CARI BERKAH KLIK DI SINI

16 Desember 2010

Indramayu Terancam Tenggelam

Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah menerima penghargaan sebagai Bupati Indramayu yang peduli penghijauan di daerahnya. (Kanan) Ketua BPLDH Dr. Ir. Setiawan Wangsa Atmaja tengah diwawancari awratawn. (Satim)*** Foto-foto : Satim

Indramayu Terancam Tenggelam

INDRAMAYU, Pendopo Indramayu – Jika tidak dimulai sekarang untuk peduli lingkungan dan penghijauan, beberapa peneliti lingkungan di Indonesia menyatakan, bahwa Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat yang merupakan salah satu daerah pantai di Jawa Barat “terancam tenggelam”, terutama di sepanjang dataran pantai yang tersebar di sepanjang Laut Jawa Indramayu.

Yang lebih parah, terutama bakal terjadi sekitar seratus tahun mendatang. Pada tahapan generasi masyarakat Kota Mangga selanjutnya akan mengalami musibah yang diperkirakan bakal mengerikan. Air laut naik dan mengamuk menenggelamkan daratan wilayah Kabupaten Indramayu, dan air itu melumat ratusan ribu kilometer kawasan Bumi Wiralodra itu.

Para peneliti lingkungan dari Universitas Teknologi Bandung (ITB) sudah memaparkan hasil penelitiannya itu kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Belum ditambah dengan kasus pemanasan global, maka persoalan lingkungan yang dihadapi Indramayu cenderung tidak ringan. Padahal, Indramayu merupakan daerah yang potensial untuk dijadikan “sabuk hijau” di Jawa Barat. Namun, apabila kita semua tidak tergerak untuk peduli kebersihan lingkungan dan penghijauan, hasil penelitian pihak ITB itu kemungkinan bakal terbukti.

Demikian salah satu bagian dari kata sambutan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang disampaikan Ketua Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLDH) Jawa Barat, Dr. Ir. Setiawan Wangsa Atmaja pada acara aksi penghijauan Jawa Barat yang bertema “Balad Kuring” (Sunda) atau “ Bala Reang” (Jawa Indramayu) menanam pohon yang dipusatkan di halaman parkir Water Park Bojongsari Indramayu, Rabu (15/12) siang.

“Memang ancaman Indramayu bakal tenggelam itu, diperkirakan seratus tahun yang akan datang. Mungkin kita-kita ini sudah tidak ada lagi. Tapi apa yang kita lakukan hari ini, dengan peduli kebersihan lingkungan dan menanam pohon, berarti ikut peduli demi generasi mendatang. Inilah inti pokok dari acara lingkungan untuk menanam pohon,” kata Setiawan (atau yang akrab disapa Iwan) kepada sejumlah bupati/wali kota se-Jawa Barat.

Iwan juga merasa berterima kasih kepada Hj. Anna Sophanah sebagai Bupati Indramayu yang baru saja dilantik pada Minggu (12/12) siang, karena Anna dianggap salah satu kepala daerah yang terlihat serius peduli terhadap lingkungan dengan aksi program penghijauan dalam mengawali tugasnya sebagai pemimpin Indramayu.

Sehingga, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan penghargaan kepada Indramayu sebagai salah satu derah yang peduli lingkungan dan penghijauan. Dalam kesempatan itu, sejumlah penghargaan juga diberikan kepada para pegiat lingkungan yang ada di Jawa Barat. Diantaranya, Kelompok Tani Hutan Mangrove Indramayu “Rapi Jaya Putra Indramayu” yang dipimpin Junaedi, juga pihak sekolah diantaranya SMPN 2 Sindang RSBI.

Anna Sophanah yang mengawali pidato terbuka di depan publik sejak ia dilantik menjadi Bupati Indramayu pada Minggu (12/12) mengatakan, pada prinsipnya Kabupaten Indramayu tetap serius untuk menyelamatkan lingkungan.

“Segala program pembangunan harus mengacu pada bagaimana kajian lingkungannya. Itu dilakukan, demi keselamatan Indramayu dari berbagai ancaman bencana alam,” kata istri mantan Bupati Indramayu periode 2000-2005 dan 2005-2010, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin ( Yance) itu.

Dalam acara aksi penghijauan di Water Park Bojongsari itu, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Ir. Aep Surahman mengatakan, aksi tanam pohon dan sejumlah aksi kebersihan lingkungan meruapakan program rutin dan berkelanjutan yang dilakukan pihak Kantor Lingkungan Hidup yang dipimpinnya.

