CARI BERKAH KLIK DI SINI

2 Juni 2013

Bahaya Mengintai Jalan Berlubang Bungkul

Kamis, 16 Mei 2013
PENDOPOINDRAMAYU ONLINE
Bahaya Mengintai Jalan Berlubang Bungkul


SUDAH TAHUNAN – Jalan berlubang di Blok Bungkul bawah jembatan sudah tahunan dibiarkan tergeanang air dan membahayakan pengendara yang diduga tanpa perhatian pemerintah. Padahal, lalu-lintas setiap hari sangat padat di wilayah Bungkul menuju Waduk Bojongsari, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat tersebut. Ketika dikonfirmasi, Kabid Pemeliharaan Jalan pada Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, Suwenda berjanji akan memperbaikinya pada Juni 2013. Gambar diambil, Kamis (16/05/2013) siang.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online


26 Mei 2013

Jembatan Brahim, Melebarkan Sayap Akses Ekonomi


Jumat, 24 Mei 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
JEMBATAN BRAHIM
MELINTAS – Pengendara tengah melintas di Jambatan Brahim Sindang, Indramayu yang akan diperlebar mulai tahun 2013 ini.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
Jembatan Brahim, Melebarkan Sayap Akses Ekonomi
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Selama ini harus tahan antrian jika ada mobil yang melintasi Jembatan Brahim yang melintang di atas Sungai Cimanuk Desa Sindang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Awalnya, jembatan itu diduga sengaja dirancang hanya untuk muat satu kendaraan  roda  empat  saja, karena belum memprediksi bahwa di kemudian hari situasinya akan ramai seperti sekarang ini.
            Menurut Udin (56), warga setempat, armada penting yang melewati jembatan itu dulunya hanya rutin mondar-mandir  sejumlah truk pengangkut sampah menuju ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Pecuk, sekitar 200 meter dari Jembatan Brahim yang dibangun pada tahun 1980-an. Kemudian mengalami rehabilitasi pada tahun 1990-an. Hingga memasuki tahun 2000, situasi belum seramai sekarang.
Kini, pemicu ramainya lalu-lintas yang melewati Jembatan Brahim diantaranya, dibangunnya Obyek Wisata Sindang Ayu, dibukanya Jembatan Pecuk,  Pembangunan Bendung Karet Waledan, beroperasinya eksplorasi Pertamina di Pecuk yang membuat mulus jalan raya Pecuk, dan telah dibangunnya Rumah Pemotongan Hewan tak jauh dari Jembatan Brahim itu.
“Akhirnya lalu-lintas sekarang tambah ramai. Dulu kalau malam sepi, tapi sekarang selalu ramai,” katanya.
Pendapat lain dikatakan, Ester (53), salah seorang tokoh masyarakat di sana, bahwa keberadaan Jembatan Brahim memang layak untuk diperlebar sesuai dengan perkembangan lalu-lintas yang melintas. “Dengan diperlebar, berarti ikut memperbesar dan meningkatkan akses ekonomi yang terjadi di sekitarnya,” tuturnya.
Pantauan Pendopo Indramayu Online,
pelebaran Jembatan Brahim mulai dikerjakan sejak April 2013. Kemudian hasil cetakan jembatan bajanya mulai datang dua pekan lalu. Dari papan proyek yang terpampang, pelebaran jembatan itu menelan biaya Rp 2 Miliar lebih yang didanai APBD Kabupaten Indramayu 2013.
Pelebaran Jembatan Brahim dikerjakan CV. Anugerah Jaya selaku pemenang tender dengan pelaksana Sitompul. “Saya berusaha untuk mengerjakan Jembatan Brahim sesuai kontrak kerja. Jika sudah bisa dilewati, semoga mampu mendongkrak akses ekonomi yang lebih meningkat lagi,” ungkap Tompul (panggilan akrab Sitompul) kepada Pendopo Indramayu Online di lokasi proyeknya, belum lama ini.(Satim)***    
 

           


