CARI BERKAH KLIK DI SINI

23 Agustus 2010

Yance Irianto dan Dedi Mulyadi Dicopot

Dari Ketua dan Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat

Yance Irianto dan Dedi Mulyadi Dicopot

BLK. FACTORY,(GM) - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar (PG), mencopot Irianto M.S. Syafiuddin atau yang bisa dipanggil Yance dan Dedi Mulyadi dari jabatannya sebagai Ketua dan Sekretaris DPD PG Jabar. Keputusan pemberhentian unsur pimpinan DPD PG Jabar tersebut, tertuang dalam Keputusan DPP PG No: KEP-84/DPP/GOLKAR/VIII/2010 yang ditandatangani Wakil Ketua Umum PG, Theo L. Sambuaga dan Sekjen, Idrus Marham tertanggal 20 Agustus 2010.

Pencopotan tersebut, disebabkan sanksi organisasi. Keduanya dinilai lalai, tidak mengindahkan perintah DPP PG, terkait hasil Musyawarah Daerah (Musda) PG Kab. Bekasi. DPP sudah menginstruksikan kepada Yance dan Dedi untuk segera melantik ketua terpilih hasil Musda PG Kab. Bekasi pada 12-20 Januari 2010, yaitu Darip Mulyana dan sekretarisnya, Muthada Sobirin.

Namun Yance tidak melakukannya. Ia malah menggelar musda tandingan di kantor DPD PG Jabar di Bandung yang memenangkan pasangan Neneng Hasanah dan Mahdi Syehan pada 24 Februari 2010 dan kemudian melantiknya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PG, Idrus Marham membenarkan pencopotan Yance dan Dedi. Keputusan tersebut hasil rapat pimpinan DPP PG pada 12 Agustus lalu dan sudah disahkan, Jumat (20/8). Yance dan Dedi diberhentikan karena melanggar aturan organisasi serta mengabaikan perintah DPP terkait hasil Musda Kab. Bekasi.

"Selain memberhentikan Yance dan Dedi, kami juga sudah menunjuk Happy Bone Zulkarnain selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DPD PG Jabar dan Hakim Kamaruddin selaku plt, sekretarisnya. Keduanya sudah ditugaskan DPP untuk segera melantik Darip-Muthada," jelas Idrus saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (21/8).

Terkait masalah ini, Idrus juga meminta Happy-Hakim segera melakukan konsolidasi internal untuk mempersiapkan penyelenggaraan musyawarah daerah luar biasa (musdalub), selambat-lambatnya dua bulan ke depan. Musdalub dilakukan untuk memilih ketua dan sekretaris.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Happy Bone mengungkapkan, meski sudah ditunjuk menjadi Plt. Ketua DPD Partai Golkar Jabar, ia belum menerima SK-nya. "Mungkin baru besok saya akan mengambil SK-nya ke Jakarta. Setelah itu, baru saya akan langsung bekerja sesuai instruksi DPP, " katanya.

Dihubungi secara terpisah, Yance mengaku belum menerima SK pemberhentian dirinya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jabar. "Hingga saat ini saya belum menerima surat keputusan DPP tersebut," katanya. Ia merasa yakin pemberhentian dirinya belum jadi sikap final DPP. Karenanya, terkait hal ini dalam waktu dekat dewan pengurus DPD Golkar Jabar akan segera memberikan klarifikasi ke DPP.

Hal senada diungkapkan Dedi Mulyadi. Ia yakin keputusan DPP yang telah dilayangkan belum jadi sikap final. "Terbitnya surat DPP itu saya yakin hanya karena miskomunikasi. Pak Yance kurang fokus pada penanganan permasalahan kepengurusan DPD Kab. Bekasi yang melatari turunnya SK tersebut," ujar Dedi.

Selama ini sebagai Bupati Indramayu, Yance lebih fokus pada upaya pemenangan pemilukada di daerahnya. Dengan suksesnya pemilukada di Indramayu, Yance akan lebih leluasa menangani permasalahan di DPD Golkar, termasuk memberikan klarifikasi kepada DPP terkait Musda Kab. Bekasi. "Karena SK tersebut belum final, kami yakin keputusan DPP itu akan dianulir," ujarnya. (B.96)***

Sumber : Galamedia.com, Minggu, 22 Agustus 2010

22 Agustus 2010

Pemilukada Indramayu : Hj Anna Unggul di 3 TPS

Pemilukada Indramayu

Hj Anna Unggul di 3 TPS

INDRAMAYU (Pos Kota) – Hasil perhitungan suara sementara pasangan cabup-cawabup Hj. Anna Sophanah – Drs.H. Supendi, M.Si unggul di 3 TPS (Tempat Pemungutan Suara) di Kecamatan Indramayu.

Cabup Hj. Anna Sophanah – Drs.H. Supendi di 3 TPS yaitu TPS 01 Kelurahan Margadadi, TPS 06 Kelurahan Lemahabang dan TPS 14 Kelurahan Lemahmekar meraih 621 suara atau sekitar 52,89 persen dari jumlah suara sah sebanyak 1.174 suara.

Berdasarkan hasil perhitungan sementara perolehan suara ke-6 pasangan cabup-cawabup peserta Pemilukada Indramayu 2010 pasangan cabup-cawabup H. Api Karpi – H. Rawita.R sebanyak 9 suara, Drs.H. Mulyono Martono, MM – Handaru Wijaya Kusumah, ST meraih 14 suara, Gorry Sanuri – Ruslandi meraih 42 suara, Hj. Anna Sophanah – Drs.H. Supendi, M.Si mendapatkan 621 suara, H. Toto Sucartono, SE – Kasan Basari sebanyak 134 suara dan H. Uryanto Hadi , SE, SH – H. Abas Abdul Jalil, M.Si mendapatkan 354 suara.

