CARI BERKAH KLIK DI SINI

22 Maret 2011

TAJUK RENCANA KOMPAS : Hancurnya Jaringan Jalan

Selasa
22 Maret 2011
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
TAJUK RENCANA

KOMPAS

Sabtu, 15 Januari 2011 | 03:11 WIB

Hancurnya Jaringan Jalan

Keterlaluan. Mungkin itu kata yang pas untuk menggambarkan kehancuran jalan sepanjang pantura dan selatan Jawa serta kemacetan yang diakibatkannya.

Tak terhitung kerugian waktu dan ekonomi yang harus ditanggung masyarakat akibat kondisi jalan yang di beberapa tempat sudah berubah menjadi kubangan itu. Padahal, ini urat nadi penting perekonomian Jawa dan nasional.

Protes masyarakat dengan menanam pohon pisang di jalan yang hancur dan ancaman mogok pengemudi angkutan umum mungkin hanya bentuk kefrustrasian warga. Sebab, mereka tak tahu lagi harus mengadu kepada siapa karena keluhan soal kehancuran jalan yang sudah menelan banyak korban tak pernah didengarkan pemerintah.

Meski diperbaiki setiap tahun, jalur pantura Jawa yang jadi jalur penting arus mudik dan jalur logistik terus rusak. Penanganan selama ini cenderung tambal sulam dengan pendekatan proyek. Pemerintah, karena alasan yang sulit dipahami, juga tak pernah serius mengembangkan moda transportasi massal KA guna mengurangi beban moda jalan yang sudah demikian tak tertanggungkan.

Kondisi sama terjadi di lintas Sumatera dan Kalimantan, beberapa daerah lain, dan wilayah perbatasan. Sukses atau kegagalan suatu pemerintahan semestinya juga diukur dari indikator kasatmata kemampuan penyediaan infrastruktur, termasuk jalan. Kualitas infrastruktur berkaitan langsung dengan kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat.

Pelajaran berharga dari negara seperti China, pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok jadi kunci kemajuan ekonomi, pengurangan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan. Hancurnya infrastruktur adalah bentuk pembiaran terhadap ancaman kesejahteraan masyarakat. Buruknya infrastruktur juga kendala utama masuknya investor dan sumber kehancuran industri.

Beberapa alasan kemunduran infrastruktur yang sering disebut adalah keterbatasan anggaran, penggunaan anggaran tak optimal, dan buruknya koordinasi antarinstansi. Meski naik, anggaran Rp 70 triliun sekarang ini jauh dari angka kebutuhan karena tak sampai 2 persen dari PDB.

Selain itu, sangat tak masuk akal keterbatasan anggaran jadi alasan jika untuk menaikkan gaji, tunjangan, dan fasilitas pejabat atau membangun gedung DPR lengkap dengan prasarana mewah justru tersedia dana.

Saatnya kita menagih kembali janji percepatan pembangunan infrastruktur. Bukan waktunya lagi pemerintah tutup mata. Termasuk tutup mata pada penderitaan warga, ancaman ke industri dan ekonomi, serta kemungkinan adanya korupsi masif pada proyek pembangunan jalan.

Menjadi gugatan kita, bagaimana mungkin jalan yang dirancang untuk masa penggunaan 10 tahun, misalnya, sudah hancur sebelum genap setahun. Jika kelebihan beban dijadikan alasan, apakah birokrasi dan aparat tak bekerja? Waktu enam tahun lebih terlalu lama bagi pemerintah hanya untuk membenahi regulasi dan mengurai kendala-kendala pembangunan infrastruktur.***

Source : Kompas, Sabtu, 15 Januari 2011 | 03:11 WIB

Foto-foto di luar teks : Kondisi Jalan di Jalur Plumbon-Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Hasil jepretan Satim, Rabu (16/3/2011)***

20 Maret 2011

Siswi SMPN 1 Patrol Diduga Rangkap Jadi PSK

Minggu

20 Maret 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Siswi SMPN 1 Patrol Diduga Rangkap Jadi PSK

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Anak Baru Gede (ABG) siswi kelas III SMPN 1 Patrol , Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berinisial SL, yang baru saja usai mengikuti Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (USBN)di sekolahnya, kini menjadi buah bibir masyarakat. Diduga yang bersangkutan selain berstatus sebagai pelajar, dia juga sebagai kupu-kupu malam, Pekerja Seks Komersial (PSK).

