CARI BERKAH KLIK DI SINI

9 Maret 2013

Menteri Kelautan dan Perikanan Tinjau Panen Raya Udang Vaname di Indramayu

Sabtu, 09 Maret 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
KUNJUNGAN Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo di Desa Singaraja. Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
Menteri Kelautan dan Perikanan
Tinjau Panen Raya Udang Vaname
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo berkunjung ke Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (09/03/2013). Informasi yang disampaikan pihak Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, Kamis (07/03/2013)  mengabari,  kunjungan Menteri Sharif Cicip Sutardjo untuk pertama kalinya datang ke Kota Mangga Indramayu, dalam rangka menyaksikan langsung panen raya udang vaname di Desa Singaraja, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.
Selain udang vaname, Indramayu juga dikenal dengan kawasan pertambakan yang menghasilkan ikan bandeng. Meski tidak dijelaskan berapa ton per tahun udang vaname dan ikan bandeng yang dihasilkannya.
Di sekitar lokasi kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan sejak tiga hari sebelumnya sudah dipersiapkan berbagai hal dalam acara penyambutan. Salah satunya, lokasi kunjungan menteri pun ditata dan panitia pun memasang tenda dan spanduk.
Sejumlah wartawan dari berbagai media massa cetak dan elektronik baik dari Jakarta maupun lokal, terlihat mengabadikan momen tersebut. Sabtu (09/03/2013) siangnya, beberapa situs internet menulis kunujungan Menteri Sharif Cicip Sutardjo ke Indramayu.
Sebagian warga Indramayu berharap, kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut membawa angin segar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berada di sepanjang pantai Indramayu.
Adanya aksi unjuk rasa yang mengatasnamakan nelayan Indramayu dalam kunjungan menteri, konon, sebagai ekspresi harapan dan permintaan warga nelayan agar nasibnya lebih diperhatikan pemerintah.(Satim)***

Panen Raya Udang Vaname : Nelayan Indramayu Berunjuk Rasa Sambut Menteri Kelautan dan Perikanan


Sabtu, 09 Maret 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Nelayan Indramayu Berunjuk Rasa
Sambut Menteri Kelautan dan Perikanan
Sabtu, 09/03/2013 - 10:17
J.PAMBUDI/"PRLM"
RATUSAN nelayan berunjuk rasa menuntut keberpihakan pemerintah terhadap kehidupan nelayan, di Jln. Jenderal Sudirman Kabupaten Indramayu, Sabtu (09/03/2013). Pada hari yang sama, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo akan melakukan panen perdana di tambak udang, tak jauh dari lokasi unjuk rasa.***
INDRAMAYU,(PRLM).-Ratusan pengunjuk rasa dari kalangan nelayan menyambut kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo ke Indramayu, Sabtu (9/3). Mereka menuntut keberpihakan kebijakan pemerintah terhadap nelayan.
Berdasarkan pemantauan "PRLM", ratusan massa sudah memulai aksinya di depan kantor DPRD Kabupaten Indramayu sejak pukul 08.00 WIB. Massa yang tergabung dalam "Gerakan Nelayan Menggugat" ini merupakan gabungan dari sejumlah perhimpunan nelayan yang berada di Indramayu.
Sedianya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo akan mengikuti panen perdana di tambak udang Desa Singaraja Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu. (A-179/A-107)***
Source : PR Online, Sabtu, 09 Maret 2013