“Yang paling utama, untuk membangun kesadaran masyarakat agar peduli lingkungan yang ada di sekitarnya. Kebersihan lingkungan dan penghijauan semestinya harus dilakukan semua pihak sebagai makna dari aksi kepedulian lingkungan ini,” ujarnya. (Satim)*** Foto-foto : Satim

14 Desember 2010

PENGHIJAUAN LINGKUNGAN

Bupati Indramayu Periode 2010-2015, Hj. Anna Sophanah dalam suatu acara sepeda santai di Kota Mangga. (Pendopo Indramayu/Satim)***

Anna Pimpin Tanam Pohon

INDRAMAYU, Pendopo Indramayu – Gerakan aksi menanam pohon untuk penyelamatan lingkungan di wilayah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, tampaknya merupakan hari kerja pertama di bidang lingkungan bagi Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah yang baru saja dilantik pada Minggu (12/12) siang, di Pendopo Bupati Kota Mangga. Dan wanita kelahiran Desa Singaraja, Kecamatan Indramayu itu dinobatkan sebagai pemimpin wanita pertama di Indramayu untuk masa bakti 2010-2015.

Anna yang sebelumnya hanya mendampingi sang suami, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin (Yance) dalam berbagai acara pemerintahan di Kota Mangga itu selama sepuluh tahun. Namun sejak Minggu (12/12), Anna Sophanah-lah yang ganti memimpin berbagai acara pemerintahan Kabupaten Indramayu. Sementara Yance (panggilan akrab Irianto MS Syafiuddin) seusai serah jabatan kepada istrinya, Minggu (12/12) siang, kini posisi Yance balik ke belakang, dan akan mendampingi istrinya itu yang kini mengepalai pemerintahan Kabupaten Indramayu.

“Karena saya tidak jadi bupati lagi. Masa jabatan saya sebagai bupati selama dua periode sudah habis. Kini, istri saya yang gantian memimpin Indramayu. Sebagai suami, posisi saya hanya mendampinginya,” kata Yance.

Anna sendiri, untuk acara lapangan di bidang lingkungan, yang pertama bagi Anna memimpin langsung aksi penanaman jutaan pohon di wilayah Kabupaten Indramayu, yang acara seremonialnya dipusatkan di halaman parkir obyek wisata Water Park Bojongsari, Rabu (15/12) pagi.

“Selama sepuluh tahun saya yang mendampingi Bapak Yance sebagai Bupati Indramayu. Kini, Pak Yance yang mendampingi saya. Ya, gantian mendampingi,” tutur Anna Sophanah kepada Pendopo Indramayu.

Diperoleh keterangan, acara aksi penyelamatan lingkungan dengan tema penghijauan itu merupakan program lanjutan pihak Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, kemudian pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Indramayu kabarnya ikut nimbrung demi kesuksesan aksi pencanangan program mencegah pemanasan global dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Sby) yang bertajuk “One Billion Tree” (OBIT)- Satu Juta Miliar Pohon.

Konon, seluruh lahan kritis dan yang diperkirakan bakal mengancam keselamatan lingkungan, akan ditanami “rambut bumi” (pohon). Demi kelancaran dan kesuksesan program penghijauan itu, pihak Kantor Lingkungan Hidup menggandeng berbagai lembaga pemerintahan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Perbankan, LSM, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Perguruan Tinggi, Pelajar, Pramuka, wartawan, dan sejumlah kalangan lainnya.

Program penghijauan yang bertajuk “Balad Kuring“ atau “Bala Reang” Tanam Pohon itu, dimeriahkan dengan pawai sepeda onthel kuno. Bupati Indramayu Anna Sophanah yang melepas dan memimpin rombongan bersepeda itu dari Pendopo Bupati Indramayu menuju obyek wisata Water Park Bojongsari.

“Semua pihak dilibatkan dalam program penghijauan itu. Ibu Anna-lah yang memimpin acara penghijauan Balad Kuring tersebut,” ujar Ir. Aep Surahman, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu di kantornya, Selasa (14/12) sore.