Menurut sumber yang layak dipercaya, SL putri dari pasangan rumah tangga Bapak Karsam dengan Ibu Sut, yang bertempat tinggal di Desa/Kecamatan Sukra, yang berstatus masih sekolah, terlihat sering berada di lokasi warung remang-remang pamanukan pada malam hari, nongkrong dengan beberapa lelaki hidung belang, mereka sambil mengkonsumsi minuman keras, dang mendengarkan suara alunan musik dangdut jawa sambil bergoyang ria, tuturnya

Bahkan salah seorang lelaki yang tidak mau disebut namanya kepada wartawan menuturkan, SL adalah salah satu Anak Baru Gede (ABG) yang masih duduk di bangku sekolah, namun dia juga sebagai PSK secara terselubung. “saya pernah berkencan dengan dia, sampai menghabiskan uang puluhan juta rupiah, isteri saya sempat mendatangi sekolah SL di Patrol.” Cetusnya

Karsam selaku orang tua SL, ketika dihubungi melalui ponselnya, kepada wartawan mengaku tidak tahu, bahkan dia meminta agar kasus anaknya tidak diekspos. Namun Sut Ibu SL terkesan menantang, dengan nada emosi mengatakan “saya tidak takut, karena ada salah satu anggota Polsek Pamanukan yang siap membantu, karena semua yang dilakukan SL tanpa ada bukti.” Ucap Sut tampak emosi

Kalaulah yang dilakukan gadis itu benar, sunguh sangat ironis apabila kedua orang tuanya itu tidak tahu. Sebab SL dengan kedua orang tuanya tinggal satu rumah, setiap anaknya keluar malam pasti mereka tahu, terkesan kedua orang tua menutup-nutupi perbuatan anaknya, padahal mereka sudah banyak menikmati uang haram hasil dari anaknya. Mereka tampaknya tidak sadar bahwa perbuatan yang dilakukan SL itu merupakan penyakit masyarakat yang dilarang negara serta agama, sebab penyakit masyarakat itu jelas merusak moral generasi muda. (rj)***

Source : Berita Metro, edisi 129, Selasa, 11 – 18 Mei 2010. Hal 10 Pendidikan/ www.realitanusantara.blogspot.com

Diduga Guru Mencari Keuntungan Dari Siswa Miskin

Minggu

20 Maret 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Diduga Guru Mencari Keuntungan Dari Siswa Miskin

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Upaya pemerintah untuk memeratakan kesempatan memperoleh pendidikan dan meningkatkan mutu pendidikan serta menekan angka putus sekolah, pemerintah memperluas akses pendidikan dasar yang bermutu yang lebih merata dengan memberikan perhatian yang lebih besar pada penduduk miskin. Perhatian tersebut berupa pemberian bantuan beasiswa bagi siswa miskin jenjang sekolah dasar.

Pemberian bantuan beasiswa bagi siswa miskin jenjang sekolah dasar pada umumnya bertujuan untuk memberikan layanan pendidikan bagi penduduk miskin untuk dapat memenuhi kebutuhannya di bidang pendidikan agar siswa yang orang tuanya tidak mampu/miskin tersebut dapat tetap memperoleh pendidikan. Disamping itu juga dalam rangka mendukung pencapaian program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun. Seperti halnya di SDN Kiajaran Kulon 2 Kec. Lohbener Kab. Indramayu, pemberian beasiswa miskin tersebut kurang direspon oleh Kepala Sekolah bahkan diduga guru mencari keuntungan dari siswa miskin. Pasalnya dari sejumlah beasiswa yang diberikan pemerintah kepada siswa miskin, mereka hanya menerima sebagian saja dari sekolah.

Saat kami datangi SDN Kiajaran Kulon 2 tersebut oleh wartawan bersama 2 orang rekan wartawan. Salah satu guru mengatakan Kepala Sekolah ada, tetapi setelah sampai di ruang guru, beberapa guru mengatakan Kepala Sekolah tidak ada, memang tadinya ada tapi sekarang tidak tahu kemana? Ujarnya

Untuk menutupi kebobrokannya salah satu guru yang berinisial Syt mencoba ngemove/intimidasi wartawan dan berlaku tidak sopan terhadap tamunya.

Akhirnya kamipun hanya bisa konfirmasi dengan beberapa guru yang ada disitu. Menurut salah satu guru mengatakan 18 orang siswa yang menerima Beasiswa Siswa Miskin (BSM) dan yang membelanjakan untuk keperluan sekolahnya bagi 18 siswa tersebut kami 4 (empat) orang, yaitu 1. Mustika Wati, 2. Painem, 3. Suherni, 4. Nani. Untuk keperluan siswa tersebut kami belikan Seragam Merah Putih, Pramuka, Baju Batik, Sepatu, Tas dan Alat tulis serta Buku Tulis 2 Pack. Ucapnya

Saat kami konfirmasi ke sejumlah orang tua siswa yang anaknya memperoleh beasiswa tersebut, beberapa orang tua siswa mengatakan hanya menerima 1 pack buku tulis, sepatu warior, seragam sekolah lengan pendek 1 stel, Baju pramuka 1 stel, tas sekolah, dan baju batik (tanpa celana). Terang beberapa orang tua siswa

Salah satu orang tua siswa yang minta namanya dirahasiakan dan dapat dipercaya mengatakan dari sejumlah yang diberikan sekolah kepada siswa miskin, nilainya tidak mencapai apa yang pemerintah berikan, hanya berapa persennya saja yang diberikan kepada anak kami. Pungkasnya

