CARI BERKAH KLIK DI SINI

10 Agustus 2011

Tak Ada Anggaran, Disdik Disinyalir Lakukan Pungli

Rabu, 10 Agustus 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

HITUNG HASIL KUTIPAN – Disaksikan para wartawan jajaran Dikmen Disdik Indramayu menghitung sejumlah uang yang diduga hasil kutipan, di ruang Dikmen Disdik Indramayu, Rabu (22/6) (Pelita/ck-102)***

Tak Ada Anggaran, Disdik Disinyalir Lakukan Pungli

Indramayu, Pelita

Para wartawan yang biasa meliput di Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menangkap adanya dugaan pungli dilingkungan bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) terkait penyerahan blangko ijazah dan SKHUN disejumlah SMP/SMA/SMK hingga mencapai puluhan juta rupiah.

Untuk menguak kebenaran tabir tersebut, para wartawan melakukan klarifikasi dengan Dikmen dan diterima Kasi Kurikulum Drs. A. Sudalim Gymnastiar, M.Pd didampingi beberapa stafnya. Dalam paparannya Sudalim mengelak kalau pihaknya dituduh melakukan pungli / kutipan ke sejumlah sekolah untuk pengganti biaya pengadaan blanko Ijazah dan SKHUN. “Kami tidak melakukan pungli, namun kami mengakui kalau meminta bantuan alakadarnya ke sejumlah sekolah. Bantyuan tersebut untuk pengganti transport pengambilan blangko ijazah dan SKHUN di Diknas Provinsi Jabar,” elaknya.

Menurutnya, hal itu terpaksa dilakukan karena untuk bolak balik ke Bandung selama dua hari dibutuhkan dana sementara dana untuk hal tersebut tidak ada. “Karena namanya bantuan alakadarnya maka uang yang didapat juga tidak seberapa besar dan tidak mencapai puluhan juta rupiah seperti yang dituduhkan rekan-rekan wartawan dan uangnya silahkan dihitung bersama,” paparnya.

Adapun adanya ide untuk melakukan permohonan bantuan alakadarnya tersebut sambung Sudalim murni atas inisiatif sendiri dan bukan atas perintah atasan. “Kalau rekan-rekan wartawan menghendaki agar uang tersebut dikembalikan maka secepatnya akan kami kembalikan,” kata Sudalim ketika didesak wartawan terkait ada tidaknya perintah dari atasan seraya memita agar masalah ini jangan dibesar-besarkan.

Kemudian setelah uang dimaksud dihitung oleh staf Dikmen dan disaksikan para wartawan terkumpul Rp 2.360.000 untuk bantuan transport pengambilan ijazah dan Rp 950.000 untuk bantuan pengambilan SKHUN.

Menyikapi pengakuan tersebut Manalu, Wasnadi, Ali, Darji, Duliman, TB Maulana dan lainnya, secara tegas menolak kalau uang dikembalikan kasus selesai. Intinya, uang yang diterima Dikmen memang harus dikembalikan, karena uang itu bukan hak mereka sementara untuk kasusnya tetap akan dilambungkan ke Polres Indramayu. “Bukan berarti uang dikembalikan terus kasusnya selesai,” tegasnya. (ck-103)***





Dugaan Hasil Pungli Dikmen Dibagikan ke Oknum

Rabu, 10 Agustus 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Dugaan Hasil Pungli Dikmen Dibagikan ke Oknum

Indramayu, Pelita

Kasus dugaan pungli di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) pada bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Indramayu kian mencuat, menyusul ditemukan adanya dugaan uang hasil kutipannya dibagi-bagikan ke beberapa oknum.

Pemerhati Pendidikan Bob Cahyadi, menilai adanya kemungkinan kalau uang hasil pungli yang dilakukan oleh jajaran Dikmen dibagi-bagikan ke beberapa oknum. “Pembagian dimaksud sangat kuat terjadi, soalnya disaat barang bukti (BB) berikut daftar nama pemberi dari jenjang pendidikan SMP/SMA/SMK negeri/swasta diserahkan ke bagian Intel Polres Indramayu, Rabu (22/06/2011). Sore harinya di gedung Dikmen masih ada oknum yang bergerombol dan disinyalir kuat menunggu pembagian,” tegas Bob.

