CARI BERKAH KLIK DI SINI

Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

25 Februari 2014

Tanggul Cimanuk Blok Cilengkong Jebol


Rabu, 19 Februari 2014
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
TANGGUL JEBOL – Kondisi tanggul Sungai Cimanuk yang jebol di wilayah Blok Cilengkong, Desa Pilangsari. Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat yang jebol pada Rabu (19/02/2014) pagi sekitar pukul 06.05 WIB.(Satim) Foto : Indramayu Post
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE Sudah lama dicurigai warga dan sudah lama pula penduduk sekitar tanggul Sungai Cimanuk di wilayah Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Inadramayu, Provinsi Jawa Barat, resah karena tanggul kalinya terancam jebol. Sudah menipis tergerus arus sungai yang telah berlangsung bertahun-tahun.
         Kekhawatiran itu terjadi. Rabu (19/02/2014) pagi sekitar pikul 06.05 WIB, tanggul yang dicurigai tersebut jebol, dan membuat geger serta panik penduduk setempat. Ironisnya, yang jebol itu di tembok pengganti tanggul sungai Cimanuk di Blok Cilengkong, Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, karena amblas.
         Ambruknya tembok beton itu, menyebabkan ribuan rumah warga terancam banjir. Jalur Pantura yang tak jauh dari lokasi bencana itu pun terancam menjadi “lautan”.
         "Tembok amblas kemungkinan karena tidak mampu menahan derasnya arus air dan debit sungai yang terus meninggi," ujar Sulaeman (45), seorang warga setempat.
         Sulaeman menjelaskan, tembok itu dibangun BBWS Cimanuk Cisanggarung pada 2012 lalu, untuk menggantikan tanggul sungai yang sebelumnya telah habis terkikis. Tembok sepanjang kurang lebih 60 meter dan tinggi sekitar dua meter itu selama ini menjadi pembatas antara sungai dan pemukiman warga.
            Namun, derasnya laju air dan debitnya yang terus meninggi akibat hujan deras, membuat tembok yang terbuat dari beton itu, amblas sepanjang kurang lebih tujuh meter. Akibatnya, air sungai langsung melimpas ke daratan.
            Seperti pernah diberitakan Pendopo Indramayu Online pada tahun 2012 silam, konstruksi tembok pengganti tanggul tadi, konon, ada item konstruksi yang diduga kurang memenuhi standar pekerjaan. Akhirnya, pihak konsultan pengawas proyek memerintahkan pelaksana pekerjaan untuk segera memperbaikinya.(Satim)***  

19 Juni 2013

Kirab Adipura Indramayu 2013 : Pasukan Kuning Rame-Rame Minta Diangkat PNS


Jumat, 14 Juni 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Kirab Adipura 2013
Pasukan Kuning Rame-Rame Minta Diangkat PNS
FOTO BARENG – Sekitar 20 petugas kebersihan Indramayu minta foto bareng dengan Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah seusai acara “Kirab Adipura 2013” di Pendopo, Jumat (14/06/2013) siang. (kanan) Bupati Indramayu bersama suaminya, H. Irianto MS Syafiuddin (Yance) tengah menyaweri petugas kebersihan di Jumat siang itu.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online     
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE Ada sebuah pemandangan agak lain seusai Pemerintah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, menggelar pesta syukuran bertajuk “Kirab Adipura 2013” yang dipusatkan di halaman Pendopo Bupati Indramayu, Jumat (14/06/2013) pagi hingga siang.
Pemandangan yang agak lain, sekitar 20 “pasukan kuning” (begitu julukan petugas kebersihan) setempat, Jumat siang itu mereka berhasil bersalaman langsung dengan pemimpin daerahnya, yakni Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah.  
Meski tak lama, karena suara orang mengaji Al-quran sudah berkumandang di Masjid Agung Indramayu, pertanda akan dimulainya Shalat Jumat,  namun puluhan pasukan kuning tersebut terlihat sumringah. Karena, permintaan mereka ingin diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), sudah disampaikan langsung kepada Bupati Anna Sophanah yang didampingi suaminya, H. Irianto MS Syafiuddin (Yance), mantan Bupati Indramayu dua periode 2000-2005 dan 2005-2010.
Dari pantauan Pendopo Indramayu Online Jumat siang itu, Bupati Indramayu Indramayu Hj. Anna Sophanah bersama suaminya Kang Yance (begitu sapaan akrab Ketua DPD Golkar Jabar H. Irianto MS Syafiuddin), naik mobil hendak pulang ke rumahnya di Komplek Randu Gede, sekitar 200 meteran dari Pendopo Bupati.
Begitu melintas dari garasi samping pendopo, beberapa pasukan kuning sudah menyapanya dan ingin bertemu langsung dengan Bupati Anna Sophanah. Akhirnya Anna dan Yance turun dari mobilnya, dan langsung menyalaminya kemudian mengajak mereka duduk sebentar di kursi tunggu Pendopo yang terbuat dari rotan.
Obrolan mereka pun mencair bagai pertemuan kangen-kangenan antara orangtua dengan anak-anaknya. Dan ternyata, pasukan kuning itu meminta agar bisa diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Saat itu pula, Bupati Anna langsung mengontak pihak Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat, Drs. G. Eddy Mulyadi MSi. Buptai Anna melalui HP-nya mempertanyakan nasib puluhan petugas kebersihan tersebut.
“Saya sudah telepon langsung dengan Kepala BKD-nya, dan bapak-bapak maupun ibu-ibu agar melengkapi persyaratannya di sana sesuai ketentuan pemerintah,” kata Bupati Anna kepada beberapa perwakilan pasukan kuning yang mengerubutinya.
Meski pihak BKD sudah memberitahukan kepada bupati, bahwa dari sekian banyak petugas kebersihan, tak sedikit pula yang tidak memenuhi syarat, seperti karena tak punya ijazah dan sudah lanjut usia. Bupati Anna menyampaikan langsung informasi tersebut kepada mereka.
            Setelah petugas kebersihan itu merasa puas mendapat jawaban dari pemimpin daerahnya, Bupati Anna dan suaminya, Yance menyaweri mereka, konon, sekedar uang lelah mereka di hari itu, setelah pasukan kuning tersebut membersihkan halaman pendopo. Dan terlihat wajah mereka pada sumringah sambil mengucapkan salam dan terima kasih, terlebih lagi mereka berhasil foto bareng dengan bupatinya di hari Jumat itu.(Satim)***

