CARI BERKAH KLIK DI SINI

15 Januari 2010

Hari-Hari Terakhir Pohon Baujan Raksasa Bersejarah di Indramayu

Akhir dari Baujan Raksasa Bersejarah di Indramayu

Pohon baujan raksasa tengan diderek. (Foto : Satim)


Riwayat Baujan Raksasa Bersejarah

Telah Tamat

INDRAMAYU – Tamat sudah riwayat pohon baujan raksasa yang telah legenda di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat yang dulu, konon, mengandung kekuatan mistik dan diduga banyak dihuni makhluk halus. Kamis (14/1) sore, batang pohon baujan berdiameter sekitar 1,5 meter dengan lingkaran sekitar 4 meteran itu, diderek dan diangkut ke dalam dua truk jenis Fuso dengan armada pengungkitnya mengerahkan dua unit mobil derek meraung-raung di pojok Jalan Murah Nara Indramayu, samping Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu.

Tanpa ada penjelasan yang pasti, mengapa pohon baujan raksasa itu ditebang dan dirobohkan, lalu kayu gelondongannya diduga dijual oknum tertentu. Padahal pohon tersebut ditengarai merupakan aset Pemerintah Kabupaten Indramayu, serta merupakan salah satu saksi bisu sejarah keberadaan balai pengobatan pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1827, seperti dikisahkan dalam Buku Sejarah Indramayu cetakan 1977.

Pohon baujan raksasa yang diduga telah berusia ratusan tahun itu, berada persis di depan rumah Dinas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, yang sekarang digunakan untuk perkantoran sementara oleh lembaga tersebut. Rumah dinas itu, kini tercatat sebagai bangunan cagar budaya yang telah berusia ratusan tahun. Konon, dibangun pada masa pemerintahan Belanda 1827 ketika kawasan Sungai Cimanuk dijadikan pelabuhan ekspor-import barang-barang kebutuhan pokok. Posisi pelabuhan Cimanuk itu persis berada di depan rumah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr. H. Suwardi Astradipura, MARS ketika dikonfirmasi berkaitan ditebangnya pohon baujan raksasa itu, Kamis (14/1) dan Jumat (15/1), tidak ada di kantornya. Oleh para stafnya dikatakan, ia tengah sibuk dengan kegiatan pemantauan ke sejumlah Puskesmas, katanya.

Namun dikaitkan dengan program penghijauan yang tengah digulirkan pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Indramayu dengan konsep nasionalnya “one man one tree”(satu orang menanam satu pohon), tampaknya penebangan pohon baujan itu amnat disayangkan, karena mengurangi kerindangan sebagian kecil dari kawasan Kota Mangga Indramayu.

“Kawasan Bumi Wiralodra Indramayu ini perlu dirindangkan. Baik di pantai maupun di seluruh daratan lainnya. Ini program yang harus didukung oleh semua pihak. Jangan asal menebang kayu saja, namun kapan mau menanamnya ?,” kata Drs. H. Yayan Mulyantoro MM, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Indramayu seusai menggelar acara pencanangan penghijauan tahun 2010 di kantornya.

Rupanya, pohon baujan raksasa itu mengandung nilai historis dalam perkembangan kawasan Kota Mangga dulu dan sekarang. Selain itu, oleh sebagian warga diyakini, sewaktu Jalan Murah Nara belum diperlebar dan penerangan jalan umum belum terpasang di pertigaan itu, justru pohon baujan tersebut diduga dihuni sejumlah makhluk halus yang sering mengganggu warga yang tengah lewat.

“Saya pernah menjumpai barisan kendi berjejer dari tepi jalan hingga ke tengah jalan. Namun begitu mau lewat, tiba-tiba sesosok dedemit raksasa yang tinggi dan besar berdiri di tengah-tengah jalan. Saya lemas dan pingsan. Baru bangun ketika ada seseorang yang mengaku warga Penganjang kebetulan lewat naik sepeda. Peristiwa tersebut terjadi sekitar tahun 1980-an,” ungkap Kadiman (86), warga Sindang, Indramayu.

Namun Kadiman sangat prihatin begitu mendengar pohon baujan raksasa tadi telah ditebang. Alasannya, warga Sindang paling banyak mengingat-ingat pohon baujan itu sewaktu Indramayu dulu masih dijajah Belanda.

“Secara pribadi, saya ikut sedih. Pohon baujan itu punya kenangan sejarah ketika rumah sakit belum dikembangkan seperti sekarang. Dulu, rumah tua di situ pernah dihuni dokter Belanda, dan dijadikan balai pengobatan. Kemudian berturut-turut menjadi tempat praktek dokter hingga jaman reformasi,” ujar mantan pejuang Angkatan’45 itu.(Satim)***

Tahun Kedua Program Rakyat Ketemu Bupati Indramayu

Rakyat Ketemu Bupati (RKB)

Bupati Indramayu, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin (Yance) tengah berdialog dengan warga miskin dalam acara Rakyat Ketemu Bupati (RKB) di Pendopo Bupati, Jumat (15/1). (Foto : Dok. Humas)

Pecahkan Persoalan Warga Miskin

Bupati Kembali Bertemu Rakyat

INDRAMAYU - Agenda Bupati Indramayu bertemu dengan rakyat yang digelar setiap hari
Jum’at, tak terasa telah memasuki tahun ke-2. Pada tahun sebelumnya, kegiatan ini telah berhasil membantu masyarakat miskin yang sangat membutuhkan dengan berbagai macam bantuan.

Jum’at (15/1) siang, bertempat di ruang dalam Pendopo Indramayu, Bupati Dr. H. Irianto MS Syafiuddin menerima sembilan orang dari berbagai tempat dan profesi.

