirayakan di Gedung NU
“PESTA” STI – Ribuan massa yang mengatasnamakan diri Serikat Tani Indramayu (STI) Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, baru saja menggelar “pesta” yang pertama, Jumat (01/03/2013) sore. Acara yang mereka deklarasaikan sebagai Ulang Tahun (Ultah) STI ke-1 itu berlangsung di Gedung NU yang bermarkas di Jalan Gatot Subroto Indramayu. Konon, STI ini sebuah organisasi petani lokal yang sempat beberapa kali menggelar aksi unjuk rasa soal tanah garapan di lahan kawasan hutan yang diklaim milik Perum Perhutani di wilayah Indramayu bagian selatan. Di bawah pimpinan Rojak, mereka berharap dengan ulang tahunnya itu di maasa mendatang akan tercipta kesejahteraan petani Indramayu, khususnya para petani yang menggarap lahan di kawasan tersebutMassa STI itu datang menggunakan truk dan kendaraan roda dua sambil mengibarkan bendera STI warna merah. (Satim)*** Foto-foto :Satim/Pendopo Indramayu Online  

17 Agustus 2012

Mobil Masuk Jurang, Dua Tewas



Mobil Masuk Jurang, Dua Tewas
Jumat, 10 Agustus 2012 - 11:33:58 WIB
Terkait
INDRAMAYU, (KC).- Sebuah kecelakaan lalu lintas yang berujung maut terjadi di jalur tengah Jalan Jangga-Cikamurang, Kabupaten Indramayu, Kamis (9/8) pagi. Insiden  ini melibatkan dua kendaraan, yakni antara mobil Suzuki Carry nopol Z 1195 AE dengan mobil Suzuki APV nopol B 1852 FFG. Akibat kecelakaan ini, satu orang tewas dan puluhan korban menderita luka berat dan ringan.
Korban meninggal dunia adalah pengemudi mobil Carry, Komar (49 tahun), warga Desa Cipanas, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang. Sedangkan korban luka berat dan ringan, Casman (15 tahun), Sri Mely (13 tahun), Darsih (12 tahun), Rastinah (37 tahun), Surtardi (45 tahun, sopir Suzuki APV), Warsinih (12 tahun), Yoga (9 tahun), Ulipah (8 tahun), Carda (29 tahun) semuanya warga Desa Cigugur Kaler, Kecamatan Pusaka Jaya, Kabupaten Subang, Mista (49 tahun), warga Cipanas, Sumedang.
Polisi yang tiba ke lokasi selanjutnya membawa korban ke rumah sakit Bhayangkara Losarang Indramayu, termasuk mengamankan dua mobil nahas tersebut.
Keterangan ayang diperoleh Kabar Cirebon menyebutakan, kecelakaan ini bermula saat mobil Suzuki APV membawa rombongan dari arah Sumedang menuju Majalengaka untuk membesuk keluarganya yang sakit di rumah sakit Majalengka.
Untuk menempuh jalan singkat, mobil APV yang dikemudikan oleh Sutardi (45 tahun) asal Desa Cigugur Lor, Kecamatan Pusaka Jaya, Subang itu memilih jalur tengah, Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.
Setibanya di lokasi, dari arah beralawanan tiba-tiba datang mobil Suzuki Carry ayang dikemudikan  Komar. Namun tak disangka mobil Carry tersebut terlihat oleng dan  menghantam mobil APV yang ditumpangi rombongan tersebut.
Akibat kecelakaan ini, kedua mobil pada bagian depanya ringsek. Bahkan sopir Suzuki Carry tewas seketika. Warga yang mendengar suara keras beradunya kedua mobil itu mendatangi lokasi. Mereka melihat sejumlah penumpang APV masih berada di dala m mobil. Mengetahui kondisi ini, sejumlah warga berusaha menolongnya hingga berhasil mengeluarkan penumpang.
Sementara itu dari Kuningan dilaporkan, sebuah obil Isuzu Panther masuk ke jurang, setelah sebelumnya bertabrakan dengan motor Honda Supra E 5456 ZE di Jalan Cilimus-Cirebon, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Kamis (9/8), pukul 19.30 WIB. Akibat kecelakaan ini dua orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka.
Mereka yang meninggal adalah penumpang Isuzu Panther, yakni Tuti (25 tahun) dan anaknya Akil (1,5 tahun), warga Perumahan Duren Jaya, Jalan Manggis Raya No. 454 Bekasi Timur. Sedangkan sopirnya, H Ridwan (49 tahun), warga Desa Ciputat, Kecamatan Ciawigebang dan pengendara motor Supra, Fuad (15 tahun), warga Desa Cisaat, Kecamatan Mandirancan, selamat.
Beberapa saat kemudian kecelakaan maut juga terjadi di kawasan Jalaksana. Kecelakaan ini melibatkan mobil dan motor, namun tidak ada korban.(C-26/C-21)***

