CARI BERKAH KLIK DI SINI

24 Februari 2013

Hitung Cepat Pilgub Jabar 2013 Pendopo Indramayu Online


Minggu, 24 Februari 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Hitung Cepat Pilgub Jabar 2013 
Viva News
1. Dikdik Mulyana/Cecep Toyib              :   2.06  %    
2. Irianto Syafiuddin/Tatang F. Hakim   :  18.71 %
3. Dede Yusuf/Lex Zaenal                         :  22.29 %
4. Ahmad Heryawan/Dedy Mizwar         :  25.13 %
5. Rieke Diah Pitaloka/Teten Masduki    :  31.81 %
TOTAL JUMLAH SUARA TPS : 18.75%

Nama Kabupaten
No.1
No.2
No.3
No.4
No.5
Total Suara Masuk

KAB. BANDUNG
3.10%
13.95%
43.41%
16.28%
23.26%
129

KAB. BANDUNG BARAT
3.00%
3.77%
30.63%
36.62%
25.99%
1035

KAB. BEKASI
1.18%
6.34%
25.87%
32.40%
34.21%
2207

KAB. BOGOR
1.82%
11.47%
29.56%
34.73%
22.42%
1316

KAB. CIAMIS
3.36%
8.82%
13.45%
24.37%
50.00%
238

KAB. CIANJUR
2.33%
20.65%
35.02%
20.95%
21.05%
988

KAB. CIREBON
1.55%
16.31%
13.01%
24.92%
44.21%
1545

KAB. GARUT
1.30%
28.44%
21.17%
22.60%
26.49%
770

KAB. INDRAMAYU
0.99%
60.85%
12.36%
9.80%
16.00%
2419

KAB. KARAWANG
1.27%
6.62%
24.12%
24.56%
43.43%
1812

KAB. KUNINGAN
1.44%
19.84%
11.84%
23.36%
43.52%
625

KAB. MAJALENGKA
1.98%
7.11%
15.21%
15.87%
59.83%
1210

KAB. PURWAKARTA
0.67%
6.71%
13.42%
57.05%
22.15%
298

KAB. SUBANG
2.89%
40.51%
17.18%
24.23%
15.19%
553

KAB. SUKABUMI
9.18%
20.07%
29.79%
16.65%
24.30%
1111

KAB. SUMEDANG
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
0

KAB. TASIKMALAYA
0.53%
1.60%
61.17%
32.98%
3.72%
188

KOTA BANDUNG
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
0

KOTA BANJAR
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
0

KOTA BEKASI
1.39%
5.89%
23.13%
33.99%
35.60%
1868

KOTA BOGOR
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
0

KOTA CIMAHI
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
0

KOTA CIREBON
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
0

KOTA DEPOK
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
0

KOTA SUKABUMI
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
0

KOTA TASIKMALAYA
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
0
Sumber : viva.co.id, Minggu, 24 Februari 2013/Pukul 13.48 WIB

Minggu, 24 Februari 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
VIVA News
NASIONAL
Siapa Gubernur Jabar Berikut? Ikuti Live Quick Count di VIVA.co.id
Hitung cepat ini bekerja sama dengan tvOne dan LSI.
Minggu, 24 Februari 2013, 00:34 Umi Kalsum, Aries Setiawan
Aplikasi Pilkada Jabar di Portal VIVA.co.id (VIVA.co.id)
BERITA TERKAIT
VIVAnews - Hanya sekitar beberapa jam sesudah perhitungan suara dimulai, publik kini biasanya sudah bisa mengetahui siapa pemenang pemilihan anggota legislatif, presiden, maupun kepala daerah. Tentu itu bukan hasil hitungan resmi Komisi Pemilihan Umum, melainkan hasil hitung cepat atau quick count yang diadakan sejumlah lembaga survei. Meski begitu, hitung cepat sejumlah lembaga sudah teruji--hasilnya sama dengan hasil penghitungan resmi.
Pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat yang digelar Minggu ini, 24 Februari 2013, Portal VIVA.co.id, bekerja sama dengan tvOne dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), menayangkan hitung cepat secara live, yang proses penghitungannya mulai dilakukan pada pukul 13.00 WIB.
Hanya berselang semenit kemudian, para pengunjung VIVA.co.id sudah bisa mengetahui hasil termutakhir dengan mengakses portal kami, melalui komputer desktop, mobile, maupun tablet.
Siapa Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat berikutnya: Dikdik Mulyana Arif Mansyur - Cecep NS Toyib, Irianto MS Syafiuddin - Tatang Farhanul Hakim, Dede Yusuf - Lex Laksamana, Ahmad Heryawan - Deddy Mizwar, ataukah Rieke Diah Pitaloka - Teten Masduki?**