Kegiatan perhitungan dan rekapitulasi suara sementara hasil Pemilukada Indramayu 2010 sampai berita ini dikirim masih terus berlangsung. (taryani/sir).***

Source : Pos Kota, Rabu, 18 Agustus 2010 - 16:59 WIB

Baca Juga :

21 Agustus 2010

Grafik Perolehan Suara Final Hasil SMS Pilkada Indramayu 2010


Source : Radar Cirebon, Jumat, 20 Agustus 2010

PILKADA INDRAMAYU 2010 : Anna-Supendi Sulit Terkejar



Source : Kompas, Sabtu, 21 Agustus 2010

20 Agustus 2010

PILKADA INDRAMAYU : Pemahaman Panitia Minim

PILKADA INDRAMAYU

Panwaslu: Pemahaman Panitia Minim

INDRAMAYU - Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah Indramayu 2010 menemukan sejumlah anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan saksi menandatangani berita acara sebelum penghitungan suara dimulai. Kesalahan prosedur terjadi sebab minimnya pemahaman panitia terhadap aturan pelaksanaan pemilu.

Anggota Panwaslu Kabupaten Indramayu, Kustono, Kamis (19/8), mengatakan, tercatat dua bentuk pelanggaran yang terjadi selama hari pencoblosan. Pertama, penandatanganan berita acara oleh PPS dan saksi sebelum penghitungan suara dimulai. Kedua, penghitungan suara dimulai sebelum waktunya, pukul 13.00.

Meski terjadi pelanggaran, hal tersebut tidak sampai mengganggu ketertiban pelaksanaan pilkada. "Hampir di setiap kecamatan, di beberapa TPS, ditemui kesalahan panitia yang menandatangani blangko berita acara lebih dulu sebelum penghitungan suara selesai dilakukan. Menurut aturan, hal ini sudah melanggar," ujar Kustono.

Diperkirakan, kesalahan serupa terjadi di lebih dari 20 TPS. Namun, panitia yang melakukan kesalahan itu tidak dikenai sanksi. Mereka tak punya niat curang dengan maksud mengubah hasil perolehan suara. Tujuannya, mempercepat penghitungan suara supaya selesainya tidak sampai larut malam.

Petugas di TPS 6, Kelurahan Lemahabang, Kecamatan Indramayu, adalah salah satu yang melakukan kesalahan itu. Solusi Panwaslu adalah mengganti blangko itu dengan yang baru. Sayangnya, karena keterbatasan jumlah blangko, beberapa TPS tidak memperoleh blangko pengganti.

Menurut Sekretaris KPU Indramayu Ivan Carsipan, tak ada motif kecurangan yang sengaja dilakukan PPS. Hal ini murni karena PPS dan saksi ingin mempercepat penghitungan suara.

Fatal

Kesalahan fatal lain yang terjadi saat hari pencoblosan adalah penghitungan suara di TPS lebih awal dari jadwal. Kustono menjelaskan, pemilih datang setelah suara selesai dihitung, padahal waktu memilih masih tersisa. Itu berarti PPS telah menghilangkan hak suara pemilih.

Panwaslu juga menerima laporan beberapa warga yang tidak terdaftar sebagai pemilih, padahal dalam pemilu legislatif dan presiden mereka ikut memilih. Jumlah laporan warga yang tidak tercantum dalam dafttar pemilih tetap masih didata Panwaslu. (THT)***

Source : Kompas, Jumat, 20 Agustus 2010 | 17:49 WIB

19 Agustus 2010

PILKADA INDRAMAYU : Anna Teruskan Pemerintahan Suami

Source : Radar Indramayu, Kamis, 19 Agustus 2010

Anna Teruskan Pemerintahan Suami

INDRAMAYU - Meskipun belum resmi, perolehan suara sementara pasangan Anna Sophanah-Supendi mutlak mengungguli lima pasangan lainnya. Pasangan ini mendulang suara mencapai 59 persen dari total data sementara yang masuk ke KPU Indramayu.

Berdasarkan data sementara perolehan suara dari penghitungan cepat KPU Indramayu, hingga pukul 21.00, pasangan Anna-Supendi memperoleh 86.209 (59,11 persen) suara dari 145.840 suara yang telah terdata. Sejak awal penghitungan, sekitar pukul 15.00, pasangan nomor urut empat ini terus memimpin dengan perolehan suara di atas 55 persen.

Posisi kedua ditempati pasangan nomor urut enam, Uryanto Hadi-Abas Abdul Jalil, dengan perolehan 18.690 (12,81 persen) suara diikuti pasangan Gorry Sanuri-Ruslandi yang memperoleh 15.640 (10,69 persen) suara. Tiga pasangan lainnya, yang merupakan pasangan perseorangan, mendapat tak lebih dari 10 persen suara.

Tingginya perolehan suara Anna-Supendi sudah sesuai dengan target mereka. Sejak awal Anna optimistis perolehan akhir suara dukungannya lebih dari 50 persen. Itu terlihat dari hasil respons masyarakat selama kampanye dua pekan. Kepopuleran suaminya, Bupati Indramayu saat ini Irianto MS Syafiuddin (Yance), adalah modal terbesar meraup kemenangan. "Target perolehan suara saya di atas 50 persen," ujar Anna seusai mencoblos.

Terbukti, secara acak, perolehan suara di beberapa tempat pemungutuan suara (TPS) juga menunjukkan pasangan Anna-Supendi sulit dikejar oleh perolehan suara pasangan lain. Di TPS 01 dan 02 di Desa Soge, Kecamatan Kandanghaur, misalnya, perolehan suara pasangan nomor urut empat sampai 70 persen dan 52 persen.

