CARI BERKAH KLIK DI SINI

22 November 2011

Delapan Calon Kuwu se-Kecamatan Sindang Gelar Deklarasi Damai

Senin, 21 November 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Delapan Calon Kuwu se-Kecamatan Sindang

Gelar Deklarasi Damai

DELAPAN CALON KUWU – Delapan Calon Kuwu (Kepala Desa) Tahun 2011 se-Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat menggelar aksi “Deklarasi Damai” di halaman Kantor Kecamatan Sindang, Senin (21/11/2011) siang, dengan disaksikan unsur Muspika, dan unsur Panitia Pamilihan Kuwu dari ketiga desa, yakni Desa Panyindangan Wetan, Desa Rambatan Wetan, dan Desa Penganjang. (Satim)*** Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

H. Bastoni, Camat Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. (Satim)*** Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

19 November 2011

Senin, Para Calon Kuwu se-Kecamatan Sindang Gelar Deklarasi Damai

Sabtu, 19 November 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Lembar Sosialisasi yang dibagikan kepada masyarakat, Sabtu (19/11/2011), yang bergambar para Calon Kuwu (Kepala Desa) Panyindangan Wetan. (Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online)***

Poster Calon Kuwu Desa Panyindangan Wetan yang terpasang di depan Kantor Kuwu Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. (Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online)***

Tjuyono, Ketua Panitia Pemilihan Kuwu Desa Panyindangan Wetan. (Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online)***

Senin, Para Calon Kuwu se-Kecamatan Sindang

Gelar Deklarasi Damai

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINEPara calon Kuwu se-Kecamatan Sindang,Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Senin (21/11/2011) siang, kabarnya akan menggelar aksi “Deklarasi Damai” untuk mewujudkan proses Pemilihan Kuwu (Kepala Desa) yang kondusif pada hari H tanggal 7 Desember 2011 mendatang. Acara tersebut akan dihadiri unsur Muspika se-Kecamatan Sindang, dan para Panitia Pemilihan Kuwu yang ada di wilayah Kecamatan Sindang. Demikian informasi yang diperoleh dari pihak Kecamatan Sindang, Sabtu (19/11/2011) siang.

“Kami juga sudah menerima surat undangan untuk menghadiri acara deklrasai itu dari Camat Sindang,” kata Ketua Panitia Pemilihan Kuwu Desa Panyindangan Wetan, Tjuyono kepada Pendopo Indramayu Online, Sabtu (19/11/2011) siang, di ruang kerjanya.

Menurutnya, Deklarasi Damai iru sangat bagus dalam rangka menciptakan pelaksanaan Pemilihan Kuwu aman dan kondusif. Seperti halnya untuk Desa Panyindangan Wetan, pihaknya menghimbau agar para pendukung calon kuwu bisa menjaga suasana yang kondusif di lingkungannya masing-masing.

Tjuyono mengatakan, untuk Desa Panyindangan Wetan “pertarungan” perebutan kursi pimpinan desanya akan diikuti oleh empat kontestan, yakni Mohamad Thamrin (1), Siti Maenah (2), Nursidin (3), dan Suparna (4).

“Keempat Calon Kuwu Desa Panyindangan Wetan itu akan bersaing untuk memperoleh suara dari 3.703 hak pilih yang sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dari sejumlah hak pilih itu, Laki-laki 1.811 orang dan perempuan 1.892 orang. DPT-nya sudah disahkan Jumat (18/11/2011) malam,” ujar pensiunan PNS di lingkungan Badan Inspektorat Wilayah Kabupaten Indramayu itu.

Keterangan yang dihimpun Pendopo Indramayu Online, keempat Calon Kuwu Desa Panyindangan Wetan tersebut akan menggelar aksi Deklarasi Damai di halaman Kantor Kecamatan Sindang, Senin (21/11/2011) siang, bersama dua orang Calon Kuwu Desa Penganjang, dan dua Calon Kuwu dari Desa Rambatan Wetan. (Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

Halamam Parkir Water Park Bojongsari Tengah Direhab

Sabtu, 19 November 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Halamam Parkir Water Park Bojongsari Tengah Direhab