Intinya, kata Bob, kalau dugaan pembagian tersebut benar, berarti banyak pihak yang akan terlibat dan akan bersentuhan dengan hukum. Bob bersikukuh kasus tersebut akan diteruskan hingga persidangan. “Karena perbuatan tersebut tergolong gratifikasi dan melanggar UU tindak pidana korupsi maka kasus tersebut akan diditindaklanjuti ke bagian tipikor,” tegas Bob.

Bob menambahkan, landasan hukum tindak gratifikasi diatur dalam UU 31/1999 dan UU 20/2001 Pasal 12 dimana ancamannya, adalah dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah dan paling banyak 1 miliar rupiah.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Indramayu Akhmad Nasiruzzaman ketika dimintai tanggapannya menyayangkan dan kenapa hal itu bisa terjadi. Menurutnya, kalau dalihnya tidak ada anggaran kenapa pihak Disdik tidak menyampaikan permintaan anggaran untuk kebutuhan tersebut yang disatukan dengan pagu anggaran Disdik. “Intinya, jangan sampai ketidakadaan anggaran dijadikan dalih untuk melakukan pungli ke sekolah,” tegasnya ketika ditemui Pelita seusai solat Jum’at, (24/06/2011) di masjid DPRD setempat.

Ditambahkan, adanya dugaan kutipan yang dilakukan Dikmen dengan dalih untuk pengganti transport pengambilan ijazah dan SKHUN di Bandung. Hal serupa tidak menutup kemungkinan terjadi pula di lingkungan bidang Pendidikan Dasar (Dikdas). “Karena blangko ijazah untuk semua sekolah di ambil di Disdik Provinsi Jabar, maka hal serupa tidak menutup kemungkinan terjadi pula di lingkungan Dikdas,” tambah Akhmad. (ck-103)***

Dikutip Rp100 ribu, Belasan Orang Tua Siswa Luruk Disdik

Rabu, 10 Agustus 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Dikutip Rp100 ribu, Belasan Orang Tua Siswa Luruk Disdik

Indramayu, Pelita

Buntut adanya dugaan pungutan liar (pungli) sebesar Rp100 ribu terhadap siswa kelas VI yang dilakukan SY, Kepala SDN Eretan Kulon IV Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu Jawa Barat, yang dipotong langsung dari uang tabungan siswa dengan dalih untuk penebusan ijazah. Belasan orang tua siswa SDN Eretan Kulon IV, Jum’at (01/07/2011) meluruk Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.

Merekapun menuding SY telah menjual buku Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Sakinah dari kelas II hingga kelas VI dengan harga Rp10 ribu per siswa. "Kami sangat kecewa dengan adanya pungutan yang dilakukan oleh SY. Alasannya selain kami bukan orang mampu juga penggunaan uang tersebut peruntukannya tidak jelas dan terkesan mengada-ada, " ujar Sutinah (35), salah satu orang tua siswa kelas VI SDN tersebut.

Dikatakan, pungutan Rp 100 ribu yang dilakukan SY perinciannya tidak jelas. Hanya Sutinah menjelaskan kegunaan uang itu diantaranya untuk membeli sampul raport dan untuk “wara-wiri” guru. "Kami merasa heran dengan pungutan itu. Masa, ada uang untuk “wara-wiri” guru. Karena kejelasan dari pihak sekolah masih tertutup makanya kami datang ke sini (Disdik, Red) untuk minta kejelasan yang pasti,” paparnya.

Sutinah menambahkan, jumlah siswa kelas VI sepengetahuannya ada 29 anak dan rata-rata orang tua mereka pekerjaannya sebagai nelayan dengan penghasilan pas-pasan. Ironisnya, pungutan itu dilakukan melalui pemotongan tabungan siswa. "Pemberitahuan tentang potongan itu sebelumnya memang sudah diumumkan namun belum ada kesepakatan. Ironisnya, meski belum ada kesepakatan namun pemotongan tetap dilakukan,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Indramayu DR. Akil, M.Pd didampingi Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Masdik, MM yang menemui orang tua siswa mengatakan, pihaknya akan mempelajari tuntutan tersebut. Bahkan menyatakan selama ini jajarannya tidak pernah melakukan pungutan terhadap sekolah apalagi ke siswa. "Jika benar ditemukan adanya dugaan pungli, kami akan menindak tegas, " tandas Akil. (ck-103)***