Tatang Mencoblos di TPS 10 Desa Cipakat

Minggu, 24 Februari 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Tatang: Ritual Khusus Hanya Berdoa Subuh
Kontributor Ciamis, Irwan Nugraha | A. Wisnubrata | Minggu, 24 Februari 2013 | 11:31 WIB
KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHA
Cawagub nomor dua Tatang Farhanul Hakim bersama istrinya menunjukkan surat suara yang akan dicoblos di TPS 10 Desa Cipakat, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (24/2/2013).
TERKAIT:
TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat yang diusung Partai Golkar Tatang Farhanul Hakim, mengaku melaksanakan ritual khusus sebelum mencoblos, yakni berdoa usai shalat subuh. Ritual itu selalu dilakukan saat mengikuti pemilihan kepala daerah.
"Saya sudah biasa dari dulu sebelum pencoblosan, saya hanya berdoa usai sholat subuh sampai pagi hari. Itu mulai saya lakukan saat mengikuti pilkada Tasikmalaya," jelas Tatang usai mencoblos di TPS 10 Desa Cipakat, Singaparna, Tasikmalaya, Minggu (24/2/2013) pagi.
Tatang yang berpasangan dengan calon gubernur Irianto MS Syafiuddin alias Yance itu, optimis bisa mengumpulkan suara terbanyak dalam pemilihan gubernur Jawa Barat. Usai mencoblos ini, Tatang akan memantau perolehan dan penghitungan suara quick count di rumahnya, sekaligus posko pemenangan pasangan calon nomor dua.
"Saya akan mantau perolehan suara di rumah paling, melalui quick qount," ujar Tatang, yang juga mantan bupati Tasikmalaya dua periode itu.
Dalam proses pilgub ini, Tatang yakin semua pasangan calon akan menerima semua hasil pelaksanaan pemilihan hari ini. Pasalnya, para calon telah membuat kesepakatan melalui fakta integritas kampanye damai sebelumnya. Sehingga, pelaksanaan pilgub akan tercipta aman, tertib dan aman.
"Saya yakin pilgub ini akan berjalan lancar. Soalnya kan kalau kami para calon bertemu, ya biasa selalu pada becanda. Saya sekarang tinggal berserah kepada Allah," ujar Tatang.
Sementara, istri Tatang, Mimi menyatakan siap memberikan dukungan tenaga dan moril kepada suaminya. Ia berharap suaminya bisa memenangkan pilgub Jawa Barat ini. "Kalau sampai pilgub ini diberikan kemenangan untuk suaminya dan memberikan kemaslahatan, saya dukung. Dan kalau tidak saya pun enggak mendukungnya," kata Mimi, usai mencoblos bersama suaminya di TPS dekat rumahnya.***
Editor : A. Wisnubrata
Minggu, 24 Februari 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
NASIONAL
Cawagub Tatang Pasrah
atas Hasil Pilgub Jabar
Minggu, 24 February 2013 | 13:32 WIB
Tatang Farhanul Hakim (kanan)-ANTARA/Sigid Kurniawan/bo
TERKAIT
http://www.metrotvnews.com/openxnew/www/delivery/lg.php?bannerid=130&campaignid=26&zoneid=89&loc=1&referer=http%3A%2F%2Fwww.metrotvnews.com%2Fmetronews%2Fread%2F2013%2F02%2F24%2F6%2F133569%2FCawagub-Tatang-Pasrah-atas-Hasil-Pilgub-Jabar&cb=5d30c339dbMetrotvnews.com, Tasikmalaya: Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Tatang Farhanul Hakim mengaku berserah diri kepada Tuhan apapun hasil pemilihan gubernur yang dilaksanakan Minggu (24/2).
"Berserah diri kepada Allah. Upaya sudah dilakukan segalanya. Semuanya diserahkan kepada yang Maha Kuasa," kata Tatang seusai memberikan hak pilihnya di TPS 10 Kampung Cisaro, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.
Ia menyatakan siap jika Tuhan mengizinkan untuk memimpin Jawa Barat (Jabar) dan siap menerima jika pasangan calon gubernur lain yang terpilih. Siapapun yang terpilih, menurutnya, Jabar akan tetap damai, aman, dan tertib serta melahirkan gubernur yang peduli terhadap kepentingan rakyat. "Semoga melahirkan gubernur yang bermanfaat bagi masyarakat," kata mantan Bupati Tasikmalaya dua periode itu.
Sementara itu, sebelum memberikan hak suaranya, Tatang bersama keluarganya terlebih dahulu berdoa. Selanjutnya, dengan berjalan kaki ia melakukan pencoblosan di TPS 10 tidak jauh dari rumahnya. (Ant/Pbu)***
Sumber : Metrotvnews.com, Minggu, 24 Februari 2013/Pukul 13.35 WIB