Kliping Berita Pilgub Jabar 2013 :Keputusan KPU Jabar Dinilai Cacat Hukum

Jumat, 08 Maret 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
KLIPING BERITA PILGUB JABAR 2013
Keputusan KPU Jabar
Dinilai Cacat Hukum
Jumat, 08/03/2013 - 20:20
BANDUNG, (PRLM).- Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat memfoto kopi formulir C1 dan C6 untuk keperluan Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur yang baru saja berlangsung, dinilai cacat hukum.
            Keputusan itu tidak memiliki dasar hukum dan malah menyimpang dari Undang-undang (UU) sehingga dicurigai itu dilakukan untuk memenangkan pasangan tertentu.
Hal itu dikatakan peniliti dan staf pengajar Hukum Tata Negara dari Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB) Marojahan Panjaitan, kepada wartawan di ruang kerjanya di Jln. Braga, Jumat (8/3).
"Dalam UU ada kelebihan untuk mengatasi kekurangan itu, ada cadangan lebih 2,5 persen. Kelebihannya atau kekurangan ada berita acaranya dan ada di UU," katanya.
Beberapa hari menjelang pemungutan suara Pilgub Jabar, KPU Jabar membuat aturan yang membolehkan foto kopi formulir C1 dan C6 karena kekurangan. Form C1 digunakan untuk rekapitulasi suara di tempat pemungutan suara (TPS) dan C6 adalah undangan untuk para pemilih.
Marojahan mengatakan, menurut keterangan KPU Jabar, pembolehan foto kopi disebabkan ada kekurangan karena salah cetak. Namun, mekanisme yang ditempuh tidak boleh dengan foto kopi melainkan sesuai UU.
"Ketika saya tanya ke Pak Yayat (Ketua KPU) pada talkshow di radio, apa dasar hukumnya? Kelabakan dia dan bilang sudah ada rapat pleno. Memangnya rapat pleno bisa mengubah UU? Jadi, di kebijakan itu ada pelanggaran terhadap UU," imbuhnya.
Ia menyatakan, masyarakat seharusnya bergerak untuk melaporkan KPU Jabar ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Apalagi bila kebijakan itu disinyalir untuk menguntungkan pihak tertentu. Itu pun dinilainya tidak baik untuk pendidikan politik generasi muda ke depan.
Pada Selasa (5/3), Sekretaris KPU Heri Suherman dan komisioner KPU Jabar Iin Endah Setiawati diklarifikasi Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Jabar.
Klarifikasi itu atas laporan tim pemenangan Dede Yusuf-Lex Laksamana tentang penggandaan C6 dengan foto kopi.
Menurut Ketua Panwaslu Jabar Ihat Subihat, penyelenggara Pilgub Jabar telah memfoto kopi 271 ribu form C6. Itu ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada pemilih untuk bisa memilih.
Setelah klarifikasi KPU, Panwaslu juga berencana mengundang PT Tomasu yang berkantor di Jatinegara, Jakarta Timur. "Untuk meminta keterangan terhadap kekurangan logistik seri C itu," kata Ihat.
Heri pun mengatakan, C6 digandakan karena kekurangan sementara percetakan tidak sanggup memenuhi semua kebutuhannya. Meski begitu, form C6 itu harus tetap dibubuhkan tanda tangan asli Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
"Prinsipnya C6 hanya blanko form pemberitahuan waktu dan tempat memilih. Jadi tidak ada halangan dicopi, toh KPPS akan mencocokan dgn salinan daftar pemilih tetap (DPT). Tidak mungkin digunakan yang tidak berhak," ujarnya. (A-160/A-89)***
Sumber : PR Online, Jumat, 08 Maret 2013

1 Maret 2013

Ultah Serikat Tani Indramayu Ke-1 Dirayakan di Gedung NU


Jumat, 01 Maret 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Ultah Serikat Tani Indramayu Ke-1
Dirayakan di Gedung NU
“PESTA” STI – Ribuan massa yang mengatasnamakan diri Serikat Tani Indramayu (STI) Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, baru saja menggelar “pesta” yang pertama, Jumat (01/03/2013) sore. Acara yang mereka deklarasaikan sebagai Ulang Tahun (Ultah) STI ke-1 itu berlangsung di Gedung NU yang bermarkas di Jalan Gatot Subroto Indramayu. Konon, STI ini sebuah organisasi petani lokal yang sempat beberapa kali menggelar aksi unjuk rasa soal tanah garapan di lahan kawasan hutan yang diklaim milik Perum Perhutani di wilayah Indramayu bagian selatan. Di bawah pimpinan Rojak, mereka berharap dengan ulang tahunnya itu di maasa mendatang akan tercipta kesejahteraan petani Indramayu, khususnya para petani yang menggarap lahan di kawasan tersebut.  Massa STI itu datang menggunakan truk dan kendaraan roda dua sambil mengibarkan bendera STI warna merah. (Satim)*** Foto-foto :Satim/Pendopo Indramayu Online  