Kepala Bagian Agama dan Kesra Setda Indramayu Drs. H. A. Mujahid DN, SPd, M.Si mengatakan, pertemuan ini merupakan periode ke 14 dan pertama dilakukan pada tahun 2010.

“Seperti tahun sebelumnya, dalam penyelesaian permasalahan bagi masyarakat miskin, maka berbagai lembaga ikut terlibat seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinsosnaker, RSUD, Yayasan Gempur Gakin, hingga BAZ,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Indramayu, Ade Suhayati SH, MSi dalam siaran persnya, Jumat(15/1) siang.

Dalam pertemuan itu terungkap warga yang meminta bantuan kepada bupati diantaranya, Sukarlan, warga Desa Terusan, Kecamatan Sindang mengharapkan bantuan biaya pengobatan bagi anaknya yang tengah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu akibat kecelakaan yang mencapai Rp 20 juta. Kemudian Warsim, warga Kelurahan Margadadi mengharapkan adanya bantuan modal untuk berjualan rokok dan lainnya.

Sementara warga yang mengharapkan bantuan untuk biaya pendidikan anak-anaknya, yakni Duta, warga Kelurahan Lemahmekar, Yeti, warga Desa Pabean Udik, Darno, Sri Sarinande, dan Sutadi yang kesemuanya warga Kelurahan Margadadi. Sedangkan Rudi Hartono, warga Kelurahan Kepandean mengharapkan bantuan mesin jahit untuk menjalankan usahanya sebab mesin jahit yang sudah ada saat ini sudah tidak layak untuk dipakai.

Pada kesempatan itu, Bupati Yance (begitu sapaan akrab Dr. H. Irianto MS Syafiuddin) langsung memerintahkan kepada OPD dan lembaga terkait untuk segera membantu, dan menyelesaikan apa yang dikeluhkan oleh masyarakat tersebut.

“Meskipun nilainya sedikit, namun harap bupati, ini bisa jadi suatu solusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh para keluarga miskin,” tutur Ade Suhayati, Kabag Humas Setda Indramayu yang mantan Camat Arahan itu. (Satim) ***

14 Januari 2010

Pohon Bersejarah di RSUD Indramayu Ditebang

5 Januari 2010

Kemenangan Daniel, Bukti Kehebatan Yance

Edy Sofyan

KEMENANGAN DANIEL

Edy Sofyan : “Yance Membuktikan Politikus Hebat”

INDRAMAYU – H. Daniel Muttaqien ST, anaknya Bupati Indramayu Dr. H. Irianto MS Syafiuddin, Kamis (5/1) sore sekitar pukul 17.05 WIB resmi dinyatakan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten terpilih dalam forum Musyawarah Daerah (Musda) VIII Partai Golkar Kota Mangga itu.

Daniel unggul karena berhasil menyabet 20 suara, sementara lawannya H. Uryanto Hadi SH, SE yang dianggap tokoh senior “Beringin” Indramayu hanya mampu menghimpun 14 suara dalam Musda VIII Partai Golkar Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat yang berlangsung dari Kamis (5/1) pagi hingga mejelang petang yang bertempat di Wisma Haji Indramayu.

Kemenangan Daniel yang disebut-sebut sebagai tokoh muda di partai berlambang poon beringin itu, oleh sebagian pihak dianggap peristiwa yang baru, dan sebagian pihak lagi menilai, bahwa kemenangan Daniel merupakan keberhasilan Yance (panggilan akrab Dr. H. Irianto MS Syafiuddin) sebagai politikus hebat di Jawa Barat.

“Yance telah membuktikan kepada publik, sebagai tokoh politik yang mampu membangun kekuatan politik dengan visi dan misinya, seperti Indramayu Remaja, dan mampu menggolkan kepemimpinan Golkar tidak jatuh ke tangan orang lain, namun ke anaknya sendiri untuk menyatukan suara dalam agenda politik ke depan. Baik Pilkada 2010, maupun Pemilu 2014 mendatang,” kata Edy Sofyan, pemerhati politik Indramayu, Kamis (5/1) sore di kantornya.

Edy Sofyan mengatakan, ia melihat sosok Yance sebagai tokoh yang langka di Jawa Barat. Terbukti, Yance berhasil terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat. Sementara kursi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Indramayu yang ditinggalkannya, kini diraih anaknya, meski masih terbilang muda, namun sudah berhasil bermain di pentas politik daerah.

“Jadi pengkaderan yang dibangun Yance patut diacungi jempol. Kita ini tampaknya agak sulit menemukan sosok seperti Yance itu. Kini persoalannya, siapa kader Golkar yang dicalonkan untuk bertarung di Pilkada 2010 yang tak lama lagi digelar di Kabupaten Indramayu,” ungkap Edy Sofyan sambil menyampaikan,“Selamat atas terpilihnya Daniel Muttaqien sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Indramayu,” ucapnya.

Diperoleh informasi, Kamis (5/1) malam ini usai ba’da Isya, Daniel bakal dilantik sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Indramayu. Konon, upacara pelantikan akan dilakukan oleh Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin (Yance), ayah kandung Daniel yang sekarang menjabat Bupati Indramayu sudah dua periode.