Pendapat Ketua Serikat Wartawan Indonesia (SWI) Cab. Indramayu mengatakan seharusnya Kepala Sekolah tidak perlu kabur/sembunyi ketika didatangi oleh rekan wartawan. Wartawan bukan musuh tetapi mitra. Kepada oknum guru janganlah bersikap arogan dengan ngemove wartawan berlakulah sopan kepada tamunya, pengabdian selama 27 tahun sebagai PNS akan sia-sia dengan sikap arogansi. Pahami UU Pers No. 40 Tahun 1999 !!! Kalau saja Bapak Pendidikan Ki Hajar Dewantoro masih hidup beliau akan menangis melihat moral guru seperti itu !!!. tegasnya

Dengan munculnya pemberitaan ini Kepala UPTD Pendidikan Kec. Lohbener Kab. Indramayu Tasmo, S.Ag., M.Si langsung kebakaran jenggot, bahkan tasmo langsung intimidasi wartawan untuk ketemu di Pengadilan (rencananya akan dilaporkan ke Kejaksaan).

Dengan melihat permasalahan diatas yang diduga guru mencari keuntungan dari siswa miskin sudah mengarah pada dugaan tindak pidana korupsi. Tidak menutup kemungkinan permasalah ini akan ditindak lanjuti pada pihak-pihak yang berwenang. (IM-01)***

Sumber: Kompass Indonesia. Edisi 456/Tahun XIII/ 11-18 Oktober. Hal 6 Pendidikan

Foto-foto ***: 1. Buku yang diterima siswa melalui program BSM

www.realitanusantara.blogspot.com

2. LPJ Kepsek SDN Kiajaran Kulon II ke Kepala UPTD Pend. Kec. Lohbener

www.realitanusantara.blogspot.com

15 Maret 2011

LPI "Bupati Cup" 2011 Digelar di Stadion Tridaya Indramayu

Senin

14 Maret 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE



LPI INDRAMAYU - Wakil Bupati Indramayu, H. Supendi (kiri) tengah disambut Tim Panitia Liga Pelajar Indonesia (LPI) Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat Tahun 2011. Kedua dari kiri, H. Safrudin, Ketua KONI Kabupaten Indramayu. Sdangkan Haryono (ketiga dari kiri), Ketua LPI Kabupaten Indramayu, dan sejumlah kontingen LPI dari para pelajar yang berbaris sebelum acara dimulai, Senin (14/3/2011) di Stadion Tridaya Indramayu.(Satim)*** Foto-foto : Satim

Supendi Buka Liga Pelajar Indonesia (LPI) Tahun 2011

· Ajang Seleksi Calon Pemain Sepakbola

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Sejak Senin (14/3/2011) pagi, suasana di sekitar Stadion Tridaya Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat terlihat ramai dipadati ribuan pelajar SLTP dan SLTA. Mereka datang ke Stadion Tridaya, konon, turut memberikan suport terhadap tim kesayangannya yang berlaga sepakbola di lapangan rumput itu.

Sekitar pukul 08.15 WIB, Wakil Bupati Indramayu H. Supendi datang dan disambut oleh sejumlah Panitia Liga Pendidikan Indonesia (LPI) Kabupaten Indramayu yang dikomandani Haryono, Kabid Ekstra Kurikuler (Eskul) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu. Kedatangan Wabup Supendi, konon, mewakili Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah yang hari kebetulan tengah menerima sejumlah tamu penting berkaitan penilaian Tim Adipura di Pendopo Bupati Indramayu.

Sekitar pukul 09.05 WIB acara pembukaan LPI dimulai. Sejumlah perwakilan dari SLTP dan SLTA berbaris di lapangan Tridaya Indramayu dengan papan nama sekolahannya masing-masing. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Supendi mengatakan, Liga Pendidikan Indonesia (LPI) tingkat Kabupaten Indramayu Tahun 2011 ini, sebenarnya tanggung jawab kita bersama untuk mencari bibit-bibit unggul atlet sepakbola di Kota Mangga Indramayu.

Supendi mengharapkan, LPI harus tetap berlangsung setiap tahun, sehingga kesinambungan seleksi calon pemain sepakbola handal berjalan sukses. “Bagi pelajar yang terpilih masuk pelatihan daerah dan pelatihan-pelatihan selanjutnya, mampu memperkuat tim sepakbola Kabupaten Indramayu. Juga diharapkan mampu berlaga di tingkat provinsi dan tingkat nasional,” kata mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indramayu itu.

Dana Sumbangan

Sementara itu, Ketua LPI Kabupaten Indramayu, Haryono kepada Pendopo Indramayu Online mengungkapkan, terselenggaranya Liga Pendidikan Indonesia (LPI) itu, konon, berkat dukungan dan sumbangan dari berbagai pihak, termasuk pihak sekolah yang mengirimkan tim sepakbolanya.