Pleno KPU Kabupaten Indramayu : Saksi Paten Ogah Teken Hasil Penghitungan Suara


Jumat, 01 Maret 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Pleno KPU Kabupaten Indramayu
Sumber : KPU Kabupaten Indramayu
REKAPITULASI – Dua lembar berita acara hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilihan Pasangan Calon Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat yang dilakukan pihak KPU Kabupaten Indramayu, Jumat (01/03/2013).***  
Saksi Paten Ogah Teken Hasil Penghitungan Suara
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Suasana di halaman dan aula Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Jumat (01/03/2013) pagi hinga menjelang ba’da Shalat Jumat terlihat ramai. Hari itu, KPU Kota Mangga Indramayu menggelar Pleno rekapitulasi penghitungan suara dari masing-masing Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Indramayu.
            Dalam rekapitulasi akhir penghitungan suara yang berlangsung sejak Jumat (01/03/2013) pagi, suara sah yang masuk mencapai 887.590 suara. Sedangkan suara yang dinyatakan tidak sah menembus 14.124 suara. Jadi, jumlah keseluruhan surat suara yang sah dan tidak sah berjumlah 901.714 suara. KPU Kabupaten Indramayu mencatat, prosentasenya hanya 62 persen suara yang sah dari keseluruhan hak pilih yang memberikan suaranya pada Pemilihan Pasangan Calon Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat, Minggu (24/02/2013) lalu.
            Pihak KPU setempat merasa bersyukur, karena proses sidang pleno penghitungan suara yang berlangsung di kantornya berjalan tertib dan lancar. Meski ada saksi yang tidak mau menandatangani berita acara pengesahan penghitungan suara. Saksi Cagub Nomor 5 pasangan Rieke Diah Pitaloka –Teten Masduki (Paten) ogah teken berita acara hasil penghitungan suara.
            “Saat diminta menandatangani, saksi pasangan Cagub Nomor 5 tidak mau teken. Mereka langsung keluar. Kami tak bisa memaksa, itu hak dia. Mungkin sudah perintah dari atasannya supaya jangan teken berita acara penghitungan suara. Kalau daftar hadir di mau teken,” kata Sekretaris KPU Kabupaten Indramayu, Sunardi tanpa menjelaskan nama lengkap saksi tersebut. Namun, konon, daftar hadirnya sudah disimpan oleh stafnya.
            Sedangkan saksi-saksi lainnya yang sudah membubuhkan tanda tangan, seperti saksi pasangan Cagub/Cawagub Nomor 1 Dikdik-Toyib diwakili Apriyanto, saksi Cagub/Cawagub Nomor 2 Yance-Tatang ditandatangani Suhendar SH, saksi Cagub/Cawagub Nomor 3 Dede Yusuf-Lex Laksamana diteken Edi Sugianto, dan saksi Cagub/Cawagub Nomor 4 Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar ditandatangani Agung M.
            Pemantauan Pendopo Indramayu Online, Jumat (01/03/2013) sore itu juga, kotak suara yang berisi berkas sidang pleno rekapitulasi penghitungan suara dikawal petugas diantarkan ke KPU Provinsi Jawa Barat.
            “Sidang pleno KPU Jawa Barat rencananya akan berlangsung Sabtu (02/03/2013) sampai dengan selesai. Saya juga harus hadir di sana. Saya kembali ke Indramayu, mungkin Minggu malam Senin,” ujar Sunardi di kantornya, Jumat (01/03/2013) sore. (Satim)***

28 Februari 2013

Jumat, KPU Indramayu Akan Gelar Rapat Pleno


Rabu, 27 Februari 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
PILGUB JABAR 2013
Jumat, KPU Indramayu Akan Gelar Rapat Pleno