“Sebuah acara seremonial politik yang jarang terjadi di dunia ini, seorang ayah melantik anaknya. Itulah keberhasilan Yance dalam membangun kekuatan Golkar di Bumi Wiralodra,” komentar Duliman, Ketua Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Cabang Indramayu. (Satim)*** Foto : Satim

Daniel Paling Diunggulkan dalam Musda VIII Tahun 2010 Partai Golkar Kabupaten Indramayu

Daniel Paling Diunggulkan

Restu Yance Menentukan Hasil Musda Partai Golkar
INDRAMAYU – Meski Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Indramayu, H Irianto MS Syafiuddin (Yance), telah mengisyarakatkan bakal bersikap netral, namun figur yang akan terpilih saat musda nanti sepertinya tidak akan lepas dari restu orang nomor satu di Kota Mangga tersebut. Sebab hingga kini kharisma Yance masih sangat tinggi, sehingga siapapun calon yang maju jika sudah direstuinya tidak akan sulit untuk menang.

Dari sederetan nama kandidat ketua DPD yang berkembang saat ini, sosok Daniel Muttaqin ST lebih banyak diunggulkan meraih kemenangan pada Musda VIII yang akan digelar 5 Januari 2010 nanti. Karena sosok Daniel yang kini duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dinilai lebih diterima semua pihak dan mampu melanjutkan kepemimpinan Yance yang notabene adalah ayahnya.

“Bung Daniel lebih diunggulkan oleh kalangan internal Partai Golkar untuk meraih dukungan yang besar pada musda nanti. Meskipun masih muda, namun sosok Daniel dianggap sudah cukup mampu untuk memimpin partai ke depan,” ujar Sekretaris PK PG Kecamatan Sliyeg, Sutomo SH, Minggu (27/12) saat ditemui di sekratariat PK.

Sutomo mengaku menyambut positif komitmen Yance yang tidak akan melakukan pengondisian, dan memberikan kesempatan kepada siapapun kader Golkar untuk maju sebagai ketua. Sebab hal itu akan memberikan keleluasaan bagi peserta musda untuk menentukan pilihannya.

“Dengan semangat demokrasi pada musda nanti, maka siapapun yang terpilih adalah yang terbaik. Hanya saja tugas ketua baru nanti cukup berat. Karena kebesaran partai yang sudah diraih dengan sangat baik oleh kepemimpinan Yance, minimal harus dipertahankan, syukur-syukur bisa ditingkatkan lagi,” jelasnya.

Meskipun lebih diunggulkan, tambah Sutomo, tidak berarti menutup peluang bagi kandidat lain untuk maju. Termasuk sosok Deddy Rachmatullah dan Uryanto Hadi SH SE.

Sementara itu, entah serius atau bercanda, usai rapat panitia musda VIII DPD PG, Dedy Rachmatullah dan Uryanto Hadi bergandengan tangan sambil mengatakan bahwa mereka sepakat untuk berkompetisi secara sehat. “Coba ditulis, kami siap berkompetisi secara sehat dalam musda nanti. Siapapun yang terpilih jadi ketua, maka diantara kami yang kalah ini siap jadi sekretarisnya bila disetujui tim formatur,” ujar Dedy. (mak)***

Source : Radar Indramayu, Selasa, 5 Januari 2010

3 Januari 2010

Saksikan Ambruknya Atap Rangka Baja Gedung Baru Akper Pemkab Indramayu, Kamis (31/12) sekitar pukul 07.05 WIB.


Foto-Foto : Satim

Ambruknya Atap Gedung Akper Tanggung Jawab Siapa ?

Kondisi Bangunan Akper Pemkab Indramayu yang atap rangka bajanya ambruk. Gambar diambil dari atas bangunan yang ambruk tersebut.

Para pekerja sedang memberesi genteng akibat rangka baja atap Gedung Akper Pemkab Indramayu yang ambruk, Kamis (31/12) sekitar pukul 07.05 WIB. (Satim) Foto : Satim

AMBRUK DAN BERANTAKAN – Rangka baja bagian atap yang memikul beban genteng gedung Akper Pemkab Indramayu itu, ambruk dan berantakan sambil memuntahkan genteng ke lantai dan halaman gedung yang baru dibangun tersebut, Kamis (31/12) pagi sekitar pukul 07.05 WIB. (Satim) Foto : Satim

Ambruknya Atap Gedung Akper

Tanggung Jawab Siapa ?

INDRAMAYU – Teka-teki siapa yang paling bertanggung jawab terhadap ambruknya atap rangka baja Gedung Akademi Keperawatan (Akper) Pemkab Indramayu, Provinsi Jawa Barat pada Kamis (31/12) pagi ?

Beberapa pihak Akper Pemerintah Kabupaten Indramayu yang ditemuai seusai kejadian, lebih mengesankan tidak mau bertanggung jawab. “Bangunan itu memang sudah diserahterimakan akhir 2008 lalu dari kontraktor kepada kami. Atas kejadian ambruknya atap rangka baja bangunan itu, kami sudah mengubungi pemborongnya, dan pihak pemborong sudah menyanggupi akan menggantinya dengan rangka baja yang baru. Konon, karena masih ada garansi sampai sepuluh tahun jata pihak pemborong,” kata Sri Ratna, Direktur Bidang Administrasi Umum Akper Pemkab Indramayu, Kamis (31/12) siang, beberapa jam seusai kejadian ambruknya gedung Akper yang baru dibangun itu.

Sri berdalih, pihaknya hanya menerima gedung itu dari pihak pemborong, Pe’i yang memakai bendera perusahaan CV. Bela Persada setelah semua persyaratan administrasi, seperti hasil pemeriksaan konsultan, dinas instansi terkait, seperti Cipta Karya dan Badan Pengawas Daerah (Bawasda) dianggap tidak ada masalah.

“Nah, sekarang terjadi bencana ambruknya atap rangka baja gedung itu, kami sudah menghubungi sejumlah pihak, seperti Bawasda, pemborong, dan konsultannya. Kami hanya melaporkan adanya kejadian amruknya atas rangka baja gedung Akper tersebut,” ujar Sri sambil berdalih, bahwa awalnya tidak ada masalah terhadap gedung itu.