Hari itu pula, seragam berupa kaos berbagai warna dan corak dari sejumlah “sponsor” terlihat mulai dibagi-bagikan kepada sejumlah pihak yang dilibatkan dalam program penghijauan yang dipustakan di arena obyek wisata Water Parka Bojongsari Indramayu tersebut. (Satim)*** Foto-foto : Satim

Jadwal Kegiatan Pasangan Bupati/Wakil Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah/H. Supendi

JADWAL KEGIATAN PASANGAN BUPATI/WAKIL BUPATI INDRAMAYU

Hj. ANNA SOPHANAH/H. SUPENDI

Minggu (12/12) siang, Pasangan Bupati/Wakil Bupati Indramayu, Provinsi Jawa Barat hasil Pemilihan Langsung Kepala Daerah (Pilkada) pada Rabu, 18 Agustus 2010, Hj. Anna Sophanah/H. Supendi dilantik menjadi Bupati/Wakil Bupati Indramayu yang sah oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mewakili Menteri Dalam Negeri. Acara pelantikan berlangsung di Pendopo Bupati Indramayu, Minggu (12/12) siang sekitar pukul 10.15 WIB. Yang hadir dalam pelantikan bersejarah dalam kepemimpinan Kota Mangga dikomandani perempuan itu, diantaranya Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), Agung Laksono.

Minggu (12/12) sore, Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah menerima rombongan jemaah haji yang baru datang dari Arab Saudi di halaman Islamic Center Kabupaten Indramayu.

Senin (13/12) pagi, Pasangan Bupati/Wakil Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah/H. Supendi mulai masuk kerja hari pertama memasuki ruangan kerjanya masing-masing. Belum diperoleh keterangan pasti mengenai kegiatan hari pertama kegiatan pimpinan Bumi Wiralodra Indramayu itu. Namun beberapa sumber menerangkan, konon, sejumlah penting mulai berkoordinasi dengan Bupati Anna Sophanah mengenai rencana Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan untuk tahun 2011 yang akan digelar di Ruang Data Setda Indramayu pada Selasa (14/12) siang.

Selasa (14/12) siang, Pasangan Bupati/Wakil Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah/H. Supendi memimpin Rapat Koordinas Pembangunan Tahun 2011 yang digelar di Ruang Data Setda Indramayu.

Rabu (15/12) pagi, Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah memimpin aksi penanaman pohon jutaan pohon yang bertema “Balad Kuring” Peduli Lingkungan diprakarsai oleh Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu dengan melibatkan sejumlah kalangan. Halaman parkir obyek wisata Water Park Bojongsari, Kecamatan Indramnayu sebagai pusat acara seremonial aksi menanam untuk kesuksesan program One Billion Tree (Obit) yang digagas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Namun acara ini pada pagi harinya, dimeriahkan dengan sepeda onthel tempo doeloe yang mengambil star dari halaman Pendopo Bupati Indramayu yang dipimpin Anna Sophanah, mengayuh sepeda lawas menuju lokasi acara tanam pohon di sekitar Waduk Bojongsari tersebut. (Satim)*** Dari berbagai sumber. Foto-foto : Satim

Anna Resmi Jadi Bupati Gantikan Suami

PILKADA INDRAMAYU

Anna Resmi Jadi Bupati Gantikan Suami

Laporan wartawan KOMPAS Timbuktu Harthana

Minggu, 12 Desember 2010 | 10:41 WIB

KOMPAS/TIMBUKTU HARTHANA

Anna Sophanah (kiri) didampingi suaminya, Bupati Indramayu, Jawa Barat, Irianto MS Syafiuddin, sebelum memasukkan surat suara ke dalam kotak suara seusai memilih di TPS 01, Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, Rabu ( 18/8).

INDRAMAYU, KOMPAS.com - Anna Sophanah dan Supendi resmi menjadi Bupati dan Wakil Bupati Indramayu periode 2010-2015, setelah dilantik oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Pendapa Indramayu, Minggu (12/12/2010) pagi. Pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan dilakukan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Indramayu.

Pelantikan Anna dan Supendi dihadiri oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar Aburizal Bakrie, sejumlah anggota DPRD Jabar, dan DPRD Indramayu, serta seluruh camat dan kepala desa di Indramayu. Anna dilantik dengan ketetapan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.32-855 tahun 2010 dan Nomor 132.32-856 tahun 2010.

Anna menggantikan posisi suaminya, Irianto MS Syafiuddin atau Yance, yang merupakan Bupati Indramayu periode 2005-2010. Dalam pelantikan dan serah terima jabatan bupati, terlihat seperti seorang suami menyerahkan tugasnya kepada istrinya. Hal itu terlihat dalam adegan "cium tangan" yang dilakukan Anna kepada Yance. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengomentari adegan itu sebagai bentuk kesopanan istri yang akan meneruskan tugas suami membangun Indramayu.

Sebab, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan Anna agar pembangunan di Indramayu meningkat lebih baik. Saat ini, indeks pertumbuhan manusia di Indramayu, yakni 67,39 poin, di bawah Jabar 71,64 poin.