10 Februari 2010

Saat Paceklik : Pangan Mahal, Nasi tak Terbeli, Nasi Aking-Singkong pun Jadi

KEMISKINAN MASIH "MENDERA" INDRAMAYU

Warga Krangkeng Makan Nasi Aking

Warga di Kampung Oyoran, Desa Krangkeng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (27/1), mengonsumsi nasi aking karena tak mampu membeli beras. Harga beras di pasaran kini mencapai Rp 6.000 lebih per kilogram, sedangkan harga aking hanya Rp 1.000 per kg. (Foto:Kompas/Siwi Yunita Cahyaningrum)***

PANGAN MAHAL

Nasi Tak Terbeli, Aking-Singkong Pun Jadi

Oleh Siwi Yunita Cahyaningrum

Ketika bangsa lain sudah bicara soal mobil tanpa polusi, bangsa ini masih saja bergulat dengan urusan beras, aking, dan singkong. Di negeri yang subur makmur ini, untuk membeli beras sebagai kebutuhan pokok pun sulit.

Gambaran sulitnya mencari pangan itu nyata dalam kehidupan warga desa pesisir di Cirebon dan Indramayu, Jawa Barat. Di masa sulit seperti sekarang, beras paling murah saja mencapai Rp 6.000 per kilogram, warga miskin harus banting setir membeli singkong, ubi, bahkan aking (sisa nasi yang dikeringkan) sebagai makanan tambahan. Mereka yang berkantong cekak tak kuasa selalu menyediakan nasi untuk anak-anaknya.

Di Kabupaten Cirebon, ketidakmampuan daya beli tidak lagi terjadi di satu kecamatan, tetapi meluas secara sporadis di enam kecamatan. Para pengemudi becak dan buruh tani dari Kecamatan Weru, Plered, Jamblang, kini sama melaratnya dengan buruh dari Kecamatan Kapetakan atau Suranenggala. Beras sudah tak terbeli lagi oleh mereka. Warga miskin di Kabupaten Indramayu—tetangga Kabupaten Cirebon—pun mulai mengonsumsi aking.

Turina (45), buruh tani dari Desa Krangkeng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, adalah salah satunya. ”Nasi aking yang saya dapat dari tetangga, atau dari pesta kondangan jadi penyelamat keluarga saya pada saat paceklik,” kata Turina yang hidup bersama suaminya di gubuk tanpa sanitasi, saat ditemui pada pekan lalu.

Gambaran rendahnya daya beli juga terlihat dalam kehidupan sehari-hari warga di Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon. Sutirah (65), janda yang hidup seorang diri di gubuk sempit di Desa Dukuh, misalnya, hanya bisa makan nasi bila ada ”pembagian” beras untuk rakyat miskin (raskin). Beras Rp 6.000 per kg di tingkat eceran terlalu mahal untuknya.

Dalam sehari, Sutirah mengaku makan seadanya. Jika tak ada beras, ia memilih membeli singkong matang seharga Rp 500 untuk mengganjal perut yang keroncongan. Itu pun kadang tanpa lauk.

Kesulitan serupa juga dialami keluarga Sunandi, tetangga Sutirah. Sunandi yang bekerja sebagai pengemudi becak di Stasiun KA Cirebon tak pernah mendapatkan penghasilan tetap. Jika tarikan banyak, dalam sehari ia bisa membeli beras untuk istri dan seorang anaknya. Bila sepi, apa pun yang murah akan dibeli. Bisa jadi pagi makan nasi, siang puasa, dan pada malam hari makan ubi.