23 Februari 2013

Pilgub di Indramayu Diharapkan Aman


Sabtu, 23 Februari 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
KANTOR PANWASCAM INDRAMAYU – Suasana Kantor Panwascam Indramayu di dekat Perempatan Waiki Indramayu, Sabtu (23/02/2013) sore. Tampak dalam gambar, Raskhanna S. Depari, SE dan struktur organisasinya.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
Pilgub di Indramayu Diharapkan Aman
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU – Malam menjelang hari-H Pemilihan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013 di wilayah Kabupayen Indramayu terlihat aman dan terkendali. Pemantauan Pendopo Indramayu Online di sejumlah wilayah, khususnya di wilayah Kecamatan Sindang, Pasekan, Indramayu, Balongan, Lohbener, dan Jatibarang, sampai dengan pukul 10.15 WIB terlihat aman. Masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) banyak yang masih sibuk memberesi sesuatu hal untuk acara besoknya, Minggu (24/02/2013), yang merupakan agenda pemungutan suara.
            Sebagian lagi tengah bersantai, dan mereka saling ngobrol sesekali menggumpalkan asap rokoknya ke udara, menyeruput kopi hangat maupun teh manis. “Alhamdulillah mas, di sini aman-aman saja,” kata Duliman, salah seorang petugas pemungutan suara di Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Sabtu (23/02/2013) malam.
            Sedangkan petugas Pengawas Pemilihan Gubernur tingkat kecamatan (Panwascam) di Kecamatan Indramayu, Raskhanna S. Depari, SE semalam mengatakan, bahwa di wilayah kerjanya aman-aman saja. “Insya Allah Pilgub berjalan aman-aman saja,” katanya.
            Menurutnya, malam itu juga seluruh Petugas Pengawas Lapangan (PPL) tengah melaksanakan tugasnya di masing-masing desa dan kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Indramayu. Kantornya pun yang terletak di dekat Perempatan Waiki Indramayu dijaga petugas piket Panwascam yang sudah diatur jadwalnya.
            Sebagian warga mengatakan, hari Minggu (24/02/2013), merupakan hari yang menentukan kemenangan bagi kelima pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat. Siapa yang bakal menang ? Sebagian warga belum bisa memprediksi. Namun kenangan manis dan  lain-lain sepanjang masa-masa sosialisasi hingga kampanye dari kelima pasangan calon, diduga tersimpan di hati masing-masing warga pemilih yang ada di Jawa Barat.(Satim)***  

Jumlah Pemilih Pilgub Jabar 2013 Capai 36,6 Juta Orang


Rabu, 26/09/2012 18:34 WIB
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Jumlah Pemilih Pilgub Jabar 2013 Capai 36,6 Juta Orang
Baban Gandapurnama - detikBandung