18 Mei 2013

Multi Efek Ekonomi Jembatan Kali Perawan Indramayu

Sabtu, 18 Mei 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
BINA MARGA\
MUDAH RAPUH – Kondisi Jembatan Kali Perawan berabad-abad hanya terbuat dari kayu yang mudah rapuh, rawan ambruk dan berbahaya bagi yang melintas. Apalagi jika Sungai Perawan itu tengah meluap, berhati-hatilah ketika melintas.***Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

Jembatan Kali Perawan
Diharapkan Mampu Dongkrak Perekonomian
*      Berabad-abad Warga Dambakan Kokohnya Jembatan Sungai Perawan
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Kabarnya sudah berabad-abad masyarakat hanya menikmati Jembatan Kali Perawan yang terbuat dari kayu seadanya, rawan kecelakaan dan bahkan pernah beberapa kali merenggut korban jiwa akibat korbannya tenggelam di sungai yang membelah dua wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Kandanghaur dan Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat itu.
            Soal Misteri Jembatan Kali Perawan akan diungkap pada edisi mendatang. Namun, tahun 2013 ini, jembatan tersebut kabarnya akan dibangun dengan menggunakan teknologi alat berat dan canggih, karena salah saru materialnya menggunakan beton prestest (beton pratekan) pabrikan yang dicetak oleh perusahaan multi nasional. Hanya sebagian kecil saja yang menggunakan teknologi sederhana dengan mengerahkan tenaga lokal.
Konon, Jembatan “Samak Rombeng” sebutan lain dari jembatan yang melintasi Sungai Perawan tadi, merupakan jembatan kelas berat kedua setelah Jembatan Pabean. Pihak kontraktor dari PT. Putra SHB Sejahtera yang berkantor di Karangampel, berani mematok harga Rp 4.093.035.000 untuk mengerjakan Jembatan Kali Prawan itu di tahun 2013 ini.
            Atas rencana pembangunan jembatan itu siap dikerjakan pertengahan Mei tahun ini dan diharapkan rampung pada Desember 2013, tampaknya mengundang sumringah sejumlah warga setempat. Mereka pun menyambut gembira, dan menyampaikan terima kasih kepada pihak Dinas Marga Kabupaten Indramayu dan Pemerintah Kota Mangga.
            “Meski saya ini rakyat kecil, tapi merasa bangga dan terima kasih jika jembatan yang membentang di atas Kali Prawan itu jauh lebih kuat dan canggih. Perputaran ekonomi akan semakin meningkat dan rasa aman melintas pun semakin terjamin. Terima kasih kepada pihak Dinas Marga dan Pemerintah Kabupaten Indramayu,” ungkap Gozali (55), salah seorang warga setempat kepada Pendopo Indramayu Online.
Keterangan yang dihimpun Pendopo Indramayu Online, jika Jembatan Samak Rombeng itu sudah dioperasikan, perputaran ekonomi yang terjadi di sana bakal meningkat setiap tahunnya. Pasalnya, seluruh moda transportasi darat bisa melintasi jembatan tersebut, baik yang mengangkut hasil pertanian maupun bahan industri lainnya.
            Atas dasar pertimbangan aspek ekonomi dan kenyamanan warga yang melintasi Kali Prawan, pejabat karier H. Supendi yang mantan Sekretaris Daerah dan sekarang menjadi Wakil Bupati Indramayu mendampingi Bupati Hj Anna Sophanah, kabarnya sudah lama mengusulkan untuk dibangunnya Jembatan Kali Prawan itu. Namun diduga karena terbentur kesiapan anggaran, sehingga Pemerintah Kota Mangga melalui Dinas Bina Marga baru mampu menganggarkan secara bertahap sejak tahun 2012 lalu.
            “Tahun 2013 ini, kami berusaha untuk mewujudkan impian masyarakat di sana terhadap manfaat besar Jembatan Kali Perawan itu,” kata Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, H. Oemarsyah  melalui Kabid Jembatan, H. Sutiyono kepada Pendopo Indramayu Online di kantornya, belum lama ini.
            Di tempat terpisah, pelaksana proyek pembangunan Jembatan Kali Perawan, H. Yudi mengatakan, pihaknya siap mengerjakan sesuai kontrak kerja 201 hari kalender terhitung sejak Mei 2013. “Soal material beton sudah dipesan lama dan siap digelar dengan menggunakan alat berat. Mudah-mudahan rampung sesuai jadwal kontrak kerja,” ungkap pengusaha jasa konstruksi dari Karangampel Kabupaten Indramayu itu.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online