Ketika ditanya, sudah berapa dana yang terkumpul untuk suksesnya penyelenggaraan LPI sejak Senin (14/3/2011) hingga Rabu (30/3/2011) tersebut ?, tapi Haryono tidak bersedia menjelaskannya. Ia berdalih, dana yang terhimpun berada pada tangan Bendahara Panitia LPI, H. Duri yang juga masih karyawannya. Kebetulan hari itu, H. Duri juga tak bersedia dimintai komentarnya.

Haryono pun hanya berharap, mulai tahun 2012 nanti, pemerintah daerah bisa menganggarkan dana dari APBD-nya untuk penyelenggaraan LPI seperti tahun 2011 ini. Menurutnya, bahwa LPI “Bupati Cup” 2011 itu diikuti oleh sekitar 40 tim sepakbola. “Tim sepakbola pelajar tingkat SLTP sebanyak 17 sekolah, dan tingkat SLTA yangterdiri dari SMA/SMK/MA sebanyak 23 sekolah,” tutur mantan Staf Ahli Bupati Indramayu.

Kesan saling lempar tanggung jawab terhadap penyelenggaraan LPI yang bertajuk “Bupati Cup” Tahun 2011 itu, terlontar dari mulut Ketua KONI Kabupaten Indramayu H. Safrudin. Ia mengutarakan, yang menyelenggarakan LPI bukan KONI, tapi pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu. “Jadi tanggung jawabnya ada pada pihak Dinas Pendidikan. Nah, Ketua LPI-nya Haryono,” ujar Safrudin di lokasi acara LPI Stadion Tridaya Indramayu.

Pernyataan yang berdana serupa juga dilontarkan H. Sugiyanto, Ketua Harian PSSI Kabupaten Indramayu. Menurutnya, pihak PSSI Kabupaten Indramayu tidak punya kewenangan untuk mengumpulkan dan menghadirkan sekian banyak pelajar dari sejumlah sekolah.

“Untuk mengumpulkan pelajar sebanyak itu, waduh...saya tidak sanggup. Yang punya kewenangan adalah pihak Dinas Pendidikan,” ucap Kepala Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu itu. (Satim)***

13 Maret 2011

Konflik Tanah Garapan di Perbatasan : Tanah 48 Hektar “Dukuasai” Sumedang

Sabtu

12 Maret 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Warga Perbatasan Kehilangan Garapan

· Tanah 48 Hektar “Dukuasai” Sumedang

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Sejumlah warga yang tinggal di perbatasan Kabupaten Indramayu dengan Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, tepatnya warga Desa Sanca, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu mengeluh, karena kehilangan lahan garapan. Mereka mengadukan persoalan ini ke DPRD Indramayu, dan berharap segera ada penyelesaian.

Wakil Ketua DPRD Indramayu, Drs. H. Sanusi Gofur, membenarkan kalau pihaknya telah menerima pengaduan tersebut. Dikatakannya, DPRD melalui Komisi A bersama Pemkab juga telah melakukan pengukuran ulang. Disamping itu, telah datang langsung ke Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakorsurtanal) dan Kementerian Dalam Negeri, guna melakukan konsultasi terkait permasalahan ini.

Sanusi menambahkan, pada Kamis (10/3) lalu telah dilakukan pertemuan antara masyarakat Indramayu dengan Sumedang, yang mengambil tempat di Sumedang. Dalam pertemuan itu yang dihadiri pihak DPRD kedua wilayah, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta dari Bakorsurtanal tersebut belum dicapai penyelesaian. Namun kedua pihak sepakat untuk membentuk tim yang akan difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan akan mengadakan pertemuan lanjutan di Bandung.

“Kami berharap, dalam pertemuan nanti bisa dicapai kesepakatan, sehingga warga yang kehilangan garapan bisa bekerja kembali,” kata Sanusi.

Sementara, Wakil Ketua Komisi A, Raden Rio Resmana ST didampingi Sekretaris Komisi A, Dalam SH, KN dan anggota Komisi, Salimi Sholeh SpdI menjelaskan, persoalan yang dialami warga perbatasan berawal ketika terjadi pemekaran Desa Ciawitali, Kecamatan Buah Dua, Kabupaten Sumedang yang merupakan pemekaran dari Desa Genderek.

Sejak saat itulah, warga Desa Sanca, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu tidak bisa lagi mengolah lahan garapan seluas 48 hektar. “Tanah tersebut merupakan sawah dan ladang yang sudah bertahun-tahun digarap warga Desa Sanca, Kecamatan Gantar, dan menjadi mata pencaharian mereka.

