CARI BERKAH KLIK DI SINI

23 Agustus 2010

Dua Pimpinan Golkar Jabar, Yance dan Dedi Dicopot

Dua Pimpinan Golkar Jabar, Yance dan Dedi Dicopot

Laporan : Tim Redaksi

KOTA BANDUNG-(onlineberita) - Pencopotan Pimpinan DPD Partai Golkar Jawa Barat akhirnya terbukti. Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham, di Bandung, Sabtu (21/8) membenarkan bahwa DPP telah mengeluarkan SK pencopotan terhadap Irianto MS (Yance) berikut Sekretarisnya, H. Dedi Mulyadi,SH (Bupati Purwakarta).

Idrus mengatakan, dicopotnya pimpinan DPD Golkar Jawa Barat itu, karena dianggap tidak mengindahkan kebijakan DPP yang telah dituangkan dalam beberapa surat keputusan terkait kepengurusan DPD Kabupaten Bekasi sesuai dengan SK Nomor: Kep-84/DPP/Golkar/VIII/2010 tertanggal 20 Agustus 2010.

Idrus Marham menjelaskan, sebagai pengganti keduanya, DPP menunjuk Happy Bone Zulkarnaen dan Hakim Kamaruddin sebagai pelaksana tugas yang akan melaksanakan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) dalam dua bulan mendatang.

"Benar DPP menunjuk Happy Bone Zulkarnaen dan Hakim Kamaruddin sebagai pelaksana tugas yang akan melaksanakan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) dalam dua bulan mendatang," ujarnya.

Untuk selanjutnya kata dia, DPP memerintahkan pelaksana tugas untuk melakukan konsolidasi internal yang berkaitan dengan fungsi organsasi, serta mengesahkan dan melantik kepengurusan DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi periode 2010-2015.

Sementara Wakil Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPD Partai Golkar Jabar, Tonny Aprilani yang dihubungi mengaku, sejauh ini pihkanya belum menerima Surat Keputusan (SK) Nomor: KEP-84/DPP/GOLKAR/VIII/2010 tentang pemberhentian Irianto MS Syafiuddin selaku Ketua dan Dedy Mulyadi sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar.

Menanggapi hal tersebut Tonny menyimpulkan, wajar sebab Yance dan Dedi sudah dinilai melanggar batas kewajaran sehingga kemungkinan besar DPP tidak akan salah menjatuhkan keputusan yang berdasarkan pada aturan-aturan partai. (tim redaksi)***

Sumber : onlineberita.com, Sabtu, 21 Agustus 2010 - 19:28:43 WIB

Yance dan Dedi Dicopot

Dinilai Tidak Mematuhi Perintah DPP Partai Golkar

Yance dan Dedi Dicopot

BANDUNG, (PR).-

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Jabar Irianto M.S. Syafiuddin alias Yance dan Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar Dedy Mulyadi dicopot dari jabatannya. Keduanya dinilai tidak menjalankan organisasi sesuai dengan anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) yang berlaku di partai berlambang pohon beringin tersebut.

Pemberhentian Yance dan Dedi dituangkan dalam Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Nomor Kep-84/DPP/GOLKAR/VIII/2OIO tertanggal 20 Agustus 2010. Surat tersebut ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum,Par Golkar Theo L SambuafdaSek-retaris Jenderal Partai GolkaP Idrus Marham.

Menurut Idrus, pemberhentian dua pengurus DPD Partai Golkar Jabar tersebut berdasarkan hasil pleno DPP yang digelar minggu lalu. Dalam pleno tersebut, Yance yang juga Bupati Indramayu dan Dedi sebagai Bupati Purwakarta dinilai tidak mengindahkan perintah DPP.

"Diberhentikan ketua dan sekretarisnya. Alasannya, tidak melaksanakan aturan organisasi," kata Idrus saat dihubungi wartawan, Sabtu (21/8) siang.

Idrus mengatakan, kebijakan tersebut diambil menyusul ada-nya kisruh antara dua kubu DPD II Partai Golkar Kabupaten Bekasi.

Kisruh tersebut mencuat setelah DPP Partai Golkar menginstruksikan DPD Golkar Jabar segera melantik pengurus DPD Golkar Kabupaten Bekasi hasil musda 18-20 Januari 2010, dengan Ketua Darip Mulyana.

Dalam surat yang ditandatangani Sekjen Golkar Idrus Marham, DPP meminta pelantikan dilaksanakan selambat-lambatnya 26 Juni 2010. Jika tidak dilakukan, DPP akan memberikan sanksi organisasi.

Namun, DPD I Partai Golkar Jabar bersikukuh dengan keputusannya untuk meneruskankepemimpinan DPD Golkar Bekasi kubu Neneng dengan pertimbangan kebutuhan organisasi.

"Sesuai dengan acuan yang ada, mekanisme organisasi seharusnya DPD I Golkar Jabar mematuhi.mekanisme tersebut (instruksi DPP)," katanya.