13 Juni 2013

Kirab Adipura 2013 : Indramayu Gelar Pesta Makanan Gratis

Kamis, 13 Kumi 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
 Kirab Adipura 2013
PESTA ADIPURA – Pendopo Bupatio Indramayu dijadikan pusat acara penyambutan Piala Adipura keenam kalinya yang dibawa rombongan Bupati Indramayu dipimpin Hj. Anna Sophanah dari Istana Negara, Selasa (11/06/2013 sore.(Satim)*** Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
Indramayu Gelar Pesta Makanan Gratis
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE Jika belum ada di daerah yang pemerintahnya sengaja menggelar makanan gratis untuk masyarakat, maka Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, termasuk salah satu daerah yang sengaja menggelar jajanan gratis untuk warganya selama sehari. Pesta berbagai macam makanan gratis itu digelar di Alun-Alun Kabupaten Indramayu, Jumat (14/05/2013) siang.
Beberapa sumber Pendopo Indramayu Online mengatakan, pesta makanan gratis itu dalam rangka syukuran “Kota Mangga” Indramayu yang berhasil meraih penghargaan Adipura keenam kalinya pada Selasa (11/06/2013). Selain menggelar acara jajanan gratis, acara intinya kirab Piala Adipura keliling Kota Mangga sehari penuh, dengan dimeriahkan sepeda santai yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Makanan gratis yang digelar di sana, diantaranya bakso, empal gentong, urab, dan sejumlah makanan ringan lainnya berciri khas makanan Indramayu. “Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ditugasi agar menyediakan jenis makanan, plus jumlah porsinya yang rata-rata per jenis makanan mencapai sekitar 300 porsi,” kata sumber itu, tanpa mau ditulis namanya.
Anggarannya darimana ? Apakah ditanggung APBD yang ada di pos anggaran makan dan minum masing-masing OPD ? Hingga berita diturunkan, Pendopo Indramayu Online belum memperoleh keterangan dari pihak-pihak yang paling bertanggung jawab.
Namun sebelumnya, Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah mengatakan, bahwa kemenangan Kabupaten Indramayu meraih penghargaan Adfipura keenam kalinya, patut disyukuri. Karena, penghargaan itu berkat prestasi pemerintah dan masyarakat Indramayu dalam menjaga kebersihan kotanya.
“Jadi wajar jika semua elemen masyarakat Indramayu pun harus dilibatkan dalam pesta kemeriahan kirab Piala Adipura 2013,” ujar istri mantan Bupati Indramayu dua periode, H. Irianto MS Syafiuddin (Yance) itu.(Satim)***

3 Juni 2012

Sampah Mengancam Indramayu

Minggu, 03 Juni 2012
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Berita Foto Minggu Ini
Sampah Mengancam Indramayu