“Untuk itulah kami akan memperjuangkan masalah ini agar bisa segera selesai,” ujar politisi Partai Demokrat asal Haurgeulis itu. (oet)***

Source : Radar Indramayu, Sabtu (Wage), 12 Maret 2011/ 7 Rabiul Akhir 1432 H / Hal. 1

Perolehan Pajak di Indramayu Diharapkan Meningkat

Senin

8 Maret 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Wakil Bupati Serahkan SPT Tahunan

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Wakil Bupati Indramayu Drs. H. Supendi, MSi seusai apel pagi menyerahkan SPT Tahunan kepada Kepala Kantor Pajak
(KPP) Pratama dan memasukannya kedalam Box
Drop dalam Pekan Panutan
Pajak 2011 yang berlangsung Senin (7/3
/2011), di Alun-alun Indramayu.

Berkas SPT Tahunan tersebut berisi daftar kekayaan, utang, keluarga
dan juga yang lainnya yang menerangkan jumlah pajak yang harus
dibayarkan oleh wajib pajak dalam satu tahun.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Indramayu Drs. H. Supendi, MSi
mengatakan, dengan adanya penyerahan SPT Tahunan ini
, diharapkan dapat
meningkatkan pendapatan dari pajak. Hal lain, diharapkan dengan adanya
penyerahan SPT Tahunan ini
dapat diikuti oleh pejabat lain dan
masyarakat umum lainnya.
”Realisasi perolehan pajak bisa saja mengalami
peningkatan dan juga penurunan
, tergantung situasi dan kondisi sosial
masyarakat,” kata
mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indramayu itu.

Sementara itu, Kepala Kantor Pajak Pratama Indramayu, Herman Saidi Adam,
SE mengungkapkan, penerimaan pajak dari Kabupaten Indramayu pada tahun
2010 yang lalu mencapai
Rp 617,12 miliar. Penerimaan ini terdiri dari
penerimaan pajak sebesar
Rp 489,21 miliar (91,89 %) dari rencana Rp 532,41
miliar, penerimaan PPh Pasal 21 sebesar
Rp 125,36 miliar (97,33 %) dari
rencana 128,80 miliar, dan penerimaan PPh Badan sebesar
Rp 2,55 miliar
(63,97 %) dari rencana
Rp 3,94 miliar. Sementara pada tahun 2011 ini, dari
ketiga penerimaan tersebut direncanakan mengalami peningkatan yang
mencapai Rp 731,62 miliar.

“Gebyar Pekan Panutan Pajak 2011 ini, diharapkan bisa efektif tepat
sasaran dan akan berakhir pada 31 Maret mendatang
. Apabila wajib pajak
terlambat menyerahkan SPT Tahunan maka akan dikenakan denda sebesar
100 ribu rupiah sesuai dengan pasal 7 undang-undang Ketentuan Umum dan
Tata Cara Perpajakan
,” ujar Herman Saidi Adam.

Pihak Humas Setda Indramayu dalam press release-nya menerangkan, seusai Wakil Bupati Supendi menyerahkan SPT Tahunan tersebut, kemudian diikuti
oleh Sekretaris Daerah Cecep Nana Suryana, para Asisten, dan juga
kepala OPD lainnya. (
Satim)***

10 Perwira Polri Ingin Tahu Soal Indramayu

Selasa

8 Maret 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

10 Perwira Polri Datangi Sekda Indramayu

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Sebanyak 10 perwira Polri mendatangi Sekda Indramayu untuk mengorek keterangan terkait dengan perkembangan di
Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat pada akhir pekan kemarin. Kedatangan mereka
diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Indramayu Drs. H. Cecep Nana
Suryana, MSi di ruang kerjanya.

Dihadapan sekda, kesepuluh perwira tersebut mengungkapkan,
keinginantahuan terhadap perkembangan sosial politik dan juga keamanan
di Kabupaten Indramayu sebelum dan sesudah pelaksanaan Pilkada pada
tahun lalu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Drs. Cecep Nana Suryana
mengungkapkan, keberhasilan pembangunan di Indramayu tidak terlepas
dari peran dan kerjasama antar forum komunikasi pimpinan daerah
(Muspida) bersama dengan masyarakat.

Sementara itu kerjasama antara
pemerintah daerah dengan kepolisian di Kabupaten Indramayu, telah
berjalan cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan Pilkada
yang berjalan dengan aman serta menjadi percontohan bagi
kabupaten/kota yang lain di Indonesia.

Kesepuluh perwira tersebut merupakan siswa Sespim Polri yang merupakan
calon-calon kapolres di Indonesia yaitu Yudi Hermawan (Bik Mabes),
Budi Suherman (Sespim), Rudy Mulyanto, SIK (Polda Sulteng), Agus F,
SIK (Polda Sumsel), Tri Sukastoto Prasetyo (Bareskrim), Rudi Haryanto
(Polda Kalsel), M. Syafrial, SH,SIK (Polda Sumbar), Hery Sutrisman
(Susjub Sespim), Sakeus Ginting, SIK (Polda Bali), dan Ciceu Cahyati,
SH (Bareskrim). (Satim)***

12 Maret 2011

Mendesak, Perbaikan Sungai Cimanuk-Cisanggarung

Jumat

11 Maret 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Mendesak, Perbaikan Sungai Cimanuk-Cisanggarung

Foto: Istimewa

Oleh: Dery Fitriadi Ginanjar

Kamis, 10 Maret 2011 | 20:00 WIB

TERKAIT

BANDUNG, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mendesak Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWSCC) segera melakukan perbaikan secara permanen di sepanjang Sungai Cimanuk-Cisanggarung.