Idrus menambahkan, Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Jabar ditugaskan untuk mengesahkan dan melantik kepengurusan DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi periode 2010-2015. Selain harus segera melakukan konsolidasi internal yang berkaitan dengan fungsi organisasi di Jabar, Happy Bone sebagai Ketua Golkar Jabarsementara, mengatakan, dirinya sudah mendengar dan mengetahui tentang penunjukan sementara. Namun, dirinya belum menerima SK yang dimaksud.

Happy mengatakan, setelah menerima SK, tentunya dirinya akan langsung melakukan konsolidasi dan mempersiapkan musdalub dua bulan ke depan.

Dia juga mengaku, setelah dapat SK akan langsung datang ke Kantor DPD Golkar Jabar. "Saya akan datang langsung ke Kantor DPD Golkar Jabar di Masku-mambang Bandung, jika sudah ada SK dari DPP, dan akan mengumpulkan anggota DPD Jabar untuk konsolidasi," ujarnya.

Belum final

Dihubungi secara terpisah, Yance merasa yakin bahwa pen-copotannya belum merupakan sikap final. Oleh karena itu, dalam waktu dekat DPD Golkar Jawa Barat akan segera memberikan klarifikasi ke DPP terkait permasalahan yang mendasari turunnya SK tersebut.

"Hingga saat ini saya belum menerima surat keputusan DPP tersebut," kata Yance, Sabtu (21/8).

Namun, bila benar ada surat keputusan DPP yang menyatakan hal itu, menurut Yance dan dibenarkan Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi, keduanya meyakini keputusan DPP yang telah dilayangkan belum merupakan sikap final.

Terbitnya surat DPP itu saya yakin hanya karena miskomunikasi. Pak Yance kurang fokus pada penanganan permasalahan kepengurusan DPD Kabupaten Bekasi yang mela-tari turunnya SK tersebut," ujar Dedi Mulyadi menambahkan.

Menurut Dedi, secara psikologis Irianto selaku Ketua DPD Partai Golkar Jabar dan selaku Bupati Indramayu belakangan ini perhatiannya lebih banyak terfokus pada upaya memenangi pemilukada di daerahnya. Oleh karena itu, dengan telah suksesnya pemilukada di Indramayu, DPD Partai Golkar Jabar menjadi leluasa menangani permasalahan DPD Golkar Kabupaten Bekasi, terutama untuk memberikan klarifikasi ke DPP.

"Karena belum final, kami yakin keputusan DPP itu akan dianulir," katanya. (A-96/A-113)***

Sumber : Pikiran Rakyat, Minggu, 22 Agustus 2010

Entitas terkaitDedi | Diajuga | Diberhentikan | Dihubungi | DPP | Happy | Idrus | Irianto | Keduanya | Kisruh | Neneng | OIO | SK | Surat | Syafiuddin | Terbitnya | Yance | Bupati Indramayu | Bupati Purwakarta | Dedi Dicopot | Dedi Mulyadi | DPD Jabar | Happy Bone | Jenderal Partai | Ketua Darip | Ketua Golkar | P Idrus | Pak Yance | Pemberhentian Yance | Wakil Ketua | DPD Golkar Bekasi | DPD Golkar Jabar | DPD Golkar Kabupaten | DPD Kabupaten Bekasi | DPP Partai Golkar | Kantor DPD Golkar | Partai Golkar Nomor | Sekjen Golkar Idrus | DPD Golkar Jawa Barat | DPD Golkar Kabupaten Bekasi | DPD I Golkar Jabar | DPD Partai Golkar Jabar | Kantor DPD Golkar Jabar | Keputusan Dewan Pimpinan Pusat | Ketua Dewan Pimpinan Daerah | Par Golkar Theo L | DPD I Partai Golkar Jabar | DPD II Partai Golkar Kabupaten | DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi | I Partai Golkar Jabar Irianto | Ketua DPD Partai Golkar Jabar | Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar Dedi | Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Jabar | Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar Dedy Mulyadi |

· Yance eign Dedi Dicopot | Bataviase.co.id

20 Agu 2010 ... Yance eign Dedi Dicopot. 22 Aug 2010. Headline · Pikiran Rakyat. BANDUNG, (PR).-. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Jabar ...
bataviase.co.id/node/352264

· Bataviase.co.id

22 Agu 2010 ... Yance eign Dedi Dicopot. Didi Paparkan Strategi Kembangkan Ki Sunda BANDUNG, (PR).- Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Prof. ...
bataviase.co.id/
- Tembolok - Mirip

Dapatkan hasil lainnya dari 24 jam yang lalu

· Dedi Dicopot - Bataviase.co.id

22 Agu 2010 ... Yance eign Dedi Dicopot BANDUNG, (PR).- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Jabar Irianto M.S. Syafiuddin al . ...
bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Dedi%20Dicopot

Tampilkan hasil lainnya dari bataviase.co.id

Dapatkan hasil lainnya dari 24 jam yang lalu

· GALAMEDIA - Yance Irianto dan Dedi Mulyadi Dicopot

22 Agu 2010 ... Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar (PG), mencopot Irianto MS Syafiuddin atau yang bisa dipanggil Yance dan Dedi Mulyadi dari ...
www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20100822111935...