13 April 2013

Cimanuk Meluap : Bencana Tanggul Jebol Ancam Indramayu

Sabtu, 13 April 2013

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Kondisi Sungai Cimanuk di Bendung Karet Rambatan Kulon Kampung Bangkir, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (13/04/2013) siang. Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
Bencana Tanggul Jebol Ancam Indramayu

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Bencana tanggul jebol akibat meluapnya Sungai Cimanuk mengancam penduduk di wilayah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Tanggul sungai yang terancam jebol itu, terutama di wilayah Kecamatan Tukdana, Jatibarang, Sindang, Kertasemaya, Cantigi, dan Lohbener.

            Demikian pantauan beberapa petugas dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Pertambangan dan Energi (DPSDA dan Tamben) Kabupaten Indramayu, dan petugas dari BBWS Cimanuk-Cisanggarung Cirebon, Sabtu (13/04/2013) siang.
            Menurut Kepala Dinas PSDA dan Tamben Kabupaten Indramayu, Oemarsyah melalui Kabid Bencana Alam, Agus Salam kepada Pendopo Indramayu Online, pihaknya, konon, sudah  menyiapkan ribuan karung untuk mengantisipasi tanggul sampai jebol. Karung-katung plastik itu disebar ke sejumlah titik yang dianggap rawan.
            “Karung-akrung itu nantinya diisi tanah dan ditumpuk untuk membuat tanggul darurat. Yang paling parah, terutama di Blok Mesjid Desa Jatibarang. Jika sampai tanggulnya jebol, sangat berbahaya, karena kawasan padat penduduk,” katanya.
            Pantauan Pendopo Indramayu Online sejak Jumat (12/04/2013) hingga Sabtu (13/04/2013) malam, kondisi air Cimanuk masih terus meluap. Kawasan Bendung Karet Rambatan Kulon Blok Bangkir Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu terlihat mengerikan. Air yang meluap riakannya bergumpal-gumpal.
            “Yang berbahaya lagi bahu penyangga Jembatan Bangkir yang sudah tergerus parah, dan tiang penyangganya sudah goyang karena di bawahnya kerowok,” ujar Mintoro (54), salah seorang tokoh warga Kampung Bangkir.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online  



26 Maret 2013

Pelanggaran Pilgub Jabar 2013 : Sidang Ketua P3C Diwarnai Demo GPI


Senin, 25 Maret 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Sidang Ketua P3C Diwarnai Demo GPI
Senin, 25/03/2013 - 15:34
PULUHAN warga yang tergabung dalam Gerekan Perubahan Indramayu (GPI) melakukan aksi demo didepan Kantor Pengadilan Negeri (PN) Indramayu.* **SURATNO/"PRLM"
INDRAMAYU, (PRLM).- Sidang dugaan pelanggaran pemilihan gubernur (Pilgub) Jabar, Senin (25/3), diwarnai aksi demo. Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Perubahan Indramayu (GPI) melakukan aksi demo di depan Kantor Pengadilan Negeri (PN) klas IB Indramayu.
Dalam orasinya, presidum GPI terdiri dari, Solihin, OO Alam Baka, Hadi, Totok dan Kholik diantaranya mengatakan, kasus pidana PNS , Nana Sudiana dalam pelanggaran pidana Pilgub Jabar 2013 merupakan pintu masuk bagi Polres atau Kejari (aparat penegak hukum), untuk mengusut tuntas penggunaan dana APBD yang dipakai untuk kepentingan politik salah satu calon gubernur (Yance) dalam pilgub Jabar.
“Karena semua SKPD/OPD/BUMD menjadi tim pemenangan yang mengemban tugas masing-masing disemua Kab/Kota se-Jabar, termasuk tanggungjawab penuh anggarannya yang semua berasal dari dana APBD dan jelas melanggar UU No 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah,”ujarnya.
GPI menilai, selama kepemimpinan Bupati Yance hingga Bupati Hj.Anna Shopanah dalam penyelenggaraan pemerintahan telah melanggar UU No 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dari KKN, maka kepada jajaran penegak hukum untuk sungguh-sungguh jujur, obyektif dan transparan untuk segera melakukan proses hukum terhadap kasus dugaan korupsi. “Kami minta diproses,”ujarnya. (rat/A-107)***
Sumber : PR Online, Senin, 25 Maret 2013
Pilwakot Bandung
25.03.2013 - 06:15 - POLITIK
JAKARTA, (PRLM).- Empat pasangan bakal calon Pilwalkot Bandung 2013 yang diusung partai politik diprediksi akan bersaing ketat untuk memperoleh...