Sejauh ini, Khaerudin yang dikatakan Sri Ratna sebagai pihak konsultan perencanaan terhadap gedung Akper Pemkab Indramayu yang roboh tersebut, memang belum sempat dikonfirmasi. Namun Sri kabarnya sudah memberitahukan atas kejadian itu melalui Pe’i selaku kontraktornya. “Saya juga hingga hari ini (Kamis), belum bertemu dengan konsultannya. Ambruknya atap rangka baja itu diduga tak kuat menahan beban genteng,” tutur Sri kepada wartawan yang melakukan wawancara dengannya.

Sumber ToeNTAS News menyebutkan, beberapa pihak mestinya harus bertanggung jawab terhadap ambruknya rangka baja atap bangunan Akper Pemkab Indramayu itu. Seperti pihak Direktur Akper Pemkab Indramayu pun, mestinya harus ikut bertanggung jawab. Termasuk pihak Bawasda pun, tidak lepas dan harus ikut bertanggung jawab. Konon, karena pihak Bawasda (kini berganti nama Inspektorat) merupakan lini terakhir yang menggolkan cair dan tidaknya duit negara ke rekening pihak ketiga.

Kamis (31/12) sore itu juga, ToeNTAS News, Harian Pelita dan Sensor mengkonfirmasi Kepala Inspektorat Kabupaten Indramayu, H. Muhamad Rakhmat SH, MH di kantornya. Namun tidak memperoleh jawaban tentang siapa yang bertanggung jawab terhadap ambruknya atap rangka baja gedung Akper Pemkab Indramayu. Rakhmat hanya menjawab,”Sebetulnya, bangunan itu sudah serah terima akhir tahun 2008 lalu. Kalau rangka atapnya seperti ini, nah, ini sih bukan rangka baja kayaknya seng ini,” kata Rakhmat sambil menghantamkan potongan rangka atap bangunan Akper Pemkab Indramayu yang ambruk tadi di lantai kantornya. “Preengg...” suara yang dipantulkan dari benda yang digenggamnya itu hingga penyok.

“Ambruknya rangka baja atap bangunan Akper, merupakan pelajaran bagi pihak Inspektorat ini. Apalagi sejumlah bangunan pemerintah menggunakan rangka baja. Namun, kami kembalikan lagi kepada pihak perencana dan pengawasan lapangannya seperti apa. Merekalah yang lebih tahu sejak awal,” ujar Rakhmat yang ditemani beberapa stafnya di teras kantornya.

Pihak kontraktor memang telah menyatakan siap untuk memperbaikinya. "Saya sudah katakan siap untuk memperbaikinya. Masih ada garansi dari pihak perusahaan rangka baja, agar menggantinya dengan yang baru, " ungkap Pe'i kepada para wartawan, Kamis (31/12) sore di halaman Akper Pemkab Indramayu. (Satim)***

2 Januari 2010

Hasil Penelusuran google.co.id tentang Ambruknya Atap Gedung Akper Pemkab Indramayu, Kamis (31/12/2009) sekitar pukul 0 7:05 WIB

Gedung Baru Akper Pemkab Indramayu yang Atapnya Ambruk, Kamis (31/12) sekitar pukul 07/05 WIB

http://www.google.co.id/search?client=firefox-a&rls=org.mozilla%3Aid%3Aofficial&channel=s&hl=id&source=hp&q=Atap+Gedung+Akper+Pemda+Indramayu+Ambruk&meta=&btnG=Telusuri+dengan+Google

Sabtu, 2 Januari 2010

· Hasil penelusuran berita untuk Atap Gedung Akper Pemda Indramayu Ambruk


Atap Gedung Asrama Akper Ambruk - 1 hari yang lalu

Media Indonesia - Ditemukan 6 artikel yang sesuai »

· Republika Online - Baru Selesai Dibangun, Atap Akper Pemda ...

INDRAMAYU -- Atap gedung asrama mahasiswa Akademi Perawat (Akper) Pemda Ka bu paten Indra ma yu, ambruk, Ka mis (31/12) sekitar pukul 07.00 WIB. ...
www.republika.co.id/koran/0/99478 - 8 jam yang lalu

· Atap Gedung Asrama Akper Ambruk

1 Jan 2010 ... INDRAMAYU--MI: Atap gedung asrama mahasiswa Akademi Perawat (Akper) Pemda Kabupaten Indramayu ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ...
www.mediaindonesia.com/.../Atap-Gedung-Asrama-Akper-Ambruk - Amerika Serikat - 10 jam yang lalu - Tembolok

· Kedatangan_Jenazah_Pilot_Pesawat_Sinar_Mas_Disambut_Isak_Tangis

Jumat, 01 Januari 2010 14:10 WIB. Atap Gedung Asrama Akper Ambruk. Jumat, 01 Januari 2010 13:50 WIB ... Asrama Akademi Perawat Indramayu Ambruk ...
www.mediaindonesia.com/.../Kedatangan_Jenazah_Pilot_Pesawat_Sinar_Mas_Disambut_Isak_Tangis - Amerika Serikat - Tembolok


Tampilkan hasil lainnya dari www.mediaindonesia.com

· PIKIRAN RAKYAT - Atap Asrama Akper Ambruk

PENGELOLA kantin Akademi Perawat (Akper) Pemkab Indramayu mengamati atap gedungAkper yang ambruk, Kamis (31/12). Gedung berlantai dua yang baru ...
newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib...id... - 11 jam yang lalu
asrama

· Primair Online - Portal Berita Hukum & Politik | Asrama baru Akper ...