Editor: Tri Wahono Dibaca : 2055

Ada 10 Komentar Untuk Artikel Ini. Kirim Komentar Anda

  • Arizman Lee

Minggu, 12 Desember 2010 | 15:08 WIB

Rambutnya pak supendi gondrong, kapan dipotong?

Balas tanggapan

  • Pieter Daniel Benggolo MT

Minggu, 12 Desember 2010 | 13:38 WIB

Salah satu bentuk monarkhi yang dipertontonkan oleh EKSEKUTIF. Mencalonkan apa saja memang tidak dilarang tetapi dari segi kepatutan bagaimana?

Balas tanggapan

  • Bubu Maruthi

Minggu, 12 Desember 2010 | 13:21 WIB

bisa ya begini...

Balas tanggapan

  • zaenal bintang

Minggu, 12 Desember 2010 | 12:45 WIB

Hebat sekali, Jabatan bisa turun begitu saja kpd istri. Indramayu kan lbh terkenal daerah pengirim prostitusi terbesar di ibukota.

Balas tanggapan

  • Mahran Harahap

Minggu, 12 Desember 2010 | 12:30 WIB

Sudah terbukti ....PILKADA juga bisa di wariskan (monarchi)... Asal punya : DUIT yg banyak ..... Ayo....siapa lagi yang mau mengikutin jejak petualang mereka ..... Mangga di tunggu .... di nanti .... oleh yang haus akan kekuasaan ....

Balas tanggapan

  • maheery noviyan

Minggu, 12 Desember 2010 | 12:04 WIB

enaq banget......................suami istri bisa jadi bupati.................

Balas tanggapan

  • supriyanto sayama

Minggu, 12 Desember 2010 | 11:58 WIB

Selamat bekerja untuk Bu Ana dan Pak Pendi. Sebagai warga Dinas Pendidikan Indramayu saya yakin dengan semangat pantang menyerah dan penuh keikhlasan, di bawah kepemimpinan Bu Ana dan Pak Pendi, Indramayu akan lebih maju di bidang pendidikan. (SUPRIYANTO, M.M.Pd.)

Balas tanggapan

  • hendra yanto

Minggu, 12 Desember 2010 | 11:40 WIB

setelah menggantikan suami nanti anaknya menggantikan ibunya jadi walikota... ck ck kasian amat tu yang jadi warganya ...... apakah mereka tidak ada yang mampu untuk menjadi pemimpin yang sanggup membawa ke arah yang jauh lebih baik dari pada mempertahankan kekuasaan yang ada?

Balas tanggapan

  • mochamad-hilman sukagalih

Minggu, 12 Desember 2010 | 11:07 WIB

padahal ga usah pake upacara2 segala; nyerahkan tongkatnya cukup di kamar saja

Balas tanggapan

  • di ni

Minggu, 12 Desember 2010 | 11:01 WIB

setelah istrinya selesai masa jabatan, ntr gantinya anaknya ya...

Balas tanggapan

12 Desember 2010

Anna Sophanah Perempuan Pertama Memimpin Kota Mangga

Bupati Indramayu Periode 2010-2015, Hj. Anna Sophanah dan Wakilnya, H. Supendi. (Kanan) Mantan Bupati Indramayu dua periode 2000-2005 dan 2005-2010, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin (Yance) dalam acara Pelantikan Bupati/Wakil Bupati Indramayu Hasil Pilkada 2010 yang berlangsung di Pendopo Bupati Indramayu, Minggu (12/12) siang. (Satim)*** Foto-foto : Satim

PELANTIKAN PEMIMPIN INDRAMAYU

Anna Sophanah Perempuan Pertama Memimpin Kota Mangga

INDRAMAYU – Sejak hari ini, Minggu (12/12), untuk pertama kalinya pemerintahan Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat dipimpin perempuan. Hj. Anna Sophanah yang juga istri mantan Bupati Indramayu dua periode 2000-2005 dan 2005-2010, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin (Yance) pada hari Minggu siang itu dilantik menjadi Bupati Indramayu masa bakti 2010-2015.

Atas nama Menteri Dalam Negeri, pada Minggu (12/12) siang sekitar pukul 10.15 WIB, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melantik Bupati/Wakil Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah yang berpasangan dengan H. Supendi, mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu. Dan hari Minggu itu pula, dilangsungkan acara serah terima jabatan H. Irianto MS Syafiuddin (atau yang akrab disapa Yance) yang telah memimpin “Kota Mangga” selama dua periode kepada istrinya, Anna Sophanah untuk melanjutkan roda pemerintahan “Bumi Wiralodra” yang bermotto “REMAJA” (Religius, Maju, Mandiri, dan Sejahtera).