Kasus di Kota Bandung : KPK Geledah Kantor DPPKAD


Senin, 25 Maret 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Bawa Sejumlah Dus Berkas
Selama Enam Jam,
KPK Geledah Kantor DPKAD Kota Bandung
Senin, 25/03/2013 - 23:08
BANDUNG, (PRLM).- Setelah enam jam melakukan penggeledahan di ruang Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) sekitar delapan petugas KPK keluar dengan membawa delapan kardus warna coklat, tiga tas gendong dan kresek, satu tas laptop serta satu dus printer pada sekitar pukul 22.10 WIB, Senin (25/3/13).
Mereka kembali bergegas memasuki ruang Wali Kota Bandung Dada Rosada. Petugas KPK enggan berkomentar saat ditanya wartawan. "Silahkan ke Bang Johan Budi, karena kami terbiasa satu pintu, nanti kita kerja dulu," ucap seorang petugas KPK.
Petugas KPK melakukan penggeledahan di Kantor Wali Kota Bandung. Sebelumnya, dengan mengenakan dua mobil Kijang Innova dengan nomor kendarann B 1478 SKV dan B 1241 TZ0, petugas datang ke Kantor Pemkot Bandung pada sekitar pukul 16.00 WIB. Para petugas KPK bergegas memasuki ruang Wali Kota serta Asisten Administrasi Perekomian dan Pembangunan untuk melakukan penggeledahan.
Penggeledahan berlangsung tertutup karena wartawan tak diperbolehkan memasuki ruangan. Seusai melakukan penggeledahan KPK langsung menuju ruang DPKAD dengan diantar Asisten Daerah (Asda) III Administrasi Perekomian dan Pembangunan, Ubad Bachtiar dengan beberapa pegawai Pemkot Bandung. (A-201/A_88)***
Source : PR Online, Senin, 25 Maret 2013
BERITA LAINNYA :