Dapatkan hasil lainnya dari 24 jam yang lalu

· GALAMEDIA - 20 Bangunan Hangus

Yance Irianto dan Dedi Mulyadi Dicopot. BLK. FACTORY,(GM).- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar (PG), mencopot Irianto M.S. Syafiuddin atau yang bisa ...
www.klik-galamedia.com/indexnews.php?idkolom...
- Tembolok - Mirip

Tampilkan hasil lainnya dari www.klik-galamedia.com

· Dua Pimpinan Golkar Jabar, Yance dan Dedi Dicopot

Dua Pimpinan Golkar Jabar, Yance dan Dedi Dicopot.
onlineberita.com/berita-585-dua-pimpinan-golkar-jabar-yance-dan-dedi-dicopot.html

· Yance Dicopot dari Ketua Partai Golkar Jabar? | Pikiran Rakyat Online

21 Agu 2010 ... Ketua DPD I Partai Golkar Jabar, Irianto M.S. Syafiuddin alias Yance dan Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar Dedy Mulyadi dicopot dari ...
www.pikiran-rakyat.com/node/120457
- Tembolok

· Yance Buat Kesalahan di Bekasi | Pikiran Rakyat Online

21 Agu 2010... Irianto MS Syafiuddin alias Yance dan Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar Dedydicopot dari jabatannya mungkin terjadi karena ...
Mulyadi
www.pikiran-rakyat.com/node/120468

Tampilkan hasil lainnya dari www.pikiran-rakyat.com

· Ketua DPD Golkar Jabar Dicopot - KOMPAS.com

21 Agu 2010 ... "Selain Irianto (Yance), Sekjen DPD Partai Golkar Jabar, Dedi Mulyadi juga dicopot dari jabatannya dan menunjuk Happy Bone Zulkarnaen dan ...
regional.kompas.com/read/2010/08/21/.../Ketua.DPD.Golkar.Jabar.Dicopot

Dapatkan hasil lainnya dari 24 jam yang lalu

· Irianto MS Dicopot Sebagai Ketua DPD Golkar Jabar

21 Agu 2010 ... Selain Irianto atau yang biasa disapa Yance, kata Idrus, Dedi Mulyadi juga ikut dicopot dari jabatannya sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar ...
www.maiwanews.com/.../irianto-ms-dicopot-sebagai-ketua-dpd-golkar-jabar/

Ketua DPD Golkar Jabar Dicopot

Ketua DPD Golkar Jabar Dicopot

BANDUNG, KOMPAS.com - Jabatan Irianto MS Syafiuddin sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat dicopot oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP).

Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham di Bandung, Sabtu (21/8/2010) membenarkan keluarnya SK DPP ini dikarenakan Irianto sebagai pengurus tidak mengindahkan kebijakan DPP yang telah dituangkan dalam beberapa surat keputusan terkait kepengurusan DPD Kabupaten Bekasi.

Irianto dianggap tidak mengindahkan surat keputusan menyangkut pengesahan kepengurusan Kabupaten Bekasi, sesuai dengan SK Nomor: Kep-84/DPP/Golkar/VIII/2010 tertanggal 20 Agustus 2010.

"Selain Irianto (Yance), Sekjen DPD Partai Golkar Jabar, Dedi Mulyadi juga dicopot dari jabatannya dan menunjuk Happy Bone Zulkarnaen dan Hakim Kamaruddin sebagai pelaksana tugas yang akan melaksanakan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) dalam dua bulan mendatang," ujarnya.

Idrus menambahkan Plt Ketua DPD Partai Golkar Jabar ditugaskan mengesahkan dan melantik kepengurusan DPD Partai Golkar kabupaten Bekasi periode 2010-2015. "Happy juga harus segera melakukan konsolidasi internal yang berkaitan dengan fungsi organisasi di Jabar," katanya.***

Sumber : Kompas.com, Sabtu, 21 Agustus 2010 | 22:54 WIB

Yance Irianto dan Dedi Mulyadi Dicopot

Dari Ketua dan Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat

Yance Irianto dan Dedi Mulyadi Dicopot

BLK. FACTORY,(GM) - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar (PG), mencopot Irianto M.S. Syafiuddin atau yang bisa dipanggil Yance dan Dedi Mulyadi dari jabatannya sebagai Ketua dan Sekretaris DPD PG Jabar. Keputusan pemberhentian unsur pimpinan DPD PG Jabar tersebut, tertuang dalam Keputusan DPP PG No: KEP-84/DPP/GOLKAR/VIII/2010 yang ditandatangani Wakil Ketua Umum PG, Theo L. Sambuaga dan Sekjen, Idrus Marham tertanggal 20 Agustus 2010.

Pencopotan tersebut, disebabkan sanksi organisasi. Keduanya dinilai lalai, tidak mengindahkan perintah DPP PG, terkait hasil Musyawarah Daerah (Musda) PG Kab. Bekasi. DPP sudah menginstruksikan kepada Yance dan Dedi untuk segera melantik ketua terpilih hasil Musda PG Kab. Bekasi pada 12-20 Januari 2010, yaitu Darip Mulyana dan sekretarisnya, Muthada Sobirin.