Asrama baru Akper Indramayu ambruk. Indramayu - Asrama Akademi Perawat (Akper) kabupaten Indramayu,Jawa ... Adapun, atap bangun disebutkan terbuat dari baja ringan,dengan genteng yang cukup berat. ...pemerintah daerah mestinya kualitas ... Gedung Nasional Langkat runtuh saat. ...
www.primaironline.com/.../detail.php?...akper-indramayu-ambruk - Tembolok
"Bangunan asrama menggunakan anggaran

· GALAMEDIA - Indonesia's Best Newspaper 2005 - Koran Urang Bandung ...

2 Jan 2010 ... Atap gedung asrama mahasiswa Akademi Perawatan (Akper) Pemkab Indramayu, Kamis (31/12) sekitar pukul 07.00 WIB, ambruk. ...
www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode... - 7 jam yang lalu

· GALAMEDIA - Indonesia's Best Newspaper 2005 - Koran Urang Bandung ...

2 Jan 2010 ... Baru Dibangun, Gedung Akper Ambruk. INDRAMAYU,(GM).- Atap gedung asrama mahasiswa Akademi Perawatan (Akper) Pemkab Indramayu, Kamis (31/12) ...
www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode... - 8 jam yang lalu

31 Desember 2009

Tahapan Akhir Pembangunan Jembatan Pecuk Kabupaten Indramayu Tahap III Tahun 2009. Foto-Foto : Satim


Tantangan Arsitektur : Ambruknya Atap Gedung Akper Pemda Indramayu, Kamis (31 /12/2009) Sekitar Pukul 07.05 WIB. Foto-Foto : Satim

Sumber : http://www.google.co.id/search?client=firefox-a&rls=org.mozilla%3Aid%3Aofficial&channel=s&hl=id&source=hp&q=Atap+Gedung+Akper+Pemda+Indramayu+Ambruk&meta=&btnG=Telusuri+dengan+Google
Sabtu, 2 Januari 2010
· Hasil penelusuran berita untuk Atap Gedung Akper Pemda Indramayu Ambruk
http://www.google.co.id/images/newspaper.gif
Atap Gedung Asrama Akper Ambruk‎ - 1 hari yang lalu

INDRAMAYU--MI: Atap gedung asrama mahasiswa Akademi Perawat (Akper) Pemda Kabupaten Indramayu ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena ...

Media Indonesia - Ditemukan 6 artikel yang sesuai »

· Republika Online - Baru Selesai Dibangun, Atap Akper Pemda ...

INDRAMAYU -- Atap gedung asrama mahasiswa Akademi Perawat (Akper) Pemda Ka bu paten Indra ma yu, ambruk, Ka mis (31/12) sekitar pukul 07.00 WIB. ...
www.republika.co.id/koran/0/99478 - 8 jam yang lalu
· Atap Gedung Asrama Akper Ambruk

1 Jan 2010 ... INDRAMAYU--MI: Atap gedung asrama mahasiswa Akademi Perawat (Akper) Pemda Kabupaten Indramayu ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ...
www.mediaindonesia.com/.../Atap-Gedung-Asrama-Akper-Ambruk - Amerika Serikat - 10 jam yang lalu - Tembolok
· Kedatangan_Jenazah_Pilot_Pesawat_Sinar_Mas_Disambut_Isak_Tangis

Jumat, 01 Januari 2010 14:10 WIB. Atap Gedung Asrama Akper Ambruk. Jumat, 01 Januari 2010 13:50 WIB ... Asrama Akademi Perawat Indramayu Ambruk ...
www.mediaindonesia.com/.../Kedatangan_Jenazah_Pilot_Pesawat_Sinar_Mas_Disambut_Isak_Tangis - Amerika Serikat - Tembolok

Tampilkan hasil lainnya dari www.mediaindonesia.com
· PIKIRAN RAKYAT - Atap Asrama Akper Ambruk

PENGELOLA kantin Akademi Perawat (Akper) Pemkab Indramayu mengamati atap gedung asrama Akper yang ambruk, Kamis (31/12). Gedung berlantai dua yang baru ...
newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib...id... - 11 jam yang lalu
· Primair Online - Portal Berita Hukum & Politik | Asrama baru Akper ...

Asrama baru Akper Indramayu ambruk. Indramayu - Asrama Akademi Perawat (Akper) kabupaten Indramayu,Jawa ... Adapun, atap bangun disebutkan terbuat dari baja ringan,dengan genteng yang cukup berat. ... "Bangunan asrama menggunakan anggaran pemerintah daerah mestinya kualitas ... Gedung Nasional Langkat runtuh saat. ...
www.primaironline.com/.../detail.php?...akper-indramayu-ambruk - Tembolok
· GALAMEDIA - Indonesia's Best Newspaper 2005 - Koran Urang Bandung ...

2 Jan 2010 ... Atap gedung asrama mahasiswa Akademi Perawatan (Akper) Pemkab Indramayu, Kamis (31/12) sekitar pukul 07.00 WIB, ambruk. ...
www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode... - 7 jam yang lalu
· GALAMEDIA - Indonesia's Best Newspaper 2005 - Koran Urang Bandung ...