Makanan pengganti

Bila pada masa sulit seperti sekarang warga di Kapetakan Cirebon biasanya makan nasi aking, tahun ini mereka makan singkong dan ubi sebagai makanan pengganti di sela-sela nasi. Namun, bukan berarti kesejahteraan mereka naik derajat, tetapi situasi yang menentukan.

Setahun lalu, nasi aking lebih mudah ditemukan. Warga kerap membeli aking di gudang nasi aking milik Mardiyah di Desa Grogol. Dia yang berprofesi sebagai pengumpul aking untuk ternak bebek mengakui, pada masa paceklik aking memang dicari warga untuk makan mereka sehari-hari. ”Tapi, sekarang sedang kosong. Pasokan aking dari daerah-daerah seret karena nasi tak bisa kering,” katanya.

Dilihat dari jenisnya, sebagai unsur karbohidrat, singkong dan ubi bisa memenuhi kebutuhan energi manusia. Akan tetapi, diukur dari komposisi kandungan kalori, protein, lemak, dan karbohidrat, singkong dan ubi tergolong rendah. Jika Sunandi sebagai pengemudi becak harus makan singkong, energi yang ia peroleh tak sebanyak ketika ia makan nasi, kecuali porsi makannya dinaikkan setidaknya dua kali lipat.

Dokter Kaptiningsih, ahli kesehatan di Kota Cirebon, menyatakan tidak ada yang salah dari ubi dan singkong jika diimbangi asupan protein nabati dan hewani, vitamin, serta mineral yang seimbang. Masalahnya, asupan makanan pada masyarakat miskin jauh dari kata seimbang. Hidup sebagai buruh tani jauh dari kecukupan, nasi tak terbeli, lauk apalagi.

Nasi aking yang dimakan Turina, misalnya, hanya berisi parutan kelapa tanpa tambahan protein, vitamin, atau mineral yang mencukupi. Tidak hanya para orang tua, Sukarna (4)—anak balita pasangan Hatitia dan Sunandi—pun jauh dari kata kecukupan gizi. Anak balita ini minum dari botol susu yang tak pernah berisi susu.

Protein hewani hanya ia peroleh jika ayahnya mendapat ikan dari memancing. ”Telur seharga Rp 800 sebutir pun sudah sulit membelinya,” kata Hatitia.

Menurut Bupati Cirebon Dedi Supardi, makan nasi aking sulit diganti karena sudah menjadi tradisi bertahun-tahun. Nasi aking biasanya dibuat menjadi makanan kecil untuk camilan. Singkong dan ubi pun suatu bentuk diversifikasi.

Akan tetapi, fakta di lapangan berbicara lain. Tak muncul gambaran dalam masyarakat miskin di sini bahwa pola konsumsi mereka hari ini sebuah tradisi. Pengakuan yang muncul justru minimnya daya beli, yang tak cukup hanya diatasi dengan raskin atau operasi pasar.

Seharusnya ada gerakan pemberdayaan masyarakat yang lebih menggebrak. Saat paceklik tiba, rakyat tentu tetap bisa mendapatkan penghasilan. Mereka tak hanya mampu membeli nasi, apalagi sekadar aking, tetapi juga makanan lain yang bergizi.

Jika kini anak balita masih makan singkong tanpa asupan gizi cukup, gambaran suram masa depan negeri ini membentang seperti jalan tak berujung....

Source : Kompas, Rabu, 10 Februari 2010 | 02:45 WIB

Ada 10 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

RESISTOPATI @ Rabu, 10 Februari 2010 | 14:32 WIB
DEMOCRACY AND FREEDOM OF SPEECH WON'T FEED MY BABY!!!

adigunarso soerjo @ Rabu, 10 Februari 2010 | 12:13 WIB
Msh byk rakyat Indonesia yg hidup seadanya smg ada grkan penghematan di Sel. Indonesia (listrik,air dll), dana yg terkumpul diberikan kpd rakyat yg kekrg Giizi.

midori @ Rabu, 10 Februari 2010 | 11:30 WIB
Sebaiknya artikel macam ini perlu diperbanyak utk membuka mata rakyat Indonesia. Tak perlu artikel dunia gemerlap nan semu.

