CARI BERKAH KLIK DI SINI

9 Agustus 2011

Puluhan Napi Kelabakan BNP Lakukan Tes Urine Mendadak

Selasa, 09 Agustus 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Puluhan Napi Kelabakan BNP Lakukan Tes Urine Mendadak

INDRAMAYU, (KC), PENDOPO INDRAMAYU ONLINE -Badan Narkotika Provinsi (BNP) dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) serta Polres Indramayu melakukan tes urine mendadak terhadap 58 narapidana (napi) kasus narkoba dan 7 napi kasus umum di Lapas Indramayu, Selasa (12/7).

Dari hasil tes, seorang napi, Kus (30 tahun), diketahui positif mengonsumsi narkoba jenis ganja. Temuan tersebut selanjutnya dikembangkan dalam penyelidikan untuk membongkar peredaran ganja di kalangan napi Lapas Indramayu.

Tes urine kepada para napi di LP Indramayu itu sendiri dilaksanakan mendadak sehingga kontan saja membuat para napi kelabakan. Tak heran, satu dari puluhan napi yang dites urinenya dinyatakan positif memakai narkoba.

Petugas dari BNP dan BNK bersama aparat kepolisian, menyiapkan puluhan gelas berikut alat berupa sehingga jenis narkotika yang digunakan dapat langsung diketahui.

Satu persatu napi narkoba perempuan dan laki-laki digelandang dari masing-masing sel menuju lokasi tes urine. Selain napi narkoba yan berjumlah 58 orang, petugas juga secara acak memeriksa 7 napi kasus umum. Hasilnya, petugas menemukan adanya penggunaan narkoba oleh seorang napi yang belakangan diketahui berinisial Kus.

Temuan itu mengejutkan Kepala Lapas Indramayu, Supeno Djoko Bintoro. Menurut Djoko, jika itu benar pihaknya mengaku merasa kecolongan dengan adanya tindakan napi mengonsumsi narkoba. Hanya saja ia masih belum bisa memastikan hal itu karena masih menunggu laporan tertulis hasil pemeriksaan urine para napi. Namun demikian, Djoko menyatakan dengan tegas jika dugaan tersebut benar, Lapas akan memberikan sanksi tegas diantaranya mencabut hak-hak napi tersebut.
Akan didalami.

Terkait masuknya narkoba ke Lapas, Djoko mengaku belum bisa memastikannya apakah melalui pembesuk atau ada keterlibatan oknum di Lapas."Kami akan dalami kasusnya secara internal. Pendeknya, jika nantinya terbukti benar, kami jelas akan menindak tegas dan melakukan penyelidikan internal untuk membongkar jaringannya," tegas Djoko.

Senada dengan Kepala Lapas, Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan menyatakan, temuan penggunaan ganja yang melibatkan seorang napi narkoba akan dikembangkan melalui penyelidikan. Napi yang bersangkutan, kata dia, akan diperiksa intensif oleh petugas Satres Narkoba untuk mengetahui asal barang haram tersebut. "Akan kami kembangkan lebih lanjut, untuk mengetahui asal ganja dan bagaimana bisa masuk ke Lapas sehingga dikonsumsi," tandas Rudi.

Kepala Sub Bidang Medik BNP Jawa Barat, Haryani mengatakan, pemeriksaan urine terhadap para napi merupakan rangkaian kegiatan BNP bekerjasama dengan BNK se Jawa Barat. Sebelumnya, BNP juga melakukan pemeriksaan urine terhadap 250 pejabat di lingkungan Pemkab Ciamis. Ketika disinggung hasilnya, Haryani enggan memberikan keterangan rinci karena bersifat rahasia. "Nantinya akan dilakukan kegiatan serupa di semua kabupaten dan kota di Jawa Barat," tukas Haryani.(C-23)***

Source : kabar-cirebon.com, Selasa, 13 Juli 2010 - 09:57:07 WIB

1 Agustus 2011

Janji Beri Jodoh, Dukun Dibekuk Nodai ABG

Senin, 1 Agustus 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

KRIMINALITAS

Janji Beri Jodoh, Dukun Dibekuk Nodai ABG

K50-11 | Glori K. Wadrianto | Minggu, 31 Juli 2011 | 17:09 WIB

Ilustrasi. (1

dailydujour.com)***

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE Seorang dukun yang mengaku bisa membantu mencarikan jodoh, kemarin malam, ditangkap polisi setelah beberapa kali menodai pasiennya, seorang anak baru gede (ABG).