2 Jan 2010 ... Baru Dibangun, Gedung Akper Ambruk. INDRAMAYU,(GM).- Atap gedung asrama mahasiswa Akademi Perawatan (Akper) Pemkab Indramayu, Kamis (31/12) ...
www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode... - 8 jam yang lalu

Baru Selesai Dibangun, Atap Akper Pemda Indramayu Ambruk


INDRAMAYU -- Atap gedung asrama mahasiswa Akademi Perawat (Akper) Pemda Ka bu paten Indra ma yu, ambruk, Ka mis (31/12) sekitar pukul 07.00 WIB. Padahal, gedung ter sebut baru selesai dibangun dan belum sempat ditempati. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Berdasarkan pantauan Repu bli ka, atap yang am b ruk ter sebut terbuat dari rangka baja. Atap itu me naungi enam kamar as ra ma yang terletak di lantai dua.

Akibatnya, keenam ka mar tersebut rusak pa rah. Patahan rangka baja yang ambruk memenuhi lan tai di enam kamar tersebut. Tak hanya itu, ruangan kamar juga dipenuhi peca h an gen ting dan plafon. Kondisi tersebut juga terjadi di lorong de pan kamar man di yang ber dampingan de ngan kamar-kamar tersebut. Pengelola kantin Akper Pemda, Ina Darsinah, me nu tur kan, peristiwa itu terjadi sangat cepat. Dia me ng aku men dengar suara ge muruh yang sangat keras. Dia bahkan mengira telah ter jadi gempa bumi.

Saya langsung lari ke luar karena ta kut ada gempa bumi, ujar Ina yang kantinnya te pat berada di samping ge dung asrama. Dia mengaku terkejut karena ternyata suara ge muruh itu bersumber dari am bruknya atap gedung as rama. Menurut Ina menga takan, atap tersebut langsung ambruk dalam sekali waktu dan menimpa ke enam ruang kamar asrama. Malam hari sebelum terjadinya peristiwa itu, hujan turun deras.

Namun pada saat kejadian, cuaca da lam kondisi cerah.�h Salah seorang pekerja bangunan, Edo menduga, ambruknya atap rangka baja tersebut disebabkan tidak kuat menahan beban genting yang terbuat dari tanah liat. Dia mene rangkan, beban itu bertambah berat saat hujan turun. �gKarena tidak kuat, rangka baja akhirnya ambruk,�h katanya berdalih. Wakil Direktur Bidang Admi nistrasi Umum Akper Pemda Kabuapten Indra mayu, Sri Ratna mengatakan, gedung ter sebut baru selesai dibangun pada ming gu terakhir Desember 2009.

Bahkan, gedung ter se but baru diserahterimakan dari pihak kontraktor kepada pihak kampus be be rapa hari sebelum peris ti wa itu terjadi. Sri menerangkan, kontraktor yang membangun ge dung itu adalah CV Bela Persada. Dia mengatakan, pe ristiwa ter sebut telah dila porkannya ke pada pi hak kontraktor. Kontrak tor me nyatakan bersedia ber tang gung jawab, kata nya menegas-kan.

Dia menambahkan, rangka baja yang am bruk itu memiliki ga ransi sepuluh tahun. Sri mengaku, sangat prihatin dengan peristiwa ter sebut. Na mun, dia meng aku, lega karena gedung ter sebut belum sempat di tem pati para mahasiswa. Ren cananya, gedung akan di t empati setelah perganti an tahun baru 2010. Menurut Sri, atap ge dung yang ambruk itu me rupakan as rama putra.

Setiap ruang ka mar, akan di tem pati oleh em pat sampai enam orang maha siswa. Ka ta dia, kasus tersebut te lah disampaikannya kepada pihak Ba dan Pengawas Dae rah (Ba wasda) Ka bu paten Indra ma yu. Pasalnya, biaya pem bangun an ge dung itu bersum ber da ri APBD sekitar Rp 500 juta. �¡ lilis, ed: agus

Sumber : Republika online, Sabtu, 02 Januari 2010 pukul 11:06:00



Atap Gedung Asrama Akper Ambruk


Media Indonesia, Jumat, 01 Januari 2010 14:10 WIB

Penulis : Nurul Hidayah

INDRAMAYU--MI: Atap gedung asrama mahasiswa Akademi Perawat (Akper) Pemda Kabupaten Indramayu ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena bangunan baru dibangun dan belum sempat ditempati.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, atap gedung asrama mahasiswa Akper milik Pemda Indramayu yang terbuat dari rangka baja itu ambruk pada Kamis (31/12) sekitar pukul 07.00 WIB. Atap tersebut menaungi enam kamar asrama yang terletak di lantai dua. Akibatnya,keenam kamar tersebut pun rusak parah.

Patahan rangka baja yang ambruk memenuhi lantai di enam kamar. Tidak hanya itu, kamar pun dipenuhi pecahan genting dan plafon Kondisi yang sama pun terjadi di lorong depan kamar mandi yang berdampingan dengan kamar-kamar tersebut.

Ina Darsinah, pengelola kantin Akper Pemda Indramayu mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi sangat cepat. "Sebelumnya saya mendengar suara gemuruh yang sangat keras, seperti akan gempa bumi," katanya. Ina pun mengaku langsung lari dari kantin yang berada tepat di samping gedung asrama itu. Namun ia terkejat karena ternyata suara gemuruh tersebut bersumber dari ambruknya atap gedung asrama.

Dijelaskan Inah, pada malam hari sebelum atap ambruk pada pagi harinya, hujan memang turun dengan derasnya. "Tetapi pada saat kejadian, cuaca dalam kondisi cerah," katanya.

Edo, seorang pekerja bangunan menduga ambruknya atap rangka baja tersebut diakibatkan tidak kuat menahan beban genting yang terbuat dari tanah liat. "Beban itu bertambah berat saat hujan turun," katanya.

Sedangkan Wakil Direktur Bidang Administrasi Umum Akper Pemda Kabupaten Indramayu, Sri Ratna, mengakui jika gedung asrama tersebut baru selesai dibangun pada minggu terakhir Desember 2009.