Namun Yance tidak melakukannya. Ia malah menggelar musda tandingan di kantor DPD PG Jabar di Bandung yang memenangkan pasangan Neneng Hasanah dan Mahdi Syehan pada 24 Februari 2010 dan kemudian melantiknya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PG, Idrus Marham membenarkan pencopotan Yance dan Dedi. Keputusan tersebut hasil rapat pimpinan DPP PG pada 12 Agustus lalu dan sudah disahkan, Jumat (20/8). Yance dan Dedi diberhentikan karena melanggar aturan organisasi serta mengabaikan perintah DPP terkait hasil Musda Kab. Bekasi.

"Selain memberhentikan Yance dan Dedi, kami juga sudah menunjuk Happy Bone Zulkarnain selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DPD PG Jabar dan Hakim Kamaruddin selaku plt, sekretarisnya. Keduanya sudah ditugaskan DPP untuk segera melantik Darip-Muthada," jelas Idrus saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (21/8).

Terkait masalah ini, Idrus juga meminta Happy-Hakim segera melakukan konsolidasi internal untuk mempersiapkan penyelenggaraan musyawarah daerah luar biasa (musdalub), selambat-lambatnya dua bulan ke depan. Musdalub dilakukan untuk memilih ketua dan sekretaris.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Happy Bone mengungkapkan, meski sudah ditunjuk menjadi Plt. Ketua DPD Partai Golkar Jabar, ia belum menerima SK-nya. "Mungkin baru besok saya akan mengambil SK-nya ke Jakarta. Setelah itu, baru saya akan langsung bekerja sesuai instruksi DPP, " katanya.

Dihubungi secara terpisah, Yance mengaku belum menerima SK pemberhentian dirinya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jabar. "Hingga saat ini saya belum menerima surat keputusan DPP tersebut," katanya. Ia merasa yakin pemberhentian dirinya belum jadi sikap final DPP. Karenanya, terkait hal ini dalam waktu dekat dewan pengurus DPD Golkar Jabar akan segera memberikan klarifikasi ke DPP.

Hal senada diungkapkan Dedi Mulyadi. Ia yakin keputusan DPP yang telah dilayangkan belum jadi sikap final. "Terbitnya surat DPP itu saya yakin hanya karena miskomunikasi. Pak Yance kurang fokus pada penanganan permasalahan kepengurusan DPD Kab. Bekasi yang melatari turunnya SK tersebut," ujar Dedi.

Selama ini sebagai Bupati Indramayu, Yance lebih fokus pada upaya pemenangan pemilukada di daerahnya. Dengan suksesnya pemilukada di Indramayu, Yance akan lebih leluasa menangani permasalahan di DPD Golkar, termasuk memberikan klarifikasi kepada DPP terkait Musda Kab. Bekasi. "Karena SK tersebut belum final, kami yakin keputusan DPP itu akan dianulir," ujarnya. (B.96)***

Sumber : Galamedia.com, Minggu, 22 Agustus 2010

22 Agustus 2010

Pemilukada Indramayu : Hj Anna Unggul di 3 TPS

Pemilukada Indramayu

Hj Anna Unggul di 3 TPS

INDRAMAYU (Pos Kota) – Hasil perhitungan suara sementara pasangan cabup-cawabup Hj. Anna Sophanah – Drs.H. Supendi, M.Si unggul di 3 TPS (Tempat Pemungutan Suara) di Kecamatan Indramayu.

Cabup Hj. Anna Sophanah – Drs.H. Supendi di 3 TPS yaitu TPS 01 Kelurahan Margadadi, TPS 06 Kelurahan Lemahabang dan TPS 14 Kelurahan Lemahmekar meraih 621 suara atau sekitar 52,89 persen dari jumlah suara sah sebanyak 1.174 suara.

Berdasarkan hasil perhitungan sementara perolehan suara ke-6 pasangan cabup-cawabup peserta Pemilukada Indramayu 2010 pasangan cabup-cawabup H. Api Karpi – H. Rawita.R sebanyak 9 suara, Drs.H. Mulyono Martono, MM – Handaru Wijaya Kusumah, ST meraih 14 suara, Gorry Sanuri – Ruslandi meraih 42 suara, Hj. Anna Sophanah – Drs.H. Supendi, M.Si mendapatkan 621 suara, H. Toto Sucartono, SE – Kasan Basari sebanyak 134 suara dan H. Uryanto Hadi , SE, SH – H. Abas Abdul Jalil, M.Si mendapatkan 354 suara.