Maskot Pilgub Jabar
Bandung, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Pilgub Jabar 2013 sebanyak 36.636.312 orang. Angka tersebut muncul setelah pemerintah daerah melakukan pendataan terkini dari 26 kabupaten kota di Jabar.
Asda I Pemprov Jabar Herry Hudaya mengatakan data awal penduduk Jabar sebelum pembersihan data ganda 52.134.303 orang. Setelah pembersihan menjadi 50.591.329 orang, dan diperoleh perkiraan DP4 sebanyak 37.222.550 orang.
"Setelah update data terakhir atau diverifikasi, jumlah penduduk Jabar menjadi 49.153.773 orang. Hasilnya diperoleh DP4 sebanyak 36.636.312 orang," jelas Herry saat memberikan sambutan dalam acara Penyerahan DP4 Pilgub Jabar 2013 dari Pemda Provinsi Jabar ke KPU Jabar di Aula Barat, Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (26/9/2012).
Herry mengatakan dasar DP4 mengacu pada Peraturan KPU No.12 tahun 2010 tentang pedoman tata cara pemuktahiran data dan daftar pemilih dalam pemilu kepala daerah dan wakil kepala daerah. Dalam Pasal 10 dijelaska, Gubernur wajib menyerahkan DP4 kepada KPU sebelum pelaksanaan pemilihan kepala daerah.
Menurut Herry pendataan tersebut dilakukan satu tahun sejak September 2011 hingga September 2012. Ia menjelaskan, proses pencetakan DP4 meliputi pembentukan pokja yang melibatkan 70 personel dari PNS dan non PNS.
"Tugas personel itu melakukan editing data, percetakan, dan melakukan verifikasi hasil cetakan, jilidan, dan pengepakan. Pencetakan berlangsung selama 14 hari. Kemudian kegiatan ini didukung oleh 26 unit personal komputer, 14 printer, 6 unit penjilidan, 744 boks, dan 2.919 rim kertas, dan diangkut lima truk tertutup." jelas Herry.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan penyerahan DP4 ke KPU Jabar ini sudah tepat waktu. Setelah DP4 ini, kemudian dilakan penyusunan daftar pemilih sementara (DPS), dan nantinya menjadi daftar pemilih tetap (DPT). Setelah ada kepastian DPT, selanjutnya dibuat kartu pemilih.
"Untuk mendapatkan DP4 yang akurat ini disusun secara kehati-kahatian. Koordinasi mengumpulkan data dilakukan KPU, Panwaslu, dan Disdukcapil kabupaten dan kota di Jabar," ucap Heryawan saat memberi sambutan.
Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat mengatakan pihak melakukan koordinasi dengan Pemprov Jabar dalan melakukan pendataan DP4.
"Proses pembuatan DPT itu sangat krusial. Karena DPT dibuat Pemprov, juga KPU. Maka itu perlu koordinasi. Semoga bahan DP4 ini bisa lungsur langsar atau terkoordinir," papar Yayat di tempat yang sama.
Yayat mengatakan DP4 Pilgub Jabar 2013 sebanyak 36.636.312 orang ini jumlahnya bisa dinamis di kemudian hari. "Siapa tahu 'kan ada orang yang meninggal. Terus ada TNI dan Polri sudah pensiun lalu bisa memiliki hak pilih. Jadi angkanya dinamis, bisa berkuarang, juga bisa bertambah," ucap Yayat.
Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat Pemprov Jabar, Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara, pengurus KPU Jabar, dan pengurus Panwaslu Jabar. Berkas atau data DP4 itu kemudian diangkut menggunakan lima mobil boks tertutup dari halaman Gedung Sate menuju kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Kota Bandung. (bbn/ern)***
Sumber : detikBandung, Rabu, 26/09/2012 18:34 WIB

17 Februari 2013

Koran Lokal “Kebanjiran” Iklan Politik


Minggu, 17 Februari 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
PILGUB JABAR 2013
Jelang Akhir Masa Kampanye
Koran Lokal “Kebanjiran” Iklan Politik
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Sejumlah koran harian lokal yang berada di wilayah III Cirebon, tampaknya tengah “kebanjiran” iklan politik menjelang berakhirnya masa kampanye Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat dan Pemilihan Walikota/Wakil Wali Kota Cirebon 2013 yang bakal digelar pada 24 Februari 2013. Karena beberapa hari lagi akan memasuki masa-masa tenang, dan seluruh atribut yang bersifat kampanye akan dibersihkan pihak Pengawas Pemilu di masing-masing daerah. Salah satu contohnya, iklan politik yang ditayangkan Harian Kabar Cirebon yang dimuat Sabtu, 16 Februari 2013 berikut ini :
Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