Peningkatan Jalan Pahlawan Indramayu : Pelaksanaannya Dikerjakan Pihak CV. Majoma

Rabu, 10 Agustus 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Sitompul (kanan), pelaksana proyek peningkatan Jalan Pahlawan Indramayu dari CV. Majoma tengah berbincang-bincang dengan salah seorang wartawan, Rabu (27/07/2011) sore. (Satim)*** Foto-foto : Satim

Peningkatan Jalan Pahlawan Indramayu

Pelaksanaannya Dikerjakan Pihak CV. Majoma

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Tidak lama lagi, warga yang melintasi Jalan Pahlawan Indramayu, Provinsi Jawa Barat akan menikmati jalan yang mulus dengan sisi sebelahnya dikuatkan dengan tembok penahan jalan. Hingga berita ini ditulis, pekerjaaan konstruksi di Jalan Pahlawan Kota Mangga itu masih berlangsung. Konon, rencanya jalan itu terdapat peninggian badan jalan dengan pengerasan, dan nantinya akan dihotmiks.

“Kalau anggarannya memungkinkan sih, inginnya semua jalan di beton biar kuat dan awet,” kata Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, H. Soen Sudjarwo, ST, belum lama ini.

Namun, ungkap Wowo (panggilan akrab Soen Sudjarwo), karena anggarannya belum memungkinkan kalau harus di beton di semua ruas jalan, sehingga dalam pelaksanaannya bervariasi. “Ada yang di beton, burda, dan hotmiks,” katanya.

Dalam perhitungan pihak Dinas Bina Marga setempat, jika ingin semua ruas jalan terlihat bagus, maka dibutuhkan dana pembangunan jalan yang besarnya mencapai sekitar Rp 750 miliar. Namun, APBD Kabupaten Indramayu hingga saat ini belum mampu menganggarkan dana sebesar itu. Alhasil, masyarakat masih menikmati jalan yang rusak dan berlubang di hampir semua ruas jalan yang ada di wilayah Kabupaten Indramayu.

Dari hasil pemantauan Pendopo Indramayu Online, kesibukan perbaikan Jalan Pahlawan yang menghubungkan ke TPI Karangsong itu hingga Rabu (10/08/2011) masih berlangsung. “Kita ini harus ngebut untuk melaksanakan pekerjaan jalan Pahlawan ini. Karena sebentar lagi mau lebaran Idul Fitri,” tutur Sitompul, pelaksana lapangan yang menangani pekerjaan jalan tersebut dari CV. Majoma Jatibarang, Indramayu.

Dijelaskan, dalam pengerjaan konstruksi Jalan Pahlawan itu ditangani pihak CV. Majoma selaku subkontaktornya, yang menangani pekerjaan hingga selesai. Sementara pemenang tender Jalan Pahlawan itu, yakni CV. Prima Putra Kenanga, masih satu daerah dengan CV. Majoma.

Bos CV. Prima Putra Kenanga, Peter mengatakan, pihaknya bertekad dan berharap supaya proyek peningkatan Jalan Pahlawan Indramayu berjalan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat.

Diperoleh keterangan, peningkatan Jalan Pahlawan itu didanai APBD Kabupaten Indramayu Tahun 2011 dengan anggaran sekitar Rp 1,9 miliar. (Satim)***

9 Agustus 2011

Puluhan Napi Kelabakan BNP Lakukan Tes Urine Mendadak

Selasa, 09 Agustus 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Puluhan Napi Kelabakan BNP Lakukan Tes Urine Mendadak

INDRAMAYU, (KC), PENDOPO INDRAMAYU ONLINE -Badan Narkotika Provinsi (BNP) dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) serta Polres Indramayu melakukan tes urine mendadak terhadap 58 narapidana (napi) kasus narkoba dan 7 napi kasus umum di Lapas Indramayu, Selasa (12/7).

Dari hasil tes, seorang napi, Kus (30 tahun), diketahui positif mengonsumsi narkoba jenis ganja. Temuan tersebut selanjutnya dikembangkan dalam penyelidikan untuk membongkar peredaran ganja di kalangan napi Lapas Indramayu.

