CARI BERKAH KLIK DI SINI
25 Februari 2014
Tanggul Cimanuk Blok Cilengkong Jebol
19 Juni 2013
Kirab Adipura Indramayu 2013 : Pasukan Kuning Rame-Rame Minta Diangkat PNS
Begitu
melintas dari garasi samping pendopo, beberapa pasukan kuning sudah menyapanya
dan ingin bertemu langsung dengan Bupati Anna Sophanah. Akhirnya Anna dan Yance
turun dari mobilnya, dan langsung menyalaminya kemudian mengajak mereka duduk
sebentar di kursi tunggu Pendopo yang terbuat dari rotan.13 Juni 2013
Kirab Adipura 2013 : Indramayu Gelar Pesta Makanan Gratis
3 Juni 2012
Sampah Mengancam Indramayu
22 Desember 2011
Catatan Akhir Tahun 2011 : GOR Dharma Ayu Berbau Busuk
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Catatan Akhir Tahun 2011
GOR Dharma Ayu Berbau Busuk
KOTOR DAN KUMUH – Kondisi halaman Gelanggang Olah Raga (GOR) Dharma Ayu Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Kamis (22/12/2011) pagi, terkesan diterjang bencana alam Tsunami. Di sekitar halamannya, sampah basah berserakan, berair warna hitam, dan berbau busuk. Menurut warga setempat, kondisi demikian sudah berlangsung berhari-hari dan belum dilakukan tindakan pembersihan oleh pihak penanggung jawab GOR Dharma Ayu. Kabarnya, sejak 18 November 2011 hingga 18 Desember 2011, halaman tempat olahraga itu disewa pengelola hiburan lumba-lumba. Usai dijadikan tempat hiburan, kini diduga yang tersisa sampahnya.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
13 Agustus 2011
Kelapa Sawit Pemkab Indramayu Berbuah Lagi
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Kelapa Sawit Pemkab Indramayu Berbuah Lagi
“Menyapa” Orang yang Melintas
KELAPA SAWIT PEMKAB INDRAMAYU – Satu-satunya pohon Kelapa Sawit yang berada di samping kanan pusat Pemerintahan Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, hingga kini masih menampilkan pemandangan yang menarik. Karena pohon yang memiliki nama Latin “Elaeis Guineensis”, itu terlihat sendirian dan akrab “menyapa” tamu-tamu Pendopo dan penghuninya yang melintasi kawasan tersebut. Tampak dalam gambar keberadaan pohon Kelapa Sawit yang besar tadi, Jumat (12/08/2011) siang, yang tak jauh dari Kantor Bupati (pendopo) Indramayu, yang saat ini dipimpin Hj. Anna Sophanah duet dengan Wakilnya, H. Supendi. (Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
10 Juli 2011
Problem Kegagalan Indramayu Meraih Adipura
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
SAMPAH PLASTIK – Dalam gambar terlihat sampah plastik menyumbat sungai di wilayah Desa Legok, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. Padahal, warga setempat pun resah akibat tumpukan sampah tersebut, namun terkesan dibiarkan begitu saja, sehingga tak sedap dipandang, berbau, dan menyumbat saluran air irigasi di sekitarnya. Gambar diambil, Sabtu (07/05/2011) sore. (satim)*** Foto-foto : Satim
Problem Kegagalan Indramayu Meraih Adipura
Yang Dibutuhkan Konstruksi Kesadaran Masyarakat
untuk Hidup “Bersih”
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Tahun 2011 ini, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, gagal meraih penghargaan “Adipura” di bidang kebersihan kota dan lingkungan masyarakat sekitarnya. Berbagai pendapat terkait kegagalan itu, hingga kini masih menyeruak di beberapa kalangan.