KOTAK SUARA PILGUB – Sejumlah petugas mengawal kendaraan yang mengangkut kotak suara memasuki halaman Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Rabu (27/02/2013) sore. Kotak suara itu kiriman dari sejumlah PPK setelah proses penghitungan suara hasil Pemilihan Pasangan Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat di tingkat kecamatan dinyatakan selesai. Tampak dalam gambar, sebuah truk tengah terparkir dan akan menurunkan kotak suara yang selanjutnya diamankan di gudang KPU. Pihak KPU menginformasikan, bahwa rapat pleno penghitungan suara akan digelar pada Jumat (29/02/2013). Ramainya suasana di kantor bandar pemilihan umum  dalam beberapa pekan ini, karena baru saja menggelar hajatan pemilihan calon pemimpin Provinsi  Jawa Barat periode 2013-2018 yang digelar pada Minggu (24/02/2013). (Satim)***  Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

25 Februari 2013

HASIL HITUNGAN CEPAT VIVA NEWS BEKERJASAMA DENGAN TVONE DAN LINGKARAN SURVEI INDONESIA (LSI). Pendopo Indramnayu Online

Senin, 25 Februari 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
HASIL HITUNGAN CEPAT VIVA NEWS BEKERJASAMA DENGAN TVONE DAN LINGKARAN SURVEI INDONESIA (LSI)
1. Dikdik Mulyana/Cecep Toyib                 :   1.89 %
2. Irianto MS Syafiuddin/Tatang F. Hakim : 11.81 %
3. Dede Yusuf/Lex Zaenal                           : 25.23 %
4. Ahmad Heryawan/Deddy Mizwar           : 33.14 %
5. Rieke Diah Pitaloka/Teten Masduki        : 27.92 %
TOTAL JUMLAH SIARA  TPS : 100.00%