"Gedung itu pun baru diserah terimakan dari pihak kontraktrok kepada pihak kampus beberapa hari sebelum peristiwa itu terjadi," kata Sri. (UL/OL-02)***

Sumber : Media Indonesia, Jumat, 01 Januari 2010 14:10 WIB

Baru Dibangun, Gedung Akper Ambruk

INDRAMAYU,(GM) - Atap gedung asrama mahasiswa Akademi Perawatan (Akper) Pemkab Indramayu, Kamis (31/12) sekitar pukul 07.00 WIB, ambruk. Padahal gedung berlantai dua tersebut baru dibangun dan akan ditempati awal tahun 2010.

Berdasarkan pantauan "GM", atap gedung yang ambruk dan menggunakan konstruksi dari rangka baja itu menaungi enam kamar asrama di lantai dua. Akibatnya keenam kamar tersebut rusak parah.

Menurut pengelola kantin, Ina Darsinah, peristiwa ini terjadi secara tiba-tiba. Saat itu ia mendengar suara gemuruh dari bagian samping, kemudian merembet ke bagian lainnya.

"Saya mengira ada gempa. Saya kaget, ternyata bagian atap gedung yang akan dijadikan asrama putra runtuh," katanya.

Menurutnya, atap tersebut ambruk seketika dan menimpa keenam ruang kamar asrama. Sebelum kejadian, pada malam hari hujan turun dengan deras. Namun pada saat kejadian cuaca dalam kondisi cerah.

Salah seorang pekerja bangunan, Edo (35) menduga, atap rangka baja tersebut ambruk karena tidak kuat menahan genting yang terbuat dari tanah liat. Beban itu bertambah berat saat hujan turun.

"Kalau dugaan saya, akibat beban yang terlalu berat. Sehingga rangka baja yang sudah terpasang tidak kuat menahannya, " tuturnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Administrasi Umum Akper Pemkab Indramayu, Sri Ratna mengatakan, gedung baru selesai dibangun pada minggu terakhir Desember 2009. Bahkan, katanya, baru diserahterimakan dari pihak kontraktor kepada pihak kampus beberapa hari sebelum peristiwa itu terjadi.

Ia menerangkan, kontraktor yang membangun gedung itu adalah CV Bela Persada dan pihaknya telah melaporkannya kepada pihak kontraktor yang membangun gedung.

"Pihak kontraktor menyatakan bersedia bertanggung jawab," ujarnya. (udi)***

Sumber : GALAMEDIA, Sabtu, 02 Januari 2010

Daerah Terancam Tidak Bisa Menikmati Siaran Televisi

Daerah Bisa Tak Menikmati TV

Televisi Lokal Dapat Bekerja Sama dengan Sesama Televisi Lokal

BANDUNG - Pemberlakuan peraturan sistem stasiun jaringan membuka peluang kemungkinan suatu daerah kehilangan akses televisi jika aturan tersebut dipaksakan pemberlakuannya. Untuk itu, perlu ada toleransi waktu pemberlakuan sistem stasiun jaringan.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat Dadang Rahmat, Selasa (29/12), menjelaskan, saat ini memasuki masa transisi stasiun televisi untuk memiliki badan hukum lokal. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 43/PER/M.KOMINFO/10/2009 mengamanatkan SSJ dilaksanakan per 28 Desember 2009.

Jika dipaksakan per 29 Desember 2009 stasiun televisi harus mempunyai badan hukum dan stasiun lokal, akan banyak daerah yang tidak bisa menikmati siaran televisi.

Alasannya, stasiun televisi yang selama ini menggunakan siaran relai akan kesulitan memenuhi tuntutan itu dan izin siaran radionya terancam dicabut sehingga tidak ada lagi siaran di daerah bersangkutan.

”Makanya, perlu ada toleransi, dengan catatan stasiun televisi bersangkutan benar-benar mengurus badan hukum lokalnya berikut infrastruktur yang dibutuhkan. Tentu harus dalam tempo secepat-cepatnya,” kata Dadang di Bandung.

Bekerja sama

Dadang menjelaskan, peraturan SSJ bukan berarti semua televisi nasional harus menjadi televisi lokal. Televisi nasional bisa saja bekerja sama dengan televisi lokal yang sudah ada.

”Bisa juga televisi lokal bergabung dengan sesama televisi lokal. Yang penting jelas ada kerja sama antara stasiun induk dan stasiun anggota,” tutur Dadang.

Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Pusat Bidang Struktur dan Sistem Penyiaran, Amar Ahmad, mengatakan, SSJ telah tertunda berkali-kali. Semestinya SSJ berlaku sejak 28 Desember 2004, seperti diatur dalam Pasal 60 UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Kemudian ditunda menjadi 28 Desember 2007 oleh PP No 50/2005 Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Swasta. Permen Kominfo No 32/2007 menundanya lagi menjadi 28 Desember 2009. Ini ditegaskan lagi oleh Permen Kominfo No 43/2009.

Mengenai sanksi bagi stasiun yang tidak menyelenggarakan SSJ, Amar mengatakan, yang berhak memberikan sanksi adalah Departemen Komunikasi dan Informatika berdasarkan Permen Kominfo No 43/2009.

”Izin penyelenggaraan penyiaran lembaga penyiaran swasta yang tidak mematuhi permen tersebut akan ditinjau kembali,” kata Amar, yang sekaligus mengklarifikasi berita Kompas tentang sanksi SSJ, Selasa (29/12).