Casdirah (35), warga Blok Sawah, Desa/Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melaporkan Ron (34), dukun asal Desa Kreo, Blok 5, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, dengan tuduhan menodai Cas (17), anak gadisnya, saat diminta membantu mencarikan jodoh.

Pelaku diciduk ketika "mengobati" korban pada malam ketiga. Menurut Casdirah, beberapa hari lalu, ia diperkenalkan seorang tetangganya dengan Ron. Ron pun datang ke rumah Casdirah. Ron mengatakan, berdasarkan hasil penglihatan batin di tubuh Cas itu terdapat sebuah batu yang ditunggui mahluk halus. Batu itu yang menghalangi jodoh anak gadis itu.

Supaya Cas cepat memperoleh jodoh, batu penghalang itu harus disingkirkan. Untuk menyingkir batu di tubuh ABG itu harus dilakukan di dalam kamar. Casdirah dan anggota keluarga yang lain disuruh menunggu di ruang tamu sambil terus berdoa.

Seusai pengobatan malam pertama, wajah Cas tampak murung. Malam kedua Ron datang lagi sambil mengatakan, masih ada mahluk halus di tubuh Cas sehingga harus diobati lagi. Ron pun masuk kamar bersama Cas, sementara orangtuanya disuruh menunggu di ruang tamu sambil terus berdoa.

Berjam-jam dukun itu berada di kamar bersama anaknya. Hal itu membuat Casdirah mulai curiga. Sepulangnya Ron, ia menanyakan apa saja yang diperbuat dukun muda itu. Dengan mata memerah, Cas mengaku malam itu dinodai Ron.

Mendengar pengakuan itu, Casdirah marah. Diam-diam ia membuat perangkap. Ron dipanggil lagi dengan alasan melanjutkan pengobatannya. Beberapa saat ketika berada di dalam kamar, Casdirah memanggil petugas dan menangkap dukun cabul itu.(KOMPAS.com)***

Source : Kompas.com, Minggu, 31 Juli 2011

Ada 19 Komentar Untuk Artikel Ini.

·

lyna moe

Senin, 1 Agustus 2011 | 10:08 WIB

perasaan indonesia sudah maju msh ada percya dukun, lgian msh umur 17 msh panjang jln tuk menemukan jodoh sdr

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

0

0

·

benny roland

Senin, 1 Agustus 2011 | 09:13 WIB

soal jodoh adalah urusan Yang Maha Kuasa bukan urusan Dukun.... ironis..... karena karena masih mempercayai hal-hal yang tahyul....

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

0

0

·

Sumarsono

Senin, 1 Agustus 2011 | 08:29 WIB

saya heran anak baru 17 thn kok minta tolong dukun cari jodoh, waktu kan masih panjang, kecuali perempuan lebih 30 th itu baru panik/bingung. jangan ke dukun lagi ya nduk......

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

0

0

http://stat.k.kidsklik.com/data/2k11/comment/images/icon_komentar.gif

Lihat semua 4 komentar yang ada

o

tjetje soetisna

Senin, 1 Agustus 2011 | 09:29 WIB

Akibat dari masih banyaknya tradisi di kampung tertentu lulus SD nunggu panen langsung kawin. Makanya jangan heran banyak anak perempuan belum 16 tahun sudah janda, shg 17 th dianggap "jomblo" seterusnya kalo sdh janda dimanfaat calo jadi TKW, kalo masih gadis kas tdk boleh.

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

0

0

salim ahmad

Senin, 1 Agustus 2011 | 09:30 WIB

wartawannya aja yang kurang cerdas mengarang berita

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

0

0

salim ahmad

Senin, 1 Agustus 2011 | 09:30 WIB

wartawannya aja yang kurang cerdas mengarang berita...dasar kehabisan berita

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

0

0

lyna moe

Senin, 1 Agustus 2011 | 10:21 WIB

iya setujuuuuuuu

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

0

0

·

Metha Wedhaninggar

Senin, 1 Agustus 2011 | 07:35 WIB

hal ini saja terjadi di Jawa yg notabene daerah sudah maju (dlm hal pendidikan/informasi) dibanding wilayah Indonesia lainnya... bagaimana kalo di wilayah Indonesia yg tdk terjamah pendidikan/ informasi ?? pasti hal demikian ini terjadi/ lebih memprihatinkan lagi..