Kegiatan perhitungan dan rekapitulasi suara sementara hasil Pemilukada Indramayu 2010 sampai berita ini dikirim masih terus berlangsung. (taryani/sir).***

Source : Pos Kota, Rabu, 18 Agustus 2010 - 16:59 WIB

Baca Juga :

21 Agustus 2010

Grafik Perolehan Suara Final Hasil SMS Pilkada Indramayu 2010


Source : Radar Cirebon, Jumat, 20 Agustus 2010

PILKADA INDRAMAYU 2010 : Anna-Supendi Sulit Terkejar



Source : Kompas, Sabtu, 21 Agustus 2010

20 Agustus 2010

PILKADA INDRAMAYU : Pemahaman Panitia Minim

PILKADA INDRAMAYU

Panwaslu: Pemahaman Panitia Minim

INDRAMAYU - Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah Indramayu 2010 menemukan sejumlah anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan saksi menandatangani berita acara sebelum penghitungan suara dimulai. Kesalahan prosedur terjadi sebab minimnya pemahaman panitia terhadap aturan pelaksanaan pemilu.

Anggota Panwaslu Kabupaten Indramayu, Kustono, Kamis (19/8), mengatakan, tercatat dua bentuk pelanggaran yang terjadi selama hari pencoblosan. Pertama, penandatanganan berita acara oleh PPS dan saksi sebelum penghitungan suara dimulai. Kedua, penghitungan suara dimulai sebelum waktunya, pukul 13.00.

Meski terjadi pelanggaran, hal tersebut tidak sampai mengganggu ketertiban pelaksanaan pilkada. "Hampir di setiap kecamatan, di beberapa TPS, ditemui kesalahan panitia yang menandatangani blangko berita acara lebih dulu sebelum penghitungan suara selesai dilakukan. Menurut aturan, hal ini sudah melanggar," ujar Kustono.

Diperkirakan, kesalahan serupa terjadi di lebih dari 20 TPS. Namun, panitia yang melakukan kesalahan itu tidak dikenai sanksi. Mereka tak punya niat curang dengan maksud mengubah hasil perolehan suara. Tujuannya, mempercepat penghitungan suara supaya selesainya tidak sampai larut malam.

Petugas di TPS 6, Kelurahan Lemahabang, Kecamatan Indramayu, adalah salah satu yang melakukan kesalahan itu. Solusi Panwaslu adalah mengganti blangko itu dengan yang baru. Sayangnya, karena keterbatasan jumlah blangko, beberapa TPS tidak memperoleh blangko pengganti.

Menurut Sekretaris KPU Indramayu Ivan Carsipan, tak ada motif kecurangan yang sengaja dilakukan PPS. Hal ini murni karena PPS dan saksi ingin mempercepat penghitungan suara.

Fatal

Kesalahan fatal lain yang terjadi saat hari pencoblosan adalah penghitungan suara di TPS lebih awal dari jadwal. Kustono menjelaskan, pemilih datang setelah suara selesai dihitung, padahal waktu memilih masih tersisa. Itu berarti PPS telah menghilangkan hak suara pemilih.

Panwaslu juga menerima laporan beberapa warga yang tidak terdaftar sebagai pemilih, padahal dalam pemilu legislatif dan presiden mereka ikut memilih. Jumlah laporan warga yang tidak tercantum dalam dafttar pemilih tetap masih didata Panwaslu. (THT)***

Source : Kompas, Jumat, 20 Agustus 2010 | 17:49 WIB

19 Agustus 2010

PILKADA INDRAMAYU : Anna Teruskan Pemerintahan Suami

Source : Radar Indramayu, Kamis, 19 Agustus 2010

Anna Teruskan Pemerintahan Suami

INDRAMAYU - Meskipun belum resmi, perolehan suara sementara pasangan Anna Sophanah-Supendi mutlak mengungguli lima pasangan lainnya. Pasangan ini mendulang suara mencapai 59 persen dari total data sementara yang masuk ke KPU Indramayu.

Berdasarkan data sementara perolehan suara dari penghitungan cepat KPU Indramayu, hingga pukul 21.00, pasangan Anna-Supendi memperoleh 86.209 (59,11 persen) suara dari 145.840 suara yang telah terdata. Sejak awal penghitungan, sekitar pukul 15.00, pasangan nomor urut empat ini terus memimpin dengan perolehan suara di atas 55 persen.

Posisi kedua ditempati pasangan nomor urut enam, Uryanto Hadi-Abas Abdul Jalil, dengan perolehan 18.690 (12,81 persen) suara diikuti pasangan Gorry Sanuri-Ruslandi yang memperoleh 15.640 (10,69 persen) suara. Tiga pasangan lainnya, yang merupakan pasangan perseorangan, mendapat tak lebih dari 10 persen suara.

Tingginya perolehan suara Anna-Supendi sudah sesuai dengan target mereka. Sejak awal Anna optimistis perolehan akhir suara dukungannya lebih dari 50 persen. Itu terlihat dari hasil respons masyarakat selama kampanye dua pekan. Kepopuleran suaminya, Bupati Indramayu saat ini Irianto MS Syafiuddin (Yance), adalah modal terbesar meraup kemenangan. "Target perolehan suara saya di atas 50 persen," ujar Anna seusai mencoblos.

Terbukti, secara acak, perolehan suara di beberapa tempat pemungutuan suara (TPS) juga menunjukkan pasangan Anna-Supendi sulit dikejar oleh perolehan suara pasangan lain. Di TPS 01 dan 02 di Desa Soge, Kecamatan Kandanghaur, misalnya, perolehan suara pasangan nomor urut empat sampai 70 persen dan 52 persen.