“Sejak hari ini, Minggu (12/12), saya bukan lagi Bupati Indramayu. Saya jadi rakyat biasa, yang jadi bupatinya istri saya. Namun kemana-mana saya akan mendampinginya, karena sebagai suaminya. Kalau mau bertanya soal pemerintahan, silahkan tanya langsung ke istri saya,” kata Yance kepada beberapa wartawan seusai acara pelantikan pasangan Bupati/Wakil Bupati Indramayu periode 2010-2015.

Pada kesempatan itu pun, Anna Sophanah yang menggantikan tongkat estafet kepemimpinan Indramayu sambil melepaskan senyumnya mengatakan, jika sebelumnya selama sepuluh tahun ia selalu mendampingi Yance dalam berbagai acara pemerintahan. Namun kini sebaliknya, Yance-lah yang akan mendampinginya.

“Selama sepuluh tahun atau dua periode, saya selalu mendampingi Bapak (Yance-Red) dalam berbagai acara pemerintahan. Kini kebalikannya, Pak Yance yang akan mendampingi saya,” ungkapnya.

Ketika ditanya apa program seratus hari pemerintahannya, Anna Sophanah yang kebetulan tengah sibuk dengan beberapa acara yang harus diikutinya, seorang ajudannya meminta Anna Sophanah untuk memasuki ruang dalam Pendopo Indramayu. Para tamu dari berbagai kalangan yang ingin mengucapkan selamat, sudah menunggunya di sana.

Programnya Melanjutkan

Siaran pers pihak Humas Setda Kabupaten Indramayu menyebutkan, Kabupaten Indramayu sejak 12 Desember 2010 ini secara resmi berganti kepemimpinan dari pasangan Bupati dan Wakil Bupati H. Irianto MS. Syafiuddin dan H. Herry Sudjati kepada Hj. Anna Sophanah dan H. Supendi. Pergantian tongkat estafet kepemimpinan dilakukan dalam acara pelantikan bupati dan wakil bupati Indramayu yang berlangsung di Pendopo setempat pada Minggu (12/12).

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atas nama Menteri Dalam Negeri secara resmi melantik dan mengambil sumpah pasangan Hj. Anna Sophanah dan H. Supendi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Periode 2010 – 2015. Selain Gubernur Jawa Barat, hadir pula Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, Menko Kesra Agung Laksono, Kepala BKPP Wilayah Cirebon Ano Sutrisno, serta undangan lainnya.

Pasangan Hj. Anna Sophanah dan H. Supendi selama lima tahun ke depan, dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Indramayu akan melanjutkan Visi Indramayu Remaja (Religius, Maju, Mandiri, dan Sejahtera) serta menjalankan Misi Sapta Karya Mulih Harja yang telah digagas oleh bupati sebelumnya.

Pasangan pemenang dalam Pilkada yang digelar 18 Agustus yang lalu dan berhasil meraih suara 60,18 persen ini berkeyakinan dengan melanjutkan visi dan misi yang sama di pemerintahan yang baru, maka pembangunan yang sudah ada akan terus berjalan secara berkelanjutan dan berkesinambungan serta tidak mengalami stagnasi.

Di dalam Visi Indramayu Remaja yang pertama yakni Religius, diartikan bahwa masyarakat Indramayu diharapkan memiliki tingkat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama secara baik dan benar, sehingga dapat tercermin dalam pola berfikir dan bertingkah laku sesuai dengan nilai-nilai agama yang diyakininya. Maju, diartikan bahwa masyarakat Indramayu cerdas, terampil, bergerak dinamis, kreatif, inovatif, serta tangguh menghadapi tantangan. Visi yang ketiga Mandiri, diartikan bahwa segala sumberdaya dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat Indramayu sehingga sesuai dengan nafas dan tujuan hakiki penyelenggaraan otonomi. Dan visi Sejahtera, diartikan bahwa masyarakat Indramayu memiliki rata-rata tingkat pendapatan yang memadai, tingkat pendidikan yang cukup, dan derajat kesehatan yang baik sehingga dapat hidup layak baik secara fisik maupun non fisik.