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

0

0

·

syadin syadana

Minggu, 31 Juli 2011 | 21:24 WIB

hari gini masih percaya DUKUN.....

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

0

0

o

zermat wagner

Minggu, 31 Juli 2011 | 21:56 WIB

ya..inilah warga kita...mau tanya krn siapa???tanya aja fpi¨¨ krn mereka ini maunya kembali ke jaman jahiliah:::..

Tanggapi Komentar

Laporkan Komentar

1

0

29 Juli 2011

Pejabat Berakting, Rakyat Makan Nasi Aking

Jumat, 29 Juli 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Pejabat Berakting, Rakyat Makan Nasi Aking

Oleh : Hendra Sumiarsa

BEGINILAH kehidupan di Indonesia. Pejabatnya hanya bisa berakting. Mereka seolah-olah bekerja untuk rakyat, padahal untuk diri sendiri. Akibatnya rakyat telantar. Bahkan hingga kini, masih banyak warga yang kesulitan untuk sekadar memenuhi kebutuhan pokoknya. Di beberapa daerah, misalnya, masih ada warga yang terpaksa makan nasi aking.

Saat ini eksekutif dan legislatif di Senayan sibuk tarik ulur soal pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menjadi Undang-undang (UU). Nyatanya, hal itu tak berimbas apapun kepada masyarakat. Persoalan lapar dan kemiskinan masih terjadi di mana-mana.

Setidaknya itu yang dirasakan oleh Rasiyem (60 tahun), dan Rasmi (80 tahun), keduanya warga Desa Terusan Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu. Kedua wanita lanjut usia (lansia) tersebut mengaku tak tahu apapun soal BPJS atau tektek bengek regulasi pemerintah soal mengatasi kemiskinan di negeri ini. Rasiyem, misalnya, harus menerima nasib tinggal di gubuk hanya berukuran 2x4 meter yang berhadapan dengan kandang kambing. Selama lebih dari 10 tahun, Rasiyem harus berjuang mengidupi dirinya dengan berjualan kerupuk. Meski sudah berkeluarga, anaknya yang semata wayang, juga bernasib sama.

Makanan sehari-harinya sangat memprihatinkan. Nasi aking menjadi salah satu menu andalannya.

"Gubuk ini saya bangun dari hasil menjual tapih (kain, red). Dibangun seadanya, yang penting tidak kehujanan atau kepanasan," tukas dia.

Hidup pasrah di usia senja, juga dirasakan oleh Rasmi (80 tahun). Nenek jompo dan sudah pikun ini tinggal di bangunan yang separuhnya terbuat dari bilik berukuran sekira 3x6 meter, bersama Darsinah (45 tahun), keponakannya yang menjanda. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Rasmi mengandalkan belas kasihan kerabat dan tetangga, atau dari hasil jerih payah Darsinah sebagai tukang pijat. Jika sedang beruntung, upah memijat Darsinah bisa untuk bertahan mencukupi kebutuhan hidup selama 2 atau 3 hari. Namun jika sedang sepi orderan, nasi aking menjadi pilihan.

Camat Sindang, Bastoni, dan Kuwu Terusan, Taryono, mengamini kondisi warganya tersebut. Menurut Bastoni, di tingkat desa hingga kecamatan, kedua wanita lansia tersebut sebenarnya telah diproteksi melalui berbagi program pengentasan kemiskinan bentukan pemerintah kabupaten (pemkab). Oleh karenanya, kedua wanita lansia yang selama ini hidup dalam segala keterbatasan, telah memperoleh jaminan sosial dan kesehatan yang memadai. "Tidak hanya pemberian bantuan beras secara gratis, namun juga bantuan modal usaha agar mereka bisa hidup dengan layak," tukas Bastoni.

Pengamat masalah sosial di Indramayu, Drs. Gozali, memandang kasus yang menimpa nenek Rasiyem dan Rasmi merupakan potret buram kemiskinan di masyarakat saat ini. Menurut dia, keadaan itu tidak terlepas dari ketersumbatan komunikasi pemerintahan hingga ke tingkat rukun tetangga (RT). Namun yang paling pokok, kasus nenek Rasmi dan Rasiyem merupakan imbas dari ketidakberesan pemerintah pusat dalam mengelola program-program bantuan sosial sehingga tidak tepat sasaran.