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Sampah bukan hanya mengancam beberapa daerah yang penduduknya padat, namun “Sampah Mengancam Indramayu”. Begitulah judul tulisan di atas. Pasalanya, sampah-sampah berserakan di semua sudut wilayah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan setempat pun, nyaris kewalahan dalam mengendalikan sampah yang bertebaran setiap hari. Kemudian mereka mengangkutinya dengan truk-truik sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Pecuk di Kecamatan Sindang.
            Melihat kondisi demikian, sampah tampaknya menjadi ancaman yang serius pada saat ini dan masa mendatang. Sementara, pemantauan Pendopo Indramayu Online, Minggu (03/06/20112), TPA Peduk yang tembok pembuangan sampahnya dibangun sekitar tiga tahun lalu, kemudian baru digunakan sekitar belum dua tahun, tapi sampahnya sudah nyaris mememenuhi bak penampungan sampah itu. Setahun lagi, kemungkinan sudah meluber.
            Kepala Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Indramayu, Ekanto Nugroho, S.Sos, BAE            memang pernah mengatakan, bahwa bak penampungan sampah di TPA Pecuk akan dibangun lagi pada tahun 2012 ini. Konon, duitnya dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan anggaran miliran rupiah.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online


22 Desember 2011

Catatan Akhir Tahun 2011 : GOR Dharma Ayu Berbau Busuk

Kamis, 22 Desember 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Catatan Akhir Tahun 2011

GOR Dharma Ayu Berbau Busuk

KOTOR DAN KUMUH – Kondisi halaman Gelanggang Olah Raga (GOR) Dharma Ayu Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Kamis (22/12/2011) pagi, terkesan diterjang bencana alam Tsunami. Di sekitar halamannya, sampah basah berserakan, berair warna hitam, dan berbau busuk. Menurut warga setempat, kondisi demikian sudah berlangsung berhari-hari dan belum dilakukan tindakan pembersihan oleh pihak penanggung jawab GOR Dharma Ayu. Kabarnya, sejak 18 November 2011 hingga 18 Desember 2011, halaman tempat olahraga itu disewa pengelola hiburan lumba-lumba. Usai dijadikan tempat hiburan, kini diduga yang tersisa sampahnya.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

13 Agustus 2011

Kelapa Sawit Pemkab Indramayu Berbuah Lagi

Sabtu, 13 Agustus 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Kelapa Sawit Pemkab Indramayu Berbuah Lagi

“Menyapa” Orang yang Melintas

KELAPA SAWIT PEMKAB INDRAMAYU – Satu-satunya pohon Kelapa Sawit yang berada di samping kanan pusat Pemerintahan Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, hingga kini masih menampilkan pemandangan yang menarik. Karena pohon yang memiliki nama Latin “Elaeis Guineensis”, itu terlihat sendirian dan akrab “menyapa” tamu-tamu Pendopo dan penghuninya yang melintasi kawasan tersebut. Tampak dalam gambar keberadaan pohon Kelapa Sawit yang besar tadi, Jumat (12/08/2011) siang, yang tak jauh dari Kantor Bupati (pendopo) Indramayu, yang saat ini dipimpin Hj. Anna Sophanah duet dengan Wakilnya, H. Supendi. (Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

10 Juli 2011

Problem Kegagalan Indramayu Meraih Adipura

Minggu, 10 Juli 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

SAMPAH PLASTIK – Dalam gambar terlihat sampah plastik menyumbat sungai di wilayah Desa Legok, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. Padahal, warga setempat pun resah akibat tumpukan sampah tersebut, namun terkesan dibiarkan begitu saja, sehingga tak sedap dipandang, berbau, dan menyumbat saluran air irigasi di sekitarnya. Gambar diambil, Sabtu (07/05/2011) sore. (satim)*** Foto-foto : Satim

Problem Kegagalan Indramayu Meraih Adipura

Yang Dibutuhkan Konstruksi Kesadaran Masyarakat

untuk Hidup “Bersih”

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE Tahun 2011 ini, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, gagal meraih penghargaan “Adipura” di bidang kebersihan kota dan lingkungan masyarakat sekitarnya. Berbagai pendapat terkait kegagalan itu, hingga kini masih menyeruak di beberapa kalangan.

Ada yang mengatakan, kegagalan itu patut dijadikan renungan bagi semua pihak untuk hidup bersih, bebas sampah di lingkungannya masing-masing. “Jangan sampai sampah berserakan dimana-mana. Apalagi saya kerap melihat warga membuang sampah di solokan atau sungai. Bahkan yang paling sedih, sampah palstik yang tak mudah hancur itu berterbangan kemana-mana, dan selalu saya temua setiap melakukan perjalanan keliling wilayah,” ungkap Syamsul Arifin, Ketua Serikat Wartawan Indonesia (SWI) Cabang Indramayu, Minggu (10/7/2011) siang.

