CARI BERKAH KLIK DI SINI
9 Maret 2013
Menteri Kelautan dan Perikanan Tinjau Panen Raya Udang Vaname di Indramayu
Author: PENDOPO INDRAMAYU
| Posted at: 19.00.00 |
Filed Under:
Ekonomi
Sabtu, 09 Maret 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
KUNJUNGAN Menteri
Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo di Desa Singaraja. Kecamatan
Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.(Satim)*** Foto-foto :
Satim/Pendopo Indramayu Online
Menteri
Kelautan dan Perikanan
Tinjau Panen
Raya Udang Vaname
Selain udang vaname, Indramayu juga dikenal dengan
kawasan pertambakan yang menghasilkan ikan bandeng. Meski tidak dijelaskan
berapa ton per tahun udang vaname dan ikan bandeng yang dihasilkannya.
Sejumlah wartawan dari berbagai media massa cetak dan
elektronik baik dari Jakarta maupun lokal, terlihat mengabadikan momen
tersebut. Sabtu (09/03/2013) siangnya, beberapa situs internet menulis
kunujungan Menteri Sharif Cicip Sutardjo ke Indramayu.
Sebagian warga Indramayu berharap, kunjungan Menteri
Kelautan dan Perikanan tersebut membawa angin segar bagi peningkatan
kesejahteraan masyarakat yang berada di sepanjang pantai Indramayu.
Adanya aksi unjuk rasa yang mengatasnamakan nelayan
Indramayu dalam kunjungan menteri, konon, sebagai ekspresi harapan dan
permintaan warga nelayan agar nasibnya lebih diperhatikan pemerintah.(Satim)***
Panen Raya Udang Vaname : Nelayan Indramayu Berunjuk Rasa Sambut Menteri Kelautan dan Perikanan
Author: PENDOPO INDRAMAYU
| Posted at: 16.10.00 |
Filed Under:
Ekonomi
Sabtu, 09 Maret 2013
PENDOPO
INDRAMAYU ONLINE
Nelayan Indramayu Berunjuk Rasa
Sambut Menteri Kelautan dan Perikanan
Sabtu, 09/03/2013 - 10:17
J.PAMBUDI/"PRLM"
RATUSAN nelayan
berunjuk rasa menuntut keberpihakan pemerintah terhadap kehidupan nelayan, di Jln.
Jenderal Sudirman Kabupaten Indramayu, Sabtu (09/03/2013). Pada hari yang sama,
Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo akan melakukan panen
perdana di tambak udang, tak jauh dari lokasi unjuk rasa.***
INDRAMAYU,(PRLM).-Ratusan
pengunjuk rasa dari kalangan nelayan menyambut kedatangan Menteri Kelautan dan
Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo ke Indramayu, Sabtu (9/3). Mereka menuntut
keberpihakan kebijakan pemerintah terhadap nelayan.
Berdasarkan pemantauan "PRLM", ratusan massa
sudah memulai aksinya di depan kantor DPRD Kabupaten Indramayu sejak pukul
08.00 WIB. Massa yang tergabung dalam "Gerakan Nelayan Menggugat" ini
merupakan gabungan dari sejumlah perhimpunan nelayan yang berada di Indramayu.
Sedianya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip
Sutardjo akan mengikuti panen perdana di tambak udang Desa Singaraja Kecamatan
Indramayu Kabupaten Indramayu. (A-179/A-107)***
Source : PR Online, Sabtu, 09 Maret 2013
Kliping Berita Pilgub Jabar 2013 :Keputusan KPU Jabar Dinilai Cacat Hukum
Author: PENDOPO INDRAMAYU
| Posted at: 16.03.00 |
Filed Under:
Politik dan Hukum
Jumat, 08 Maret 2013
PENDOPO
INDRAMAYU ONLINE
KLIPING BERITA PILGUB JABAR 2013
Keputusan KPU Jabar
Dinilai Cacat Hukum
Jumat,
08/03/2013 - 20:20
BANDUNG,
(PRLM).- Keputusan
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat memfoto kopi formulir C1 dan C6 untuk
keperluan Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur yang baru saja berlangsung, dinilai
cacat hukum.
Keputusan itu tidak
memiliki dasar hukum dan malah menyimpang dari Undang-undang (UU) sehingga
dicurigai itu dilakukan untuk memenangkan pasangan tertentu.
Hal itu dikatakan peniliti dan staf pengajar Hukum Tata Negara dari Sekolah
Tinggi Hukum Bandung (STHB) Marojahan Panjaitan, kepada wartawan di ruang
kerjanya di Jln. Braga, Jumat (8/3).