Sementara Misi Sapta Karya Mulih Harja yang akan dijalankan yaitu Pertama Mengembangkan Sumberdaya Manusia yang Bermutu dengan Berbasis pada Nilai-nilai Agama, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, serta Budaya. Kedua, Mengoptimalkan Pembangunan Wilayah secara Selaras dan Lestari. Ketiga, Meningkatkan Peran Perempuan dalam Pembangunan. Keempat, Meningkatkan Perekonomian Masyarakat. Kelima, Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Keenam, Menegakkan Keamanan dan Ketertiban Umum. Dan Ketujuh, Memantapkan Tata Pemerintahan yang Baik dan Berwibawa.

Seusai pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu, di tempat yang sama kemudian dilanjutkan dengan Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Ketua Tim Penggerak PKK dan Pengukuhan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Indramayu Periode 2010 – 2015 dari Hj. Anna Sophanah kepada Hj. Nani Indriyani Supendi.

Serangkaian acara yang berlangsung di Pendopo Bupati Indramayu baru selesai sekitar pukul 13.05 WIB. Suasana di sekitar jantung Kota Mangga yang sebelumnya dijaga ketat oleh aparat keamanan sejak Sabtu (11/12) sore, namun sejak Minggu (12/12) sore normal kembali. (Satim)*** Foto-foto : Satim

11 Desember 2010

Yance Serah Terima Jabatan Kepada Istrinya

PELANTIKAN BUPATI INDRAMAYU

Yance Serah Terima Jabatan Kepada Istrinya

Bupati Indramayu periode 2010-2015, Hj. Anna Sophanah (kiri) dan suaminya, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin (Yance) yang juga mantan Bupati Indramayu selama dua periode 2000-2005 dan 2005-2010. (Satim)*** Foto-foto : Satim

INDRAMAYU, Pendopo Indramayu – Besok, Minggu (12/12) siang, pasangan Bupati/Wakil Bupati Indramayu hasil Pilkada 2010 Hj. Anna Sophanah-H. Supendi dilantik. Pelantikan berlangsung di Pendopo Bupati Indramayu yang akan dihadiri oleh sejumlah kalangan yang memperoleh undangan dari pihak panitia pelantikan setempat.

Rencananya, Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan mewakili Menteri Dalam Negeri yang akan melantik pasangan pemimpin Bumi Wiralodra Indramayu itu. Namun acara persiapan untuk agenda penting pelantikan tersebut, tampaknya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Ini dikuatkan dengan sudah beredarnya surat undangan pelantikan bupati dari Ketua DPRD Kabupaten Indramayu H. Abdul Rozak Muslim sekitar empat hari lalu kepada sejumlah kalangan.

“Karena yang punya hajat adalah DPRD Kabupaten Indramayu,” kata Dra. Masayu Nurhayati Roni, Kabag Humas Setda Kabupaten Indramayu, Sabtu (11/12) siang.

Ditambahkan, pihak Humas Setda Indramayu hanya mengkoordinir sejumlah wartawan yang diperkirakan akan meliput acara pelantikan pasangan Bupati/Wakil Bupati Kota Mangga itu. Meski kemungkinan jumlah wartawan yang memperoleh kartu peliputan agak terbatas, konon, sesuai dengan petunjuk pihak keamanan setempat.

“Jadi mohon maaf apabila ada wartawan yang kebetulan tidak kebagian kartu peliputan acara pelantikan bupati untuk Minggu (12/12) besok, karena jumlah kartunya terbatas,” ujarnya.

Nurhayati mengakui, tak sedikit pula wartawan yang protes gara-gara tidak kebagian kartu peliputan yang bisa masuk ke arena acara. “Namun kami harus ngomong apalagi, mengingat kartu tanda masuknya agak terbatas. Sekarang saja sudah mengeluarkan sekitar seratusan kartu lebih,” ungkapnya.

Persiapan Sejak Kemarin

Arena acara pelantikan di Pendopo Indramayu tampaknya sudah dipersiapkan sejak kemarin, Jumat(10/12) pagi. Sejumlah tenda berwarna kuning disertai kursi untuk undangan sudah dipasang. Beberapa pekerja peralatan dan tukang tenda sudah bekerja dari pagi hingga larut malam. Kemudian Sabtunya (11/12) sejumlah pegawai bagian Humas dan bagian perlengkapan terlihat dikerahkan untuk persiapan tahap akhir, seperti pemasangan sound system dan berbagai ornamen serta hiasan yang bakal dijadikan suguhan acara pelantikan besok, Minggu (12/12) siang.

Bendera Partai Golkar yang dijadikan kendaraan politik bagi pasangan Bupati/Wakil Bupati Indramayu terpilih, terlihat sudah dipasangi “memagari” ruas jalan sekitar arena pelantikan, yakni di sepanjang jembatan hingga ke jantung Kota Indramayu. Bahkan papan reklame Bank Jabar Banten (bjb) di pasang di sekitar sudut ruas jalan yang hendak melewati Pendopo Indramayu, Jumat (10/12) kemarin.