Uryanto, calon bupati dari pasangan nomor enam, tetap yakin perolehan akhir suaranya bisa menembus 400.000 suara yang berasal dari simpatisan parpol, Nahdlatul Ulama, kalangan PNS, pengusaha, dan masyarakat yang ingin perubahan. Target suara terbanyak diperkirakan berasal dari daerah pemilihan (dapil) satu dan dua Indramayu.

Sekretaris KPU Indramayu Ivan Carsipan menegaskan, penghitungan cepat perolehan suara sementara yang dilakukan Media Centre KPU Indramayu bukan menjadi tolak ukur kemenangan pasangan calon. Data perolehan yang disajikan hanya gambaran raihan suara pasangan calon di setiap Panitia Pemungutan Suara.

Hasil pastinya, sesuai rekapitulasi berita acara yang dilaporkan setiap PPS, akan diketahui sekitar tanggal 22-26 Agustus. "Penghitungan cepat melalui pesan singkat dan telepon ini hanya gambaran awal dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara yuridis," ujar Ivan.

Sudah diprediksi

Kemenangan sementara pasangan Anna-Supendi, menurut Leli Salman Al-farizi, pengamat politik dari Universitas Wiralodra Indramayu, sudah diprediksi sejak awal. Meski penghitungan cepat yang dilakukan KPU Indramayu baru 6,2 persen dari jumlah pemilih dalam daftar pemilih tetap, yakni 1,335 juta pemilih, sampai pukul 17.30, data itu bisa menjadi gambaran awal bahwa pasangan nomor urut empat dipastikan menang.

Tingginya perolehan suara pasangan yang diusung Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa itu karena dua faktor. Pertama, kerja keras sukarelawan yang berada di luar struktur parpol. Kedua, kuatnya figur Yance. Di mata publik Indramayu, kekuasaan politik Yance mampu menciptakan kondisi sesuai rencana politiknya. (THT)***

Source : Kompas, Kamis, 19 Agustus 2010 | 13:34 WIB

PESTA DEMOKRASI : Menyongsong Pemimpin Baru Indramayu

PESTA DEMOKRASI

Menyongsong Pemimpin Baru Indramayu

Di ruang Media Centre KPU Indramayu, Nara Sardiman, Sekretaris Media Centre KPU Indramayu, sibuk membacakan hasil perolehan suara dari sejumlah tempat pemungutan suara yang dia terima melalui layanan pesan singkat. Dibantu dua rekannya, satu per satu data itu ditabulasikan. Jumlah perolehan suara sementara keenam pasangan calon pun terpampang di layar putih ukuran 2 meter x 2 meter.

Raihan suara bertambah pada layar penghitungan cepat KPU. "Saya bacakan satu-satu," ujar Nara, Rabu (18/8).

Kemarin memang waktu yang dinanti-nantikan seluruh warga Indramayu: hari pemilihan bupati dan wakil bupati 2010-2015. Enam pasangan dipilih 1,335 juta pemilih yang tersebar di 31 kecamatan. Warga berharap ada pemimpin baru yang akan membimbing mereka lima tahun ke depan.

Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin mengatakan, calon bupati dan wakil bupati yang menang adalah calon pemimpin Indramayu, bukan hanya pemimpin pendukungnya. Siapa pun yang menang ataupun kalah diharapkan berjiwa besar menerima kenyataan.

Yance, panggilan akrab Irianto MS Syafiuddin, berharap, lima tahun ke depan pemimpin mampu menjaga stabilitas keamanan dan ketenteraman warga di Indramayu. Pembangunan yang masih kurang harus disempurnakan, sedangkan yang sudah baik harus dipertahankan. Tujuan semua pasangan calon adalah bisa mempercepat pembangunan Indramayu.

"Saya titip Indramayu dan nasib masa depan anak-anak Indramayu. Jangan hanya memberikan janji, harus bisa mewujudkannya. Jika tidak, akan terjadi stagnasi pembangunan," ujar Yance seusai memberikan suara di TPS dekat rumahnya.

Membangun Indramayu

Sebagai calon yang maju dengan dukungan enam partai politik, H Uryanto Hadi siap menang ataupun kalah jika suara dukungannya tak sebesar targetnya, yakni 40 persen. Jika terpaksa menelan pil pahit, mantan kader Partai Golkar ini berlapang dada menerima kekalahan sekaligus memberikan masukan program kerja terbaik yang bisa dia sumbangkan untuk pembangunan Indramayu.

Calon bupati yang terpilih perlu melakukan konsolidasi bahwa dia adalah pilihan rakyat dan akan berjuang mementingkan kepentingan rakyat. "Pemimpin terpilih jangan membeda-bedakan karena itu akan menyulut perpecahan," kata Uryanto yang maju didampingi Abas Abdul Jalil.