Satim/Pendopo Indramayu

DIREHABILITASI – Halaman parkir obyek wisata Water Park Bojongsari, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat tengah diperbaiki. Rehabilitasi jalan yang berada di halaman parkir itu, konon, agar tidak becek ketika para pengunjung datang. Tampak dalam gambar, para pekerja tengah mengerjakan jalan yang menuju obyek wisata yang kini ditangani pihak ketiga itu, Sabtu (19/11/2011) sore. (Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu

15 November 2011

Bangunan Baru : Gedung Perpustakaan SDN Sukareja Roboh

Selasa, 15 November 2011 - 01:15:24 WIB

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE


Gedung Perpustakaan SDN Sukareja Roboh

PERPUSTAKAAN AMBRUK - Kondisi gedung Perpustakaan SDN Sukareja, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, yang ambruk, Senin (14/11/2011) sekitar pukul 10.30 WIB. (Foto : C-27/Kabar Cirebon)***

BALONGAN, INDRAMAYU, (KC), PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Gedung perpustakaan milik SDN Sukareja, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, ambruk, Senin (14/11), sekitar pukul 10.30 WIB. Ironisnya, gedung tersebut baru dibangun sekitar tiga bulan lalu.

Beruntung kejadian tersebut tak memakan korban jiwa maupun luka. Padahal, saat itu seluruh murid SD tengah istirahat, tidak sedang belajar di kelasnya masing-masing. Pada saat kejadian, tidak ada orang yang tengah berada di sekitar bangunan tersebut. Sehingga kejadian itu tak mencelakai para siswa maupun guru.

Meski demikian, para siswa dan guru terkejut atas kejadian di siang hari bolong tadi. Bahkan tak sedikit siswa yang terkesima. Apalagi ambruknya gedung tersebut sempat mengeluarkan suara keras.

Berdasarkan pantauan Kabar Cirebon ("KC") di lokasi kejadian, pembangunan gedung perpustakaan itu menggunakan rangka atap dari kayu dan genteng tanah dengan tembok batu bata yang belum diplester (diaci) dengan semen.

Tanpa adanya hujan maupun angin, tiba-tiba saja sebagian bangunan tersebut langsung ambruk. Rangka atap dan genting ambruk ke tanah. Begitu pula dengan sebagian tembok bangunan yang ikut roboh.

Ambruknya bangunan itu membuat kaget sebagian pengajar di SDN Sukareja. Pasalnya, lokasi gedung hanya beberapa meter dari gedung sekolah. Para guru khawatir, karena saat ambruknya perpustakaan bertepatan dengan seluruh pelajar SD yang tengah beristirahat. Namun kekhawatiran para guru tak terbukti. Karena siswa didik bermain jauh dari bangunan yang ambruk tersebut.

Menurut Saidin dari Bagian Kepegawaian UPTD Pendidikan Kecamatan Balongan, peristiwa itu diduga akibat buruknya konstruksi bangunan yang tidak sesuai standar. Akibatnya, bangunan menjadi rapuh dan mudah ambruk. Pihaknya menerima laporan, beberapa saat setelah gedung perpustakaan itu ambruk. Dia dan sejumlah tokoh instansi terkait, langsung mendatangi lokasi.

Dari kerusakan itu, kata Saidin, pihaknya tak bertanggung jawab. Karena bangunan masih dalam proses pemeliharaan yang mengerjakan. "Kami tak bertanggung jawab atas ambruknya bangunan perpustakaan itu. Meski begitu, kami akan melaporkannya kepada pihak-pihak terkait," jelas Saidin.

Seperti diketahui, bangunan perpustakaan dibangun dengan menggunakan anggaran yang berasal dari dana alokasi khusus (DAK) 2010. Ini merupakan program pemerintah pusat dengan pagu anggaran pembangunan gedung perpustakaan bagi 155 SD yang tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu, mencapai Rp 72 juta per unit. Anggaran tersebut sepenuhnya untuk pembangunan fisik gedung perpustakaan. Hanya saja, anggaran tersebut tidak bisa mencukupi untuk menyelesaikan pembangunan sampai perpustakaan berfungsi. Sebab, dibutuhkan anggaran tambahan hingga Rp 45 juta lebih untuk tiap unit.(C-27)***

Source : kabar-cirebon,com, Selasa, 15 November 2011

13 November 2011

Kecamatan Sindang Dipercaya menjadi Tuan Rumah MTQ ke-43

Minggu, 13 November 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Kecamatan Sindang Dipercaya Menjadi Tuan Rumah MTQ ke-43