"Kuwu dan camat itu operator yang juga memiliki banyak keterbatasan informasi. Makanya harus mulai dibangun informasi yang baik mulai dari RT hingga ke bupati, gubernur, untuk kemudian diteruskan ke presiden. Jangan ada lagi laporan asal bos senang (ABS)," tegas Gozali.(Hendra Sumiarsa/"KC")***

Source : kabar-cirebon.com, Selasa, 20 Juli 2010 / 01:26:08 WIB


13 Juli 2011

Polres Indramayu Amankan Jutaan Butir Petasan

Rabu, 13 Juli 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Hasil Pengumpulan Sukarela Perajin Rumahan

Polres Indramayu Amankan Jutaan Butir Petasan

Rabu, 13/07/2011 - 12:15

JUTAAN petasan yang berhasil diamankan Petugas Polres Indramayu hasil pengumpilan secara sukarela dari perajin petasan rumahan. (ARIEF BK/"PRLM")***

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Sedikitnya delapan juta butir petasan berbagai jenis diamankan oleh petugas kepolisian Polres Indramayu, Rabu (13/7). Petasan tersebut merupakan hasil pengumpulan secara sukarela yang dilakukan oleh warga sekaligus perajin petasan rumahan di sentra petasan Desa Lobener Kec. Jatibarang dan Desa Teluk Agung Kecamatan/Kabupaten Indramayu.

"Ini merupakan hasil upaya persuasif Polres dan Pemda Indramayu. Tujuannya adalah untuk pencegahan agar tidak lagi jatuh banyak korban dari kalangan warga," ujar Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan didampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi Rohadi.(A-168/kur)***

Source : pikiran-rakyat.com, Rabu, 13 Juli 2011

Sering Meledak : Warga Serahkan Jutaan Butir Petasan

Rabu, 13 Juli 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Warga Serahkan Jutaan Butir Petasan

Rabu, 13/07/2011 - 10:56

PETUGAS kepolisian memeriksa bungkusan yang berisi petasan yang diserahkan warga. (ARIEF B.K./"PRLM")***

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Warga Desa Teluk Agung, Kecamatan/Kabupaten Indramayu beramai-ramai menyerahkan petasan hasil produksi rumahan mereka ke balai desa, Rabu (13/7/2011). Penyerahan dilakukan terkait maraknya ledakan yang terjadi dan memakan korban warga di sentra petasan rumahan tersebut.

Penyerahan dilakukan warga secara sukarela setelah diberikan pengarahan oleh Camat Indramayu Dudung Indra Ariska dan Kapolsek Indramayu Agus mengenai kondisi keamanan dan ilegalnya usaha pembuatan petasan rumahan ini.

Dalam penyerahan tersebut, warga berduyun-duyun menyerahkan ratusan kantong berisi puluhan ribu petasan hasil peroduksi mereka. Warga mengaku pasrah meskipun belum tahu dari mana sumber penghasilan mereka ke depannya. (A-168/A-147)***

Source : pikiran-rakyat.com, Rabu, 13 Juli 2011

12 Juli 2011

Terjadi di Desa Lobener Lor : Pabrik Petasan Meledak, Satu Orang Tewas

Selasa, 12 Juli 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Dua Rumah Hancur

Pabrik Petasan Meledak, Satu Orang Tewas

PETUGAS kepolisian dari Polres Indramayu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait ledakan pabrik petasan Blok Kebon Kopi Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Selasa (12/7/2011). (ARIEF B.K./"PRLM")***

INDRAMAYU, (PRLM), PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Sebuah pabrik petasan rumahan meledak di Blok Kebon Kopi Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Selasa (12/7/2011). Akibat ledakan ini, seorang tewas dan dua rumah rusak parah.

Korban tewas adalah Karta (40), pemilik pabrik rumah petasan. Korban tewas dengan luka parah di bagian tubuh akibat ledakan petasan yang sedang diraciknya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, sebelum insiden terjadi, Karta tengah meracik petasan luncur. Bahan-bahan petasan yang sedang diracik tergesek dan menimbulkan percikan api. Seketika itu juga, ledakan besar terjadi. Selain membuat tubuh Karta terkoyak pada bagian dada dan perut, insiden itu juga menyebabkan rumah Karta dan tetangganya hancur hampir roboh.