Syamsul mengatakan, saat ini sudah waktunya untuk lebih mengaktifkan kembali gerakan bersih-bersih setiap pekan. Jika memang jam kerja perkantoran sampai dengan hari Jumat, berarti pada hari Sabtunya harus dikomandoi oleh aparatur pemerintah tingkat desa/kelurahan sampai tingkat kabupaten untuk bersama-sama melakukan gerakan aksi kebersihan. Kalau dulu ada istilah Jumat bersih, tapi sekarang mestinya ada gerakan Sabtu bersih-bersih (Sabsih),” tuturnya.

Pemantauan Pendopo Indramayu Online, warga terkesan lebih suka membuang sampah di tanggulan atau sungai. Fenomena itu kerap disaksikan pada jalur antara Indramayu-Jatibarang, jalur sepanjang sungai antara Indramayu-Lohbener sampai ke wilayah Kecamatan Widasari. Sejumlah kawasan ruas jalan lainnya pun, diduga kondisinya tak jauh beda. Seandainya petugas kebersihan tidak cekatan mengantisipasi penumpukkan sampah, ada kemungkinan sampah akan menjadi problem yang meresahkan.

Pemandangan seperti itulah yang hingga kini dikeluhkan Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Ir. Aep Surahman. Menurutnya, penghargaan Adipura yang pernah beberapa kali diraih Kabupaten Indramayu, mestinya mampu membangun kesadaran masyarakat untuk sadar kebersihan lingkungannya masing-masing. Namun yang terjadi saat ini bagaimana ?

“Belum juga terbangun semua komponen masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing. Hanya sebagian kecil saja masyarakat yang sadar terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungannya. Masih banyak warga yang hidup di kota pun, kurang peduli terhadap sampah,” kata Aep.

Dikatakannya, kalau semua masyarakat yang hidup di kota-kota dan dekat jantung kota muncul kesadaran untuk terbebas dari sampah, mungkin tidak ada solokan yang mampet gara-gara sampah. “Saya berharap semua komponen masyarakat di Kabupaten Indramayu untuk saling menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing. Jangan membuang sampah sembarangan,” ujarnya. (Satim)*** Foto-foto : Satim

26 Mei 2011

Duta CSR Jawa Barat

Sabtu, 26 Mei 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Duta CSR Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan usai menyematkan pin Duta CSR Jabar kepada masing masing, Pemimpin Umum Pikiran Rakyat, H. Syafik Umar, Managing Director Putra Sampurna Foundation, Neni Soemawinata dan mantan Mojang 2004 yang juga jurnalis TV One, Tina Talisa pada acara CSR Gathering Jabar bersama "Mitra" di Krakatau Room Hotel Horison Jln. Pelajar Pejuang Bandung, Jumat, (14/1/2011).***(Foto : Didin SJ/PRLM)***

Source : Pikiran-Rakyat Online, Jumat, 14/01/2011 - 22:46

1 Mei 2011

Hari Buruh, Pagi-Pagi Diisi dengan Hari Bebas Polusi Udara

Minggu, 01 Mei 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

May Day

Hari Buruh, Pagi-pagi Diisi dengan Hari Bebas Polusi Udara

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINEPeringatan Hari buruh yang diperingati 1 Mei, atau yang lebih keren dengan julukan May Day yang biasanya diisi dengan aksi unjuk rasa para buruh, namun di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat pada Minggu (1/5/2011) pagi, yang muncul lebih dulu adalah gerakan bebas polusi udara kendaraan bermotor, atau yang bertajuk Car Free Day. Aksi ini dipelopori pihak Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu yang dipimpin Ir. Aep Surahman.

Aksi itu menutup beberapa ruas jalan di sekitar jantung Indramayu kota yang dilarang dilewati kendaraan bermotor, kecuali para pejalan kaki, becak, dan sepeda onthel. Pantauan Pendopo Indramayu Online, Minggu (1/5/2011) pagi sekitar pukul 07.00 WIB, ruas jalan yang ditutup untuk sementara waktu pada jam-jam bebas kendaraan bermotor itu, diantaranya Jalan D.I. Panjaitan Indramayu, Jalan Olahraga Indramayu, dan beberapa ruas jalan yang berada di sekitar Alun-Alun Kabupaten Indramayu.