19 Maret 2013

Kasus Pidana Pilgub Jawa Barat 2013 : Ketua P3C Tersangka Pidana Pemilu


Selasa, 19 Maret 2013

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Ketua P3C

Tersangka Pidana Pemilu

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Ketua Presidium Pembentukan Provinsi Cirebon (P3C), Drs Nana Sudiana MPd ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kampanye terselubung dalam Pilgub 2013 lalu. Nana yang menjabat koordinator pengawas sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, diduga berkampanye di hadapan ratusan guru dalam satu kegiatan di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu.
Ia dijerat Undang-undang RI nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah pasal 116 junto 80. Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Indramayu, Agung Budi Susetio mengatakan, Nana diduga menyalahgunakan wewenang dan melanggar aturan sebagai pegawai negeri sipil (PNS). “Sebagai PNS, Nana tidak boleh ikut berkampanye, karena birokrat tidak diperbolehkan ikut dalam politik praktis,” katanya saat dikonfirmasi Radar, kemarin.
Atas perbuatannya itu, Nana terancam hukuman 6 bulan penjara atau denda Rp6 juta. Agung menambahkan, pihaknya akan meneliti berkas yang telah dilimpahkan oleh Polres Indramayu. Dalam pelimpahan, polisi menyerahkan sejumlah berkas dan barang bukti di antaranya rekaman CD kampanye serta sejumlah dokumen lainnya. “Dalam waktu dekat akan kita limpahkan ke pengadilan negeri. Mungkin satu sampai dua hari,” ungkapnya.
Sementara itu, pelimpahan berkas dugaan kampanye terselubung PNS sempat mengalami kendala. Tersangka Nana Sudiana harus menjalani perawatan intensif di RSUD Indramayu. Polisi harus menunggu kondisi kesehatan Nana Sudiana sebelum menjalani proses pelimpahan dari kepolisian ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Indramayu.
Nana Sudiana sendiri didampingi tim pengacara. Pelimpahan berkas Nana Sudiana berlangsung kurang lebih satu jam mulai dari pukul 14.00-15.00 WIB. Kuasa hukum tersangka, Khalimi SH menjelaskan, pihaknya telah memiliki bukti-bukti yang menguatkan bahwa kliennya tidak bersalah. “Unsur menyalahgunakan wewenang, kami anggap masih multitafsir,” katanya.
Nana juga menegaskan, dirinya tersangka bukan sebagai Ketua Umum P3C yang terus memperjuangkan Provinsi Cirebon. “Tidak ada kaitannya dengan P3C. Memang saya ditetapkan menjadi tersangka. Bukan pidana kriminal, tetapi pelanggaran pemilukada saat pilgub kemarin,” sangkalnya.
Nana menduga, penetapannya sebagai tersangka dalam pelanggaran pemilukada ini bermuatan politis. Pasalnya, dari beberapa pejabat yang hadir saat itu, hanya dirinya yang menjadi tersangka dan dianggap mendukung pasangan calon tertentu. Dia menilai, ada kekuatan tertentu yang mengarahkan dirinya menjadi tersangka.
Meskipun saat ini dia menjabat sebagai Ketua Umum P3C, Nana tidak ingin mengaitkan dengan organisasi perjuangan pembentukan provinsi Cirebon itu. Hal ini dilakukan agar tidak memantik permasalahan baru di kemudian hari. Selain itu, dalam pelaporan dan penetapan tersangka, disebutkan Nana sebagai koordinator pengawas Disdik Indramayu. Bukan kapasitas sebagai ketua umum P3C.
Nana sudah menyiapkan pembelaan diri. Indikasi kampanye pasangan salah satu calon kepada PNS dan guru, bisa dibantahnya. Sebab, untuk menjadi indikasi pelanggaran kampanye pilgub, setidaknya harus ada pemaparan visi misi dan dihadiri calon yang bersangkutan. Selain itu, ada simulasi gambar mencoblos nomor atau gambar tertentu. “Faktanya, semua unsur itu tidak terpenuhi. Karena saya tidak pernah melakukan hal itu. Hanya sosialisasi UN, bukan yang lain,” tegasnya.
Seperti diketahui, kasus pidana pemilu Pilgub Jawa Barat ini mencuat saat Nana Sudiana tengah memberikan pemaparan kepada ratusan guru di kegiatan sosialisasi ujian nasional di Kecamatan Losarang. Nana yang menjabat sebagai koordinator pengawas sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu diduga melakukan kampanye untuk pasangan Irianto-Tatang.
Kampanye PNS ini lalu diunggah ke youtube dan dilaporkan ke panitia pengawas pemilu (panwaslu) Indramayu. Ketua Panwaslu Kabupaten Indramayu, Syamsul Bachrie Siregar mengatakan, kasus ini masuk dalam kategori pidana pemilu, setelah panwaslu melakukan pleno dan berkonsultasi di sentra penegakan hukum terpadu (gakumdu). “Selain barang bukti, kami juga telah meminta keterangan dari pelapor serta saksi,” katanya. (oet/ysf)***

BERITA LAINNYA :

Source : Radar Cirebon, Selasa, 19 Maret 2013

Ide Provinsi Baru Wilayah Perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah


Selasa, 19 Maret 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Gubernur Sebut Wacana Luar Biasa
Aang Mengaku Sudah Telepon Heryawan untuk Bentuk “Kunci Bersama”
KUNINGAN, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Niat Bupati H Aang Hamid Suganda membentuk Provinsi Kunci Bersama yang melibatkan Kabupaten Kuningan, Kota dan Kabupaten Cirebon, Majalengka, Banjar, Brebes, Cilacap, dan Ciamis, rupanya sangat serius. Bahkan untuk membicarakan kelanjutan pembentukan Kunci Bersama, Aang berencana mengadakan pertemuan dengan Bupati Cilacap, Jawa Tengah, 21 Maret mendatang.
Selain membahas soal pembentukan provinsi baru bersama kepala daerah di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat itu, Aang juga membicarakan agenda Pekan Olahraga dan Seni (Porsenitas) yang akan diikuti 8 daerah. Keteguhan Aang menggalang dukungan dari Bupati Cilacap dan Brebes agar pembentukan Kunci Bersama bisa terwujud, seperti tak terpengaruh dengan kurang responsnya kepala daerah di wilayah III dengan gagasannya.
“Ya jalan aja mengalir seperti air. Respons dari daerah lain seperti Cilacap, Brebes, Banjar dan Ciamis sangat bagus. Nanti akan terus dikomunikasikan dengan daerah lain. Saya yakin, jika sudah duduk bersama, rencana ini akan sangat direspons oleh kepala daerah lainnya,” tutur Aang kepada Radar, kemarin (18/3).
Menurut Aang, dalam pertemuan di Kabupaten Cilacap itu, sebanyak 8 bupati dan wali kota akan hadir. Pembicaraan ini membahas Porsenitas Kunci Bersama, dan juga soal pembentukan Provinsi Kunci Bersama. Berdasarkan jadwal, pertemuan di Cilacap itu berlangsung 21 Maret nanti. “Minggu ini mulai road show ke berbagai daerah termasuk juga Cilacap. Sekalian membahas Porsenitas bersama kepala daerah lainnya. Soal deklarasi Provinsi Kunci Bersama, nanti akan dibicarakan. Masih jauh kalau untuk deklarasi. Tolong dicatat, pertemuan di Cilacap nanti bukan deklarasi melainkan penyatuan persepsi antar kepala daerah,” tegas Aang.
Agar gagasan itu segera terwujud, sambung dia, Kabupaten Kuningan sudah membentuk tim pengkaji yang berisi tiga orang bergelar doktor. Mereka adalah Dr Dian Rahmat Yanuar MSi, Dr Imam Sungkawa MSi, dan Dr Ukas Suharfaputra MSi. Ketiga orang ini akan melakukan pembahasan dengan tim pengkaji dari daerah lain. “Tinggal meminta tim pengkaji dari daerah lain. Nanti akan dibahas teknisnya seperti apa di Cilacap. Kalau tim pengkaji dari Kabupaten Kuningan sih sudah jalan,” ujarnya.
Sebagai bentuk keseriusannya menggagas pembentukan Provinsi Kunci Bersama, bupati dua periode itu juga sudah menghubungi melalui sambungan telepon ke Guburnur Jawa Barat, H Ahmad Heryawan, tadi pagi (kemarin). Kepada gubernur, Aang meminta maaf memiliki gagasan itu. Heryawan sendiri tak permasalahkan gagasan Aang, malah mengapresiasinya. “Saya sudah telepon gubernur tadi pagi. Saya minta maaf karena punya gagasan membentuk Provinsi Kunci Bersama dan gubernur tak mempermasalahkannya, malah sebaliknya memberikan apresiasi. Gubernur bilang itu wacana luar biasa,” papar suami Hj Utje Ch Suganda tersebut dengan nada penuh semangat.
Aang juga mengatakan, gubernur mengucapkan terima kasihnya kepada dirinya lantaran pasang Aher-Demiz menang di Kabupaten Kuningan di pilgub lalu. Dalam kesempatan itu, Aang meminta bonus ke gubernur agar jalan provinsi Panawuan-Sampora-Beber yang sedang dibangun, segera dihotmik. “Saya minta agar gubernur segera mengalokasikan anggaran untuk penghotmikan jalan provinsi dari Panawuan sampai Beber. Sebab ruas jalan itu sangat dibutuhkan guna mengurai kemacetan di ruas jalan Kuningan-Cirebon yang kerap terjadi akibat tingginya volume kendaraan yang melintas. Dan gubernur sendiri menyatakan kesiapannya membantu pendanaan dari APBD Provinsi,” ungkapnya.