Uryanto, calon bupati dari pasangan nomor enam, tetap yakin perolehan akhir suaranya bisa menembus 400.000 suara yang berasal dari simpatisan parpol, Nahdlatul Ulama, kalangan PNS, pengusaha, dan masyarakat yang ingin perubahan. Target suara terbanyak diperkirakan berasal dari daerah pemilihan (dapil) satu dan dua Indramayu.

Sekretaris KPU Indramayu Ivan Carsipan menegaskan, penghitungan cepat perolehan suara sementara yang dilakukan Media Centre KPU Indramayu bukan menjadi tolak ukur kemenangan pasangan calon. Data perolehan yang disajikan hanya gambaran raihan suara pasangan calon di setiap Panitia Pemungutan Suara.

Hasil pastinya, sesuai rekapitulasi berita acara yang dilaporkan setiap PPS, akan diketahui sekitar tanggal 22-26 Agustus. "Penghitungan cepat melalui pesan singkat dan telepon ini hanya gambaran awal dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara yuridis," ujar Ivan.

Sudah diprediksi

Kemenangan sementara pasangan Anna-Supendi, menurut Leli Salman Al-farizi, pengamat politik dari Universitas Wiralodra Indramayu, sudah diprediksi sejak awal. Meski penghitungan cepat yang dilakukan KPU Indramayu baru 6,2 persen dari jumlah pemilih dalam daftar pemilih tetap, yakni 1,335 juta pemilih, sampai pukul 17.30, data itu bisa menjadi gambaran awal bahwa pasangan nomor urut empat dipastikan menang.

Tingginya perolehan suara pasangan yang diusung Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa itu karena dua faktor. Pertama, kerja keras sukarelawan yang berada di luar struktur parpol. Kedua, kuatnya figur Yance. Di mata publik Indramayu, kekuasaan politik Yance mampu menciptakan kondisi sesuai rencana politiknya. (THT)***

Source : Kompas, Kamis, 19 Agustus 2010 | 13:34 WIB

PESTA DEMOKRASI : Menyongsong Pemimpin Baru Indramayu

PESTA DEMOKRASI

Menyongsong Pemimpin Baru Indramayu

Di ruang Media Centre KPU Indramayu, Nara Sardiman, Sekretaris Media Centre KPU Indramayu, sibuk membacakan hasil perolehan suara dari sejumlah tempat pemungutan suara yang dia terima melalui layanan pesan singkat. Dibantu dua rekannya, satu per satu data itu ditabulasikan. Jumlah perolehan suara sementara keenam pasangan calon pun terpampang di layar putih ukuran 2 meter x 2 meter.

Raihan suara bertambah pada layar penghitungan cepat KPU. "Saya bacakan satu-satu," ujar Nara, Rabu (18/8).

Kemarin memang waktu yang dinanti-nantikan seluruh warga Indramayu: hari pemilihan bupati dan wakil bupati 2010-2015. Enam pasangan dipilih 1,335 juta pemilih yang tersebar di 31 kecamatan. Warga berharap ada pemimpin baru yang akan membimbing mereka lima tahun ke depan.

Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin mengatakan, calon bupati dan wakil bupati yang menang adalah calon pemimpin Indramayu, bukan hanya pemimpin pendukungnya. Siapa pun yang menang ataupun kalah diharapkan berjiwa besar menerima kenyataan.

Yance, panggilan akrab Irianto MS Syafiuddin, berharap, lima tahun ke depan pemimpin mampu menjaga stabilitas keamanan dan ketenteraman warga di Indramayu. Pembangunan yang masih kurang harus disempurnakan, sedangkan yang sudah baik harus dipertahankan. Tujuan semua pasangan calon adalah bisa mempercepat pembangunan Indramayu.

"Saya titip Indramayu dan nasib masa depan anak-anak Indramayu. Jangan hanya memberikan janji, harus bisa mewujudkannya. Jika tidak, akan terjadi stagnasi pembangunan," ujar Yance seusai memberikan suara di TPS dekat rumahnya.

Membangun Indramayu

Sebagai calon yang maju dengan dukungan enam partai politik, H Uryanto Hadi siap menang ataupun kalah jika suara dukungannya tak sebesar targetnya, yakni 40 persen. Jika terpaksa menelan pil pahit, mantan kader Partai Golkar ini berlapang dada menerima kekalahan sekaligus memberikan masukan program kerja terbaik yang bisa dia sumbangkan untuk pembangunan Indramayu.

Calon bupati yang terpilih perlu melakukan konsolidasi bahwa dia adalah pilihan rakyat dan akan berjuang mementingkan kepentingan rakyat. "Pemimpin terpilih jangan membeda-bedakan karena itu akan menyulut perpecahan," kata Uryanto yang maju didampingi Abas Abdul Jalil.

Hasil sementara memang menunjukkan pasangan Anna Sophanah-Supendi berada di atas angin. Pasangan ini meraup 50 persen suara dari hasil hitungan cepat hingga Rabu petang. Namun, hal itu bukan hal penting bagi Warita (61), warga Kelurahan Margadadi, Indramayu.

Pemilihan bupati dan wakil bupati yang sudah berjalan sesuai aturan demokrasi yang baik merupakan gambaran perbaikan kualitas pemerintahan di Indramayu. Harapan dia selanjutnya adalah calon pemimpin yang baru, siapa pun orangnya, harus mampu meratakan pembangunan di seluruh pelosok Indramayu, khususnya pendidikan dan kesejahteraan hidup rakyat.