Nama Kabupaten
No.1
No.2
No.3
No.4
No.5
Total Suara Masuk

KAB. BANDUNG
2.69%
5.10%
29.07%
36.84%
26.30%
8280

KAB. BANDUNG BARAT
3.52%
4.88%
29.68%
38.67%
23.25%
3892

KAB. BEKASI
1.24%
6.11%
26.89%
33.73%
32.03%
5470

KAB. BOGOR
1.49%
7.91%
27.48%
35.93%
27.19%
10832

KAB. CIAMIS
1.46%
6.49%
28.07%
40.53%
23.44%
4727

KAB. CIANJUR
1.83%
13.88%
33.93%
31.35%
19.02%
5232

KAB. CIREBON
1.84%
17.03%
19.44%
26.14%
35.55%
4943

KAB. GARUT
1.66%
14.58%
24.70%
37.69%
21.36%
6254

KAB. INDRAMAYU
0.89%
60.12%
10.47%
11.55%
16.96%
4717

KAB. KARAWANG
1.27%
7.94%
24.32%
23.80%
42.67%
4975

KAB. KUNINGAN
1.29%
12.56%
25.74%
28.22%
32.19%
2945

KAB. MAJALENGKA
1.67%
7.20%
13.73%
19.35%
58.05%
3597

KAB. PURWAKARTA
1.16%
12.71%
30.94%
36.11%
19.09%
1991

KAB. SUBANG
3.41%
19.12%
23.66%
24.19%
29.62%
4278

KAB. SUKABUMI
2.33%
11.88%
19.70%
45.92%
20.17%
5488

KAB. SUMEDANG
2.73%
14.41%
29.66%
23.74%
29.46%
3547

KAB. TASIKMALAYA
1.21%
14.68%
21.79%
44.88%
17.45%
4728

KOTA BANDUNG
2.95%
4.10%
29.00%
32.59%
31.36%
6314

KOTA BANJAR
1.43%
10.02%
25.12%
28.46%
34.98%
629

KOTA BEKASI
1.16%
4.50%
21.76%
34.67%
37.91%
4329

KOTA BOGOR
1.53%
9.27%
23.61%
44.11%
21.48%
2351

KOTA CIMAHI
1.50%
4.09%
26.53%
32.13%
35.74%
1466

KOTA CIREBON
3.11%
12.90%
18.09%
34.68%
31.22%
868

KOTA DEPOK
1.59%
8.21%
30.36%
30.84%
29.00%
3959

KOTA SUKABUMI
3.26%
6.75%
19.91%
47.01%
23.07%
919

KOTA TASIKMALAYA
1.65%
8.60%
32.70%
42.05%
15.00%
2000
Sumber : Viva.co.id, Senin, 25 Februari 2013 / Pukul  14:15 WIB.
Senin, 25 Februari 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
FOKUS
Aher-Deddy Unggul Sementara di Pilkada Jabar
Hasil perhitungan manual pada 3 Maret. Rieke-Teten menunggu hasil KPU.
Minggu, 24 Februari 2013, 20:37 Dwifantya Aquina, Riefki Farandika Pratama (Bandung), Darmawan (Depok), Permadi (Sukabumi/Bandung)
Hasil quick count LSI menyatakan pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar unggul. (VIVA.co.id)
BERITA TERKAIT

VIVAnews - Sorak kegembiraan ratusan massa pendukung pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Petahana Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dan Deddy Mizwar riuh terdengar dalam satu ruangan di Hotel Papandayan, Bandung, Jawa Barat, Minggu sore, 24 Februari 2013.

            Mereka menyambut unggulnya pasangan nomor urut 4 ini dalam hasil hitung cepat atau quick count Pilkada Jabar 2013 yang dilakukan sejumlah lembaga survei.

            Aher dan Deddy, yang kompak mengenakan kemeja putih, tampak tenang sambil sesekali tersenyum. Wajahnya sumringah. Dalam hitung ceoat itu, Aher-Deddy unggul dengan perolehan suara 33,14 persen dari total 100 persen suara yang masuk menurut hasil quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI), dengan margin of error +/- 1.

            Meskipun keputusan final masih harus menunggu hasil penghitungan manual oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah Jawa Barat, Aher mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada para pendukungnya. Terutama kepada para partai pendukung seperti PKS, PPP, Partai Hanura, dan PBB, dan para pemilihnya di seluruh Jawa Barat.(Lihat videonya di sini.)
            "Mari kita syukuri, bahwa kemenangan kita ini adalah kemenangan seluruh rakyat Jawa Barat. Karena yang menang bukan pasangan calon, tapi rakyat," kata Heryawan disambut tepuk tangan para pendukungnya.
            Menurut Aher, hasil quick count telah diakui bersama sebagai alat ukur yang sangat modern. Sehingga hasil hitung cepat ini kemungkinan besar mendekati hasil hitung manual secara keseluruhan.
            "Insya Allah sebagaimana hasil ini adalah mendekati kenyataan. Margin of error tidak lebih dari 1 persen. Kalau pun turun hanya satu persen, kalau naik juga satu persen. Sehingga tidak akan mengubah hasil akhir Pilgub Jawa Barat ini," ujar dia.
            Meski begitu, Aher meminta seluruh tim sukses dan partai pendukung tidak merayakan kemenangan ini secara berlebihan. Dia meminta semua pihak untuk mengikuti dan mengawasi proses perhitungan suara manual oleh KPU Jabar. "Mari kita awasi proses ini sebaik-baiknya."
            Dalam sebuah wawancara, Aher yakin kemenangannya ini tak akan digugat oleh empat kandidat lainnya. Sebab, sebagai incumbent, selama ini ia telah menjalani prosedur Pilkada secara fair. "Mudah-mudahan tak ada gugatan sehingga mencerminkan Pilkada Jabar yang baik dengan provinsi yang memiliki penduduk paling banyak di Indonesia. Sebagai incumbent saya tidak melakukan apapun kecuali fair," katanya.