"Dalam UU ada kelebihan untuk mengatasi kekurangan
itu, ada cadangan lebih 2,5 persen. Kelebihannya atau kekurangan ada berita
acaranya dan ada di UU," katanya.
Beberapa hari menjelang pemungutan suara Pilgub Jabar, KPU Jabar membuat
aturan yang membolehkan foto kopi formulir C1 dan C6 karena kekurangan. Form C1
digunakan untuk rekapitulasi suara di tempat pemungutan suara (TPS) dan C6
adalah undangan untuk para pemilih.
Marojahan mengatakan, menurut keterangan KPU Jabar,
pembolehan foto kopi disebabkan ada kekurangan karena salah cetak. Namun,
mekanisme yang ditempuh tidak boleh dengan foto kopi melainkan sesuai UU.
"Ketika saya tanya ke Pak Yayat (Ketua KPU) pada
talkshow di radio, apa dasar hukumnya? Kelabakan dia dan bilang sudah ada rapat
pleno. Memangnya rapat pleno bisa mengubah UU? Jadi, di kebijakan itu ada
pelanggaran terhadap UU," imbuhnya.
Ia menyatakan, masyarakat seharusnya bergerak untuk
melaporkan KPU Jabar ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Apalagi bila kebijakan itu disinyalir untuk menguntungkan
pihak tertentu. Itu pun dinilainya tidak baik untuk pendidikan politik generasi
muda ke depan.
Pada Selasa (5/3), Sekretaris KPU Heri Suherman dan
komisioner KPU Jabar Iin Endah Setiawati diklarifikasi Panitia Pengawas
Pemilihan Umum (Panwaslu) Jabar.
Klarifikasi itu atas laporan tim pemenangan Dede Yusuf-Lex Laksamana
tentang penggandaan C6 dengan foto kopi.
Menurut Ketua Panwaslu Jabar Ihat Subihat, penyelenggara
Pilgub Jabar telah memfoto kopi 271 ribu form C6. Itu ditujukan untuk
memberikan kesempatan kepada pemilih untuk bisa memilih.
Setelah klarifikasi KPU, Panwaslu juga berencana
mengundang PT Tomasu yang berkantor di Jatinegara, Jakarta Timur. "Untuk
meminta keterangan terhadap kekurangan logistik seri C itu," kata Ihat.
Heri pun mengatakan, C6 digandakan karena kekurangan
sementara percetakan tidak sanggup memenuhi semua kebutuhannya. Meski begitu,
form C6 itu harus tetap dibubuhkan tanda tangan asli Ketua Kelompok
Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
"Prinsipnya C6 hanya blanko form pemberitahuan waktu
dan tempat memilih. Jadi tidak ada halangan dicopi, toh KPPS akan mencocokan
dgn salinan daftar pemilih tetap (DPT). Tidak mungkin digunakan yang tidak
berhak," ujarnya. (A-160/A-89)***
Sumber : PR Online, Jumat, 08 Maret 2013
1 Maret 2013
Ultah Serikat Tani Indramayu Ke-1 Dirayakan di Gedung NU
Author: PENDOPO INDRAMAYU
| Posted at: 22.11.00 |
Filed Under:
Humaniora
Jumat, 01
Maret 2013
PENDOPO
INDRAMAYU ONLINE
Ultah Serikat Tani Indramayu Ke-1
Dirayakan di Gedung NU
“PESTA” STI – Ribuan
massa yang mengatasnamakan diri Serikat Tani Indramayu (STI) Kabupaten
Indramayu, Provinsi Jawa Barat, baru saja menggelar “pesta” yang pertama, Jumat
(01/03/2013) sore. Acara yang mereka deklarasaikan sebagai Ulang Tahun (Ultah) STI
ke-1 itu berlangsung di Gedung NU yang bermarkas di Jalan Gatot Subroto
Indramayu. Konon, STI ini sebuah organisasi petani lokal yang sempat beberapa
kali menggelar aksi unjuk rasa soal tanah garapan di lahan kawasan hutan yang
diklaim milik Perum Perhutani di wilayah Indramayu bagian selatan. Di bawah
pimpinan Rojak, mereka berharap dengan ulang tahunnya itu di maasa mendatang
akan tercipta kesejahteraan petani Indramayu, khususnya para petani yang
menggarap lahan di kawasan tersebut. Massa STI itu datang menggunakan truk dan kendaraan roda dua sambil mengibarkan bendera STI warna merah. (Satim)***
Foto-foto :Satim/Pendopo Indramayu
Online
Pleno KPU Kabupaten Indramayu : Saksi Paten Ogah Teken Hasil Penghitungan Suara
Author: PENDOPO INDRAMAYU
| Posted at: 20.56.00 |
Filed Under:
Politik dan Hukum
Jumat, 01 Maret 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Pleno KPU Kabupaten Indramayu
REKAPITULASI – Dua lembar
berita acara hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilihan Pasangan Calon
Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat yang dilakukan pihak KPU Kabupaten
Indramayu, Jumat (01/03/2013).***
Saksi Paten Ogah Teken
Hasil Penghitungan Suara
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE –
Suasana di halaman
dan aula Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Jumat
(01/03/2013) pagi hinga menjelang ba’da Shalat Jumat terlihat ramai. Hari itu,
KPU Kota Mangga Indramayu menggelar Pleno rekapitulasi penghitungan suara dari
masing-masing Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Indramayu.