Perbaikan mendesak dilakukan karena banjir yang melanda 5 Kecamatan di wilayah Kabupaten Cirebon pada 6-9 Maret lalu telah menjebol tanggul-tanggul di wilayah tersebut.

"Kita koordinasi dengan BBWSCC dan meminta mereka segera memperbaiki
tanggul-tanggul yang jebol. Kita juga meminta tanggul-tanggul itu dinaikkan dan dilakukan pengerukan. Sedimentasi di sepanjang sungai Cimanuk-Cisanggarung sudah sangat tinggi," kata Heryawan saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro No 22 Kota Bandung, Kamis (10/3/2011).

Menurut Heryawan, usulan pengerukan, perbaikan, dan peninggian tanggul sudah diajukan Pemprov Jabar kepada Pemerintah pusat. Meski begitu, Pemprov Jabar sudah melakukan upaya-upaya perbaikan yang sifatnya darurat, seperti penyediaan karung pasir sebagai tanggul sementara dan pemberian bantuan terhadap masyarakat korban banjir.

"Kita sudah usulkan kepada pemerintah pusat agar sesegera mungkin ada
perbaikan di sungai Cisanggarung. Walaupun perawatan dan perbaikan sungai Cisanggarung merupakan kewenangan pusat, Pemprov Jabar tetap
memperhatikan kondisi sekitar dengan kemampuan yang ada," tuturnya.

Heryawan akan memberikan ganti rugi kepada para petani yang mengalami kerugian akibat banjir dari Sungai Cisanggarung. Namun secara teknis bentuk bantuan masih dalam pembicaraan. "Kita tetap akan bantu mereka kok. Teknisnya nanti saja," tegasnya.

Banjir melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Cirebon akibat luapan
Sungai Cimanuk-Cisanggarung pada 7 Maret lalu. Ribuan rumah dan ratusan hektare lahan pertanian milik masyarakat terendam air banjir. Lima kecamatan yang terkena dampak banjir adalah Ciledug, Pabedilan, Pasaleman, Losari, dan Waled. [gin]
***

Source : inilah.com, Kamis, 10 Maret 2011

BBWS Diminta Serius Tangani Cisanggarung

Jumat

11 Maret 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Konstruksi Tanggul Asal-asalan

· BBWS Diminta Serius Tangani Cisanggarung

CILEDUG, CIREBON, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Banjir tak hanya menyisakan lumpur yang berserakan, juga merusak insfrastruktur umum maupun milik warga. Kerusakan tersebut diantaranya adalah jebolnya kelep tanggul sungai Cisanggarung yang terletak di Blok Palabuan Kulon Desa Ciledug Wetan Kecamatan Ciledug, Kab. Cirebon.

Menurut Kuwu Desa Ciledug Kuswara, jebolnya kelep tanggul sungai Cisanggarung diakibatkan kontruksinya yang cenderung asal-asalan sehingga tidak bisa menahan tekanan air ketika kecepatan dan volume air sungai bertambah.

“Kelep ini sebenarnya baru diperbaiki satu bulan yang lalu, tapi sekarang rusak lagi. Bahkan kerusakannya lebih parah dari kerusakan akhir tahun lalu”. Paparnya saat melihat kondisi langsung Blok Palabuan dan Cihoe pasca banjir, kemarin (9/3/2011).

Dikatakan, jika konstruksinya tidak asal-asalan tidak mungkin kerusakannya akan lebih parah. Melihat kondisi demikian, dirinya berinisiatif mengajak Bupati Cirebon Drs. H. Dedi Supardi, MM untuk melihat secara langsung saat mengunjungi berbagai daerah yang diterjang banjir, selasa (8/3/2011) lalu. “Alhamdulillah Bupati melihat langsung kondisi tanggul dan meminta kepada pihak BBWS Cimanuk-Cisanggarung untuk segera memperbaikinya”. Katanya

Tidak hanya di Blok Palabuan, kondisi tanggul sungai Cijangkelok (anak sungai Cisanggarung) di Blok Cihoe yang dulu pernah longsor kondisinya juga semakin parah. Longsoran tanggul kini semakin melebar. “Kita bisa lihat secara langsung, badan jalan sedikit demi sedikit amblas”. Tuturnya

Selain rusaknya tanggul, rumah penduduk pun ikut rusak. Seperti rumah milik Darsono warga blok Palabuan Kulon. Tembok samping sebelah barat ambruk dikarenakan tak kuat menahan arus air limpasan yang begitu deras. “Ketika air mulai masuk rumah, kami tidak tahu kalau tembok samping rumah runtuh, tahunya setelah air sudah mulai surut”. Papar Darti, istri Darsono