            Ucapan selamat kepada Aher-Deddy pun mengalir dari para pasangan pesaingnya. Cagub Independen Jabar nomor urut 1, Dikdik Mulyana Arif Mansur, misalnya.  Mantan Kapolda Sumatra Selatan ini langsung mendatangi dan mengucapkan selamat kepada Aher dan Deddy Mizwar di media center Hotel Papandayan, Bandung.

            "Saya memenuhi janji saya untuk menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat pada pemenang," kata Dikdik.
            Dikdik yang menggunakan pangsi hitam dan iket ciri khas masyarakat Sunda menyalami Aher dan memeluknya. "Selamat atas kemenangannya. Saya tidak akan melakukan gugatan atas kekalahan," tuturnya.
            Kepada Aher dan Deddy, ia menyampaikan harapannya agar menjadi pemimpin yang amanah, sesuai kehendak rakayat yang ingin Jawa Barat lebih maju. Menurutnya, ini semua baru awal. Tugas berat sudah menunggu para gubernur dan wakil yang terpilih.

            "Membangun Jawa Barat tidak bisa sendiri. Perlu Kerjasama semua elemen, selain kerja keras. Kita harus saling membantu, bukan menjatuhkan. Saya siap membantu kang Aher dan kang Deddy bila dibutuhkan untuk membangun Jawa Barat lebih maju," ujar dia.

            Dalam waktu bersamaan, pasangan Cagub dan Cawagub Dede Yusuf-Lex Laksamana juga menggelar konferensi pers dihadapan para pendukung dan simpatisannya. Dede yang sempat bersanding dengan Aher pada Pilkada Jabar sebelumnya, menerima kekalahannya dengan legowo. Ia pun tak lupa mengucapkan selamat kepada pasangan Aher-Deddy.

            "Kami ucapkan selamat kepada pasangan cagub dan cawagub yang menempati posisi atas. Saya minta maaf, jika  dalam pemilihan ini selalu terjadi rivalitas. Saya berharap Pak Ahmad Heryawan bisa melanjutkan pembangunan dan kemakmuran bagi rakyat Jabar," katanya.

            Senada dengan Aher, Dede mengaku paham benar bahwa teknologi yang digunakan dalam proses hitung cepat sudah sedemikian canggihnya, sehingga bisa dikatakan hasil quick count hampir mendekati hasil akhir. "Posisi quick count sudah mencapai hampir 100 persen, dan kami tidak bisa sampai di 30 persen," ujarnya. Pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana harus puas dengan hasil perolehan suara 25,23 persen versi quick count Lingkaran Survei Indonesia.
            Dede yang juga masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Jabar ini menyatakan, ia sangat mengapresiasi warga Jabar yang telah memilihnya. Ia pun meminta kepada para relawan, sahabat, kader dan simpatisannya, untuk menyikapi hasil Pilkada dengan dewasa.
            Secara terpisah, Aher pun membalas ucapan selamat Dede Yusuf dengan berterimakasih atas kerjasama selama lima tahun ini di Pemerintah Provinsi Jawa Barat. "Saya berterimakasih pada Pak Dede Yusuf dan Pak Lex Laksamana," ujar Aher.
            Secara pribadi, Aher juga meminta maaf pada keduanya jika ada kekurangan, ia mengenang Dede dan Lex sebagai rekan yang banyak membantunya selama ini. "Banyak kenangan bersama pak Dede dan Pak Lex saat membangun Jawa Barat di Gedung Sate. Itu tidak akan pernah bisa dilupakan. Ini bukan kemenangan saya, ini kemenangan bersama," kata dia.
Rieke tunggu hasil resmi KPU
            Berbeda dengan kandidat lainnya yang memantau hasil quick count dari hotel berbintang, Cagub Jabar usungan PDIP, Rieke Diah Pitaloka, lebih memilih berkumpul bersama para pendukungnya di halaman rumahnya di kawasan Beji, Depok. Suasananya cukup sederhana, hanya dengan tenda berwarna merah dan bangku-bangku plastik serta makanan seadanya, ia menjamu warga setempat dan simpatisan yang sejak awal Pilkada mendukungnya.
            Mengenakan kemeja kotak-kotak, yang sempat menjadi ciri khas Gubernur DKI Joko Widodo saat kampanye Pilkada DKI beberapa waktu lalu, bola mata Rieke tak beranjak dari layar besar yang dipasang di halaman rumahnya. Saat hasil quick count menunjukkan perolehan suara 27,92 persen, atau posisi kedua setelah pasangan Aher-Deddy, wanita berdarah asli Sunda ini menyunggingkan senyum.
            Meski tak berhasil mencapai posisi puncak dalam quick count, Rieke menegaskan akan terus berjuang karena keputusan ini belum final. Ia masih akan menunggu keputusan resmi dari KPU Jabar.