Dalam rekapitulasi akhir penghitungan suara yang
berlangsung sejak Jumat (01/03/2013) pagi, suara sah yang masuk mencapai
887.590 suara. Sedangkan suara yang dinyatakan tidak sah menembus 14.124 suara.
Jadi, jumlah keseluruhan surat suara yang sah dan tidak sah berjumlah 901.714
suara. KPU Kabupaten Indramayu mencatat, prosentasenya hanya 62 persen suara
yang sah dari keseluruhan hak pilih yang memberikan suaranya pada Pemilihan
Pasangan Calon Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat, Minggu (24/02/2013) lalu.
Pihak KPU setempat merasa bersyukur, karena proses sidang
pleno penghitungan suara yang berlangsung di kantornya berjalan tertib dan lancar.
Meski ada saksi yang tidak mau menandatangani berita acara pengesahan penghitungan
suara. Saksi Cagub Nomor 5 pasangan Rieke Diah Pitaloka –Teten Masduki (Paten) ogah teken berita acara hasil
penghitungan suara.
“Saat diminta menandatangani, saksi pasangan Cagub Nomor
5 tidak mau teken. Mereka langsung keluar. Kami tak bisa memaksa, itu hak dia.
Mungkin sudah perintah dari atasannya supaya jangan teken berita acara
penghitungan suara. Kalau daftar hadir di mau teken,” kata Sekretaris KPU
Kabupaten Indramayu, Sunardi tanpa menjelaskan nama lengkap saksi tersebut.
Namun, konon, daftar hadirnya sudah disimpan oleh stafnya.
Sedangkan saksi-saksi lainnya yang sudah membubuhkan
tanda tangan, seperti saksi pasangan Cagub/Cawagub Nomor 1 Dikdik-Toyib diwakili
Apriyanto, saksi Cagub/Cawagub Nomor 2 Yance-Tatang ditandatangani Suhendar SH,
saksi Cagub/Cawagub Nomor 3 Dede Yusuf-Lex Laksamana diteken Edi Sugianto, dan
saksi Cagub/Cawagub Nomor 4 Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar ditandatangani Agung M.
Pemantauan Pendopo
Indramayu Online, Jumat (01/03/2013) sore itu juga, kotak suara yang berisi
berkas sidang pleno rekapitulasi penghitungan suara dikawal petugas diantarkan
ke KPU Provinsi Jawa Barat.