Siapa pun kandidat yang menang adalah pilihan rakyat Indramayu, entah itu pilihan atas dasar hati nurani atau kepentingannya. Yang penting, yang menang adalah pemenang dan yang kalah juga tetap sebagai pemenang. Mereka bertujuan sama: ingin membangun Indramayu. (TIMBUKTU HARTHANA)***

Source : Kompas, Kamis, 19 Agustus 2010 | 13:40 WIB

17 Agustus 2010

Sehari Jelang Coblosan, Mobil Kepala Desa di Indramayu Dibakar

Sehari Jelang Coblosan, Mobil Kepala Desa di Indramayu Dibakar

Selasa, 17 Agustus 2010 | 15:45 WIB

TEMPO Interaktif, Indramayu - Sehari menjelang pencoblosan Pemilukada Kabupaten Indramayu, sebuah mobil milik kepala desa dibakar. Diduga pembakaran terkait dukungan terhadap salah satu pasangan calon bupati.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, mobil yang dibakar adalah Suzuki Carry bak terbuka E 8773 KA. Mobil tersebut diketahui milik Yaya,38 tahun, warga RT 15/RW 05 Blok Siwalan, Desa Longok, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. Yaya sendiri merupakan adik dari kuwu (kepala desa) Longok, Yukanah.

Yaya mengaku tidak tahu pasti kenapa mobilnya bisa terbakar."Tiba-tiba saja api sudah membesar dan membakar bagian depan mobil," katanya. Mobil miliknya dibakar pada Senin (16/8) sekitar pukul 23.30 WIB.

Untuk menghindari ledakan dan kebakaran yang lebih besar, mobil yang semula terparkir di samping rumahnya lalu didorong ke halaman. Warga pun berusaha untuk memadamkan api dengan menyiramkan air. Akibatnya, bagian depan mobil yang terdiri dari setir, dashboard dan tape habis terbakar.

Darmo, suami Yukanah, menjelaskan jika pembakaran mobil milik adik iparnya itu diduga terkait pelaksanaan pemilukada di Kabupaten Indramayu. "Karena sejak 14 Agustus lalu, saya dan sejumlah aparat desa lainnya beberapa kali mendapat ancaman dari orang-orang tak dikenal," katanya. Orang-orang tak dikenal itu langsung mendatangi Balai Desa Longok.

Menurut Darmo, orang-orang tak dikenal itu mengancam agar salah satu pasangan calon bupati yang didukungnya harus menang di Desa Longok. "Jika tidak, kuwu akan dibunuh. Bahkan balai desa dan pabrik penggilingan milik kami akan ikut dibakar," katanya.

Pembakaran mobil sendiri, menurut Darmo, dilakukan oleh tiga orang yang mengendarai dua sepeda motor. "Ada saksi yang melihat. Kemungkinan mereka menduga mobil itu milik saya, tapi ternyata milik adik saya yang rumahnya tepat bersebelahan dengan saya," katanya.

Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Nasri Wiharto menjelaskan hingga kini pihaknya belum bisa memastikan motif di balik aksi pembakaran mobil tersebut. "Peristiwa ini masih kami selidiki dan dalami," katanya.

Pemilukada di Kabupaten Indramayu akan digelar pada 18 Agustus esok untuk memilih bupati periode 2010 hingga 2015. Sebanyak 1,36 juta warga di Kabupaten Indramayu sudah ditetapkan berhak mengikuti pemilukada tersebut.

Pemilih akan menyalurkan suaranya di 2.999 buah TPS yang tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu.

Sedangkan pasangan yang akan bertarung dalam pemilukada di Kabupaten Indramayu yaitu Api Karpi-Ruwita dari jalur independen, Mulyono Martono-Handaru Wijayakusumah dari jalur independen, Gorry Sanuri-Ruslandi yang dicalonkan PDIP dan Partai Hanura, Anna Sophanah-Supendi yang dicalonkan Partai Golkar dan PKB, Toto Sucartono-Kasan Basari dari jalur independen serta Uryanto Hadi-Abas Abdul Jalil yang dicalonkan koalisi perubahan. Foto : indramayunews.com
(Ivansyah)***

Mobil Pick-Up Dibakar Massa tak Dikenal

Selasa, 17 Agustus 2010

Mobil Pick-Up Dibakar Massa tak Dikenal
INDRAMAYU - Diduga terkait dukungan dalam Pemilukada Bupati Indramayu 2010, sebuah mobil Suzuki Carry pick-up milik Yaya (38 tahun), warga Desa Longok RT.15 RW.05 Kec.Sliyeg Kab.Indramayu dibakar massa tak dikenal, Selasa (17/8) dini hari. Beruntung aksi massa tak dikenal itu dipergoki warga sehingga mobil tidak ludes terbakar. para pelaku berhasil lolos meski sempat dikejar warga. Namun demikian, polisi sejuah ini masih belum berani menyimpulkan bahwa insiden pembakaran mobil itu dilakukan oleh pendukungan pasangan cabup-cawabup tertentu.

Diperoleh keterangan, insiden pembakaran mobil milik korban yang merupakan kerabat Kuwu Longok, Yukanah, ini terjadi sangat cepat. Beberapa warga menuturkan, sebelum peristiwa itu terjadi terlihat sekelompok orang tak dikenal berkeliling kampung menggunakan beberapa sepeda motor. Awalnya warga menduga, orang-orang itu adalah warga setempat yang sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat. Namun selepas tengah malam, kelompok orang tak dikenal itu terlihat berhenti di depan rumah Yaya yang kebetulan bersebelahan dengan rumah Yukanah, Kuwu Longok.