Tes urine kepada para napi di LP Indramayu itu sendiri dilaksanakan mendadak sehingga kontan saja membuat para napi kelabakan. Tak heran, satu dari puluhan napi yang dites urinenya dinyatakan positif memakai narkoba.

Petugas dari BNP dan BNK bersama aparat kepolisian, menyiapkan puluhan gelas berikut alat berupa sehingga jenis narkotika yang digunakan dapat langsung diketahui.

Satu persatu napi narkoba perempuan dan laki-laki digelandang dari masing-masing sel menuju lokasi tes urine. Selain napi narkoba yan berjumlah 58 orang, petugas juga secara acak memeriksa 7 napi kasus umum. Hasilnya, petugas menemukan adanya penggunaan narkoba oleh seorang napi yang belakangan diketahui berinisial Kus.

Temuan itu mengejutkan Kepala Lapas Indramayu, Supeno Djoko Bintoro. Menurut Djoko, jika itu benar pihaknya mengaku merasa kecolongan dengan adanya tindakan napi mengonsumsi narkoba. Hanya saja ia masih belum bisa memastikan hal itu karena masih menunggu laporan tertulis hasil pemeriksaan urine para napi. Namun demikian, Djoko menyatakan dengan tegas jika dugaan tersebut benar, Lapas akan memberikan sanksi tegas diantaranya mencabut hak-hak napi tersebut.
Akan didalami.

Terkait masuknya narkoba ke Lapas, Djoko mengaku belum bisa memastikannya apakah melalui pembesuk atau ada keterlibatan oknum di Lapas."Kami akan dalami kasusnya secara internal. Pendeknya, jika nantinya terbukti benar, kami jelas akan menindak tegas dan melakukan penyelidikan internal untuk membongkar jaringannya," tegas Djoko.

Senada dengan Kepala Lapas, Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan menyatakan, temuan penggunaan ganja yang melibatkan seorang napi narkoba akan dikembangkan melalui penyelidikan. Napi yang bersangkutan, kata dia, akan diperiksa intensif oleh petugas Satres Narkoba untuk mengetahui asal barang haram tersebut. "Akan kami kembangkan lebih lanjut, untuk mengetahui asal ganja dan bagaimana bisa masuk ke Lapas sehingga dikonsumsi," tandas Rudi.

Kepala Sub Bidang Medik BNP Jawa Barat, Haryani mengatakan, pemeriksaan urine terhadap para napi merupakan rangkaian kegiatan BNP bekerjasama dengan BNK se Jawa Barat. Sebelumnya, BNP juga melakukan pemeriksaan urine terhadap 250 pejabat di lingkungan Pemkab Ciamis. Ketika disinggung hasilnya, Haryani enggan memberikan keterangan rinci karena bersifat rahasia. "Nantinya akan dilakukan kegiatan serupa di semua kabupaten dan kota di Jawa Barat," tukas Haryani.(C-23)***

Source : kabar-cirebon.com, Selasa, 13 Juli 2010 - 09:57:07 WIB

1 Agustus 2011

Janji Beri Jodoh, Dukun Dibekuk Nodai ABG

Senin, 1 Agustus 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

KRIMINALITAS

Janji Beri Jodoh, Dukun Dibekuk Nodai ABG

K50-11 | Glori K. Wadrianto | Minggu, 31 Juli 2011 | 17:09 WIB

Ilustrasi. (1

dailydujour.com)***

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE Seorang dukun yang mengaku bisa membantu mencarikan jodoh, kemarin malam, ditangkap polisi setelah beberapa kali menodai pasiennya, seorang anak baru gede (ABG).

Casdirah (35), warga Blok Sawah, Desa/Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melaporkan Ron (34), dukun asal Desa Kreo, Blok 5, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, dengan tuduhan menodai Cas (17), anak gadisnya, saat diminta membantu mencarikan jodoh.

Pelaku diciduk ketika "mengobati" korban pada malam ketiga. Menurut Casdirah, beberapa hari lalu, ia diperkenalkan seorang tetangganya dengan Ron. Ron pun datang ke rumah Casdirah. Ron mengatakan, berdasarkan hasil penglihatan batin di tubuh Cas itu terdapat sebuah batu yang ditunggui mahluk halus. Batu itu yang menghalangi jodoh anak gadis itu.