“Sidang pleno KPU Jawa Barat rencananya akan berlangsung
Sabtu (02/03/2013) sampai dengan selesai. Saya juga harus hadir di sana. Saya
kembali ke Indramayu, mungkin Minggu malam Senin,” ujar Sunardi di kantornya,
Jumat (01/03/2013) sore. (Satim)***
28 Februari 2013
Jumat, KPU Indramayu Akan Gelar Rapat Pleno
Author: PENDOPO INDRAMAYU
| Posted at: 01.02.00 |
Filed Under:
Politik dan Hukum
Rabu, 27 Februari 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
PILGUB
JABAR 2013
Jumat, KPU Indramayu Akan Gelar Rapat Pleno
KOTAK SUARA PILGUB –
Sejumlah petugas mengawal kendaraan yang mengangkut kotak suara memasuki
halaman Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat,
Rabu (27/02/2013) sore. Kotak suara itu kiriman dari sejumlah PPK setelah
proses penghitungan suara hasil Pemilihan Pasangan Gubernur/Wakil Gubernur Jawa
Barat di tingkat kecamatan dinyatakan selesai. Tampak dalam gambar, sebuah truk
tengah terparkir dan akan menurunkan kotak suara yang selanjutnya diamankan di
gudang KPU. Pihak KPU menginformasikan, bahwa rapat pleno penghitungan suara
akan digelar pada Jumat (29/02/2013). Ramainya suasana di kantor bandar
pemilihan umum dalam beberapa pekan ini,
karena baru saja menggelar hajatan pemilihan calon pemimpin Provinsi Jawa Barat periode 2013-2018 yang digelar pada
Minggu (24/02/2013). (Satim)*** Foto-foto
: Satim/Pendopo Indramayu Online
25 Februari 2013
HASIL HITUNGAN CEPAT VIVA NEWS BEKERJASAMA DENGAN TVONE DAN LINGKARAN SURVEI INDONESIA (LSI). Pendopo Indramnayu Online
Author: PENDOPO INDRAMAYU
| Posted at: 18.43.00 |
Filed Under:
Politik dan Hukum
HASIL HITUNGAN CEPAT VIVA NEWS BEKERJASAMA DENGAN TVONE
DAN LINGKARAN SURVEI INDONESIA (LSI)
1. Dikdik
Mulyana/Cecep Toyib
: 1.89 %
2. Irianto MS
Syafiuddin/Tatang F. Hakim : 11.81 %
3. Dede
Yusuf/Lex Zaenal
: 25.23 %
4. Ahmad
Heryawan/Deddy Mizwar : 33.14 %
5. Rieke Diah
Pitaloka/Teten Masduki : 27.92 %
TOTAL JUMLAH
SIARA TPS : 100.00%
Nama Kabupaten
|
No.1
|
No.2
|
No.3
|
No.4
|
No.5
|
Total Suara Masuk
|
|
KAB. BANDUNG
|
2.69%
|
5.10%
|
29.07%
|
36.84%
|
26.30%
|
8280
|
|
KAB. BANDUNG BARAT
|
3.52%
|
4.88%
|
29.68%
|
38.67%
|
23.25%
|
3892
|
|
KAB. BEKASI
|
1.24%
|
6.11%
|
26.89%
|
33.73%
|
32.03%
|
5470
|
|
KAB. BOGOR
|
1.49%
|
7.91%
|
27.48%
|
35.93%
|
27.19%
|
10832
|
|
KAB. CIAMIS
|
1.46%
|
6.49%
|
28.07%
|
40.53%
|
23.44%
|
4727
|
|
KAB. CIANJUR
|
1.83%
|
13.88%
|
33.93%
|
31.35%
|
19.02%
|
5232
|
|
KAB. CIREBON
|
1.84%
|
17.03%
|
19.44%
|
26.14%
|
35.55%
|
4943
|
|
KAB. GARUT
|
1.66%
|
14.58%
|
24.70%
|
37.69%
|
21.36%
|
6254
|
|
KAB. INDRAMAYU
|
0.89%
|
60.12%
|
10.47%
|
11.55%
|
16.96%
|
4717
|
|
KAB. KARAWANG
|
1.27%
|
7.94%
|
24.32%
|
23.80%
|
42.67%
|
4975
|
|
KAB. KUNINGAN
|
1.29%
|
12.56%
|
25.74%
|
28.22%
|
32.19%
|
2945
|
|
KAB. MAJALENGKA
|
1.67%
|
7.20%
|
13.73%
|
19.35%
|
58.05%
|
3597
|
|
KAB. PURWAKARTA
|
1.16%
|
12.71%
|
30.94%
|
36.11%
|
19.09%
|
1991
|
|
KAB. SUBANG
|
3.41%
|
19.12%
|
23.66%
|
24.19%
|
29.62%
|
4278
|
|
KAB. SUKABUMI
|
2.33%
|
11.88%
|
19.70%
|
45.92%
|
20.17%
|
5488
|
|
KAB. SUMEDANG
|
2.73%
|
14.41%
|
29.66%
|
23.74%
|
29.46%
|
3547
|
|
KAB. TASIKMALAYA
|
1.21%
|
14.68%
|
21.79%
|
44.88%
|
17.45%
|
4728
|
|
KOTA BANDUNG
|
2.95%
|
4.10%
|
29.00%
|
32.59%
|
31.36%
|
6314
|
|
KOTA BANJAR
|
1.43%
|
10.02%
|
25.12%
|
28.46%
|
34.98%
|
629
|
|
KOTA BEKASI
|
1.16%
|
4.50%
|
21.76%
|
34.67%
|
37.91%
|
4329
|
|
KOTA BOGOR
|
1.53%
|
9.27%
|
23.61%
|
44.11%
|
21.48%
|
2351
|
|
KOTA CIMAHI
|
1.50%
|
4.09%
|
26.53%
|
32.13%
|
35.74%
|
1466
|
|
KOTA CIREBON
|
3.11%
|
12.90%
|
18.09%
|
34.68%
|
31.22%
|
868
|
|
KOTA DEPOK
|
1.59%
|
8.21%
|
30.36%
|
30.84%
|
29.00%
|
3959
|
|
KOTA SUKABUMI
|
3.26%
|
6.75%
|
19.91%
|
47.01%
|
23.07%
|
919
|
|
KOTA TASIKMALAYA
|
1.65%
|
8.60%
|
32.70%
|
42.05%
|
15.00%
|
2000
|
Sumber : Viva.co.id, Senin, 25 Februari 2013 /
Pukul 14:15 WIB.