Rakyat 2 @ Rabu, 10 Februari 2010 | 10:48 WIB
SBY!!!!Kamu pilih mana,badan kamu digembosin orang2 se-Indonesia atau turunkan harga sembako,BBM,Pendidikan n kesehatan? Cepat jawaaaab.....! Kamu gembrot sedangkan rakyatmu makan nasi aking! Kamu tuh punya hati nurani g sih? Kamu sadar g sih dosa kamu udh numpuk gr2 g bs jd pemimpin tp ttp maksa jd pemimpin?? Bunuh aja kami sekalian n pake negara ini bwt kamu SEMUA! Rakyat sudah MURKA!

nondan nusantara @ Rabu, 10 Februari 2010 | 10:18 WIB
Tulisan yang mengusik nurani. Andai para pemimpin peduli, rakyat bisa makan nasi. Pak Bupati dihormati dan dicintai.

23 Desember 2009

Jusuf Kalla Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Periode 2009 - 2015

Jusuf Kalla Terpilih Jadi Ketua Umum PMI

JAKARTA - Mantan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla terpilih menjadi Ketua Umum Palang Merah Indonesia untuk periode 2009-2015 pada Musyawarah Nasional Ke-19 Palang Merah Indonesia, yang berakhir Selasa (22/12) malam di Jakarta.

Jusuf Kalla terpilih karena ia merupakan satu-satunya calon ketua umum Palang Merah Indonesia (PMI) untuk menggantikan Mar’ie Muhammad, yang sudah dua periode memimpin PMI.

”Terima kasih atas amanah yang diberikan kepada saya untuk memimpin PMI lima tahun ke depan,” kata Jusuf Kalla, yang datang setelah sidang paripurna selesai pukul 21.00 WIB.

Dalam sambutan singkatnya, Kalla mengatakan agar peran pengabdian PMI lebih ditingkatkan. Hal itu karena PMI adalah lembaga kemanusiaan yang dihormati oleh siapa saja. Tidak ada lembaga yang paling dihormati saat perang oleh kawan dan lawan, kecuali PMI.

”Lembaga terhormat ini untuk aktif memberikan jasa kemanusiaan bagi kemaslahatan orang banyak, harus menjadi institusi kemanusiaan yang kuat,” kata Kalla.

Keberadaan PMI di Indonesia yang berpenduduk 220 juta dan beberapa wilayah rawan konflik, lanjut Kalla, mempunyai arti sangat penting. ”Saya berjanji bekerja sebaik-baiknya dengan saudara-saudara,” ujarnya.

Selalu hadir

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat membuka munas, Senin (21/12), mengatakan, sebagai sebuah organisasi kemanusiaan PMI selalu hadir dan tidak pernah absen, terutama di setiap kegiatan penanganan bencana.

”Ketika saya turun di bencana tsunami Aceh tahun 2004 lalu, yang pertama saya lihat di sana adalah PMI, lalu ada TNI, Polri, dan Taruna Siaga Bencana,” katanya.

Begitu juga saat konflik berkepanjangan di Aceh. PMI terlibat dalam proses damai saat itu. ”Saya ingat betul, pada tahun 2003, ketika pecah konflik yang melibatkan pemerintah dan Gerakan Aceh Merdeka di Aceh, lagi-lagi PMI ikut serta mencari solusi dan pada akhirnya tawanan yang saat itu ditahan bisa dibebaskan,” katanya mengenang.

Presiden berharap PMI menjadi bagian dalam Satuan Tugas Bencana dan hadir secepat-cepatnya untuk menyelamatkan banyak nyawa manusia.

Mantan Ketua Umum PMI Mar’ie Muhammad berharap PMI ke depan bisa berbuat lebih banyak, lebih baik, dan tentunya lebih cepat.

Mar’ie juga meminta pemerintah untuk dapat mempercepat proses pembentukan Rancangan Undang-Undang Lambang Palang Merah menjadi UU.

Munas XIX PMI ditutup Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih. (NAL)

Source : Kompas, Rabu, 23 Desember 2009 | 03:43 WIB




 

My Blog List

JASA PENGIRIMAN UANG

Site Info

Followers/Pengikut

PENDOPO INDRAMAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template