Tiba-tiba, beberapa orang terlihat mendekati mobil milik Yaya yang terparkir tepat di garasi rumah. Diduga, orang tak dikenal itu lalu menyiramkan bensin ke dalam jok mobil lalu membakarnya. Usai beraksi, kelompok orang tak dikenal itu lalu kabur. Saat bersamaan, pemilik kendaraan dan sejumlah warga melihat kepulan asap di ruang garasi. Warga lalu berusaha memadamkan api yang berkobar di ruang kemudi dengan lebih dulu mendorong mobil ke ruang terbuka dan menyiramnya dengan air. Sementara sebagian warga lain mengejar pelaku yang kabur menggunakan sepeda motor."Ada tiga sepeda motor yang dikejar warga namun lolos, semuanya tidak berplat nomor. Kami tidak tahu siapa mereka, tapi kami menduga ini ada kaitannya dengan pemilukada," ungkap Dasmo, suami Kuwu Longok, Yukanah.

Perihal dugaan itu, lanjut Dasmo, sebelumnya menimpa Yukanah, istrinya. Beberapa waktu lalu, imbuh dia, istrinya pernah didatangi oleh sekelompok orang yang mengancam agar bersikap sebagai kepala desa bersikap netral. Kelompok orang tak dikenal itu juga mendesak agar Yukanah dan perangkatnya tidak memberikan dukungan untuk pasangan cabup-cawabup tertentu. Serangkaian ancaman itulah, menurut Dasmo, menjadi indikasi kuat bahwa pembakaran mobil milik kerabatnya adalah bagian dari intimidasi kelompok tertentu. "Kami sudah melaporkan semuanya kepada polisi. Ini jelas-jelas intimidasi dan ancaman serius sehingga kami harus serahkan masalahnya kepada hukum. Soal dukungan, masyarakat di desa kami akan menentukan pilihannya masing-masing, jadi tidak benar jika ada mobilisasi yang dilakukan oleh istri saya sebagai kuwu," tegas Dasmo.

Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Polisi Nasri Wiharto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya insiden tersebut. Namun menurut Nasri, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah kasus itu mempunyai keterkaitan dengan Pemilukada Bupati Indramayu 2010 karena masih dalam penyelidikan. Namun begitu Nasri tidak menampik, keterangan yang diberikan korban dan kerabatnya mempunyai indikasi adanya upaya intimadasi menjelang Pemilukada Bupati Indramayu yang akan digelar Rabu (18/8) besok. "Tapi sekali lagi kami nyatakan bahwa ini masih dalam penyelidikan jadi belum ada kesimpulan apa-apa termasuk isu Pemilukada. Untuk itu saya mengimbau semua pihak agar menahan diri dan senantiasa menjaga kondusifitas daerah," tandas Nasri.

Hal senada diungkapkan Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin. Bupati yang akrab disapa Yance ini mengingatkan agar masyarakat lebih bersikap dewasa dalam melaksanakan kegiatana Pemilukada tersebut. Yance juga mengaku prihatin jika ada sebagian masyarakat yang bertindak anarkis terkait dengan dukungan untuk pasangan cabup-cawabup tertentu. "Jadikan momentum pemilukada untuk memilih pemimpin yang baik dan dicintai masyarakat sehingga akan membawa Indramayu dalam kerangka membangun yang lebih maju. Tidak ada menang atau kalah, karena siapapun yang terpilih merupakan kehendak rakyat dan harus dihargai oleh semua calon lain," ujar Yance.

posted by ABI SHOHIB @ 01.57

Sumber : Abihumas.blogspot.com, Selasa, 17 Agustus 2010


13 Agustus 2010

Survei dan Dukungan Kepada ANDI Nomor 4 Pilkada Indramayu


Source : Radar Indramayu, Jumat, 13 Agustus 2010

Selingkuhi Istri Orang : Pejabat Dinas PMP Diciduk Polisi

Pejabat Dinas PMP Diciduk Polisi

DIPERIKSA POLISI. Tersangka Oc sedang menjalani pemeriksaan bersama Daunah di Mapolres Indramayu, Kamis (12/8).

Selingkuhi Istri Orang lain Sempat Digerebek Warga

INDRAMAYU – Gagar-gara ketahuan selingkuh dengan istri orang lain, Kepala Bidang (Kabid) Perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan Perizinan (DPMP) Kabupaten Indramayu, Oc (43) terpaksa harus berurusan dengan polisi.

Pria yang pernah menjadi ajudan pada masa pemerintahan Bupati H Ope Mustofa (alm) itu digerebek petugas Polsek Indramayu Kota, setelah mendapat laporan dari Fransiskus Xaverius Hendi (32).

Hendi adalah suami dari Daunah Nurindrawati, warga Dusun Pahing Jatiseeng, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon yang diselingkuhi Oc. Penggerebekan dilakukan di rumah yang dihuni Oc dan Daunah di Perumahan Griya Permata Pabean Desa Pabean, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Kamis (12/8) dinihari.

Informasi yang berhasil dihimpun koran ini, terungkapnya kasus itu setelah sebelum polisi mendapat laporan dari Hendi, bahwa istrinya sudah sembilan bulan dibawa kabur Oc.

Untuk membuktikan bahwa Daunah masih tercatat sebagai istrinya, Hendi langsung menunjukan surat kutipan Akte Perkawinan No: 01/PK.1/2005 Kabupaten Cirebon.

Malam itu juga petugas dan Hendi lalu mendatangi Perumahaan Griya Permata Pabean milik oknum pejabat Oc yang dikabarkan sudah tinggal serumah dengan istrinya. Kemudian petugas bersama tokoh masyarakat meminta bantuan warga untuk membangunkan pemilik rumah. Betapa terkejutnya Hendi, ternyata yang keluar dari dalam rumah adalah istrinya, Daunah.

Menurut pengakuan Hendi, dirinya menikah secara resmi dengan istrinya pada 4 Januari 2006, dan tercatat pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) Kabupaten Cirebon. Selama ini, kata Hendi, dirinya tidak pernah menceraikan istrinya, baik secara agama maupun secara hukum pemerintah.