Senin, 25
Februari 2013
PENDOPO
INDRAMAYU ONLINE
FOKUS
Aher-Deddy
Unggul Sementara di Pilkada Jabar
Hasil perhitungan manual pada 3 Maret. Rieke-Teten
menunggu hasil KPU.
Minggu, 24
Februari 2013, 20:37 Dwifantya Aquina, Riefki Farandika Pratama (Bandung),
Darmawan (Depok), Permadi (Sukabumi/Bandung)
Hasil quick count LSI menyatakan pasangan Ahmad
Heryawan-Deddy Mizwar unggul. (VIVA.co.id)
BERITA TERKAIT

- Pilkada Jabar, Golput Tinggi Akibat Hari Libur
- LSI: Kepuasan Masyarakat Terhadap Aher Masih Tinggi
- Tim Rieke-Teten: "Hitungan Kami Suara Rieke 32 Persen"
- LSI: Jika Pilkada Jabar Diundur Sepekan, Rieke Unggul
VIVAnews - Sorak kegembiraan ratusan massa pendukung pasangan
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Petahana Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dan
Deddy Mizwar riuh terdengar dalam satu ruangan di Hotel Papandayan, Bandung,
Jawa Barat, Minggu sore, 24 Februari 2013.
Mereka menyambut unggulnya
pasangan nomor urut 4 ini dalam hasil hitung cepat atau quick count
Pilkada Jabar 2013 yang dilakukan sejumlah lembaga survei.
Aher dan Deddy, yang
kompak mengenakan kemeja putih, tampak tenang sambil sesekali tersenyum.
Wajahnya sumringah. Dalam hitung ceoat itu, Aher-Deddy unggul dengan perolehan
suara 33,14 persen dari total 100 persen suara yang masuk menurut hasil quick
count Lingkaran Survei Indonesia (LSI), dengan margin of error +/-
1.
Meskipun keputusan final
masih harus menunggu hasil penghitungan manual oleh Komisi Pemilihan Umum
Daerah Jawa Barat, Aher mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada para
pendukungnya. Terutama kepada para partai pendukung seperti PKS, PPP, Partai
Hanura, dan PBB, dan para pemilihnya di seluruh Jawa Barat.(Lihat videonya
di sini.)
"Mari kita syukuri,
bahwa kemenangan kita ini adalah kemenangan
seluruh rakyat Jawa Barat. Karena yang menang bukan pasangan calon, tapi
rakyat," kata Heryawan disambut tepuk tangan para pendukungnya.
Menurut Aher, hasil quick
count telah diakui bersama sebagai alat ukur yang sangat modern. Sehingga
hasil hitung cepat ini kemungkinan besar mendekati hasil hitung manual secara
keseluruhan.
"Insya Allah sebagaimana
hasil ini adalah mendekati kenyataan. Margin of error tidak lebih dari 1
persen. Kalau pun turun hanya satu persen, kalau naik juga satu persen.
Sehingga tidak akan mengubah hasil akhir Pilgub Jawa Barat ini," ujar dia.
Meski begitu, Aher meminta
seluruh tim sukses dan partai pendukung tidak merayakan kemenangan ini secara
berlebihan. Dia meminta semua pihak untuk mengikuti dan mengawasi proses
perhitungan suara manual oleh KPU Jabar. "Mari kita awasi proses ini
sebaik-baiknya."
Dalam sebuah wawancara,
Aher yakin kemenangannya
ini tak akan digugat oleh empat kandidat lainnya. Sebab, sebagai incumbent,
selama ini ia telah menjalani prosedur Pilkada secara fair.