Ada yang mengatakan, kegagalan itu patut dijadikan renungan bagi semua pihak untuk hidup bersih, bebas sampah di lingkungannya masing-masing. “Jangan sampai sampah berserakan dimana-mana. Apalagi saya kerap melihat warga membuang sampah di solokan atau sungai. Bahkan yang paling sedih, sampah palstik yang tak mudah hancur itu berterbangan kemana-mana, dan selalu saya temua setiap melakukan perjalanan keliling wilayah,” ungkap Syamsul Arifin, Ketua Serikat Wartawan Indonesia (SWI) Cabang Indramayu, Minggu (10/7/2011) siang.
Syamsul mengatakan, saat ini sudah waktunya untuk lebih mengaktifkan kembali gerakan bersih-bersih setiap pekan. Jika memang jam kerja perkantoran sampai dengan hari Jumat, berarti pada hari Sabtunya harus dikomandoi oleh aparatur pemerintah tingkat desa/kelurahan sampai tingkat kabupaten untuk bersama-sama melakukan gerakan aksi kebersihan. Kalau dulu ada istilah Jumat bersih, tapi sekarang mestinya ada gerakan Sabtu bersih-bersih (Sabsih),” tuturnya.
Pemantauan Pendopo Indramayu Online, warga terkesan lebih suka membuang sampah di tanggulan atau sungai. Fenomena itu kerap disaksikan pada jalur antara Indramayu-Jatibarang, jalur sepanjang sungai antara Indramayu-Lohbener sampai ke wilayah Kecamatan Widasari. Sejumlah kawasan ruas jalan lainnya pun, diduga kondisinya tak jauh beda. Seandainya petugas kebersihan tidak cekatan mengantisipasi penumpukkan sampah, ada kemungkinan sampah akan menjadi problem yang meresahkan.
Pemandangan seperti itulah yang hingga kini dikeluhkan Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Ir. Aep Surahman. Menurutnya, penghargaan Adipura yang pernah beberapa kali diraih Kabupaten Indramayu, mestinya mampu membangun kesadaran masyarakat untuk sadar kebersihan lingkungannya masing-masing. Namun yang terjadi saat ini bagaimana ?
“Belum juga terbangun semua komponen masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing. Hanya sebagian kecil saja masyarakat yang sadar terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungannya. Masih banyak warga yang hidup di kota pun, kurang peduli terhadap sampah,” kata Aep.
Dikatakannya, kalau semua masyarakat yang hidup di kota-kota dan dekat jantung kota muncul kesadaran untuk terbebas dari sampah, mungkin tidak ada solokan yang mampet gara-gara sampah. “Saya berharap semua komponen masyarakat di Kabupaten Indramayu untuk saling menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing. Jangan membuang sampah sembarangan,” ujarnya. (Satim)*** Foto-foto : Satim
26 Mei 2011
Duta CSR Jawa Barat
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Duta CSR Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan usai menyematkan pin Duta CSR Jabar kepada masing masing, Pemimpin Umum Pikiran Rakyat, H. Syafik Umar, Managing Director Putra Sampurna Foundation, Neni Soemawinata dan mantan Mojang 2004 yang juga jurnalis TV One, Tina Talisa pada acara CSR Gathering Jabar bersama "Mitra" di Krakatau Room Hotel Horison Jln. Pelajar Pejuang Bandung, Jumat, (14/1/2011).***(Foto : Didin SJ/PRLM)***
Source : Pikiran-Rakyat Online, Jumat, 14/01/2011 - 22:46
1 Mei 2011
Hari Buruh, Pagi-Pagi Diisi dengan Hari Bebas Polusi Udara
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
May Day
Hari Buruh, Pagi-pagi Diisi dengan Hari Bebas Polusi Udara
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Peringatan Hari buruh yang diperingati 1 Mei, atau yang lebih keren dengan julukan May Day yang biasanya diisi dengan aksi unjuk rasa para buruh, namun di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat pada Minggu (1/5/2011) pagi, yang muncul lebih dulu adalah gerakan bebas polusi udara kendaraan bermotor, atau yang bertajuk Car Free Day. Aksi ini dipelopori pihak Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu yang dipimpin Ir. Aep Surahman.