KONDISI KECAMATAN SINDANG – Di tahun 2011 ini, Kecamatan Sindang dipercaya menjadi tuan rumah MTQ ke-43 tingkat Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Rencananya, MTQ akan dibuka Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah, Senin (14/11/2011) sore. Konon, MTQ ke-43 itu akan digelar di GOR Singalodra, Sindang selama tiga hari, sejak Senin (14/11/2011) hingga Rabu (16/11/2011) malam. Dalam gambar yang diambil Minggu (13/1/2011) siang, tampak dari jauh kondisi Perkantoran Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu menjelang berlangsungnya MTQ ke-43 tersebut. (Satim)*** Foto : Satim

10 November 2011

Adun Sastra Terpilih Menjadi Ketua PWI Perwakilan Indramayu

Kamis, 10 November 2011
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Konfercab PWI Perwakilan Indramayu Secara Aklamasi Tunjuk Adun Sastra Sebagai Ketua
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Secara aklamasi Adun Sastra SH, Kepala Biro Harian Radar Cirebon di Indramayu ditunjuk menjadi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Indramayu Periode 2011-2014 dalam acara Konferensi PWI Perwakilan Indramayu, Kamis (10/11/2011) siang, di Ruang Pertemuan Hotel Wiwi Perkasa Indramayu. Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Indramayu, H. Supendi yang mewakili Bupati Hj. Anna Sophanah yang pada hari itu berhalangan hadir, karena kabarnya, dalam jam yang sama Beliau tengah menyampaikan nota Penghantaran APBD Tahun Anggaran 2012 di depan Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.(Satim)*** Foto-foto : Satim
Berikut ini foto-foto hasil jepretan Satim berkaitan dengan kegiatan Konferensi PWI Perwakilan Indramayu di Hotel Wiwi Perkasa Indramayu, Kamis (10/11/2011).






5 November 2011

Demo AMPD Indramayu : Aksi Unjuk Rasa di Depan DPRD Ricuh

Sabtu, 05 November 2011 - 02:07:06 WIB

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Aksi Unjuk Rasa di Depan DPRD Ricuh

INDRAMAYU, KC, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Desa (AMPD) Indramayu terlibat saling dorong dan baku hantam dengan aparat kepolisian. Aksi tersebut dilakukan saat massa melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD Indramayu, Jumat (4/11).

Mereka menuntut penghentian pungutan liar (pungli) dana pemilihan kuwu (pilwu). Aksi unjuk rasa ini pula karena keresahan warga yang menyebutkan maraknya pungutan liar berkedok untuk dana pemilihan kuwu (kepala desa) yang diduga dilakukan oleh oknum-oknum aparat.

Awal kericuhan, beberapa lama setelah pedemo yang bergantian berorasi. Massa merangsek barisan barikade petugas Polres Indramayu. Setelah saling dororng dan adu mulut, bentrokan akhirnya tak terjadi. Baku hantam tidak terhindarkan saat beberapa anggota polisi berusaha mengejar dan mengamankan provokator yang justru dilindungi oleh massa tersebut.

Aksi akhirnya berlanjut setelah massa berjanji berorasi dengan tertib. Polisi bahkan tidak menggelar barikade.Selain dengan tegas mengecam dan menolak berbagai pungutan liar oleh oknum, dalam aksinya masa menyerukan lima tuntutan yakni meminta realisasi anggaran pemilihan kuwu sesuai peraturan bupati sebesar Rp 65 juta, tindak tegas oknum yang melakukan pungli dalam pesta demokrasi desa, realisasi anggaran pilwu (pemilihan kuwu) Rp 800 juta untuk pengamanan pilwu agar tak ada lagi pungli, dan pembentukan pengawas untuk setiap desa.

"Kita tentu ingin ada perubahan di tingkat desa sebagai sumber kekuatan membangun sendi perekonomian negara. Akan tetapi, yang terjadi sungguh ironis karena pesta demokrasi ini dinodai oleh oknum-oknum di tingkat kecamatan, polsek, dan koramil maupun di tingkat atas," ujar Andi, pengunjuk rasa lainya, saat berorasi.