"Mudah-mudahan tak ada gugatan sehingga mencerminkan Pilkada Jabar yang
baik dengan provinsi yang memiliki penduduk paling banyak di Indonesia. Sebagai
incumbent saya tidak melakukan apapun kecuali fair," katanya.
Ucapan selamat kepada
Aher-Deddy pun mengalir dari para pasangan pesaingnya. Cagub Independen Jabar
nomor urut 1, Dikdik Mulyana
Arif Mansur, misalnya.
Mantan Kapolda Sumatra Selatan ini langsung mendatangi dan mengucapkan selamat
kepada Aher dan Deddy Mizwar di media center Hotel Papandayan, Bandung.
"Saya memenuhi janji
saya untuk menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat pada pemenang,"
kata Dikdik.
Dikdik yang menggunakan
pangsi hitam dan iket ciri khas masyarakat Sunda menyalami Aher dan memeluknya.
"Selamat atas kemenangannya. Saya tidak akan melakukan gugatan atas
kekalahan," tuturnya.
Kepada Aher dan Deddy, ia
menyampaikan harapannya agar menjadi pemimpin yang amanah, sesuai kehendak
rakayat yang ingin Jawa Barat lebih maju. Menurutnya, ini semua baru awal.
Tugas berat sudah menunggu para gubernur dan wakil yang terpilih.
"Membangun Jawa Barat
tidak bisa sendiri. Perlu Kerjasama semua elemen, selain kerja keras. Kita
harus saling membantu, bukan menjatuhkan. Saya siap membantu kang Aher dan kang
Deddy bila dibutuhkan untuk membangun Jawa Barat lebih maju," ujar dia.
Dalam waktu bersamaan,
pasangan Cagub dan Cawagub Dede Yusuf-Lex
Laksamana juga menggelar
konferensi pers dihadapan para pendukung dan simpatisannya. Dede yang sempat
bersanding dengan Aher pada Pilkada Jabar sebelumnya, menerima kekalahannya
dengan legowo. Ia pun tak lupa mengucapkan selamat kepada pasangan Aher-Deddy.
"Kami ucapkan selamat
kepada pasangan cagub dan cawagub yang menempati posisi atas. Saya minta maaf,
jika dalam pemilihan ini selalu terjadi rivalitas. Saya berharap Pak
Ahmad Heryawan bisa melanjutkan pembangunan dan kemakmuran bagi rakyat
Jabar," katanya.
Senada dengan Aher, Dede
mengaku paham benar bahwa teknologi yang digunakan dalam proses hitung cepat
sudah sedemikian canggihnya, sehingga bisa dikatakan hasil quick count
hampir mendekati hasil akhir. "Posisi quick count sudah mencapai
hampir 100 persen, dan kami tidak bisa sampai di 30 persen," ujarnya.
Pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana harus puas dengan hasil perolehan suara 25,23
persen versi quick count Lingkaran Survei Indonesia.
Dede yang juga masih
menjabat sebagai Wakil Gubernur Jabar ini menyatakan, ia sangat mengapresiasi
warga Jabar yang telah memilihnya. Ia pun meminta kepada para relawan, sahabat,
kader dan simpatisannya, untuk menyikapi hasil Pilkada dengan dewasa.
Secara terpisah, Aher pun membalas
ucapan selamat Dede Yusuf dengan berterimakasih atas kerjasama selama lima
tahun ini di Pemerintah Provinsi Jawa Barat. "Saya berterimakasih pada Pak
Dede Yusuf dan Pak Lex Laksamana," ujar Aher.
Secara pribadi, Aher juga meminta
maaf pada keduanya jika ada kekurangan, ia mengenang Dede dan Lex sebagai rekan
yang banyak membantunya selama ini. "Banyak kenangan bersama pak Dede dan
Pak Lex saat membangun Jawa Barat di Gedung Sate. Itu tidak akan pernah bisa
dilupakan. Ini bukan kemenangan saya, ini kemenangan bersama," kata dia.
Rieke tunggu hasil resmi KPU
Berbeda dengan
kandidat lainnya yang memantau hasil quick count dari hotel berbintang,
Cagub Jabar usungan PDIP, Rieke Diah
Pitaloka, lebih memilih
berkumpul bersama para pendukungnya di halaman rumahnya di kawasan Beji, Depok.
Suasananya cukup sederhana, hanya dengan tenda berwarna merah dan bangku-bangku
plastik serta makanan seadanya, ia menjamu warga setempat dan simpatisan yang
sejak awal Pilkada mendukungnya.