            Menurut Rieke, hasil quick count hanya menyatakan perolehan sementara, namun belum mewakili ribuan TPS yang ada di Provinsi Jabar. Ia pun membeberkan, berdasarkan data yang dihimpun, masih ada sekitar 1.220 buruh dan ribuan pasien rumah sakit yang tak bisa mencoblos karena kurangnya surat suara dan tidak tersedianya TPS.

            "Ya silahkan saja kalau salah satu pasangan calon mengklaim dirinya menang. Yang jelas buat kami perjuangan belum berakhir selama data faktual yang dikeluarkan KPU belum keluar, kami akan terus berusaha dan berjuang," tegasnya.

            Rieke akan terus memantau dan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan terkait hasil quick count tersebut. Jika nantinya ditemukan kecurangan, maka pihaknya tak akan tinggal diam. "Sekali lagi saya tekankan, penghitungan faktual belum selesai, kita minta pertanggungjawaban KPU," ujarnya. 

            Sikap Rieke ini pun kemudian mendapat dukungan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Mega meminta Rieke untuk tidak berputus asa, tetap semangat, dan mengawal proses penghitungan suara hingga tuntas.

            "Ibu Mega menyampaikan pada saya agar tidak stres,  jangan mudah patah. Beliau juga menginstruksikan seluruh kader partai untuk terus mengawal dan memantau penghitungan suara agar tidak terjadi penggelembungan suara," tutur dia.

            Selain itu, lanjut Rieke, ia juga mendapat dukungan dari rekannya separtai yang menjadi Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, agar tidak kecewa dan tetap semangat berjuang bersama rakyat. "Kami akan terus berusaha sampai KPU menyampaikan berita acara secara faktual," kata Rieke. Sesaat setelah memantau hasil hitung cepat, Rieke pun langsung bertolak ke Bandung.

Rekam jejak Pilkada Jabar

            Meski hasil quick count beberapa lembaga survei telah menyatakan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar unggul atas pasangan lain, Ketua Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat, Yayat Hidayat meminta, seluruh pihak tidak menjadikan hasil tersebut sebagai kesimpulan dalam menentukan siapa yang menjadi gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat 2013-2018.
            "Yang harus diperhatikan masyarakat adalah, nanti perhitungan manual tanggal 3 Maret. Itu baru resmi," kata Yayat kepada VIVAnews. Hasil penghitungan manual itu akan menentukan siapa yang mendapat amanat dari rakyat untuk memimpin Jabar.
            Menurutnya, quick count sejumlah lembaga survei adalah data pembanding dalam rangka mengawal suara pemilih. "Jadi tidak boleh menyimpulkan calon terpilih berdasarkan data pembanding," katanya.

            Yayat juga menegaskan kembali sistem pilkada Jawa Barat, bahwa calon gubernur dan wakil gubernur terpilih harus mendapatkan 30 persen plus satu. Jika salah satu pasang calon sudah mendapatkan 30 persen plus satu, sudah dipastikan memenangkan pemilihan.