Aksi itu menutup beberapa ruas jalan di sekitar jantung Indramayu kota yang dilarang dilewati kendaraan bermotor, kecuali para pejalan kaki, becak, dan sepeda onthel. Pantauan Pendopo Indramayu Online, Minggu (1/5/2011) pagi sekitar pukul 07.00 WIB, ruas jalan yang ditutup untuk sementara waktu pada jam-jam bebas kendaraan bermotor itu, diantaranya Jalan D.I. Panjaitan Indramayu, Jalan Olahraga Indramayu, dan beberapa ruas jalan yang berada di sekitar Alun-Alun Kabupaten Indramayu.
Sejak Minggu pagi itu, belum ada tanda-tanda gerakan aksi unjuk rasa para buruh. Yang ada, ribuan massa berseragam kaos kuning dan putih bertuliskan “Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu” berlogo Lingkungan Hidup dan logo Pemerintah Kabupaten Indramayu.
Bahkan terdapat pula dalam tulisan di kaos tersebut, larangan merokok,konon, karena merokok dapat mematikan. Pihak Kantor Lingkungan Hidup tampaknya bukan hanya berkampanye lingkungan dengan gerakan bebas kendaraan bermotor dan upaya mengkal polusi udara dari bahan bakar yang dikeluarkan kendaraan bermotor, namun gerakan itu pun disisipi dengan kampanye anti merokok yang diberlakukan di Bumi Wiralodra Indramayu tersebut.
Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Ir. Aep Surahman dua hari sebelum menggelar acara Car Free Day dan Not Smoking itu kepada Pendopo Indramayu Online mengatakan, pihaknya menginginkan agar Indramayu menjadi kota yang bersih dan nyaman bagi siapa pun. (Satim)*** Foto : Satim
21 Desember 2010
Rapi Jaya Putra Indramayu Raih Penghargaan Lingkungan
Junedi, Ketua Kelompok Tani Hutan Mangrove “Rapi Jaya Putra” Indramayu saat menerima penghargaan bidang pemulihan lingkungan dari Pemererintah Provinsi Jawa Barat, Rabu (15/12) di obyek wisata Water Park Bojongsari Indramayu. (Satim)*** Foto-foto : Satim
Rapi Jaya Putra Indramayu
Raih Penghargaan Lingkungan
INDRAMAYU, Pendopo Indramayu – Wajah Junedi terlihat sumringah ketika dinyatakan sebagai kelompok tani mangrove yang berprestasi di bidang pelestarian lingkungan yang ada di wilayah Kabupaten Indramayu dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menerima penghargaan sebagai Ketua Kelompok Tani Hutan Mangrove “Rapi Jaya Putra” Indramayu yang dianggap konsisten dalam pemeliharaan, pemulihan lingkungan hutan mangrove, dan eksistensinya dalam kegiatan pemulihan lingkungan kawasan pesisir daerah Pantura Indramayu.
Kerja keras yang dirintis Junedi selama bertahun-tahun, kini membuahkan hasil dengan semakin lebatnya hutan mangrove di kawasan pesisir yang menjadi lahan pemeliharaan dan pemulihannya.
“Hingga kini, saya masih terus kerja keras dan konsisten dengan mangrove dan pemulihan lingkungan pesisir. Kepada daerah-daerah lain yang membutuhkan bibit mangrove, silahkan datang ke Indramayu dan menghubungi saya,” kata pria atlet Bola Voli itu.
Indramayu Kampanyekan Pelestarian Lingkungan
Siaran pers Humas Setda Kabupaten Indramayu menyebutkan, Kabupaten Indramayu sebagai daerah pesisir dengan kondisi cuaca yang
cukup panas bertekad untuk menyulap daerahnya menjadi daerah yang
hijau dan teduh. Keinginan itu diwujudkan dalam kampanye lingkungan
“Balad Kuring” (Bala Reang) tingkat Provinsi Jawa Barat yang
diselenggarakan di kawasan Water Park Bojongsari Indramayu.