Sabtu (11/12) sorenya, Bupati Indramayu yang akan dilantik besok, Hj. Anna Sophanah didampingi suaminya, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin yang juga Bupati Indramayu periode 2000-2005 dan 2005-2010 yang akan menyerahkan jabatannya kepada istrinya itu, terlihat meninjau loaksi acara pelantikan di Pendopo Bupati Indramayu (pusat pemerintahan Bumi Wiralodra Indramayu). Sore itu pula, beberapa wartawan lokal sempat bercanda dengan Yance maupun Anna Sophanah.

“Soal dukung-mendukung sudah selesai. Kini, mari kita bersama-sama membangun Indramayu ini ke arah yang lebih baik dan lebih maju lagi,” kata Anna Sophanah kepada beberapa kalangan jurnalis setempat.

Sementara itu, Bupati Indramayu yang akan meletakan jabatannya Minggu (12/12) besok, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin (atau yang akrab disapa Yance) mengatakan, ia akan menyerahkan “tongkat” kepemimpinan Kabupaten Indramayu selanjutnya kepada Anna Sophanah. Meski ia mendampingi istrinya dalam berbagai acara, namun ia tidak berhak untuk menjawab seputar perjalanan roda pemerintahan Kabupaten Indramayu.

“Jabatan saya selaku bupati sudah selesai. Jadi, silahkan bertanya langsung kepada ibu bupati yang sedang memimpin,” ungkap Yance. (Satim)*** Foto-foto : Satim

7 Desember 2010

Pesta Nelayan Jaring Udang Pabean Udik

NADRAN JARING RAMPUS

Pesta Nelayan Jaring Udang Pabean Udik

INDRAMAYU, Pendopo Indramayu – Berseragam baju koko hitam dan bertuliskan “Rusko Putra” Indramayu, ratusan nelayan jaring udang Desa Pabean Udik, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat menggelar pesta adat “Nadran Jaring Rampus” di kampungnya selama dua hari dua malam sejak Rabu (1/12) hingga Kamis (2/12) malam.

Sedangkan puncak acaranya, merupakan upacara adat sakral dengan pelepasan kapal-kapalan untuk dilarung ke Pantai Brondong, sekitar 5 kilometer dari lokasi pesta adat nadran (rumah D, Sudarto), juragan jaring “rampus” (sebutan jaring udang). Kamis (2/12) siang, sebelum acara iring-iringan untuk mengarak kapal-kapalan yang telah diisi dengan sesajian dan kepala kambing itu, seorang pawang adat nadran setempat mengumandangkan adzan dan khomat, lalu membacakan doa meminta keselamatan kepada Tuhan agar pesta adat nadrannya sukses sesuai yang diharapkan pihak panitia.

Kemudian kapal-kapalan itu diarak oleh ratusan nelayan sambil berjalan kaki menempuh kiloanmeter menuju Panti Brondong di Blok Bondol, dan dilarung ke laut lepas sebagai rasa syukur kepada Sang Pencipta dan penguasa laut atas limpahan rizki yang diberikan kepada warga nelayan jaring rampus. Sajian hiburan berupa reog dan organ tunggal sebagai pengiring kemeriahan arak-arakan kapal-kapalan tersebut. Sedangkan wayang kulit yang digelar siang dan semalam suntuk, disajikan untuk para nelayan dan warga setempat maupun wisatawan yang ingin menyaksikan pagelaran pesta adat nadran nelayan jaring udang itu.

Tampak dalam acara itu, Ketua KUD Mina Sumitra Indramayu, H. Ono Surono, para pejabat dari Bank Jabar Banten Cabang Indramayu, undangan, dan puluhan wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik. Hari Kamis itu, Raskhanna S. Depari selaku Humas membagikan press release kepada para jurnalis yang datang.

Dalam press release itu diterangkan, paguyuban jaring udang Desa Pabean Udik sudah terbentuk sejak dulu. Wadah itu, konon, sebagai bentuk persatuan dan kesatuan dalam membangun kebersamaan demi peningkatan ekonomi mereka. “Saat ini anggotanya sudah mencapai 300-an orang lebih. Mereka terdiri dari para pemilik kapal motor ukuran antara 5 GT,” kata Raskhanna S. Depari didampingi Dewan Penasehat D. Sudarto, Ketua Panitia Sardinah, dan Sekretaris Panitia Karmadi, Kamis (2/12) siang.