29 Januari 2013

Jembatan Pabean Indramayu Tercanggih di Kota Mangga


Jumat, 25 Januari 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
TERCANGGIH – Pembangunan Jembatan Pabean yang membentangkan dua wilayah Kecamatan, yakni Kecamatan Pasekan dan Kecamatan Indramayu, konon, tercanggih pertama di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.(Satim)***  
Jembatan Pabean Indramayu
Tercanggih di Kota Mangga
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Boleh jadi, Jembatan Pabean yang bakal membentangkan “sayapnya” antara wilayah Kecamatan Pasekan dan Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, akan menjadi jembatan tercanggih pertama di wilayah Kota Mangga. Selain itu, sejumlah warga setempat menilai, jika jembatan itu sudah dioperasikan akan memacu gairah perekonomian di sekitarnya.
            Menurut Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, H. Soen Soedjarwo melalui Kepala Bidang (Kabid) Jembatan H. Sutiyono dan salah seorang kepala seksinya, Wempi mengatakan, Jembatan Pabean memang dirancang untuk menjadi salah satu jembatan yang diperkirakan mampu memikul beban terlalu berat, dan mungkin kata orang ngomong tercanggih pertama di Indramayu.
            Alasannya, karena untuk mengantisipasi perkembangan tata wilayah dan tata kota yang bakal terjadi di sekitar wilayah Pabean dalam masa-masa mendatang. “Jadi dibutuhkan jembatan yang tangguh dan canggih,” katanya.
            Warga setempat juga setuju dengan adanya pembangunan Jembatan Pabean itu. Irin (39), salah seorang tokoh masyarakat setempat mengatakan, pihaknya sangat mendukung untuk segera dirampungkannya Jembatan Pabean itu. Alasannya, karena masyarakat sangat berharap agar jembatan yang bernilai miliaran rupiah tersebut bisa segera dirasakan masyarakat.
            “Prinsipnya, masyarakat ingin segera mencicipi keberadaan jembatan yang terbilang mahal itu,” ujar Irin, baru-baru ini.
            Pemantauan Pendopo Indramayu Online, keberadaan Jembatan Pabean yang tangguh dan canggih saat ini tampaknya sangat dubutuhkan masyarakat. Karena masa depan wilayahnya dimungkinkan untuk dijadikan pengembangan kawasan perkotaan, dengan kepadatan penduduk dan ramainya lalu-lintas yang melewati kawasan Pabean dan Pasekan.
            Ketika menyaksikan master plan Jembatan Pabean yang dipajang di ruangan Bidang Jembatan Dinas Bina Marga setempat, betapa megahnya Jembatan Pabean itu jika bisa dirampungkan. Apalagi penataan pemukiman dan kondisi sosial warganya bisa tertata rapih, kemungkinan akan mampu memacu gairah perekonomian dan strata sosial bagi warga di sekitarnya.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
                

18 Januari 2013

Dinas Pendidikan Indramayu :Banyak Proyek Perbaikan Sekolah Tidak Selesai Tepat Waktu