Pihaknya berharap agar bajir tidak datang lagi dan bantuan perbaikan rumah yang diberikan Bupati Cirebon segera cair. “Kalau kondisinya demikian, kami takut ketika malam hari, barangkali ada binatang buas yang masuk rumah dan mengganggu istirahat kami sekeluarga”. Harapnya

Terpisah, aktivis lingkungan asal wilayah Timur Cirebon (WTC) Dedi Madjmoe saat dihubungi mengatakan meluapnya air sungai Cisanggarung diakibatkan pendangkalan dasar sungai dan kritisnya tanggul yang tersebar di berbagai wilayah bantaran sungai. Konversi lahan di wilayah hulu (Kab. Kuningan) menjadikan sungai Cisanggarung dangkal. Untuk itu perlu ada komitmen antar daerah yakni Kab. Kuningan yang berada di wilayah hulu dan Kab. Cirebon yang berada di wilayah hilir. “Kalau ada perjanjian antar daerah tersebut penanganannya akan lebih komprehensif, selain mengandalkan upaya perbaikan dari BBWS Cimanuk – Cisanggarung untuk lebih serius dalam melakukan normalisasi sungai yang membelah dua Provinsi di pulau Jawa ini. Penanggulan dengan menggunakan karung hanyalah upaya instan yang tak bisa menolong masyarakat dan cenderung buang-buang anggaran.

Tidak hanya itu saja, berdasarkan data yang dihimpun dari UPTD Pendidikan Kec. Pasaleman, banjir Cisanggarung juga merendam beberapa Sekolah Dasar (SD), sehingga para guru terpaksa meliburkan siswanya selama satu hari pasca banjir. Ada 4 SD dan 1 PAUD yang terendam diantaranya: SD Negeri 1 Cilengkrang, SD Negeri 1 Tanjunganom, SD Negeri 2 Tanjunganom, SD Negeri 2 Tonjong dan PAUD Rosalinda Cilengkrang. (Jun)***

Source : Radar Indramayu, Kamis 10 Maret 2011, Hal 5 Kabupaten Cirebon

Tanggul Cisanggarung Jebol, Ribuan Rumah Terendam, Jalur KA Purwokerto - Jakarta Lumpuh

Jumat

11 Maret 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Tanggul Cisanggarung Jebol, Ribuan Rumah Terendam, Jalur KA Purwokerto - Jakarta Lumpuh

BREBES, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Ribuan rumah yang berada di lima desa di Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes (Jateng), Senin (7/3) terendam banjir. Ketinggian air bervariasi antara 2 – 3 meter. Banjir juga menyebabkan perjalanan kereta api Purwokerto – Jakarta lumpuh. Selain itu ribuan hektar areal pertanian juga terancam puso. Banjir disebabkan akibat jebolnya tanggul Sungai Cisanggarung.

Kelima desa yang terendam air dari luapan Sungai Cisanggarung, berada di perbatasan wilayah Jateng dan Jabar. Yakni Desa Jatisawit, Bojongsari, Babakan, Kalibuntu, serta Losari Kidul. Akibat kejadian, ribuan warga kehilangan harta benda karena hanyut terbawa banjir bandang tersebut.

Dari data di lapangan menyebutkan, sedikitnya 1.700 rumah penduduk yang ditempat 8.780 jiwa terendam air setinggi 2 meter. Banjir juga merusak sekitar areal pertanian seluas 20.000 hektar. Sedang kerugian materi ditaksir mencapai miliaran rupiah. Tak ada korban jiwa dalam bencana alam ini.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Pemkab Brebes, Drs Rais Khana, mengatakan awalnya ketinggian air hanya 1 mater. Namun, seiring derasnya banjir ketinggian air beranjak naik menjadi 2 meter.

“Warga yang rumahnya kebanjiran tidak bisa menyelamatkan harta benda karena banjir datang tiba-tiba. Sampai malam ini air belum juga surut," ujarnya.

Sedangkan jalur KA jurusan Purwokerto-Jakarta yang terendam banjir berada di Desa Bojongsari. Untuk sementara waktu, jadual perjalanan kereta lumpuh. Puluhan pekerja PT KAI masih dikerahkan untuk memperbaiki kerusakan rel, seperti bantalan yang bergeser, selain membersihkan tumpukan sampah. [py]

Source : Seruu.com, Senin, 07 Maret 2011 18:44

LAPORAN KEUANGAN YAYASAN GEMPUR GAKIN INDRAMAYU TAHUN BUKU 2010 DAN 2009

Sabtu
12 Maret 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

LAPORAN KEUANGAN YAYASAN GEMPUR GAKIN INDRAMAYU TAHUN BUKU 2010 DAN 2009

Source : Radar Indramayu, Kamis 10 Maret 2011. Hal 3 Metro Pantura

Mantan Kepala Desa Membantah Korupsi

Jumat

11 Maret 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Terjadi di Kecamatan Sindang

Mantan Kepala Desa Membantah Korupsi

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Mantan Kepala Desa atau Kuwu Panyindangan Wetan Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu, Suwarto, membantah telah menggelapkan dana hasil penyewaan tanah “Titi Sara”. Dana sebanyak Rp 10 juta setiap tahun, semenjak ia menjabat sebagai kuwu pada 2005 hingga berakhir pada 2010 selalu dibukukan ke dalam Kas Desa.