Menurut Sardinah, pesta adat nadran jaring rampus itu sudah digelar sejak Rabu (1/12) dengan hiburan Sandiwara Yudha Putra dari Bangkir, Lohbener- Indramayu. Selain itu, dimeriahkan pula dengan hiburan berupa panjat pinang dengan memperebutkan sejumlah hadiah yang digantung di atas pinang yang licin.

“Sebagai penutup acara, dihibur dengan sajian wayang kulit Langen Kusuma Putra dari Celeng-Lohbener sejak siang dan semalam suntuk. Sedangkan acara sakral adat nadran ini merupakan pesta adat turun-temurun sejak nenek moyang kita dulu,” tuturnya.

Esoknya, para nelayan jaring udang yang sejak dua hari menggelar pesta nadran tampak beberapa diantaranya masih kelelahan. Konon, mereka siap berjuang dan terjun ke laut lagi beberapa hari berikutnya.(Satim)*** Foto-foto : Satim

24 November 2010

PERINGATAN PERISTIWA “KUJANG” INDRAMAYU

TASRIPIN (RIPIN), Ketua LVRI Ranting Sindang, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. (Satim)*** Foto-foto : Satim

PERINGATAN PERISTIWA “KUJANG” INDRAMAYU

Tasripin Tokoh Pejuang di Kampung Kujang

INDRAMAYU, Pendopo Indramayu – Peristiwa peperangan melawan penjajah Belanda pada awal Agustus 1947 di Kampung Kujang Desa Lamaran Tarung, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat tampaknya tak mudah dilupakan oleh para pelaku sejarah, saksi ketika peristiwa berdarah itu yang hingga kini masih hidup, serta para pejuang kemerdekaan yang sekarang masuk dalam keanggotaan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) yang setiap bulannya memperoleh dana kehormatan dari pemerintah, maupun para pejuang yang hingga kini tengah memperjuangkan nasibnya melalui pengurus LVRI setempat agar turut memperoleh dana kehormatan sebagai veteran pejuang kemerdekaan.

Tampaknya, pertumpahan darah para pejuang Indramayu yang tergabung “Pasukan Setan” berlambang tengkorak pimpinan M.A. Sentot ketika itu, tak akan mudah dilupakan orang termasuk anak cucunya hingga kini. Keganasan Belanda yang menggempur pasukan pejuang Indramayu dengan bom dan serangan artileri darat, telah menimbulkan korban jiwa yang tak sedikit. Mayat-mayat pejuang Kota Mangga bergelimpangan di jalan dan parit-parit serta pekarangan warga Kampung Kujang.

“Jika teringat peristiwa itu, saya sampai menangis. Betapa tidak, saya sendiri nyaris dibunuh serdadu Belanda ketika melakukan perlawanan dari Bangkir hingga Kampung Kujang. Saya berlindung di hutan Blok Waledan bersama sejumlah pejuang lainnya. Saya lolos dari maut, karena sempat menyamar menjadi tukang anco (mencari ikan dengan jaring yang dipandu dengan bambu),” kenang Tasripin, Ketua LVRI Ranting Sindang saat ditemuai di rumahnya di Kampung Kujang Desa Lamaran Tarung, Senin (22/11) sore.

Kebetulan hari Senin itu, merupakan sehari seusai Tasripin memimpin peringatan “Kujang” di tugu monumen Kujang yang berada di Kampung Kujang, sekitar 800 meter dari kediamannya. Meski hanya dihadiri oleh puluhan anggota Veteran saja, namun Tasripin merasa bersyukur, konon, karena para mantan pejuang kemerdekaan masih pada datang dan berdoa untuk para pejuang yang telah gugur mendahuluinya.

Menurut Sirnata, Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Ranting Cantigi, keberadaan Tasripin atau yang akrab disapa Ripin itu, hingga kini masih termasuk tokoh pejuang yang dituakan di kampungnya. Meski usianya sudah lanjut, namun masih terlihat keperkasaan dengan logat meledak-ledak, konon, masih terbawa arus perjuangan masa lalu.

“Meski kadang sekujur tubuhku ini terasa ngilu dan sakit diduga karena faktor usia, tapi saya masih tetap bersemangat untuk berdialog dengan siapa saja mengenai kisah perjuangan masa lalu di Kampung Kujang ini,” ujar pria yang mengaku dilahirkan pada 1930 itu. (Satim)*** Foto-foto : Satim


 

My Blog List

JASA PENGIRIMAN UANG

Site Info

Followers/Pengikut

PENDOPO INDRAMAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template