CATATAN AWAL TAHUN 2013 INDRAMAYU
BIDANG PENDIDIKAN
Jumat, 18 Januari 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu yang tengah direhab, namun pelaksanaan  pekerjaannya hingga menyeberang ke tahun baru 2013. Dan hingga Januari 2013, masih belum rampung.(Satim)***
Proyek rehabilitasi SDN Pabean Ilir III, Kecamatan Pasekan, Kabipaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, salah satu sekolah dasar yang tengah diperbaiki oleh pihak ketiga. Namun, sampai Januari 2013, belum selesai.(Satim)***
Banyak Proyek Perbaikan Sekolah
Tidak Selesai Tepat Waktu
  • Dikerjakan Molor Sampai Menyeberang Tahun 2013
INDRAMAYU, Pendopo Indramayu Online – Banyak pembangunan dan perbaikan sekolah tidak selesai tepat waktu, bahkan beberapa hari menjelang tutup tahun anggaran 2012, sekitar puluhan proyek rehabilitasi bangunan sekolah di wilayah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, masih banyak yang “amburadul”. Ini terjadi di proyek rehabilitasi Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP),  Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Bahkan dikabarkan, jumlahnya masih sekitar seratusan proyek perbaikan sekolah yang belum tuntas dua hari menjelang tutup buku anggaran 2012.
            Fenomena terbaru di bidang Pendidikan Kabupaten Indramayu itu, merupakan yang pertama ketika lembaga sentral pembangunan kualitas rakyat Indramayu tersebut dipimpin Dr. H. Odang Kusmayadi MM. Para pelaksana proyek pembangunan dan rehabilitasi fisik sekolah,  ternyata banyak yang tidak rampung di tahun anggaran 2012. Dan dalam kenyataannya,  pelaksanaan proyek pembangunan sekolah menyeberang ke tahun baru 2013. Yang parah lagi, sampai rehabilitasi kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu yang berada di jantung kota pun tidak selesai hingga menyeberang ke tahun 2013, dan hinga Januari 2013 pun belum serah terima karena belum rampung. Akhirnya banyak teka-teki di balik pelaksanaan perbaikan maupun pembangunan sarana belajar siswa di Kota Mangga sepanjang tahun 2012 lalu.
            Sebagian pemborong mengaku, karena tak cukup waktu untuk melaksanakan pekerjaaannya. Padahal, mereka sebelumnya berani bertaruh “reputasi” dengan berbagai cara yang penting meraih proyek. Namun tak sedikit pula mengaku, karena faktor finansial yang “kedodoran” dalam menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Tapi ada juga yang berdalih karena krisis material, seperti kelangkaan genteng, keramik warna putih ukuran 30x30 cm, dan sebagainya.
            Hanya salah seorang pelaksana proyek pembangunan sekolah yang enggan ditulis jati dirinya mengatakan, pada umumnya karena persoalan duit yang “cekak” untuk menyelesaikan proyeknya. Bahkan ada sebagian lagi yang sampai mengalami krisis keuangan, sehingga harus banting setir kesana-kemari mencari tambahan modal. Imbasnya, tak sedikit pula yang nekad bersepekulasi dengan rentenir meski dengan beban bunga yang tinggi, mereka pun berani utang juga yang penting proyeknya bisa berjalan dan pekerjaannya selesai. Walaupun kadang harus bertaruh sekitar tiga kali terjerat beban bunga, baik utang di bank pada awal pelaksanaan proyek, bunga utang di rentenir, dan membayar denda keterlambatan pekerjaan proyek yang dijalaninya.
            “Jika tak berani utang dengan risiko bunga, ya proyeknya tidak bakal selesai,” kata si pemborong yang tak mau namanya disebutkan itu.
            Menurut dia, sejak akhir Desember 2012 hingga Januari 2013, akibat banyaknya proyek rehabilitasi sekolah dan pembangunan sekolah yang tersendat-sendat dan terlambat tadi, akhirnya tak sedikit pula para pelaksana proyek yang kelabakan, karena tidak bisa mencairkan uangnya di Bank Jabar setempat. “Itu terjadi karena tak sedikit pula yang terlambat dalam pengadministrasian pengajuan klaim proyek 100 persen ke pihak Badan Unit Daerah (BUD), salah satu unit penyensor akhir pengajuan keuangan proyek sebelum mencairkan duitnya di Bank Jabar,” ujar si pemborong lainnya.
            Pemantauan Pendopo Indramayu Online, sejak tanggal 25 Desember 2012 lalu, sejumlah pelaksana proyek dan para pekerja yang menguruskan administrasi pencairan keuangan ramai-ramai mendatangi BUD, kantor unit di bawah Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Indramayu. Mereka berharap, menyambut tahun baru 2013 keuangan proyeknya dalam pekerjaan rehabilitasi dan pembangunan sekolah bisa cair menjelang tutup tahun 2012.