10 persen lokal

Mengenai isi siaran, Permen Kominfo No 43/2009 mengatur agar setiap stasiun penyiaran lokal memuat siaran lokal minimal 10 persen dari seluruh waktu siaran per hari. Apabila sudah berkembang, siaran lokal harus ditingkatkan menjadi minimal 50 persen.

Ketua Yayasan Indonesia Gemilang Profesor Atie Rachmiatie memaparkan, yang dimaksud siaran (muatan) lokal adalah tayangan yang berisi kehidupan dan budaya masyarakat setempat sesuai dengan lokasi televisi tersebut disiarkan. Tayangan harus sesuai dengan kebutuhan, keinginan, dan harapan masyarakat. Di sana terdapat kontrol sosial, perekat sosial, ekonomi, dan kebudayaan.

Muatan lokal juga harus berarti, tayangan tersebut menggali, memanfaatkan, serta memelihara sumber daya alam dan sumber daya manusia. ”Semangat dasar siaran berjaringan adalah terpenuhinya keragaman kepemilikan (diversity of ownership), keragaman isi (diversity of content), dan kearifan lokal,” tutur Atie.

Dia memaparkan, selama ini hanya 20 persen isi tayangan televisi bermuatan pendidikan dan informasi. Adapun 80 persen sisanya adalah hiburan. Tayangan lebih banyak berisi budaya massa dan mengabaikan budaya lokal. (MHF)***

Source : Kompas, Rabu, 30 Desember 2009 | 03:39 WIB

28 Desember 2009

Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia Kabupaten Indramayu

Sekretariat RAN-HAM Indramayu

Papan Nama Sekretariat Panitia Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RAN-HAM) Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat sempat tergeletak di halaman depan Kantor Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Indramayu. (Satim)*** Foto : Satim

Ir. H. E. Herman Khaeron, MSi, anggota DPR-RI dari Partai Demokrat Menyumbang Mobil Ambulans untuk Rakyat Indramayu

Demi Rakyat Indramayu, Partai Demokrat Sumbang Dua Mobil

DEMOKRAT BANTU DUA MOBIL - Ir. H. E. Herman Khaeron, Msi, anggota DPR-RI dari Partai Demokrat menyerahkan mobil Ambulans dan mobil Kijang Innova kepada Ir. H. Budi Raharjo Herman yang mewakili pengurus Partai Demokrat Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Jumat (25/12) sore di halaman GOR Singalodra, Sindang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. (Satim)*** Foto-foto : Satim

Demokrat Sumbang Ambulans dan

Innova Untuk Rakyat Indramayu

INDRAMAYU – Partai Demokrat menyumbangkan dua armada untuk kegiatan, dan bakti sosial masyarakat Partai Demokrat di wilayah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Penyerahan bantuan dua mobil dilakukan Anggota DPR-RI dari Partai Demokrat, Ir. H. E. Herman Khaeron, MSi, selaku pemberi sumbangan, Jumat (25/12) sore.

Penyerahan bantuan dua armada untuk kegiatan sosial kemasyarakatan itu berlangsung di halaman GOR Singalodra Sindang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu seusai menggelar pertandingan sepakbola persahabatan dengan anggota wartawan Indramayu.

Dua mobil bantuan Partai Demokrat itu, diserahterimakan kepada Ir. H. Budi Raharjo Herman yang mewakili jajaran Pengurus Partai Demokrat Kabupaten Indramayu. Penyerahan bantuan kendaraan roda empat itu disaksikan seluruh jajaran pengurus dan anggota Partai Demokrat Kabupaten Indramayu, dan diliput oleh para wartawan Indramayu dari media cetak maupun elektronik seusai menang telak 3-0 melawan Partai Demokrat, Jumat (25/12) sore itu.

“Kendaraan bantuan ini bukan untuk kegiatan Partai Demokrat saja, namun siapa pun oleh meminjamnya. Jika wartawan dan masyarakat memerlukan kendaraan tersebut, silahkan menghubungi pengurus Partai Demokrat di Indramayu ini,” kata Herman Khaeron seusai acara penyerahan bantuan dua kendaraan operasional itu. (Satim)***

25 Desember 2009

Kesebelasan Wartawan Indramayu Melibas Partai Demokrat dengan 3-0

Kostum Sepakbola Wartawan Indramayu

Bertuliskan Ir. H. E. Herman Khaeron, MSi

INDRAMAYU - Inilah kostum tim sepakbola wartawan Indramayu ketika melawan jajaran pengurus Partai Demokrat yang dipimpin Ir. H. E. Herman Khaeron, MSi (anggota DPR-RI) dari Partai Demokrat. Pertandingan sepakbola persahabatan itu berlangsung di Lapangan Sepakbola GOR Singalodra Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Jumat (25/12) sore. Dalam laga sepakbola persahabatan ini, kesebelasan wartawan Indramayu yang dimotori H. Makali Kumar menang telak 3-0. (Satim) Foto : Satim***

Kesebelasan Wartawan Indramayu Unggul 3-0 atas Partai Demokrat

Tiga Gol dari Kaki Tomy dan Rio

INDRAMAYU – Unggul tiga gol dari kaki Tomy dan Rio atas kesebelasan Partai Demokrat, merupakan penghargaan bagi wartawan Indramayu di bawah koordinator H. Makali Kumar, Ketua PWI Perwakilan Indramayu. Meski dalam pertandingan persahabatan si kulit bundar itu, para pemainnya merupakan gabungan anggota PWI Perwakilan Indramayu dengan Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Cabang Indramayu, Jumat (25/12) sore di lapangan sepakbola GOR Singalodra Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. (Satim) Foto : Satim***

 

My Blog List

JASA PENGIRIMAN UANG

Site Info

Followers/Pengikut

PENDOPO INDRAMAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template