Supaya Cas cepat memperoleh jodoh, batu penghalang itu harus disingkirkan. Untuk menyingkir batu di tubuh ABG itu harus dilakukan di dalam kamar. Casdirah dan anggota keluarga yang lain disuruh menunggu di ruang tamu sambil terus berdoa.

Seusai pengobatan malam pertama, wajah Cas tampak murung. Malam kedua Ron datang lagi sambil mengatakan, masih ada mahluk halus di tubuh Cas sehingga harus diobati lagi. Ron pun masuk kamar bersama Cas, sementara orangtuanya disuruh menunggu di ruang tamu sambil terus berdoa.

Berjam-jam dukun itu berada di kamar bersama anaknya. Hal itu membuat Casdirah mulai curiga. Sepulangnya Ron, ia menanyakan apa saja yang diperbuat dukun muda itu. Dengan mata memerah, Cas mengaku malam itu dinodai Ron.

Mendengar pengakuan itu, Casdirah marah. Diam-diam ia membuat perangkap. Ron dipanggil lagi dengan alasan melanjutkan pengobatannya. Beberapa saat ketika berada di dalam kamar, Casdirah memanggil petugas dan menangkap dukun cabul itu.(KOMPAS.com)***

Source : Kompas.com, Minggu, 31 Juli 2011

Ada 19 Komentar Untuk Artikel Ini.

·

lyna moe

Senin, 1 Agustus 2011 | 10:08 WIB

perasaan indonesia sudah maju msh ada percya dukun, lgian msh umur 17 msh panjang jln tuk menemukan jodoh sdr

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

0

0

·

benny roland

Senin, 1 Agustus 2011 | 09:13 WIB

soal jodoh adalah urusan Yang Maha Kuasa bukan urusan Dukun.... ironis..... karena karena masih mempercayai hal-hal yang tahyul....

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

0

0

·

Sumarsono

Senin, 1 Agustus 2011 | 08:29 WIB

saya heran anak baru 17 thn kok minta tolong dukun cari jodoh, waktu kan masih panjang, kecuali perempuan lebih 30 th itu baru panik/bingung. jangan ke dukun lagi ya nduk......

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

0

0

http://stat.k.kidsklik.com/data/2k11/comment/images/icon_komentar.gif

Lihat semua 4 komentar yang ada

o

tjetje soetisna

Senin, 1 Agustus 2011 | 09:29 WIB

Akibat dari masih banyaknya tradisi di kampung tertentu lulus SD nunggu panen langsung kawin. Makanya jangan heran banyak anak perempuan belum 16 tahun sudah janda, shg 17 th dianggap "jomblo" seterusnya kalo sdh janda dimanfaat calo jadi TKW, kalo masih gadis kas tdk boleh.

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

0

0

salim ahmad

Senin, 1 Agustus 2011 | 09:30 WIB

wartawannya aja yang kurang cerdas mengarang berita

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

0

0

salim ahmad

Senin, 1 Agustus 2011 | 09:30 WIB

wartawannya aja yang kurang cerdas mengarang berita...dasar kehabisan berita

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

0

0

lyna moe

Senin, 1 Agustus 2011 | 10:21 WIB

iya setujuuuuuuu

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

0

0

·

Metha Wedhaninggar

Senin, 1 Agustus 2011 | 07:35 WIB

hal ini saja terjadi di Jawa yg notabene daerah sudah maju (dlm hal pendidikan/informasi) dibanding wilayah Indonesia lainnya... bagaimana kalo di wilayah Indonesia yg tdk terjamah pendidikan/ informasi ?? pasti hal demikian ini terjadi/ lebih memprihatinkan lagi..

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

0

0

·

syadin syadana

Minggu, 31 Juli 2011 | 21:24 WIB

hari gini masih percaya DUKUN.....

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

0

0

o

zermat wagner

Minggu, 31 Juli 2011 | 21:56 WIB

ya..inilah warga kita...mau tanya krn siapa???tanya aja fpi¨¨ krn mereka ini maunya kembali ke jaman jahiliah:::..