Sejak Minggu pagi itu, belum ada tanda-tanda gerakan aksi unjuk rasa para buruh. Yang ada, ribuan massa berseragam kaos kuning dan putih bertuliskan “Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu” berlogo Lingkungan Hidup dan logo Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Bahkan terdapat pula dalam tulisan di kaos tersebut, larangan merokok,konon, karena merokok dapat mematikan. Pihak Kantor Lingkungan Hidup tampaknya bukan hanya berkampanye lingkungan dengan gerakan bebas kendaraan bermotor dan upaya mengkal polusi udara dari bahan bakar yang dikeluarkan kendaraan bermotor, namun gerakan itu pun disisipi dengan kampanye anti merokok yang diberlakukan di Bumi Wiralodra Indramayu tersebut.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Ir. Aep Surahman dua hari sebelum menggelar acara Car Free Day dan Not Smoking itu kepada Pendopo Indramayu Online mengatakan, pihaknya menginginkan agar Indramayu menjadi kota yang bersih dan nyaman bagi siapa pun. (Satim)*** Foto : Satim

21 Desember 2010

Rapi Jaya Putra Indramayu Raih Penghargaan Lingkungan

Junedi, Ketua Kelompok Tani Hutan Mangrove “Rapi Jaya Putra” Indramayu saat menerima penghargaan bidang pemulihan lingkungan dari Pemererintah Provinsi Jawa Barat, Rabu (15/12) di obyek wisata Water Park Bojongsari Indramayu. (Satim)*** Foto-foto : Satim


Rapi Jaya Putra Indramayu

Raih Penghargaan Lingkungan

INDRAMAYU, Pendopo IndramayuWajah Junedi terlihat sumringah ketika dinyatakan sebagai kelompok tani mangrove yang berprestasi di bidang pelestarian lingkungan yang ada di wilayah Kabupaten Indramayu dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menerima penghargaan sebagai Ketua Kelompok Tani Hutan Mangrove “Rapi Jaya Putra” Indramayu yang dianggap konsisten dalam pemeliharaan, pemulihan lingkungan hutan mangrove, dan eksistensinya dalam kegiatan pemulihan lingkungan kawasan pesisir daerah Pantura Indramayu.

Kerja keras yang dirintis Junedi selama bertahun-tahun, kini membuahkan hasil dengan semakin lebatnya hutan mangrove di kawasan pesisir yang menjadi lahan pemeliharaan dan pemulihannya.

“Hingga kini, saya masih terus kerja keras dan konsisten dengan mangrove dan pemulihan lingkungan pesisir. Kepada daerah-daerah lain yang membutuhkan bibit mangrove, silahkan datang ke Indramayu dan menghubungi saya,” kata pria atlet Bola Voli itu.

Indramayu Kampanyekan Pelestarian Lingkungan

Siaran pers Humas Setda Kabupaten Indramayu menyebutkan, Kabupaten Indramayu sebagai daerah pesisir dengan kondisi cuaca yang
cukup panas bertekad untuk menyulap daerahnya menjadi daerah yang
hijau dan teduh. Keinginan itu diwujudkan dalam kampanye lingkungan
Balad Kuring (Bala Reang) tingkat Provinsi Jawa Barat yang
diselenggarakan di kawasan Water Park Bojongsari Indramayu.

Kampanye Balad Kuring ditandai dengan bersepeda santai dari depan
pendopo menuju objek wisata kebangaan masyarakat Indramayu. Selain
dengan bersepeda juga dilakukan jalan santai yang diikuti oleh ratusan
pelajar dan pejabat yang sepanjang jalan membersihakan sampah yang
dijumpainya. Ketika sampai di lokasi kegiatan peserta melakukan
penanaman pohon yang menjadi ciri khas dari masing-masing
kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat.

Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah dalam sambutannya mengatakan,
banyaknya kerusakan yang terjadi dimuka bumi ini diakibatkan oleh
manusia. Untuk itu dituntut senantiasa menjaga alam, bumi beserta
isinya, agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan dan
berkesinambungan bagi kehidupan manusia.

Pelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Indramayu telah sesuai
dengan visi Indramayu Remaja dan misi
Sapta Karya Mulih Harja yakni
pelestarian lingkungan hidup dalam melaksanakan program yang
berkelanjutan. Dengan adanya kampanye ini diharapkan dunia
usaha/industri, dan seluruh komponen masyarakat untuk dapat berperan
aktif dalam pengelolaan lingkungan hidup sehingga dapat menciptakan
lingkungan yang bersih dan sehat secara berkelanjutan termasuk di
lokasi sungai dan saluran terbuka.