Saat ditemui di kediamannya, Senin (28/2/2011), Suwarto menyatakan, penggunaan dana hasil sewa Titi Sara secara periodik ia pertanggungjawabkan melalui Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kuwu Panyindangan Wetan setiap tahun.

“Sebagai salah satu sumber pendapatan, dana Titi Sara dicatat di dalam APBDes dan digunakan untuk belanja operasional pemerintahan desa yang setiap tahun saya laporkan melalui LKPJ kepada lembaga-lembaga desa.”, ujar Suwarto. Oleh karena itu, menurutnya, tudingan sementara kalangan bahwa ia telah menggelapkan dana Titi Sara sama sekali tidak mendasar.

Kendati demikian, Suwarto mengakui bahwa dana sewa Titi Sara untuk Tahun Anggaran (TA) 2011 telah ia ambil. Hal itu dilakukan untuk menutupi pembiayaan operasional pemerintahan desa pada tahun pertama ia menjabat karena kondisi Kas Desa kosong.

Dijelaskan, dana Titi Sara pada saat itu telah habis digunakan oleh kuwu sebelumnya. “Bukan hanya Titi Sara, sewa bengkok (lahan carik kuwu, red.) juga sudah dipakai oleh kuwu sebelum saya.”, ungkap Suwarto. Kondisi tersebut diketahui oleh Camat Sindang yang kala itu dijabat oleh Ali Sukma.

Diakui pula, proses penyewaan tanah Titi Sara berupa 10 petak lahan tambak itu tidak melalui proses pelelangan. Tetapi ia menolak tudingan sejumlah tokoh apabila dinyatakan pemanfaatan Titi Sara tersebut tidak transparan. Pasalnya, kendati tidak dilelang namun proses penyewaan tanah Titi Sara selalu dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan para pengurus desa lembaga desa terlebih dahulu

Diterangkan, selama beberapa tahun sebelum Suwarto menjabat Kuwu Panyindangan Wetan, penggarapan lahan Titi Sara diserahkan pada satu orang yakni Tasma warga Desa Panyindangan Wetan yang tinggal di blok A. Hal itu menurut Suwarto dikarenakan adanya suatu perjanjian tertentu yang memaksa pihak Kuwu Panyindangan Wetan setiap tahun menunjuk Tasma sebagai penyewa sekaligus penggarap tanah Titi Sara.

Keterangan Suwarto mananggapi pemberitaan mengenai dugaan penggelapan dana hasil sewa Titi Sara (Sinar Pagi edisi lalu, red). Sebagaimana diberitakan, beberapa tokoh masyarakat Desa Panyindangan Wetan mempertanyakan pemanfaatan tanah Titi Sara. Diduga hasil sewa tanah Kas Desa tersebut telah digelapkan alias dikorupsi.

Para tokoh juga mempertanyakan proses penyewaan Titi Sara yang dinilai melanggar ketentuan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Indramayu yang berlaku. “Seharusnya sewa tanah itu dilakukan melalui lelang terbuka dan dana hasil lelang dimanfaatkan untuk kepentingan membangun desa, namun hal itu tak pernah dilakukan.”, ujar mereka

Keterangan beberapa tokoh diiyakan pula oleh Tasma selaku pihak penyewa sekaligus penggarap tanah Titi Sara. Seperti diakui Tasma kepada sumber Sinar Pagi, Jum’at (11/2/2011), ia menjadi penyewa sekaligus penggarap lahan tambak sebanyak 10 petak tersebut selama bertahun-tahun tanpa melalui lelang.

Tasma juga menyatakan, uang sewa untuk garapan tahun 2011 sudah diambil mantan Kuwu Suwarto. Pengambilan sepihak tersebut membuat Pejabat (Pj) pelaksana tugas Kuwu Panyindangan Wetan pengganti Suwarto menjadi terbebani oleh tuntutan masyarakat. Dana itu tetap dipertanyakan oleh banyak kalangan termasuk kalangan pemuda.

Sebagaian dari kalangan itu ditengarai bakal melaporkan kasus kepada pihak-pihak berwenang. Mereka berencana menyampaikan surat pengaduan kepada sejumlah lembaga antara lain Inspektorat Kabupaten Indramayu, dan Kepolisian Resort (Polres) setempat.(Ayad)***

Source : Harian Umum SINAR PAGI, Edisi 02-08 Maret 2011, Hal 04

 

My Blog List

JASA PENGIRIMAN UANG

Site Info

Followers/Pengikut

PENDOPO INDRAMAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template