Mengenakan kemeja
kotak-kotak, yang sempat menjadi ciri khas Gubernur DKI Joko Widodo saat
kampanye Pilkada DKI beberapa waktu lalu, bola mata Rieke tak beranjak dari
layar besar yang dipasang di halaman rumahnya. Saat hasil quick count menunjukkan
perolehan suara 27,92 persen, atau posisi kedua setelah pasangan Aher-Deddy,
wanita berdarah asli Sunda ini menyunggingkan senyum.
Meski tak berhasil
mencapai posisi puncak dalam quick count, Rieke menegaskan akan terus
berjuang karena keputusan ini belum final. Ia masih akan menunggu keputusan
resmi dari KPU Jabar.
Menurut Rieke, hasil quick
count hanya menyatakan perolehan sementara, namun belum mewakili ribuan TPS
yang ada di Provinsi Jabar. Ia pun membeberkan, berdasarkan data yang dihimpun,
masih ada sekitar 1.220 buruh dan ribuan pasien rumah sakit yang tak bisa
mencoblos karena kurangnya surat suara dan tidak tersedianya TPS.
"Ya silahkan saja
kalau salah satu pasangan calon mengklaim dirinya menang. Yang jelas buat kami
perjuangan belum berakhir selama data faktual yang dikeluarkan KPU belum
keluar, kami akan terus berusaha dan berjuang," tegasnya.
Rieke akan terus memantau
dan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan terkait hasil quick count tersebut.
Jika nantinya ditemukan kecurangan, maka pihaknya tak akan tinggal diam.
"Sekali lagi saya tekankan, penghitungan faktual belum selesai, kita minta
pertanggungjawaban KPU," ujarnya.
Sikap Rieke ini pun kemudian
mendapat dukungan dari Ketua Umum PDIP Megawati
Soekarnoputri. Mega meminta
Rieke untuk tidak berputus asa, tetap semangat, dan mengawal proses
penghitungan suara hingga tuntas.
"Ibu Mega
menyampaikan pada saya agar tidak stres, jangan mudah patah. Beliau juga
menginstruksikan seluruh kader partai untuk terus mengawal dan memantau
penghitungan suara agar tidak terjadi penggelembungan suara," tutur dia.
Selain itu, lanjut Rieke,
ia juga mendapat dukungan dari rekannya separtai yang menjadi Gubernur DKI
Jakarta, Joko Widodo, agar tidak kecewa dan tetap semangat berjuang bersama
rakyat. "Kami akan terus berusaha sampai KPU menyampaikan berita acara
secara faktual," kata Rieke. Sesaat setelah memantau hasil hitung cepat,
Rieke pun langsung bertolak ke Bandung.
Rekam jejak Pilkada Jabar
Meski hasil quick
count beberapa lembaga survei telah menyatakan pasangan calon gubernur dan
wakil gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar unggul atas pasangan
lain, Ketua Komisi
Pemilihan Umum Jawa Barat, Yayat Hidayat meminta, seluruh pihak tidak menjadikan
hasil tersebut sebagai kesimpulan dalam menentukan siapa yang menjadi gubernur
dan wakil gubernur Jawa Barat 2013-2018.
"Yang harus
diperhatikan masyarakat adalah, nanti perhitungan manual tanggal 3 Maret. Itu
baru resmi," kata Yayat kepada VIVAnews. Hasil penghitungan manual
itu akan menentukan siapa yang mendapat amanat dari rakyat untuk memimpin
Jabar.
Menurutnya, quick count
sejumlah lembaga survei adalah data pembanding dalam rangka mengawal suara
pemilih. "Jadi tidak boleh menyimpulkan calon terpilih berdasarkan data
pembanding," katanya.
Yayat juga menegaskan
kembali sistem pilkada Jawa Barat, bahwa calon gubernur dan wakil gubernur terpilih
harus mendapatkan 30 persen plus satu. Jika salah satu pasang calon sudah
mendapatkan 30 persen plus satu, sudah dipastikan memenangkan pemilihan.
"Tapi kalau kurang
dari 30 persen plus satu, harus ada putaran kedua. Yang menjadi pesertanya
adalah peraih suara terbanyak pertama dan kedua. Jadi tunggu saja rekapitulasi
akhir tanggal 3 Maret," ujar dia.
Terkait hasil Pilkada, Menteri Dalam Negeri
Gamawan Fauzi menilai selama
ini provinsi Jawa Barat memiliki rekam jejak yang baik dalam hal demokrasi.