Beberapa perwakilan pengunjuk rasa akhirnya beraudiensi dengan anggota DPRD. Massa lainya duduk menunggu di halaman gedung meski diguyur hujan deras. Dalam audiensi, DPRD menyatakan siap melakukan pengawasan ekstra dalam pelaksanaan pilkuwu. Setelah audiensi selesai, massa pun membubarkan diri satu persatu. Sebagai informasi, sebentar lagi Indramayu akan menggelar pesta demokrasi tingkat desa pada 7 Desember mendatang

Sementara itu di tempat berbeda, pengerjaan jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Larangan-Tugu Kec. Lelea, mendapat keluhan sejumlah warga. Pasalnya, jalan yang bersumber dari APBD Kab. Indramayu 2011, senilai sekira Rp1,8 miliar tersebut, saat ini pengerjaanya mandeg.

Praktis, kondisi jalan jadi kurang maksimal, kalau siang berdebu, kalau hujan berlumpur. Bahkan, akibat kondisi tersebut, jalan jadi rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas. "Lalu lintas menjadi tersendat. Kami sering memperbaiki mobil akibat kendaraan kami rusak," tutur Borih (35 tahun) salah seorang warga Lelea, Jum'at (4/11).

Senada juga diungkapkan oleh warga lainnya, Hasanudin (45 tahun) warga Desa Tugu Kec. Lelea, katanya, warga merasa bingung, kenapa tiba-tiba pengerjaan proyek jalan tersebut dihentikan. "Kami berharap, jalan ini segera diteruskan, biar lancar transportasi warga desa," ungkapnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Staf UPTD Bina Marga Kec.Losarang, Amin membenarkan, kalau kelanjutan pekerjaan tersebut terhenti. Jatanya, setelah pekerjaan giling basah selesai pada bulanSeptember kemarin, kelanjutan pekerjaan peningkatan jalan Larangan – Tugu dihentikan. “Soal pekerjaan itu dihentikan, kami tidak tahu persis, karena itu bukan kawenangan kami," katanya.(C-27/C-25)***

Source : kabar-cirebon.com, Sabtu, 05 November 2011

4 November 2011

Panji Gumilang Terancam 8 Tahun Penjara

Jumat, 04 November 2011 - 01:40:24 WIB

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Panji Gumilang Terancam 8 Tahun Penjara

PANJI GUMILANG alias ABU TOTO.(Foto : KC)

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun, Panji Gumilang alias Abu Toto, terancam hukuman maksimal delapan tahun penjara.
Dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri Kabupaten Indramayu, Kamis (3/11), Panji Gumilang dipersalahkan dan dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 264 ayat 1 ke 1 yo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, subsider pasal 263 ayat 1 yo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, serta kedua melanggar pasal 266 ayat 1 yo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Tim jaksa penuntut umum (JPU) dalam pembacaan dakwaan, menilai, terdakwa dianggap memiliki peran penting dalam dugaan pemalsuan dokumen Yayasan Pesantren Indonesia (YPI).
"Terdakwa terancam hukuman maksimal delapan tahun. Itu jika dalam persidangan lanjutan terbukti memiliki peran dalam pemalsuan dokumen YPI," kata anggota JPU, Domo Pranoto.

Tim JPU mengaku, dakwaan yang diajukan dalam persidangan didasarkan atas keterangan sejumlah saksi, dan dikuatkan dengan bukti bukti-bukti yang ada.

Sementara itu, sidang yang digelar di PN Indramayu mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan tim jaksa penuntut umum. Ketua majelis hakim, Muhammad Najib Shaleh, dan dua hakim angggota, masing-masing Haryanta dan Suhartini, melontarkan pertanyaan kepada terdakwa untuk melakukan eksepsi atau tidak atas dakwaan JPU. Panji Gumilang dan kuasa hukumnya lebih memilih tidak melakukan eksepsi.

Kuasa Hukum Panji Gumilang, Ali Tanjung, mengatakan, tidak disampaikannya eksepsi atas dakwaan jaksa penuntut umum, lebih bersifat teknis. Pasalnya, seluruh dakwaan yang disampaikan JPU dinilai tidak semuanya benar. Oleh karena itu, kuasa hukum terdakwa akan mengambil langkah lain, yakni lewat pembuktian-pembuktian yang akan disampaikan dalam persidangan selanjutnya.