Hasil sementara memang menunjukkan pasangan Anna Sophanah-Supendi berada di atas angin. Pasangan ini meraup 50 persen suara dari hasil hitungan cepat hingga Rabu petang. Namun, hal itu bukan hal penting bagi Warita (61), warga Kelurahan Margadadi, Indramayu.

Pemilihan bupati dan wakil bupati yang sudah berjalan sesuai aturan demokrasi yang baik merupakan gambaran perbaikan kualitas pemerintahan di Indramayu. Harapan dia selanjutnya adalah calon pemimpin yang baru, siapa pun orangnya, harus mampu meratakan pembangunan di seluruh pelosok Indramayu, khususnya pendidikan dan kesejahteraan hidup rakyat.

Siapa pun kandidat yang menang adalah pilihan rakyat Indramayu, entah itu pilihan atas dasar hati nurani atau kepentingannya. Yang penting, yang menang adalah pemenang dan yang kalah juga tetap sebagai pemenang. Mereka bertujuan sama: ingin membangun Indramayu. (TIMBUKTU HARTHANA)***

Source : Kompas, Kamis, 19 Agustus 2010 | 13:40 WIB

17 Agustus 2010

Sehari Jelang Coblosan, Mobil Kepala Desa di Indramayu Dibakar

Sehari Jelang Coblosan, Mobil Kepala Desa di Indramayu Dibakar

Selasa, 17 Agustus 2010 | 15:45 WIB

TEMPO Interaktif, Indramayu - Sehari menjelang pencoblosan Pemilukada Kabupaten Indramayu, sebuah mobil milik kepala desa dibakar. Diduga pembakaran terkait dukungan terhadap salah satu pasangan calon bupati.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, mobil yang dibakar adalah Suzuki Carry bak terbuka E 8773 KA. Mobil tersebut diketahui milik Yaya,38 tahun, warga RT 15/RW 05 Blok Siwalan, Desa Longok, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. Yaya sendiri merupakan adik dari kuwu (kepala desa) Longok, Yukanah.

Yaya mengaku tidak tahu pasti kenapa mobilnya bisa terbakar."Tiba-tiba saja api sudah membesar dan membakar bagian depan mobil," katanya. Mobil miliknya dibakar pada Senin (16/8) sekitar pukul 23.30 WIB.

Untuk menghindari ledakan dan kebakaran yang lebih besar, mobil yang semula terparkir di samping rumahnya lalu didorong ke halaman. Warga pun berusaha untuk memadamkan api dengan menyiramkan air. Akibatnya, bagian depan mobil yang terdiri dari setir, dashboard dan tape habis terbakar.

Darmo, suami Yukanah, menjelaskan jika pembakaran mobil milik adik iparnya itu diduga terkait pelaksanaan pemilukada di Kabupaten Indramayu. "Karena sejak 14 Agustus lalu, saya dan sejumlah aparat desa lainnya beberapa kali mendapat ancaman dari orang-orang tak dikenal," katanya. Orang-orang tak dikenal itu langsung mendatangi Balai Desa Longok.

Menurut Darmo, orang-orang tak dikenal itu mengancam agar salah satu pasangan calon bupati yang didukungnya harus menang di Desa Longok. "Jika tidak, kuwu akan dibunuh. Bahkan balai desa dan pabrik penggilingan milik kami akan ikut dibakar," katanya.

Pembakaran mobil sendiri, menurut Darmo, dilakukan oleh tiga orang yang mengendarai dua sepeda motor. "Ada saksi yang melihat. Kemungkinan mereka menduga mobil itu milik saya, tapi ternyata milik adik saya yang rumahnya tepat bersebelahan dengan saya," katanya.

Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Nasri Wiharto menjelaskan hingga kini pihaknya belum bisa memastikan motif di balik aksi pembakaran mobil tersebut. "Peristiwa ini masih kami selidiki dan dalami," katanya.

Pemilukada di Kabupaten Indramayu akan digelar pada 18 Agustus esok untuk memilih bupati periode 2010 hingga 2015. Sebanyak 1,36 juta warga di Kabupaten Indramayu sudah ditetapkan berhak mengikuti pemilukada tersebut.

Pemilih akan menyalurkan suaranya di 2.999 buah TPS yang tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu.

Sedangkan pasangan yang akan bertarung dalam pemilukada di Kabupaten Indramayu yaitu Api Karpi-Ruwita dari jalur independen, Mulyono Martono-Handaru Wijayakusumah dari jalur independen, Gorry Sanuri-Ruslandi yang dicalonkan PDIP dan Partai Hanura, Anna Sophanah-Supendi yang dicalonkan Partai Golkar dan PKB, Toto Sucartono-Kasan Basari dari jalur independen serta Uryanto Hadi-Abas Abdul Jalil yang dicalonkan koalisi perubahan. Foto : indramayunews.com
(Ivansyah)***

Mobil Pick-Up Dibakar Massa tak Dikenal

Selasa, 17 Agustus 2010

Mobil Pick-Up Dibakar Massa tak Dikenal
INDRAMAYU - Diduga terkait dukungan dalam Pemilukada Bupati Indramayu 2010, sebuah mobil Suzuki Carry pick-up milik Yaya (38 tahun), warga Desa Longok RT.15 RW.05 Kec.Sliyeg Kab.Indramayu dibakar massa tak dikenal, Selasa (17/8) dini hari. Beruntung aksi massa tak dikenal itu dipergoki warga sehingga mobil tidak ludes terbakar. para pelaku berhasil lolos meski sempat dikejar warga. Namun demikian, polisi sejuah ini masih belum berani menyimpulkan bahwa insiden pembakaran mobil itu dilakukan oleh pendukungan pasangan cabup-cawabup tertentu.