”Saya benar-benar tidak terima, dan meminta kepada polisi untuk memproses secara hukum. Saya memang sudah pisah ranjang sejak November 2009, tapi untuk proses perceraian hingga kini belum pernah dilakukan,” tutur Hendi saat jumpa pers di aula Pokja Media Polres Indramayu.

Hendi menceritakan, kasus perselingkuhan Daunah dengan OC baru diketahui setelah istrinya pindah kerja di salah satu bank swasta di Kecamatan Jatibarang. Daunah, lanjut Hendi, mulai dekat dengan tersangka Oc, ketika tersangka sedang mengurus pengajuan permodalan untuk pembangunan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Losarang ke bank di mana istrinya bekerja.

”Saya benar-benar tak menyangka kalau Daunah sudah kawin di bawah tangan,” ungkapnya.

Sementara tersangka Oc mengaku telah menikah dengan Daunah pada 10 Maret 2010 dengan wali Harno, adik kandung Daunah karena orang tuanya sudah meninggal. Ia berani menikah secara siri, karena Dauna mengaku sudah cerai dengan suaminya.

”Saya memang sudah kawin dengan Daunah yang disaksikan oleh keluarga besarnya, serta saat itu juga suaminya sudah tahu dan tidak pernah melakukan gugatan. Saya benar-benar tidak mengerti, kenapa baru sekarang ia menuntut proses hukum,” tuturnya.

Kapolres AKBP Nasri Wiharto SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Andry Kurniawan SIK membenarkan telah mengamankan oknum pejabat Pemkab Indramayu, Oc yang diduga selingkuh dengan istri orang lain.

Dijelaskannya, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka terkait laporan Hendi, suami dari Dauna.

Namun, polisi tidak tidak bisa melakukan penahanan terhadap tersangka karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun. “Kami siap memproses secara hukum siapa pun yang melakukan tindak pidana, meski pejabat sekalipun,” tegasnya. (dun)***

Source : Radar Indramayu, Jumat, 13 Agustus 2010

12 Agustus 2010

PILKADA KOTA MANGGA : Hanya Tersisa Sepekan Lagi...

PILKADA

Hanya Tersisa Sepekan Lagi...

Sepekan lagi rakyat Indramayu akan menentukan pilihan untuk kehidupan mereka lima tahun ke depan. Siapa bupati dan wakil bupati Indramayu 2010-2015 akan ditentukan dalam pilkada pada 18 Agustus.

Minggu ini sekaligus pekan terakhir bagi keenam pasangan calon untuk menjajakan visi-misi dan program kerja kepada calon pemilih. Segala janji dan mimpi ditawarkan.

Kampanye rapat tertutup dan silaturahim ke kelompok masyarakat terkecil banyak diterapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Indramayu. Mereka menjejali calon pemilih dengan segudang janji peningkatan kesejahteraan, perbaikan pelayanan publik, dan kemajuan pembangunan.

Namun, sudah siapkah pemilih memilih dengan beragam pilihan? Nang Sadewo, seorang pegiat seni audiovisual di Indramayu, mengatakan, beberapa kandidat memang telah menawarkan program kerja yang ramah kepada seniman. Namun, konsep mereka masih belum matang untuk menggelorakan kehidupan berkesenian di Indramayu.

Jika dihitung, hanya tersisa empat hari lagi bagi enam pasangan calon berkampanye. Waktu yang singkat itu biasanya kerap memunculkan percikan friksi. Tak heran, Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kepala Daerah Indramayu 2010 Sugeng Wahyudi, Selasa (10/8), mengatakan, pengawasan di tingkat desa dan kecamatan kian diperketat.

Dengan 93 petugas Panwaslu di tingkat kecamatan dan 315 petugas pengawas lapangan di setiap desa di Indramayu, Panwaslu berupaya mengoptimalkan kerjanya. Setiap laporan lisan yang diterima, baik melalui telepon maupun layanan pesan singkat, akan ditindaklanjuti.

Kabar bohong bahwa pos komando salah satu pasangan diduga dibakar, misalnya, tetap diperiksa ke lapangan. "Banyak telepon dan SMS yang masuk, tapi tidak ada yang mau resmi dicatat. Meski demikian, kami tetap memastikan informasi tersebut," ujar Sugeng.

Saat ini baru satu laporan masyarakat yang ditindaklanjuti secara serius, yakni adanya seorang kepala desa yang ikut serta menjadi panitia kampanye. Orang yang bersangkutan telah dimintai keterangan oleh Polres Indramayu. Itu sebagai bentuk ketegasan pengawasan kampanye. Politik uang belum ditemukan, tetapi Panwaslu tetap mengimbau publik melaporkan terjadinya praktik tersebut.

70 persen

Beragamnya pilihan calon diharapkan menjadi semangat baru bagi pemilih menggunakan hak suaranya. KPU menargetkan partisipasi 1,335 juta pemilih bisa menembus 70 persen, atau paling tidak menyamai pencapaian pilkada 2005, yakni 70,4 persen dari 1,224 juta pemilih saat itu.

Kedekatan emosional antara pemilih dan yang dipilih menjadi harapan bagi panitia penyelenggara terhadap tingginya partisipasi pilkada tahun ini. Salah satu penyebab angka partisipasi pemilih Indramayu merosot saat Pemilu Presiden 2009 (hanya 69 persen) adalah banyaknya penduduk yang bekerja di kota lain dan luar negeri, kata Ivan Carsipan, Sekretaris KPU Indramayu.