Kampanye Balad Kuring ditandai dengan bersepeda santai dari depan
pendopo menuju objek wisata kebangaan masyarakat Indramayu. Selain
dengan bersepeda juga dilakukan jalan santai yang diikuti oleh ratusan
pelajar dan pejabat yang sepanjang jalan membersihakan sampah yang
dijumpainya. Ketika sampai di lokasi kegiatan peserta melakukan
penanaman pohon yang menjadi ciri khas dari masing-masing
kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat.
Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah dalam sambutannya mengatakan,
banyaknya kerusakan yang terjadi dimuka bumi ini diakibatkan oleh
manusia. Untuk itu dituntut senantiasa menjaga alam, bumi beserta
isinya, agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan dan
berkesinambungan bagi kehidupan manusia.
Pelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Indramayu telah sesuai
dengan visi Indramayu Remaja dan misi “Sapta Karya Mulih Harja” yakni
pelestarian lingkungan hidup dalam melaksanakan program yang
berkelanjutan. Dengan adanya kampanye ini diharapkan dunia
usaha/industri, dan seluruh komponen masyarakat untuk dapat berperan
aktif dalam pengelolaan lingkungan hidup sehingga dapat menciptakan
lingkungan yang bersih dan sehat secara berkelanjutan termasuk di
lokasi sungai dan saluran terbuka.
“Setelah kegiatan ini, kami harapkan tidak ada lagi yang membuang
sampah di sungai dan saluran terbuka lainnya, tidak ada lagi pendirian
bangunan/warung di sempanjang sungai, tidak ada lagi pembakaran
sampah, serta semakin banyak penanaman pohon, sehingga tercipta
Kabupaten Indramayu yang bersih, teduh, dan asri. Insya Allah dengan
tekad, komitmen, dan kebersamaan kita semua, kita akan dapat
mewariskan lingkungan hidup yang berkualitas bagi anak cucu kita di
masa yang akan datang,” kata Bupati Anna.
Sementara itu Ketua Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Jawa
Barat Dr. Ir. Setiawan W. Dipl. SE. M. Eng mengatakan, kampanye
lingkungan ini diharapkan bisa direalisasikan dalam tahapan aplikasi
ditengah-tengah masyarakat. Apalagi ditengah kondisi lingkungan yang
semakin parah.
Pada kesempatan itu diberikan penghargaan bagi para penggiat
lingkungan untuk tingkat Provinsi Jawa Barat yakni untuk kelompok
individu kriteria kepala daerah berinovasi kegiatan lingkungan diraih
oleh Walikota Cimahi (Itoc Tochija), untuk criteria masyarakat peduli
lingkungan diraih oleh Wahudin (Indramayu), Drs. Yamin (Tasikmalaya),
Indra Kusuma Cahyadi (kota Depok), dan Ir. Bambang Sudiarto (Kab.
Bandung).
Sementara untuk kelompok masyarakat, organisasi, institusi, dan
lembaga criteria forum peduli lingkungan diraih oleh kelompok tani
hutan mangrove Rapi Jaya Putra (Indramayu) dan Kanopi (Kuningan).
Sedangkan media massa elektronik peduli lingkungan diraih oleh Radio
Rase FM (Bandung). Untuk criteria industri peduli lingkungan di raih
oleh PT. Pertamina RU VI Balongan (Indramayu), PT. Sumi Rubber
Indonesia (Karawang), PT. Bio Farma (Bandung), dan PT. Holcim (Bogor).