"Tidak mesti kami harus melakukan eksepsi. Kita lihat saja bukti-bukti yang kami miliki. Soal tanda tangan yang dipalsukan dan hasil Puslabfor menyatakan tidak identik, itu juga akan menjadi bahan pembuktian kami di persidangan lanjutan nanti," ungkap Ali Tanjung.

Terkait eksepsi yang tidak akan dilakukan oleh terdakwa, JPU mengaku tidak mempermasalahkannya. "Itu hak terdakwa dan kuasa hukumnya untuk tidak melakukan eksepsi.

Jadi tidak ada masalah bagi kami sebagai JPU," timpal Bima Yudha Asmara, anggota JPU lainnya.

Sementara itu, setelah JPU membacakan dakwaan, begitupun terdakwa dan kuasa hukumnya menjawab tidak akan mengajukan eksepsi, ketua majelis hakim, Muhammad Najib Shaleh menunda sidang hingga Kamis pekan depan.

Seperti diketahui sebelumnya, mantan Menteri Peningkatan Produksi Negara Islam Indonesia (NII) Komandemen Wilayah (KW) IX, Imam Supriyanto, melaporkan pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang ke Mabes Polri. Laporan tersebut atas tudingan pemalsuan dokumen yang diduga dilakukan Panji Gumilang yang bekerja sama dengan terdakwa Abdul Halim (disidang terpisah).

Keduanya dilaporkan atas tuduhan melakukan tindak pidana pemalsuan surat karena menghilangkan nama Imam Supriyanto dalam dokumen kepengurusan Yayasan Pesantren Indonesia yang menaungi Pondok Pesantren Al-Zaytun. Perbuatan itu dilakukan kedua terdakwa, tepatnya 2 Januari 2011, di kantor YPI Desa Mekar Jaya Kec. Gantar Indramayu.(C-24)***

Source : Kabar Cirebon, Jumat, 04 November 2011

24 Agustus 2011

Arus Mudik Mulai Menunjukkan Kepadatan

Rabu, 24 Agustus 2011 - 01:26:45 WIB

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Arus Mudik Mulai Menunjukkan Kepadatan

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Memasuki H-7 pada Selasa (23/8) jalur pantura terus dipadati pemudik khususnya yang memakai kendaraan pribadi. Kendaraan roda dua juga sudah mulai terlihat beriringan, malah tak jarang yang berboncengan sambil membawa barang-barang ditambah tas yang diikatkan pada anggota badan mereka.

Kepadatan kendaraan yang datang dari arah Jakarta menuju Cirebon sesekali menumpuk di setiap perempatan pasar, karena di tempat tersebut banyak penyebrang jalan maupun pejalan kaki yang hendak menuju ke pasar.

Seperti di pasar Sukamandi, Ciasem, Pamanukan dan pasar Pusakanagara Kab. Subang, begitu pula di pasar Sukra dan pasar Patrol Kab. Indramayu. Diperkirakan kepadatan kendaraan akan semakin memuncak H-3, karena pada hari tersebut seluruh karyawan baik swasta maupun negeri sudah libur.

"Arus mudik sudah mulai menunjukkan kepadatan dan akan mencapai puncaknya pada H-3, itu berdasarkan pengalaman pada hari raya tahun sebelumnya," kata Kapolres Indramayu, Ajun Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan.

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Indramayu, Eddy Mulyadi, mengatakan, awal arus mudik sudah mulai terlihat. Hingga saat ini tidak begitu banyak satu dua hari ledakan itu akan terjadi. "Kendati demikian, kita sudah siap untuk menyambut kelancaran mereka," katanya.

Dikatakan dia, untuk menyambut ledakan para pemudik yang tinggal hitungan jari, dia bersama jajaran tim lainnya (Polres, Koramil, Ormas, organisasi, serta para tokoh setempat), siap menyambut kehadirannya. Bahkan, untuk mengantisipasi kemungkinan ledakan pemudik, terutama pada pasar tumpah dan akibat berhentinya bus maupun elf, sejumlah petugas sudah dipersiapkan.

"Biasanya, selain pasar tumpah, kemacetan itu terjadi akibat berhentinya bus dan elf yang yang seenak perutnya sendiri. Untuk itu, kami bersama jajaran lainnya, sudah mengantisipasinya," katanya.