Semoga saja kandidat punya kekuatan besar menarik perhatian pemilih, baik di dalam maupun di luar Indramayu, untuk memilih. Itu karena waktu yang tersisa tinggal seminggu lagi. (Timbuktu Harthana)***

Source : Kompas, Rabu, 11 Agustus 2010 | 13:55 WIB

PILKADA INDRAMAYU : Cacat, 12.408 Surat Suara

Cacat, 12.408 Surat Suara

INDRAMAYU - Sebanyak 12.408 surat suara untuk pemilihan umum kepala daerah Indramayu tidak laik pakai atau cacat. Surat suara cacat itu ditemukan saat Komisi Pemilihan Umum Indramayu melipat dan menyortir seluruh surat suara untuk kemudian membendelnya per desa dan kecamatan.

Sekretaris KPU Indramayu Ivan Carsipan mengatakan, total surat suara yang diterima KPU 1.368.415 lembar. "Yang tidak bisa dipakai 12.408 lembar atau 0,9 persennya," kata Ivan, Selasa (10/9). KPU telah menginformasikan jumlah suara tidak laik itu ke percetakan kemarin. Harapannya, pada Kamis ini KPU menerima surat suara pengganti.

Surat suara itu dikategorikan tak layak pakai karena ada noda biru pada salah satu gambar pasangan calon, titik hitam yang menyerupai lubang, dan sobekan akibat lipatan. "Cacatnya tidak parah. Tetapi, demi kelancaran pemilihan, surat itu kami anggap cacat dan akan diganti," ujar Ivan.

Sebenarnya, penyortiran telah dilakukan di percetakan. Namun, pemeriksaannya tidak terlalu detail sehingga kecacatan berskala kecil sering terlewat. Semua surat suara yang dinyatakan cacat akan dikembalikan ke percetakan dan diganti baru sesuai jumlah yang dikembalikan.

Jumlah surat suara tidak cacat sebanyak 1.356.007 lembar masih lebih banyak dari jumlah pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang hanya 1.335.036 orang. Namun, KPU bertekad surat suara pengganti harus ada sebelum pencoblosan, 18 Agustus. Itu mengacu pada aturan bahwa jumlah surat suara yang tersedia harus sejumlah pemilih ditambah 2,5 persen DPT. Oleh karena itu, KPU berharap surat suara pengganti dalam kondisi baik sehingga tidak perlu dikembalikan dan dikirim ulang karena rusak.

KPU mengakui ada informasi dari percetakan bahwa surat suara paling cepat baru bisa diterima KPU dua hari sebelum pencoblosan. Namun, KPU tetap mendesak percetakan agar surat suara pengganti diterima sebelum masa kampanye selesai, 14 Agustus.

Paling lambat, tiga hari sebelum pemungutan suara, surat suara telah didistribusikan ke setiap Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). "Sikap hati-hati ini KPU lakukan agar tidak ada yang merasa dirugikan akibat surat suara yang tidak layak pakai," kata Ivan.

Surat suara tak layak pakai telah dilaporkan ke Panitia Pengawas Pemilu Kepala Daerah Indramayu 2010. Ketua Panwaslu Indramayu Sugeng Wahyudi berharap surat suara pengganti bisa segera diterima KPU agar pilkada berjalan lancar. Coblos tembus

Pasangan calon diimbau menginformasikan cara mencoblos surat suara yang benar kepada calon pemilih agar suara mereka tidak hangus. Ada beberapa hal yang bisa membuat coblosan pemilih dinyatakan tidak sah, yakni ada dua coblosan di dua kotak (atau lebih) pasangan calon serta surat suara dilubangi dan ditulisi dengan kata-kata yang tidak perlu.

Adapun surat suara dinyatakan sah apabila ada coblosan di dalam kotak pasangan calon. Jika ada coblosan lain tetapi di luar kotak pasangan calon, surat suara masih dianggap sah. Menurut Ivan, kecil kemungkinan terjadi coblos tembus, seperti pada Pemilu Presiden 2009, karena surat suara pilkada Indramayu menggunakan dua muka.

"Masyarakat memang sudah terbiasa dengan mencoblos dibandingkan mencontreng. Tapi, mereka tetap tidak boleh melakukan hal-hal yang malah akan merugikan suara bagi pasangan calon yang mereka dukung," ujar Ivan. Kebutuhan logistik lain, seperti kartu pemilih, kotak suara, bilik suara, alat tulis, dan sejumlah formulir, telah didistribusikan ke PPK. (THT)***

Source : Kompas, Rabu, 11 Agustus 2010 | 13:54 WIB

7 Agustus 2010

Kejaksaan Tahan Tersangka Korupsi PLTU Indramayu

Kejaksaan Tahan Tersangka Korupsi PLTU Indramayu
JAKARTA — Tak hanya terpidana Korupsi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) unit 22 Sungai Bahar, Muaro Jambi, Asa’ad Syam yang ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) Rabu (4/7) kemarin. Di hari yang sama, Kejaksaan Agung juga menahan Muhammad Ihwan, tersangka dugaan korupsi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) I Indramayu.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Babul Khoir, di Kejagung, Kamis (5/8), mengungkapkan, Muhammad Ihwan ditahan setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan di Kejagung. Mantan Kepala Dinas Pertanahanan Indramayu itu disangka melakukan korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 42 miliar itu.

"Setelah diperiksa, langsung ditahan," ujar Babul Khoir. "Sekarang ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) LP Cipinang cabang Kejaksaan Agung," sambungnya.

Babul menjelaskan, kasus korupsi yang menyeret Muhammad Ihwan itu bermula saat proyek PLTU I Indramayu memerlukan proses pembebasan lahan. Lahan yang dibebaskan pada tahun 2004 itu seluas 82 hektar.