“Setelah kegiatan ini, kami harapkan tidak ada lagi yang membuang
sampah di sungai dan saluran terbuka lainnya, tidak ada lagi pendirian
bangunan/warung di sempanjang sungai, tidak ada lagi pembakaran
sampah, serta semakin banyak penanaman pohon, sehingga tercipta
Kabupaten Indramayu yang bersih, teduh, dan asri. Insya Allah dengan
tekad, komitmen, dan kebersamaan kita semua, kita akan dapat
mewariskan lingkungan hidup yang berkualitas bagi anak cucu kita di
masa yang akan datang
,kata Bupati Anna.

Sementara itu Ketua Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Jawa
Barat Dr. Ir. Setiawan W. Dipl. SE. M. Eng mengatakan, kampanye
lingkungan ini diharapkan bisa direalisasikan dalam tahapan aplikasi
ditengah-tengah masyarakat. Apalagi ditengah kondisi lingkungan yang
semakin parah.

Pada kesempatan itu diberikan penghargaan bagi para penggiat
lingkungan untuk tingkat Provinsi Jawa Barat yakni untuk kelompok
individu kriteria kepala daerah berinovasi kegiatan lingkungan diraih
oleh Walikota Cimahi (Itoc Tochija), untuk criteria masyarakat peduli
lingkungan diraih oleh Wahudin (Indramayu), Drs. Yamin (Tasikmalaya),
Indra Kusuma Cahyadi (kota Depok), dan Ir. Bambang Sudiarto (Kab.
Bandung).

Sementara untuk kelompok masyarakat, organisasi, institusi, dan
lembaga criteria forum peduli lingkungan diraih oleh kelompok tani
hutan mangrove Rapi Jaya Putra (Indramayu) dan Kanopi (Kuningan).
Sedangkan media massa elektronik peduli lingkungan diraih oleh Radio
Rase FM (Bandung). Untuk criteria industri peduli lingkungan di raih
oleh PT. Pertamina RU VI Balongan (Indramayu), PT. Sumi Rubber
Indonesia (Karawang), PT. Bio Farma (Bandung), dan PT. Holcim (Bogor).

Penghargaan juga diberikan untuk tingkat Kabupaten Indramayu yakni
untuk sekolah berbudaya lingkungan diraih oleh SMAN 1 Krangkeng, SMPN
2 Sindang, dan SDN Dukuh Jeruk 1. Untuk masyarakat peduli lingkungan
diraih oleh Fahmi Labib. Sedangkan untuk partisipasi industri pada
pengelolaan lingkungan di raih oleh PT. Pertamina RU VI Balongan,
Pertamina EP Region Jawa, Pertamina TTU Balongan, Pertamina Hulu ONWJ,
Perhutani, PT. Polytama Propindo, PT. Bangodua Petrolium, Bank Jabar
Banten, PDAM Tirta Darma Ayu, PT. Tirta Bening Mulya, PT. PLN, dan
PLTU I Jawa Barat.

Kegiatan kampanye ini selain dihadiri Bupati Indramayu juga tampak
hadir Muspida, perwakilan bupati/walikota se
-Jawa Barat, kepala OPD,
pelajar serta partisipasi lainnya.

Inti dari aksi penghijauan Provinsi Jawa Barat itu yang mempercayakan Indramayu sebagai tuan rumah, konon, karena Kabupaten Indramayu merupakan salah satu daerah yang selalu konsisten dalam pemeliharaan lingkungan. Selain itu, karena Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Anna Sophanah, merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk yang keberadaan air sungai, maupun lingkungannya perlu dipelihara dengan baik demi kelangsungan hidup masa kini dan masa depan masyarakatnya. (Satim)*** Foto-foto : Satim

20 Desember 2010

Bala Reang Mari Bersama-sama Tanam Pohon

Ir. Aep Surahman, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu. (Foto-Foto : Satim)***

Aksi Penghijauan “Balad Kuring” Provinsi Jawa Barat

Bala Reang Mari Bersama-sama Tanam Pohon

INDRAMAYU, Pendopo Indramayu Kabupaten Indramayu, sebagai tuan rumah aksi penghijauan Provinsi Jawa Barat yang bertajuk “Balad Kuring” atau “Bala Reang” Menanam Pohon menjelang akhir tahun 2010, sudah terlaksana dengan sukses pada Rabu (15/12). Kini, pihak Kantor Lingkungan Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu tengah menyiapkan sejumlah program di bidang lingkungan untuk tahun 2011 dan tahun-tahun mendatang.

Salah satunya, tetap bersosialisasi untuk membangun kesadaran masyarakat dalam penanganan lingkungan dan kebersihan ada di sekitarnya. “Membangun kesadaran masyarakat untuk bertanam pohon demi keselamatan bumi, merupakan program rutin kantor kami. Masalahnya, kerusakan lingkungan semakin parah apabila semua pihak tidak terbangun untuk ikut menyelamatkannya. Perkembangan jumlah penduduk pun, merupakan problem yang perlu diwaspadai berkaitan dengan keselamatan lingkungan,” kata Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Ir. Aep Surahman di kantornya, Kamis (16/12) siang.