Diperoleh keterangan, insiden pembakaran mobil milik korban yang merupakan kerabat Kuwu Longok, Yukanah, ini terjadi sangat cepat. Beberapa warga menuturkan, sebelum peristiwa itu terjadi terlihat sekelompok orang tak dikenal berkeliling kampung menggunakan beberapa sepeda motor. Awalnya warga menduga, orang-orang itu adalah warga setempat yang sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat. Namun selepas tengah malam, kelompok orang tak dikenal itu terlihat berhenti di depan rumah Yaya yang kebetulan bersebelahan dengan rumah Yukanah, Kuwu Longok.

Tiba-tiba, beberapa orang terlihat mendekati mobil milik Yaya yang terparkir tepat di garasi rumah. Diduga, orang tak dikenal itu lalu menyiramkan bensin ke dalam jok mobil lalu membakarnya. Usai beraksi, kelompok orang tak dikenal itu lalu kabur. Saat bersamaan, pemilik kendaraan dan sejumlah warga melihat kepulan asap di ruang garasi. Warga lalu berusaha memadamkan api yang berkobar di ruang kemudi dengan lebih dulu mendorong mobil ke ruang terbuka dan menyiramnya dengan air. Sementara sebagian warga lain mengejar pelaku yang kabur menggunakan sepeda motor."Ada tiga sepeda motor yang dikejar warga namun lolos, semuanya tidak berplat nomor. Kami tidak tahu siapa mereka, tapi kami menduga ini ada kaitannya dengan pemilukada," ungkap Dasmo, suami Kuwu Longok, Yukanah.

Perihal dugaan itu, lanjut Dasmo, sebelumnya menimpa Yukanah, istrinya. Beberapa waktu lalu, imbuh dia, istrinya pernah didatangi oleh sekelompok orang yang mengancam agar bersikap sebagai kepala desa bersikap netral. Kelompok orang tak dikenal itu juga mendesak agar Yukanah dan perangkatnya tidak memberikan dukungan untuk pasangan cabup-cawabup tertentu. Serangkaian ancaman itulah, menurut Dasmo, menjadi indikasi kuat bahwa pembakaran mobil milik kerabatnya adalah bagian dari intimidasi kelompok tertentu. "Kami sudah melaporkan semuanya kepada polisi. Ini jelas-jelas intimidasi dan ancaman serius sehingga kami harus serahkan masalahnya kepada hukum. Soal dukungan, masyarakat di desa kami akan menentukan pilihannya masing-masing, jadi tidak benar jika ada mobilisasi yang dilakukan oleh istri saya sebagai kuwu," tegas Dasmo.

Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Polisi Nasri Wiharto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya insiden tersebut. Namun menurut Nasri, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah kasus itu mempunyai keterkaitan dengan Pemilukada Bupati Indramayu 2010 karena masih dalam penyelidikan. Namun begitu Nasri tidak menampik, keterangan yang diberikan korban dan kerabatnya mempunyai indikasi adanya upaya intimadasi menjelang Pemilukada Bupati Indramayu yang akan digelar Rabu (18/8) besok. "Tapi sekali lagi kami nyatakan bahwa ini masih dalam penyelidikan jadi belum ada kesimpulan apa-apa termasuk isu Pemilukada. Untuk itu saya mengimbau semua pihak agar menahan diri dan senantiasa menjaga kondusifitas daerah," tandas Nasri.

Hal senada diungkapkan Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin. Bupati yang akrab disapa Yance ini mengingatkan agar masyarakat lebih bersikap dewasa dalam melaksanakan kegiatana Pemilukada tersebut. Yance juga mengaku prihatin jika ada sebagian masyarakat yang bertindak anarkis terkait dengan dukungan untuk pasangan cabup-cawabup tertentu. "Jadikan momentum pemilukada untuk memilih pemimpin yang baik dan dicintai masyarakat sehingga akan membawa Indramayu dalam kerangka membangun yang lebih maju. Tidak ada menang atau kalah, karena siapapun yang terpilih merupakan kehendak rakyat dan harus dihargai oleh semua calon lain," ujar Yance.

posted by ABI SHOHIB @ 01.57

Sumber : Abihumas.blogspot.com, Selasa, 17 Agustus 2010


13 Agustus 2010

Survei dan Dukungan Kepada ANDI Nomor 4 Pilkada Indramayu


Source : Radar Indramayu, Jumat, 13 Agustus 2010
 

My Blog List

JASA PENGIRIMAN UANG

Site Info

Followers/Pengikut

PENDOPO INDRAMAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template