Oleh karena itu, ia berharap keputusan resmi KPU nanti dapat disikapi dengan
bijaksana oleh masyarakat. "Dalam sejarah pemilihan, Jabar itu selalu
tidak ada konflik. Itu jadi tradisi yang baik," kata Gamawan.
Hasil hitung cepat
Lingkaran Survei Indonesia (LSI), setelah 100 persen sampel suara masuk,
pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar unggul dengan suara 33,14 persen. Lalu
disusul Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki, dengan 27,92 persen. Dede Yusuf-Lex
Laksamana berada di posisi ketiga dengan peroleh 25,23 persen.
Sementara pasangan
Dikdik-Toyib ada di urutan empat, dengan suara yang diperoleh 1,89 persen. Di
posisi buncit adalah pasangan Yance-Tatang, yang mendapatkan 11,81 persen. Margin
error untuk quick count yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia
ini adalah +/- 1 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.*** Sumber :
viva.co.id, Senin, 25 Februari 2013/Pukul 16:13 WIB
Senin, 25
Februari 2013
PENDOPO
INDRAMAYU ONLINE
FOKUS
Tim
Rieke-Teten: "Hitungan Kami Suara Rieke 32 Persen"
"Hitungan kami, selisihnya sekitar 2 persen,"
Senin, 25
Februari 2013, 06:10 Mohammad Adam, Riefki Farandika Pratama (Bandung)
Arteria Dahlan (kiri) bersama Mahendradata. (Antara/
Prasetyo Utomo)
BERITA TERKAIT
- Pilkada Jabar, Golput Tinggi Akibat Hari Libur
- LSI: Kepuasan Masyarakat Terhadap Aher Masih Tinggi
- Aher-Deddy Unggul Sementara di Pilkada Jabar
- Dede Yusuf: Tak Harus Jadi Pejabat untuk Bangun Jabar
VIVAnews - Tim Pemenangan Paten (Rieke - Teten) menyatakan
menghormati hasil hitung cepat (quick count) Pilkada Jawa Barat 2013 oleh
sejumlah lembaga survei. Namun Tim Paten belum meyakini angka quick count
sebagai penentu kemenangan, karena itu bukanlah hasil akhir dan keputusan
tetap.
Ketua Departemen Advokasi DPP PDI Perjuangan, Arteria
Dahlan, menyatakan keraguannya pada keunggulan Ahmad Heryawan (Aher) dalam
quick count sejumlah lembaga survei. "Kami masih belum percaya.
Hitung-hitungan kami, Paten paling besar, sekitar 32 persen," ujar Arteria
di DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Minggu 24 Februari 2013.
Menurut Arteria, selisih suara dukungan terhadap Rieke
mestinya tak berbeda jauh dengan Aher. "Dalam hitungan cepat kami,
selisihnya sekitar 2 persen," kata Arteria.
Sikap meragukan hasil itu, lanjut Arteria, bukan tanpa
bukti. "Akan kami buktikan. Bukan berarti kami tidak siap kalah. Kami juga
terima terima fakta dimana ada sekitar 18 ribu yang tidak bisa melakukan
pemilihan," kata Arteria.
Quick count yang dilaksanakan LSI bekerjasama
dengan stasiun televisi swasta nasional memilih 300 TPS yang tersebar secara
proporsional di setiap Kota/Kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Barat. Sample
TPS dipilih dengan menggunakan metode Kombinasi Stratified-Cluster Random
Sampling.
Diperkirakan toleransi kesalahan (margin of error) pada
quick count ini kurang lebih 1 persen pada tingkat kepecayaan 99 persen.
Artinya perolehan suara kandidat dari hasil quick count ini bisa
bergeser ke atas atau bergeser ke bawah sebesar 1 persen.
Berikut hasil perhitungan cepat yang dilakukan oleh
Lembaga Survei Indonesia dari 100 persen data yang masuk: Dikdik Muliana AM –
Cecep Nana Suryana T 1,99 persen, Irianto MS Safiuddin – Tatang Farhanul Hakim
persen, Yusuf Macan Effendi - Lex Laksaman Zaenal 25,43 persen, Ahmad Heryawan
- Deddy Mizwar 33,19 persen, Rieke Diah Pitaloka - Teten Masduki 27,50 persen.***
Sumber : Viva.co.id, Senin, 25 Februari 2013/Pukul 15.05 WIB
Langganan:
Postingan (Atom)