Di sisi lain, salah seorang pemudik, Mujiono (42 tahun) warga Jogja mengaku, lebih aman bila mengambil waktu mudik dari jauh sebelumnya. Dia juga mengaku merasa takut, bila mudik dilakukan H-4. Alasan dia, selain karena padatnya pemudik, juga karena membawa istri dan satu anak.

"Mendingan kita mudik dari jauh sebelumnya. Bukan apa-apa mas. Kalau H-4 atauy H-5 pemudik sudah banyak. Sekarang, mendingan ada kosongnya. Artinya, kita bisa santai dan tak buru-buru," katanya sambil beristirahat di jalan lingkar celeng Indramayu.

Di sisi lain, pos-pos pengaman baru sudah mulai dipadati petugas pengaman dari berbagai satuan. Salah seorang petugas pengaman Sujono dari Tim Polres Indramayu, dia mengaku sangat yakin, arus mudik akan berjalan lancar. Dia juga tidak memungkiri akan ada letupan kecil. "Saya berharap dan yakin, arus mudik yang mulai di jaga ketat sekarang ini, akan berjalan lancar. Kita bersama jajaran lainnya, sudah mengantisipasi sedemikian jauh. Tak hanya itu, jalan-jalan yang rusak, sekarang sudah siap pakai untuk para pemudik termasuk rambu-rambu lainnya," katanya di pos Jaga Eretan Kandanghaur.(C-24/C-26/KC)***

Source : Kabar Cirebon.com, Rabu, 24 Agustus 2011 - 01:26:45 WIB

Pemudik Harus Nyaman

Rabu, 24 Agustus 2011 - 01:02:43 WIB

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Pemudik Harus Nyaman

URUSAN fasilitas bagi pemudik sepertinya selalu dipersoalkan. Hal ini wajar karena persoalan mudik di dalamnya melibatkan ribuan, bahkan jutaan manusia.

BERBICARA mudik sudah tentu berbicara pula ikhwal sarana maupun prasarana bagi pemudik itu sendiri. Hal ini penting, karena kalau sudah memperbincangkan mudik, maka berbagai elemen di dalamnya juga harus diperbincangkan.

Peristiwa mudik ibarat ritual, itu harus diakui. Praktis karena menjadi sebuah ritual maka peristiwa mudik layaknya momentum yang tidak bisa dianggap sepele, apalagi remeh-temeh. Peristiwa mudik layaknya peristiwa bedol desa karena melibatkan massa yang begitu banyak. Kota-kota besar yang selama ini hiruk pikuk, saat momentum mudik terjadi akan memberikan suasana berbeda. Suasana hiruk pikuk itu justru akan ditemui di walayah-wilayah yang selama ini memasok kaum urban ke kota-kota besar tersebut.

Bagi kaum urban, mudik menjadi kaharusan. Maka karena sudah menjadi keharusan, segala persiapan pun dipersiapkan secara serius. Dari hal yang dianggap tidak luar bisa hingga hal yang luar biasa. Bahkan bukan hal yang aneh ketika kita menemukan fenomena yang tidak lazim dari fenomena mudik ini. Dan itu rasa-rasanya tidak perlu dibantah karena itulah masyarakat kita yang tentunya ingin menikmati Hari Kemenangan itu dengan paripurna.

Karena kondisi itu pula maka kewajiban pemangku kebijakan untuk memberikan kenyamanan bagi pemudik. Ini tidak perlu dibantah lagi. Sebab, masyarakat sebagai bagian dari warga negara sudah memberikan kontribusinya --langsung maupun tidak langsung-- terhadap negara melalu pajak dan sejenisnya. Karena itu, warga pemudik harus dimanjakan itu sudah menjadi haknya.