Karta tewas seketika dan langsung dimakamkan di tempat pemakaman terdekat. Sementara itu, polisi dari Polres Indramayu masih menyelidiki kejadian ini. (A-168/A-147)***

Source : pikiran-rakyat.com, Selasa 12 Juli 2011

11 Juli 2011

Panji Gumilang Gejala Jantung

Senin, 11 Juli 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Panji Gumilang Gejala Jantung

Sandro Gatra | Heru Margianto | Senin, 11 Juli 2011 | 15:25 WIB

Panji Gumilang. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)***

TERKAIT:

JAKARTA, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Penasihat hukum tersangka Panji Gumilang menyampaikan bukti rekam medis kliennya kepada penyidik Bareskrim Polri, Senin (11/7/2011). Bukti itu diberikan untuk permohonan penundaan pemeriksaan sebagai tersangka hari ini.

"Menurut dokter nyeri di dada kiri seperti gejala jantung. Rekam medisnya sudah disampaikan kepada penyidik," kata Ali Tanjung, pengacara Panji, seusai menyampaikan bukti itu ke Bareskrim Polri, Senin.

Ali menjelaskan, rekam medis itu dikeluarkan oleh dokter yang bertugas di Poliklinik di Pondok Pesantren Al Zaytun di Indramayu, Jawa Barat. Seperti diketahui, Panji adalah pimpinan Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) yang menaungi Ponpes Al Zaytun.

"Sebenarnya penyakitnya sudah lama. Selama ini beliau tidak perhatikan. Maklum lah usianya sudah 65 tahun. Sekarang masih dirawat jalan tapi lebih intensif, ditunggui dokter terus. Kalau dalam minggu ini beliau sembuh dan dokter nyatakan dapat diperiksa, beliau akan datang," jelas dia.

Ketika dimintai tanggapan langkah Polri yang akan mengirimkan dokter untuk mengecek kondisi Panji, Ali menjawab, "Itu kewenangan kepolisian. Kita mengikuti prosedur hukum yang berlaku. Apapun yang ditetapkan polisi kita akan mengikuti."

Sedianya, Panji dan stafnya, yakni Abdul Halim diperiksa Selasa pekan lalu. Namun, Panji tak hadir dengan alasan sakit. Adapun Abdul yang juga ditetapkan tersangka memenuhi panggilan. Dia langsung ditahan di Rutan Bareskrim Polri seusai diperiksa.

Ali mengatakan, ia telah mengajukan penangguhan penahanan Abdul kepada penyidik. Alasan permohonan itu, kata dia, kliennya harus mengurus pesantren. "Sampai saat ini belum dijawab penyidik," katanya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya masih percaya atas penjelasan pengacara Panji itu. Pihaknya akan menentukan batas waktu untuk Panji memenuhi panggilan. Jika tak hadir, pihaknya akan mengirimkan dokter.

Panji telah diperiksa sebagai saksi. Dia dicecar 10 pertanyaan seputar kasus pemalsuan. Kepada penyidik, Panji membantah memalsukan tandatangan Imam Supriyanto, pendiri YPI lain, dalam surat pengunduran diri. Menurutnya, Imam sendiri yang menandatangani.

Imam merasa tidak pernah menandatangani surat itu. Hasil uji laboratorium Polri menunjukkan tandatangan Imam dipalsukan. Menurut Imam, namanya dicoret setelah ia keluar dari Negara Islam Indonesia (NII) pimpinan Panji.(Kompas.com)***

Source : Kompas.com, Senin, 11 Juli 2011

Ada 5 Komentar Untuk Artikel Ini.

·

Indra Regenta

Senin, 11 Juli 2011 | 16:14 WIB

Kapan ya, tidak bisa hadir karena alasan sudah mati bunuh diri?

Tanggapi Komentar

·

Warga Kota

Senin, 11 Juli 2011 | 15:53 WIB

giliran ketahuan langsung pada sakit. cape deh...

Tanggapi Komentar

·

Mabate Wae

Senin, 11 Juli 2011 | 15:46 WIB

gak koruptor, gak ponngawa parte, penikmat tahayul madatpun klo ketemu dewi yustisi langsung jatoh sakit, sang madewa ilang tah kemana.