Kini, Aep Surahman tengah mengupayakan sejumlah terobosan untuk program-program lingkungan yang didanai dari berbagai pihak, bukan hanya dari pemerintah saja. “Namun sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun seperti pihak Pertamina dan lain-lain, perlu diketuk hatinya untuk tetap konsisten dalam perbaikan lingkungan di Kabupaten Indramayu ini,” ujarnya.

Seperti yang terlihat dalam aksi penghijauan tingkat Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di obyek wisata Water Park Bojongsari Indramayu, Rabu (15/12), tampak perwakilan dari sejumlah BUMN hadir dan ikut menyukseskan program mulia di bidang lingkungan itu. Bahkan, sejumlah atribut dan seragam kaos terlihat disponsori oleh sejumlah BUMN, seperti Pertamina, Cevron dan lain-lain.

“Jadi kami pun mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut peduli terhadap aksi penghijauan yang berlangsung di Indramayu ini,” ungkap Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah seusai acara aksi penghijauan yang bertema “Balad Kuring” itu. (Satim)*** Foto-Foto : Satim

16 Desember 2010

Indramayu Tuan Rumah Aksi Penghijauan Jawa Barat 2010

AKSI PENGHIJAUAN JAWA BARAT

Bupati Indramayu yang baru, Hj. Anna Sophanah tengah memberikan kata sambutan perdana di depan publik dalam bidang lingkungan. (Satim)*** Foto-foto : Satim

Bupati Anna Pidato Perdana di Depan Publik

INDRAMAYU, Pendopo Indramayu – Hari Penghijauan tingkat Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Kabupaten Indramayu, Rabu (15/12) siang, boleh jadi merupakan pidato perdana bagi Bupati Indramayu yang baru, Hj. Anna Sophanah di bidang lingkungan hidup. Baru empat hari sejak Anna dilantik menjadi Bupati Indramayu periode 2010-2015 pada Minggu (12/12) siang, dan hari Rabu (1512) siang, ia sudah dipercaya sebagai tuan rumah program aksi penghijauan se-Jawa Barat yang berlangsung di obyek wisata Water Park Bojongsari, Indramayu.

Rabu (15/12) siang itu, Anna yang mengenakan jilbab dan berkaos putih bertuliskan “Selamatkan DAS Cimanuk dan Peduli Lingkungan” tersebut, rela menapaki halaman yang becek dan berair yang berada di halaman parkir Water Park Bojongsari. Ia bahkan menyampaikan tentang kondisi lokasi aksi penanaman pohon yang berair, karena semalaman di Indramayu diguyur hujan. Dengan gaya bahasa sedikit humor, Anna mengatakannya kepada hadirin yang datang dari berbagai daerah se-Jawa Barat.

“Sesuai dengan namanya Water Park atau Water Bom, jadi lokasi penanaman pohon berair seperti ini. He...hee...heee !,” ucap Anna Sophanah dalam salah satu kalimat kata sambutannya.

Anna juga merasa berterima kasih atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menjadikan Kabupaten Indramayu sebagai tuan rumah untuk aksi penghijauan dan penyelamatan lingkungan di tahun 2010. Terutama penyelamatan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk, karena Sungai Cimanuk hingga kini menjadi sumber kehidupan dan penghidupan bagi masyarakat Indramayu yang mayoritas bergerak di sektor pertanian.

“Oleh karena itu, semua pihak dan semua kalangan masyarakat, khususnya yang berada di Kabupaten Indramayu, harus terbangun untuk peduli kebersihan lingkungan dan penghijauan dengan menanam dan memelihara pohon, demi keselamatan lingkungan di masa kini dan masa-masa mendatang,” kata istri mantan Bupati Indramayu periode 2000-2005 dan 2005-2010, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin (Yance) itu.

Dalam akhir acara, Bupati Indramayu Anna Sophanah disertai perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat meninjau mobil laboratorium lingkungan, dan stand pameran yang berkaitan dengan produk-produk ramah lingkungan, serta sejumlah kerajinan yang dihasilkan pelajar di Kota Mangga Indramayu. (Satim)*** Foto-foto : Satim

Indramayu Terancam Tenggelam

Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah menerima penghargaan sebagai Bupati Indramayu yang peduli penghijauan di daerahnya. (Kanan) Ketua BPLDH Dr. Ir. Setiawan Wangsa Atmaja tengah diwawancari awratawn. (Satim)*** Foto-foto : Satim

Indramayu Terancam Tenggelam

INDRAMAYU, Pendopo Indramayu Jika tidak dimulai sekarang untuk peduli lingkungan dan penghijauan, beberapa peneliti lingkungan di Indonesia menyatakan, bahwa Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat yang merupakan salah satu daerah pantai di Jawa Barat “terancam tenggelam”, terutama di sepanjang dataran pantai yang tersebar di sepanjang Laut Jawa Indramayu.