Bahwa memberikan kenyamanan bagi pemudik sudah menjadi urusan yang sangat strategis. Jangan kemudian harapan pemudik yang menginginkan tidak ada persoalan saat menuju kampung halaman, justru malah sebaliknya, dihadang berbagai persoalan. Kalau saja ini terjadi, peran dan fungsi pemangku kebijakan, rasa-rasanya patut pula dipertanyakan.
Pertanyaannya, bagaimana pula kondisi infra maupun suprastruktur bagi pemudik itu sendiri? Kalau saja mau jujur semua sudah tahu jawabannya. Bahwa kondisi jalan, terutama yang selama ini dianggap jalur favorit semisal jalur pantura, ternyata dalam kondisi yang terkesan belum siap dilalui pemudik. Sejumlah ruas jalan masih dalam kondisi tidak maksimal. Bahkan di sejumlah titik masih saja dilakukan perbaikan padahal puncak arus mudik sudah di depan mata.
Setali tiga uang. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah ruas jalur alternatif. Dari Cikamurang Kab. Indramayu menuju Kab. Cirebon melintasi Kec. Kadipaten dan Kab. Majalengka, kondisi jalannya memprihatinkan. Memang di sejumlah titik sedang dilakukan perbaikan, namun di sejumlah titik juga ada yang dibiarkan rusak. Padahal, jalur ini diharapkan bisa memecahkan kemacetan yang terjadi di sepanjang jalur pantura dari Subang hingga Kab. Indramayu.

Nah, kalau hal ini ternyata tidak segera diantisipasi, maka pemudik pun dihadapkan pada kondisi yang tidak nyaman. Siapa yang harus disalahkan? Pemangku kebijakankah atau stakeholder yang bertanggung jawab atas persoalan ini? Silakan jawab sendiri. Hanya yang jadi pertanyaan, toh fenomena arus mudik ini terjadi setiap tahun, tapi kenapa setiap tahun itu pula yang dipersoalkan selalu saja kondisi jalur bagi pemudik ? (KC)*** Ilustrasi : trijayanews.com

Source : Kabar Cirebon.com, Rabu, 24 Agustus 2011 - 01:02:43 WIB

Biker Tewas Terlindas Mobil Box

Rabu, 24 Agustus 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Biker Tewas Terlindas Mobil Box

PANGENAN, CIREBON, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Jalur pantura Cirebon yang mulai padat kendaraan, menyebabkan tindak kecelakaan lalu lintas meningkat. Seperti terjadi di Kecamatan Pangenan, tepatnya Jl. Raya Ender, Desa Ender, motor yang dikendarai Jahid (47 tahun), warga Kecamatan Pabedilan, menabrak bagian belakang mobil box E-8340-C, Selasa (23/8), sekira pukul 10.30 WIB. Akibatnya, Jahid tewas di lokasi karena tubuhnya terpental, dan terlindas mobil yang ditabraknya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kabar Cirebon ("KC"), saat itu motor yang dikendarai korban melaju kencang dari arah Cirebon menuju Losari. Di lokasi kejadian, tiba-tiba sebuah mobil di depannya berhenti mendadak.

Korban pun mengerem motornya, dan membantingnya ke arah kanan jalan. Namun akibatnya malah fatal. Karena saking kencangnya, motor malah menabrak median jalan, dan nyelonong ke jalur sebelah.

Pada saat bersamaan, muncul mobil box yang dikemudikan Endang, warga Pekalipan Kota Cirebon. Tak ayal lagi, motor menabrak mobil tersebut. Pengendara motor terpental, lalu masuk ke kolong mobil box. "Pengemudi motor tewas di lokasi karena bagian tubuhnya dilindas mobil," ujar Asman, saksi di lokasi kejadian.

Akibat kejadian itu, arus lalu lintas sempat macet hingga satu kilo meter lebih. Hal itu karena posisi korban masih berada di kolong mobil.
Sementara itu, di tempat terpisah, sekira pukul 20.00 WIB, seorang perempuan berusia sekitar 25 tahun ditemukan tak berdaya di dalam bus. Diduga ia merupakan korban pembiusan.

Hingga kini, korban masih tak sadarkan diri, dan berada di dalam perawatan medis ruang 6 kamar 10 Rumah Sakit Gunung Jati (RSGJ) Cirebon.

Dalam kondisi itu, polisi belum bisa mengetahui identitas dan penyebab awal sehingga korban menjadi korban pembiusan.

Kapolres Cirebon, Ajun Komisaris Besar Polisi Edi Mardianto, ketika dikonfirmasi, menyatakan, padatnya kendaraan menghadapi Lebaran ini bisa menyebabkan rawan kecelakaan. Sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan. Dalam kecelakaan lalu lintas di Pangenan, pengendara mobil box sedang dimintai keterangan.