Penghargaan juga diberikan untuk tingkat Kabupaten Indramayu yakni
untuk sekolah berbudaya lingkungan diraih oleh SMAN 1 Krangkeng, SMPN
2 Sindang, dan SDN Dukuh Jeruk 1. Untuk masyarakat peduli lingkungan
diraih oleh Fahmi Labib. Sedangkan untuk partisipasi industri pada
pengelolaan lingkungan di raih oleh PT. Pertamina RU VI Balongan,
Pertamina EP Region Jawa, Pertamina TTU Balongan, Pertamina Hulu ONWJ,
Perhutani, PT. Polytama Propindo, PT. Bangodua Petrolium, Bank Jabar
Banten, PDAM Tirta Darma Ayu, PT. Tirta Bening Mulya, PT. PLN, dan
PLTU I Jawa Barat.
Kegiatan kampanye ini selain dihadiri Bupati Indramayu juga tampak
hadir Muspida, perwakilan bupati/walikota se-Jawa Barat, kepala OPD,
pelajar serta partisipasi lainnya.
Inti dari aksi penghijauan Provinsi Jawa Barat itu yang mempercayakan Indramayu sebagai tuan rumah, konon, karena Kabupaten Indramayu merupakan salah satu daerah yang selalu konsisten dalam pemeliharaan lingkungan. Selain itu, karena Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Anna Sophanah, merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk yang keberadaan air sungai, maupun lingkungannya perlu dipelihara dengan baik demi kelangsungan hidup masa kini dan masa depan masyarakatnya. (Satim)*** Foto-foto : Satim
20 Desember 2010
Bala Reang Mari Bersama-sama Tanam Pohon
Ir. Aep Surahman, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu. (Foto-Foto : Satim)***
Aksi Penghijauan “Balad Kuring” Provinsi Jawa Barat
Bala Reang Mari Bersama-sama Tanam Pohon
INDRAMAYU, Pendopo Indramayu – Kabupaten Indramayu, sebagai tuan rumah aksi penghijauan Provinsi Jawa Barat yang bertajuk “Balad Kuring” atau “Bala Reang” Menanam Pohon menjelang akhir tahun 2010, sudah terlaksana dengan sukses pada Rabu (15/12). Kini, pihak Kantor Lingkungan Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu tengah menyiapkan sejumlah program di bidang lingkungan untuk tahun 2011 dan tahun-tahun mendatang.
Salah satunya, tetap bersosialisasi untuk membangun kesadaran masyarakat dalam penanganan lingkungan dan kebersihan ada di sekitarnya. “Membangun kesadaran masyarakat untuk bertanam pohon demi keselamatan bumi, merupakan program rutin kantor kami. Masalahnya, kerusakan lingkungan semakin parah apabila semua pihak tidak terbangun untuk ikut menyelamatkannya. Perkembangan jumlah penduduk pun, merupakan problem yang perlu diwaspadai berkaitan dengan keselamatan lingkungan,” kata Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Ir. Aep Surahman di kantornya, Kamis (16/12) siang.
Kini, Aep Surahman tengah mengupayakan sejumlah terobosan untuk program-program lingkungan yang didanai dari berbagai pihak, bukan hanya dari pemerintah saja. “Namun sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun seperti pihak Pertamina dan lain-lain, perlu diketuk hatinya untuk tetap konsisten dalam perbaikan lingkungan di Kabupaten Indramayu ini,” ujarnya.
Seperti yang terlihat dalam aksi penghijauan tingkat Provinsi Jawa Barat yang
berlangsung di obyek wisata Water Park Bojongsari Indramayu, Rabu (15/12), tampak perwakilan dari sejumlah BUMN hadir dan ikut menyukseskan program mulia di bidang lingkungan itu. Bahkan, sejumlah atribut dan seragam kaos terlihat disponsori oleh sejumlah BUMN, seperti Pertamina, Cevron dan lain-lain.