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

1

0

29 Juli 2011

Pejabat Berakting, Rakyat Makan Nasi Aking

Jumat, 29 Juli 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Pejabat Berakting, Rakyat Makan Nasi Aking

Oleh : Hendra Sumiarsa

BEGINILAH kehidupan di Indonesia. Pejabatnya hanya bisa berakting. Mereka seolah-olah bekerja untuk rakyat, padahal untuk diri sendiri. Akibatnya rakyat telantar. Bahkan hingga kini, masih banyak warga yang kesulitan untuk sekadar memenuhi kebutuhan pokoknya. Di beberapa daerah, misalnya, masih ada warga yang terpaksa makan nasi aking.

Saat ini eksekutif dan legislatif di Senayan sibuk tarik ulur soal pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menjadi Undang-undang (UU). Nyatanya, hal itu tak berimbas apapun kepada masyarakat. Persoalan lapar dan kemiskinan masih terjadi di mana-mana.

Setidaknya itu yang dirasakan oleh Rasiyem (60 tahun), dan Rasmi (80 tahun), keduanya warga Desa Terusan Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu. Kedua wanita lanjut usia (lansia) tersebut mengaku tak tahu apapun soal BPJS atau tektek bengek regulasi pemerintah soal mengatasi kemiskinan di negeri ini. Rasiyem, misalnya, harus menerima nasib tinggal di gubuk hanya berukuran 2x4 meter yang berhadapan dengan kandang kambing. Selama lebih dari 10 tahun, Rasiyem harus berjuang mengidupi dirinya dengan berjualan kerupuk. Meski sudah berkeluarga, anaknya yang semata wayang, juga bernasib sama.

Makanan sehari-harinya sangat memprihatinkan. Nasi aking menjadi salah satu menu andalannya.

"Gubuk ini saya bangun dari hasil menjual tapih (kain, red). Dibangun seadanya, yang penting tidak kehujanan atau kepanasan," tukas dia.

Hidup pasrah di usia senja, juga dirasakan oleh Rasmi (80 tahun). Nenek jompo dan sudah pikun ini tinggal di bangunan yang separuhnya terbuat dari bilik berukuran sekira 3x6 meter, bersama Darsinah (45 tahun), keponakannya yang menjanda. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Rasmi mengandalkan belas kasihan kerabat dan tetangga, atau dari hasil jerih payah Darsinah sebagai tukang pijat. Jika sedang beruntung, upah memijat Darsinah bisa untuk bertahan mencukupi kebutuhan hidup selama 2 atau 3 hari. Namun jika sedang sepi orderan, nasi aking menjadi pilihan.

Camat Sindang, Bastoni, dan Kuwu Terusan, Taryono, mengamini kondisi warganya tersebut. Menurut Bastoni, di tingkat desa hingga kecamatan, kedua wanita lansia tersebut sebenarnya telah diproteksi melalui berbagi program pengentasan kemiskinan bentukan pemerintah kabupaten (pemkab). Oleh karenanya, kedua wanita lansia yang selama ini hidup dalam segala keterbatasan, telah memperoleh jaminan sosial dan kesehatan yang memadai. "Tidak hanya pemberian bantuan beras secara gratis, namun juga bantuan modal usaha agar mereka bisa hidup dengan layak," tukas Bastoni.

Pengamat masalah sosial di Indramayu, Drs. Gozali, memandang kasus yang menimpa nenek Rasiyem dan Rasmi merupakan potret buram kemiskinan di masyarakat saat ini. Menurut dia, keadaan itu tidak terlepas dari ketersumbatan komunikasi pemerintahan hingga ke tingkat rukun tetangga (RT). Namun yang paling pokok, kasus nenek Rasmi dan Rasiyem merupakan imbas dari ketidakberesan pemerintah pusat dalam mengelola program-program bantuan sosial sehingga tidak tepat sasaran.