            "Tapi kalau kurang dari 30 persen plus satu, harus ada putaran kedua. Yang menjadi pesertanya adalah peraih suara terbanyak pertama dan kedua. Jadi tunggu saja rekapitulasi akhir tanggal 3 Maret," ujar dia.
            Terkait hasil Pilkada, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menilai selama ini provinsi Jawa Barat memiliki rekam jejak yang baik dalam hal demokrasi. Oleh karena itu, ia berharap keputusan resmi KPU nanti dapat disikapi dengan bijaksana oleh masyarakat. "Dalam sejarah pemilihan, Jabar itu selalu tidak ada konflik. Itu jadi tradisi yang baik," kata Gamawan.

            Hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI), setelah 100 persen sampel suara masuk, pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar unggul dengan suara 33,14 persen. Lalu disusul Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki, dengan 27,92 persen. Dede Yusuf-Lex Laksamana berada di posisi ketiga dengan peroleh 25,23 persen.

            Sementara pasangan Dikdik-Toyib ada di urutan empat, dengan suara yang diperoleh 1,89 persen. Di posisi buncit adalah pasangan Yance-Tatang, yang mendapatkan 11,81 persen. Margin error untuk quick count yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia ini adalah +/- 1 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.*** Sumber : viva.co.id, Senin, 25 Februari 2013/Pukul 16:13 WIB
 Senin, 25 Februari 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
FOKUS
Tim Rieke-Teten: "Hitungan Kami Suara Rieke 32 Persen"
"Hitungan kami, selisihnya sekitar 2 persen,"
Senin, 25 Februari 2013, 06:10 Mohammad Adam, Riefki Farandika Pratama (Bandung)
Arteria Dahlan (kiri) bersama Mahendradata. (Antara/ Prasetyo Utomo)
BERITA TERKAIT
VIVAnews - Tim Pemenangan Paten (Rieke - Teten) menyatakan menghormati hasil hitung cepat (quick count) Pilkada Jawa Barat 2013 oleh sejumlah lembaga survei. Namun Tim Paten belum meyakini angka quick count sebagai penentu kemenangan, karena itu bukanlah hasil akhir dan keputusan tetap.
Ketua Departemen Advokasi DPP PDI Perjuangan, Arteria Dahlan, menyatakan keraguannya pada keunggulan Ahmad Heryawan (Aher) dalam quick count sejumlah lembaga survei. "Kami masih belum percaya. Hitung-hitungan kami, Paten paling besar, sekitar 32 persen," ujar Arteria di DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Minggu 24 Februari 2013.
Menurut Arteria, selisih suara dukungan terhadap Rieke mestinya tak berbeda jauh dengan Aher. "Dalam hitungan cepat kami, selisihnya sekitar 2 persen," kata Arteria.
Sikap meragukan hasil itu, lanjut Arteria, bukan tanpa bukti. "Akan kami buktikan. Bukan berarti kami tidak siap kalah. Kami juga terima terima fakta dimana ada sekitar 18 ribu yang tidak bisa melakukan pemilihan," kata Arteria.
Quick count yang dilaksanakan LSI bekerjasama dengan stasiun televisi swasta nasional memilih 300 TPS yang tersebar secara proporsional di setiap Kota/Kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Barat. Sample TPS dipilih dengan menggunakan metode Kombinasi Stratified-Cluster Random Sampling.
Diperkirakan toleransi kesalahan (margin of error) pada quick count ini kurang lebih 1 persen pada tingkat kepecayaan 99 persen. Artinya perolehan suara kandidat dari hasil quick count ini bisa bergeser ke atas atau bergeser ke bawah sebesar 1 persen.
Berikut hasil perhitungan cepat yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia dari 100 persen data yang masuk: Dikdik Muliana AM – Cecep Nana Suryana T 1,99 persen, Irianto MS Safiuddin – Tatang Farhanul Hakim persen, Yusuf Macan Effendi - Lex Laksaman Zaenal 25,43 persen, Ahmad Heryawan - Deddy Mizwar 33,19 persen, Rieke Diah Pitaloka - Teten Masduki 27,50 persen.***
Sumber : Viva.co.id, Senin, 25 Februari 2013/Pukul 15.05 WIB

 

My Blog List

JASA PENGIRIMAN UANG

Site Info

Followers/Pengikut

PENDOPO INDRAMAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template