“Jadi kami pun mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut peduli terhadap aksi penghijauan yang berlangsung di Indramayu ini,” ungkap Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah seusai acara aksi penghijauan yang bertema “Balad Kuring” itu. (Satim)*** Foto-Foto : Satim
16 Desember 2010
Indramayu Tuan Rumah Aksi Penghijauan Jawa Barat 2010
Bupati Indramayu yang baru, Hj. Anna Sophanah tengah memberikan kata sambutan perdana di depan publik dalam bidang lingkungan. (Satim)*** Foto-foto : Satim
Bupati Anna Pidato Perdana di Depan Publik
INDRAMAYU, Pendopo Indramayu – Hari Penghijauan tingkat Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Kabupaten Indramayu, Rabu (15/12) siang, boleh jadi merupakan pidato perdana bagi Bupati Indramayu yang baru, Hj. Anna Sophanah di bidang lingkungan hidup. Baru empat hari sejak Anna dilantik menjadi Bupati Indramayu periode 2010-2015 pada Minggu (12/12) siang, dan hari Rabu (1512) siang, ia sudah dipercaya sebagai tuan rumah program aksi penghijauan se-Jawa Barat yang berlangsung di obyek wisata Water Park Bojongsari, Indramayu.
Rabu (15/12) siang itu, Anna yang mengenakan jilbab dan berkaos putih bertuliskan “Selamatkan DAS Cimanuk dan Peduli Lingkungan” tersebut, rela menapaki halaman yang becek dan berair yang berada di halaman parkir Water Park Bojongsari. Ia bahkan menyampaikan tentang kondisi lokasi aksi penanaman pohon yang berair, karena semalaman di Indramayu diguyur hujan. Dengan gaya bahasa sedikit humor, Anna mengatakannya kepada hadirin yang datang dari berbagai daerah se-Jawa Barat.
“Sesuai dengan namanya Water Park atau Water Bom, jadi lokasi penanaman pohon berair seperti ini. He...hee...heee !,” ucap Anna Sophanah dalam salah satu kalimat kata sambutannya.
Anna juga merasa berterima kasih atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menjadikan Kabupaten Indramayu sebagai tuan rumah untuk aksi penghijauan dan penyelamatan lingkungan di tahun 2010. Terutama penyelamatan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk, karena Sungai Cimanuk hingga kini menjadi sumber kehidupan dan penghidupan bagi masyarakat Indramayu yang mayoritas bergerak di sektor pertanian.
“Oleh karena itu, semua pihak dan semua kalangan masyarakat, khususnya yang berada di Kabupaten Indramayu, harus terbangun untuk peduli kebersihan lingkungan dan penghijauan dengan menanam dan memelihara pohon, demi keselamatan lingkungan di masa kini dan masa-masa mendatang,” kata istri mantan Bupati Indramayu periode 2000-2005 dan 2005-2010, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin (Yance) itu.
Dalam akhir acara, Bupati Indramayu Anna Sophanah disertai perwakilan dari Pemerintah
Provinsi Jawa Barat meninjau mobil laboratorium lingkungan, dan stand pameran yang berkaitan dengan produk-produk ramah lingkungan, serta sejumlah kerajinan yang dihasilkan pelajar di Kota Mangga Indramayu. (Satim)*** Foto-foto : Satim
Indramayu Terancam Tenggelam
Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah menerima penghargaan sebagai Bupati Indramayu yang peduli penghijauan di daerahnya. (Kanan) Ketua BPLDH Dr. Ir. Setiawan Wangsa Atmaja tengah diwawancari awratawn. (Satim)*** Foto-foto : Satim
Indramayu Terancam Tenggelam
INDRAMAYU, Pendopo Indramayu – Jika tidak dimulai sekarang untuk peduli lingkungan dan penghijauan, beberapa peneliti lingkungan di Indonesia menyatakan, bahwa Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat yang merupakan salah satu daerah pantai di Jawa Barat “terancam tenggelam”, terutama di sepanjang dataran pantai yang tersebar di sepanjang Laut Jawa Indramayu.