Tanggapi Komentar

Lihat semua 2 komentar yang ada

o

Sigit Mustiko

Senin, 11 Juli 2011 | 15:53 WIB

Karena sakit trus berobat ke LN, trus hilang....beres....persoalan pemalsuan sih mungkin dipandang enteng kali tetapi kaitannya makar lebih berat konsekwensinya...sakit ..sakit yuk trus terbang aparat kecolongan ayo siap2.......

Tanggapi Komentar

10 Juli 2011

Problem Kegagalan Indramayu Meraih Adipura

Minggu, 10 Juli 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

SAMPAH PLASTIK – Dalam gambar terlihat sampah plastik menyumbat sungai di wilayah Desa Legok, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. Padahal, warga setempat pun resah akibat tumpukan sampah tersebut, namun terkesan dibiarkan begitu saja, sehingga tak sedap dipandang, berbau, dan menyumbat saluran air irigasi di sekitarnya. Gambar diambil, Sabtu (07/05/2011) sore. (satim)*** Foto-foto : Satim

Problem Kegagalan Indramayu Meraih Adipura

Yang Dibutuhkan Konstruksi Kesadaran Masyarakat

untuk Hidup “Bersih”

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE Tahun 2011 ini, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, gagal meraih penghargaan “Adipura” di bidang kebersihan kota dan lingkungan masyarakat sekitarnya. Berbagai pendapat terkait kegagalan itu, hingga kini masih menyeruak di beberapa kalangan.

Ada yang mengatakan, kegagalan itu patut dijadikan renungan bagi semua pihak untuk hidup bersih, bebas sampah di lingkungannya masing-masing. “Jangan sampai sampah berserakan dimana-mana. Apalagi saya kerap melihat warga membuang sampah di solokan atau sungai. Bahkan yang paling sedih, sampah palstik yang tak mudah hancur itu berterbangan kemana-mana, dan selalu saya temua setiap melakukan perjalanan keliling wilayah,” ungkap Syamsul Arifin, Ketua Serikat Wartawan Indonesia (SWI) Cabang Indramayu, Minggu (10/7/2011) siang.

Syamsul mengatakan, saat ini sudah waktunya untuk lebih mengaktifkan kembali gerakan bersih-bersih setiap pekan. Jika memang jam kerja perkantoran sampai dengan hari Jumat, berarti pada hari Sabtunya harus dikomandoi oleh aparatur pemerintah tingkat desa/kelurahan sampai tingkat kabupaten untuk bersama-sama melakukan gerakan aksi kebersihan. Kalau dulu ada istilah Jumat bersih, tapi sekarang mestinya ada gerakan Sabtu bersih-bersih (Sabsih),” tuturnya.

Pemantauan Pendopo Indramayu Online, warga terkesan lebih suka membuang sampah di tanggulan atau sungai. Fenomena itu kerap disaksikan pada jalur antara Indramayu-Jatibarang, jalur sepanjang sungai antara Indramayu-Lohbener sampai ke wilayah Kecamatan Widasari. Sejumlah kawasan ruas jalan lainnya pun, diduga kondisinya tak jauh beda. Seandainya petugas kebersihan tidak cekatan mengantisipasi penumpukkan sampah, ada kemungkinan sampah akan menjadi problem yang meresahkan.

Pemandangan seperti itulah yang hingga kini dikeluhkan Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Ir. Aep Surahman. Menurutnya, penghargaan Adipura yang pernah beberapa kali diraih Kabupaten Indramayu, mestinya mampu membangun kesadaran masyarakat untuk sadar kebersihan lingkungannya masing-masing. Namun yang terjadi saat ini bagaimana ?

“Belum juga terbangun semua komponen masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing. Hanya sebagian kecil saja masyarakat yang sadar terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungannya. Masih banyak warga yang hidup di kota pun, kurang peduli terhadap sampah,” kata Aep.

Dikatakannya, kalau semua masyarakat yang hidup di kota-kota dan dekat jantung kota muncul kesadaran untuk terbebas dari sampah, mungkin tidak ada solokan yang mampet gara-gara sampah. “Saya berharap semua komponen masyarakat di Kabupaten Indramayu untuk saling menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing. Jangan membuang sampah sembarangan,” ujarnya. (Satim)*** Foto-foto : Satim

 

My Blog List

JASA PENGIRIMAN UANG

Site Info

Followers/Pengikut

PENDOPO INDRAMAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template