            Namun rupanya apalah daya, sekitar puluhan pemborong proyek sekolahan terpaksa harus gigit jari karena berbagai persoalan mereka di lapangan, seperti adminstrasinya yang kurang lengkap, belum adanya hasil pemeriksaan dari pihak Inspektorat Pengawasan Daerah (atau lebih dikenal dengan sebutan Bawasda), belum adanya laporan yang lengkap dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, dan berbagai macam tetek-bengek administrasi lainnya.
            Realitanya, meski ada yang mengklaim proyeknya sudah selesai 100 persen, namun hingga menjelang akhir Januari 2013 ia mengaku belum bisa mencairkan duitnya. “Saya sampai stres karena diuber-uber pekerja dan toko material. Sementara uangnya belum cair juga. Petugas BUD ngomong pencairannya paling lambat Maret 2013,” tutur si pelaksana itu yang mengaku pusing.
            Karena banyaknya keluhan dari para rekanan yang mengerjakan proyek sekolah melalui Dinas pendidikan setempat, H. Iyus (begitu nama panggilannya), salah seorang petugas penting di BUD mengatakan, bagi yang pengajauan adminstrasinya terlambat hingga batas akhir 27 Desember 2012 lalu, maka uangnya belum bisa dicairkan.
“Kalau pun bisa dicairkan harus merubah surat-surat pengajuan pencairannya ke Dinas Pendidikan lagi. Nantinya bukan di BUD lagi yang memproses pencairan, tapi melalui Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD). Itu pun kemungkinan tak bisa minggu awal Januari 2013,” kata Iyus.
Dijelaskan, kalau soal uang untuk membayar proyek-proyek di Dinas Pendidikan sudah siap, dan kini sudah diamankan di DPPKAD. Persoalannya, tinggal para rekanan yang merasa punya proyek pembangunan maupun rehabilitasi sekolah untuk mengurusnya. “Jika tidak segera diurus, kemungkinan sampai bulan Maret 2013 baru bisa cair,” ungkapnya.
Namun, kesan ruwetnya persoalan pencairan dana proyek pada proyek yang ditangani Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, sampai menjadi bahan pembicaraan berbagai kalangan, terutama pihak-pihak yang berhubungan dengan sejumlah proyek di Pemerintah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.
Fenomena itu tampaknya tak ditampik Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Dr. H. Odang Kusmayadi MM yang didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Daryan.. Menurutnya, ia juga sempat dibuat pusing dengan kenyataan pelaksanaan proyek di lapangan karena banyak yang belum selesai hingga akhir Desember 2012.
“Akhirnya saya juga ikut ruwet dalam memikirkan bagaimana nasib murid-murid yang semestinya sudah belajar di sekolah yang baru, tapi sekolahannya masih berantakan. Saya juga harus tunduk pada aturan, dan wajar kalau ada pemborong pada mengeluh karena agak sulitnya mencairkan uang proyek. Termasuk saya pun mengeluh, mengapa banyak bangunan sekolah yang dikerjakan pemborong atau pihak ketiga banyak yang belum selesai ?!,” jawab Odang di kantornya, belum lama ini.
Langkah Odang selanjutnya, ia melayangkan sejumlah surat teguran keras kepada para pelaksana pekerjaan proyek rehabilitasi sekolah dan pembangunan sekolah. Termasuk kepada pihak pelaksana rehabilitasi kantornya yang hingga menjelang akhir Januari 2013 belum rampung juga. Termasuk diantaranya , mengumpulkan sejumlah kepala sekolah yang belajar-mengajarnya masih terganggu gara-gara bangunannya belum selesai. Maksudnya, agar ada solusi lain sehingga murid-murid tidak dikorbankan,
Belakangan muncul sejumlah keluhan murid dan para orangtua siswa yang sekolahnya tengah diperbaiki pihak pemborong. Di beberapa kecamatan seperti di wilayah Kecamatan Karangampel , Pasekan, dan beberapa kecamatan lainnya yang kebetulan masih banyak proyek pelaksanaan rehabilitasi dan pembangunan  sekolah yang molor hingga menyeberang ke tahun 2013.  Pemantauan di lapangan sejumlah sekolah terkesan masih berantakan.
“Langkah melayangkan surat teguran keras itu terpaksa kami tempuh, agar para siswa dan guru tidak pada mengeluh akibat belum rampungnya rehabilitasi maupun pembangunan sekolahnya. Sekarang kami tengah mengevaluasinya untuk meminimalisir keluhan yang terjadi di lapangan,” katanya. (Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

      
           
                 
           
           


 

My Blog List

JASA PENGIRIMAN UANG

Site Info

Followers/Pengikut

PENDOPO INDRAMAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template