Yang lebih parah, terutama bakal terjadi sekitar seratus tahun mendatang. Pada tahapan generasi masyarakat Kota Mangga selanjutnya akan mengalami musibah yang diperkirakan bakal mengerikan. Air laut naik dan mengamuk menenggelamkan daratan wilayah Kabupaten Indramayu, dan air itu melumat ratusan ribu kilometer kawasan Bumi Wiralodra itu.
Para peneliti lingkungan dari Universitas Teknologi Bandung (ITB) sudah memaparkan hasil penelitiannya itu kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Belum ditambah dengan kasus pemanasan global, maka persoalan lingkungan yang dihadapi Indramayu cenderung tidak ringan. Padahal, Indramayu merupakan daerah yang potensial untuk dijadikan “sabuk hijau” di Jawa Barat. Namun, apabila kita semua tidak tergerak untuk peduli kebersihan lingkungan dan penghijauan, hasil penelitian pihak ITB itu kemungkinan bakal terbukti.
Demikian salah satu bagian dari kata sambutan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang disampaikan Ketua Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLDH) Jawa Barat, Dr. Ir. Setiawan Wangsa Atmaja pada acara aksi penghijauan Jawa Barat yang bertema “Balad Kuring” (Sunda) atau “ Bala Reang” (Jawa Indramayu) menanam pohon yang dipusatkan di halaman parkir Water Park Bojongsari Indramayu, Rabu (15/12) siang.
“Memang ancaman Indramayu bakal tenggelam itu, diperkirakan seratus tahun yang akan datang. Mungkin kita-kita ini sudah tidak ada lagi. Tapi apa yang kita lakukan hari ini, dengan peduli kebersihan lingkungan dan menanam pohon, berarti ikut peduli demi generasi mendatang. Inilah inti pokok dari acara lingkungan untuk menanam pohon,” kata Setiawan (atau yang akrab disapa Iwan) kepada sejumlah bupati/wali kota se-Jawa Barat.
Iwan juga merasa berterima kasih kepada Hj. Anna Sophanah sebagai Bupati Indramayu yang baru saja dilantik pada Minggu (12/12) siang, karena Anna dianggap salah satu kepala daerah yang terlihat serius peduli terhadap lingkungan dengan aksi program penghijauan dalam mengawali tugasnya sebagai pemimpin Indramayu.
Sehingga, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan penghargaan kepada Indramayu sebagai salah satu derah yang peduli lingkungan dan penghijauan. Dalam kesempatan itu, sejumlah penghargaan juga diberikan kepada para pegiat lingkungan yang ada di Jawa Barat. Diantaranya, Kelompok Tani Hutan Mangrove Indramayu “Rapi Jaya Putra Indramayu” yang dipimpin Junaedi, juga pihak sekolah diantaranya SMPN 2 Sindang RSBI.
Anna Sophanah yang mengawali pidato terbuka di depan publik sejak ia dilantik menjadi Bupati Indramayu pada Minggu (12/12) mengatakan, pada prinsipnya Kabupaten Indramayu tetap serius untuk menyelamatkan lingkungan.
“Segala program pembangunan harus mengacu pada bagaimana kajian lingkungannya. Itu dilakukan, demi keselamatan Indramayu dari berbagai ancaman bencana alam,” kata istri mantan Bupati Indramayu periode 2000-2005 dan 2005-2010, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin ( Yance) itu.
Dalam acara aksi penghijauan di Water Park Bojongsari itu, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Ir. Aep Surahman mengatakan, aksi tanam pohon dan sejumlah aksi kebersihan lingkungan meruapakan program rutin dan berkelanjutan yang dilakukan pihak Kantor Lingkungan Hidup yang dipimpinnya.
“Yang paling utama, untuk membangun kesadaran masyarakat agar peduli lingkungan yang ada di sekitarnya. Kebersihan lingkungan dan penghijauan semestinya harus dilakukan
semua pihak sebagai makna dari aksi kepedulian lingkungan ini,” ujarnya. (Satim)*** Foto-foto : Satim