"Kuwu dan camat itu operator yang juga memiliki banyak keterbatasan informasi. Makanya harus mulai dibangun informasi yang baik mulai dari RT hingga ke bupati, gubernur, untuk kemudian diteruskan ke presiden. Jangan ada lagi laporan asal bos senang (ABS)," tegas Gozali.(Hendra Sumiarsa/"KC")***

Source : kabar-cirebon.com, Selasa, 20 Juli 2010 / 01:26:08 WIB


13 Juli 2011

Polres Indramayu Amankan Jutaan Butir Petasan

Rabu, 13 Juli 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Hasil Pengumpulan Sukarela Perajin Rumahan

Polres Indramayu Amankan Jutaan Butir Petasan

Rabu, 13/07/2011 - 12:15

JUTAAN petasan yang berhasil diamankan Petugas Polres Indramayu hasil pengumpilan secara sukarela dari perajin petasan rumahan. (ARIEF BK/"PRLM")***

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Sedikitnya delapan juta butir petasan berbagai jenis diamankan oleh petugas kepolisian Polres Indramayu, Rabu (13/7). Petasan tersebut merupakan hasil pengumpulan secara sukarela yang dilakukan oleh warga sekaligus perajin petasan rumahan di sentra petasan Desa Lobener Kec. Jatibarang dan Desa Teluk Agung Kecamatan/Kabupaten Indramayu.

"Ini merupakan hasil upaya persuasif Polres dan Pemda Indramayu. Tujuannya adalah untuk pencegahan agar tidak lagi jatuh banyak korban dari kalangan warga," ujar Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan didampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi Rohadi.(A-168/kur)***

Source : pikiran-rakyat.com, Rabu, 13 Juli 2011

Sering Meledak : Warga Serahkan Jutaan Butir Petasan

Rabu, 13 Juli 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Warga Serahkan Jutaan Butir Petasan

Rabu, 13/07/2011 - 10:56

PETUGAS kepolisian memeriksa bungkusan yang berisi petasan yang diserahkan warga. (ARIEF B.K./"PRLM")***

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Warga Desa Teluk Agung, Kecamatan/Kabupaten Indramayu beramai-ramai menyerahkan petasan hasil produksi rumahan mereka ke balai desa, Rabu (13/7/2011). Penyerahan dilakukan terkait maraknya ledakan yang terjadi dan memakan korban warga di sentra petasan rumahan tersebut.

Penyerahan dilakukan warga secara sukarela setelah diberikan pengarahan oleh Camat Indramayu Dudung Indra Ariska dan Kapolsek Indramayu Agus mengenai kondisi keamanan dan ilegalnya usaha pembuatan petasan rumahan ini.

Dalam penyerahan tersebut, warga berduyun-duyun menyerahkan ratusan kantong berisi puluhan ribu petasan hasil peroduksi mereka. Warga mengaku pasrah meskipun belum tahu dari mana sumber penghasilan mereka ke depannya. (A-168/A-147)***

Source : pikiran-rakyat.com, Rabu, 13 Juli 2011

12 Juli 2011

Terjadi di Desa Lobener Lor : Pabrik Petasan Meledak, Satu Orang Tewas

Selasa, 12 Juli 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Dua Rumah Hancur

Pabrik Petasan Meledak, Satu Orang Tewas

PETUGAS kepolisian dari Polres Indramayu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait ledakan pabrik petasan Blok Kebon Kopi Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Selasa (12/7/2011). (ARIEF B.K./"PRLM")***

INDRAMAYU, (PRLM), PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Sebuah pabrik petasan rumahan meledak di Blok Kebon Kopi Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Selasa (12/7/2011). Akibat ledakan ini, seorang tewas dan dua rumah rusak parah.

Korban tewas adalah Karta (40), pemilik pabrik rumah petasan. Korban tewas dengan luka parah di bagian tubuh akibat ledakan petasan yang sedang diraciknya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, sebelum insiden terjadi, Karta tengah meracik petasan luncur. Bahan-bahan petasan yang sedang diracik tergesek dan menimbulkan percikan api. Seketika itu juga, ledakan besar terjadi. Selain membuat tubuh Karta terkoyak pada bagian dada dan perut, insiden itu juga menyebabkan rumah Karta dan tetangganya hancur hampir roboh.

Karta tewas seketika dan langsung dimakamkan di tempat pemakaman terdekat. Sementara itu, polisi dari Polres Indramayu masih menyelidiki kejadian ini. (A-168/A-147)***

Source : pikiran-rakyat.com, Selasa 12 Juli 2011

 

My Blog List

JASA PENGIRIMAN UANG

Site Info

Followers/Pengikut

PENDOPO INDRAMAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template