Berdasarkan hasil penyidikan, Ihwan diduga melakukan penggelembuangan anggaran (mark up) pembebasan lahan. Harga tanah yang semestinya Rp 22 ribu per meter persegi, di gelembungkan menjadi Rp 42 ribu. Dari mark up inilah, angka kerugian negara yang disebut mencapai Rp 42 miliar itu terjadi.(zul/jpnn)***

Source : JPNN.com, Kamis, 05 Agustus 2010 , 18:47:00

RELATED NEWS



Realitas Publik : Gedung SPMN 3 Sindang Ambruk

Gedung SPMN 3 Sindang Ambruk

INDRAMAYU - Ambruknya bangunan gedung SMPN 3 Sindang, Kab.Indramayu (Sabtu 24/7), perlu mendapat penanganan serius dari pemerintah, guna memulihkan kembali kondisi dilapangan. Selain itu, meskipun peristiwanya tidak merenggut korban jiwa, namun pihak sekolah harus tanggungjawab terhadap kerugian Negara yang timbul dalam peristiwa itu. Demikian dikatakan Wakil Ketua LSM APK (Aliansi Pemantau Korupsi), Eddy Sofyan kepada wartawan (Senin 26/7) diruang Inspektorat Kab. Indramayu.

Lebih lanjut Eddy Sofyan menambahkan bahwa, runtuhnya bangunan tersebut bukan akibat dari bencana alam. Diduga ada kelalaian dari pihak sekolah dalam memperhatikan kondisi bangunan, atau bisa saja adanya keteledoran dalam melaksanakan proyek rehabilitasi gedung tersebut sehingga terjadinya penurunan kualitas.

Oleh karenanya, kepala sekolah dan komite sekolah serta beberapa pihak terkait harus bisa menjelaskan baik mengenai administrasinya maupun teknis dilapangan, supaya masalah itu bisa segera terungkap oleh hukum.

Hal senada dikatakan oleh Wakil Ketua GAPENSI di Indramayu, M Ivan Alfian, bahwa ambruknya gedung SMP tersebut tidak ada kaitannya dengan kontraktor, karena pelaksanaan pekerjaannya dilakukan secara swakelola, berarti tidak melalui tender pelelangan umum. Untuk itu, pihak kontraktor tidak mengetahui atas persoalan itu, melainkan pihak Komite sekolah yang harus menjelaskannya.

Sementara berdasarkan hasil investigasi dilapangan, mengungkapkan bahwa kondisi kerusakan diruang kelas VII E sangat parah. Terlihat porak-porandanya rangka atap serta dinding bagian belakang gedung yang kini sudah dikelilingi police line.

Menurut Kapala Sekolah SMPN 3 Sindang, Drs.H.Faoji, saat di konfirmasi (Senin 26/7) diruang kerjanya mengatakan bahwa robohnya atap untuk ruang kelas tersebut ditengarai akibat dinding bangunan yang sudah tidak kuat menahan beban diatasnya, karena usianya yang sudah terlalu tua.

Dijelaskannya, bahwa bermula bangunan dilokasi tersebut berdiri sejak tahun 1982. Mengingat kondisi gedung sudah menghawatirkan, oleh pihak sekolah meminta agar dilakukannya rehabilitasi. Kemudian, pada tahun 2008, Pemerintah merealisasikan anggaran untuk rehabilitasi bangunan tersebut dengan sumber dana dari APBN.

Sebelum melakukan pekerjaan rehabilitasi, kata Faoji, pihaknya terlebih dahulu berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan Kab.Indramayu dan juga meminta bantuan teknis dan perencanaan pada Seorang konsultan. Setelah mendapat petunjuk dari tenaga teknis yang diperbantukan, pelaksanaan rehabilitasi bangunan tersebut dimulai meliputi rehabilitasi ruang keterampilan, ruang Lab.IPA, ruang Kepala Sekolah dan TU dengan jumlah biaya sebesar Rp.150 Juta.

Diakui Faoji, bahwa ruangan yang sekarang ambruk, sebelumnya bagian dinding (tembok) ruangan tersebut tidak diperbaiki, melainkan rehabilitasi dilakuan hanya pada bagian atas saja yaitu pekerjaan plafond sampai penutup atap. Hal itu sesuai petunjuk dari tenaga teknis.

Ruang kelas VII E dan Keterampilan yang kini sesak dengan reruntuhan bahan bangunan, sebelumnya sebagai tempat KBM dengan jumlah siswa 40 orang. Akibat ambruknya atap gedung itu, fasilitas lain yang ada dibawahnya turut mengalami kerusakan dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp.50 Jutaan. Demi kelangsungan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), pihak sekolah terpaksa memanfaatkan ruangan lain meskipun tempatnya kurang memadai.

Ditempat terpisah, Kabid Pengawasan dan Pengendalian Bangunan (WASDAL) Dinas Cipta Karya Kab. Indramayu, M. Amirudin, saat dimintai komentarnya, mengatakan bahwa pihaknya sama sekali belum mengetahui penyebab dari pada ambruknya gedung tersebut. Bahkan, ia juga tidak mengetahui perencanaan sedari awalnya. “ Dinas Cipta Karya tidak pernah dilibatkan terkait rehabilitasi gedung itu, baik perencanaannya maupun pengawasannya”. Tutur M.Amirudin.

Ditambahkannya, bahwa Dinas Cipta Karya Kab.Indramayu beserta pihak kepolisian akan bersama-sama turun kelokasi kejadian guna melakukan pemeriksaan dan penelitian lebih lanjut.

Sementara menurut Inspektur, Inspektorat Kab.Indramayu, Wawang Irawan, menyikapi robohnya atap dan dinding bangunan di SMPN 3 Sindang, pihaknya segera akan membuat Tim guna memeriksa kasus tersebut.

Ditulis oleh: Bambang, 2 Agustus 2010 Sumber : realitaspublik.blogspot.com

 

My Blog List

JASA PENGIRIMAN UANG

Site Info

Followers/Pengikut

PENDOPO INDRAMAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template