Berdasarkan keterangan saksi, kecelakaan itu diduga karena pengendara motor kurang hati-hati. Ia diduga mengendalikan kendaraannya terlalu kencang. Sehingga ketika ada mobil atau kendaraan lain di depannya mengerem mendadak, ia tidak mampu mengantisipasinya.

Soal tindak kejahatan pembiusan di dalam bus, Edi menambahkan, kewaspadaan bukan hanya harus diutamakan para pengendara dan pengemudi kendaraan, melainkan juga penumpang, terutama pemudik. "Kalau ada yang menawarkan makanan dan minuman dari orang yang tidak tidak dikenal, jangan diterima. Sebab modusnya seperti itu, pelaku pura-pura kenal dan langsung menawarkan minuman," tambahnya.(C-11/KC)***

Source : Kabar Cirebon.com, Rabu, 24 Agustus 2011 - 01:50:15 WIB

23 Agustus 2011

Kader Golkar Majalengka Usung Yance Jadi Gubernur

Selasa, 23 Agustus 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Kader Golkar Majalengka Usung Yance

Jadi Gubernur

SAFARI - Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin memberikan bantuan kepada warga Partai Golkar Majalengka, kemarin (19/8). Foto: abdul hamid/radar majalengka

MAJALENGKA, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE Kemarin (19/8), DPD Partai Golkar Kabupaten Majalengka kedatangan tamu istimewa. Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Dr H Irianto MS Syafiuddin mengunjungi Kota Angin dalam acara Safari Ramadan 2011.

Politikus yang akrab disapa Yance itu tiba di sekretariat Partai Golkar Jl KH Abdul Halim pukul 16.30 dan disambut antusias keluarga besar DPD Partai Golkar Kabupaten. Hadir dalam kesempatan itu Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Majalengka H Yomanius Untung SPd, jajaran pengurus, Ketua DPC Pemuda Pancasila Kabupaten Majalengka H Nazarudin Hidayat, ulama, perwakilan KNPI, dan tokoh masyarakat.

Yance mengatakan, Majalengka adalah daerah ke-18 yang dikunjunginya dalam agenda Safari Ramadan di Jawa Barat. Tujuannya adalah ingin silaturahmi memanfaatkan bulan Ramadan. ”Ada yang berlebihan dalam menyambut kedatangan saya. Ada juga yang sederhana. Tapi itu tidak penting. Yang paling penting adalah kebersamaan dan silaturahmi. Apalagi saat ini Ramadan, bulan penuh barakah,” ujarnya.

Pria berkacamata itu mengatakan, fungsi silaturahmi adalah memupuk persatuan dan kesatuan. Sebagai politisi partai politik dirinya tak ingin kehilangan momen mengesankan saat Ramadan. ”Insya Allah sesuai dengan janji-Nya, yang bersilaturahmi akan diberikan umur panjang, rezeki melimpah, dan memperkokoh nasionalisme. Tentu di Partai Golkar akan terjadi seperti itu kalau benar-benar menanamkan silaturahmi,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Yance juga menyampaikan niatnya untuk maju menjadi gubernur Jawa Barat periode mendatang. “Dukungan dari masyarakat Majalengka sangat penting. Untuk itu, saya berharap agar para kader bisa mewujudkan niat saya. Tanpa dukunagn dari masyarakat Majalengka, saya tak mungkin bisa menjadi gubernur,” harap dia.

Sebelumnya, Yance sempat memperlihatkan profil dirinya di hadapan para undangan dan kader Partai Golkar. Dalam video berdurasi sekitar 15 menit tersebut terlihat beberapa tokoh masyarakat memberi dukungan kepada Yance.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Majalengka, H Yomanius Untung SPd menegaskan, segenap kader DPD Partai Golkar Kabupaten Majalenga siap mengusung Yance menjadi gubernur Jawa Barat tahun 2013.

“Kini kita tengah melakukan kaderisasi di desa-desa. Kami siap menyukseskan beliau menjadi gubernur. Pak Yance harus menang. Kami akan mendukung maksimal, sehingga beban Pak Yance berkurang dalam hal merekrut simapatisan dan suara,” kata dia. (mid/RC)***

Source : Radar Cirebon Online, Selasa, 23 Agustus 2011

 

My Blog List

JASA PENGIRIMAN UANG

Site Info

Followers/Pengikut

PENDOPO INDRAMAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template