Yang lebih parah, terutama bakal terjadi sekitar seratus tahun mendatang. Pada tahapan generasi masyarakat Kota Mangga selanjutnya akan mengalami musibah yang diperkirakan bakal mengerikan. Air laut naik dan mengamuk menenggelamkan daratan wilayah Kabupaten Indramayu, dan air itu melumat ratusan ribu kilometer kawasan Bumi Wiralodra itu.

Para peneliti lingkungan dari Universitas Teknologi Bandung (ITB) sudah memaparkan hasil penelitiannya itu kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Belum ditambah dengan kasus pemanasan global, maka persoalan lingkungan yang dihadapi Indramayu cenderung tidak ringan. Padahal, Indramayu merupakan daerah yang potensial untuk dijadikan “sabuk hijau” di Jawa Barat. Namun, apabila kita semua tidak tergerak untuk peduli kebersihan lingkungan dan penghijauan, hasil penelitian pihak ITB itu kemungkinan bakal terbukti.

Demikian salah satu bagian dari kata sambutan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang disampaikan Ketua Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLDH) Jawa Barat, Dr. Ir. Setiawan Wangsa Atmaja pada acara aksi penghijauan Jawa Barat yang bertema “Balad Kuring” (Sunda) atau “ Bala Reang” (Jawa Indramayu) menanam pohon yang dipusatkan di halaman parkir Water Park Bojongsari Indramayu, Rabu (15/12) siang.

“Memang ancaman Indramayu bakal tenggelam itu, diperkirakan seratus tahun yang akan datang. Mungkin kita-kita ini sudah tidak ada lagi. Tapi apa yang kita lakukan hari ini, dengan peduli kebersihan lingkungan dan menanam pohon, berarti ikut peduli demi generasi mendatang. Inilah inti pokok dari acara lingkungan untuk menanam pohon,” kata Setiawan (atau yang akrab disapa Iwan) kepada sejumlah bupati/wali kota se-Jawa Barat.

Iwan juga merasa berterima kasih kepada Hj. Anna Sophanah sebagai Bupati Indramayu yang baru saja dilantik pada Minggu (12/12) siang, karena Anna dianggap salah satu kepala daerah yang terlihat serius peduli terhadap lingkungan dengan aksi program penghijauan dalam mengawali tugasnya sebagai pemimpin Indramayu.

Sehingga, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan penghargaan kepada Indramayu sebagai salah satu derah yang peduli lingkungan dan penghijauan. Dalam kesempatan itu, sejumlah penghargaan juga diberikan kepada para pegiat lingkungan yang ada di Jawa Barat. Diantaranya, Kelompok Tani Hutan Mangrove Indramayu “Rapi Jaya Putra Indramayu” yang dipimpin Junaedi, juga pihak sekolah diantaranya SMPN 2 Sindang RSBI.

Anna Sophanah yang mengawali pidato terbuka di depan publik sejak ia dilantik menjadi Bupati Indramayu pada Minggu (12/12) mengatakan, pada prinsipnya Kabupaten Indramayu tetap serius untuk menyelamatkan lingkungan.

“Segala program pembangunan harus mengacu pada bagaimana kajian lingkungannya. Itu dilakukan, demi keselamatan Indramayu dari berbagai ancaman bencana alam,” kata istri mantan Bupati Indramayu periode 2000-2005 dan 2005-2010, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin ( Yance) itu.

Dalam acara aksi penghijauan di Water Park Bojongsari itu, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Ir. Aep Surahman mengatakan, aksi tanam pohon dan sejumlah aksi kebersihan lingkungan meruapakan program rutin dan berkelanjutan yang dilakukan pihak Kantor Lingkungan Hidup yang dipimpinnya.

“Yang paling utama, untuk membangun kesadaran masyarakat agar peduli lingkungan yang ada di sekitarnya. Kebersihan lingkungan dan penghijauan semestinya harus dilakukan semua pihak sebagai makna dari aksi kepedulian lingkungan ini,” ujarnya. (Satim)*** Foto-foto : Satim

 

My Blog List

JASA PENGIRIMAN UANG

Site Info

Followers/Pengikut

PENDOPO INDRAMAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template