Seperti yang diberitakan Radar beberapa waktu lalu, gagasan pembentukan Provinsi Kunci Bersama dilontarkan Aang di Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten di Ballrooom Tirta Sanita Hotel, Sangkanhurip, Kuningan, Senin (12/3). Bupati mewacanakan pembentukan provinsi baru, selain Provinsi Cirebon.
“Ideal banget kalau dibentuk provinsi baru. Menyatukan daerah perbatasan hasil Kuningan Summit yang disebut Kunci Bersama (Kuningan, Cirebon, Ciamis, Cilacap, Brebes, Kota Banjar dan Majalengka). Kalau Indramayu mau ikut, silakan,” ucap Aang saat itu.
Aang beranggapan, sumber daya alam daerah Kunci Bersama beragam dan sangat luar biasa. Setiap daerah memiliki potensi andalan. Misal Cilacap punya minyak, Kuningan punya geothermal, Cirebon pelabuhan, Majalengka Bandara dan lainnya.
Dilihat dari peta, dia menilai daerah Kunci Bersama sangat strategis, membentang dari utara ke selatan. Kabupaten Brebes dan Cilacap sudah mau, karena merasa terlalu jauh dari ibu kota provinsinya Jawa Tengah. Pun Kuningan terlalu jauh dari ibu kota Provinsi Jawa Barat. Maka, jika potensi ke-8 daerah perbatasan Kunci Bersama itu dieksplor atau dikelola secara optimal, Ia optimis akan membawa pertumbuhan dalam berbagai bidang kehidupan.
Namun, Aang harus bekerja keras untuk merangkul kepala-kepala daerah di wilayah III Cirebon. Pasalnya, meski mengapresiasi ide mantan manajer Persija Jakarta itu, tapi tidak sekonyong-konyong sukarela bergabung untuk merumuskan bersama rencana pembentukan provinsi Kunci Bersama itu.
Sebut saja Bupati Majalengka H Sutrisno SE MSi. Secara tegas, bupati yang diusung PDIP ini menyatakan tidak begitu tertarik dengan wacana pembentukan provinsi baru, dan lebih memilih tetap setia kepada Jawa Barat.
Bagi Sutrisno, membentuk sebuah provinsi baru bukanlah pekerjaan gampang, apalagi dengan wacana pembentukan provinsi baru dengan cara menggabungkan daerah-daerah yang berada di wilayah perbatasan antara Provinsi Jawa Barat dengan Provinsi Jawa Tengah. Hal itu bukanlah pekerjaan mudah, membutuhkan proses waktu yang panjang dan memerlukan kajian mendalam.
Sementara, Bupati Cirebon Drs H Dedi Supardi MM termasuk yang memberikan apresiasi. Namun, dia menganggap wilayah Ciayumajakuning cukup untuk bisa dijadikan provinsi baru. Menurut dia, pembentukan provinsi baru harus tetap mengikuti aturan yang berlaku saat ini. Selama kementerian Dalam Negeri RI belum membuka moratorium tentang pemekaran wilayah kabupaten/kota atau provinsi, pembentukan provinsi baru akan mustahil. (ags/tat)***
Source : Radar Cirebon, Selasa, 19 Maret 2013

9 Maret 2013

Menteri Kelautan dan Perikanan Tinjau Panen Raya Udang Vaname di Indramayu

Sabtu, 09 Maret 2013
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
KUNJUNGAN Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo di Desa Singaraja. Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
Menteri Kelautan dan Perikanan
Tinjau Panen Raya Udang Vaname
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo berkunjung ke Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (09/03/2013). Informasi yang disampaikan pihak Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, Kamis (07/03/2013)  mengabari,  kunjungan Menteri Sharif Cicip Sutardjo untuk pertama kalinya datang ke Kota Mangga Indramayu, dalam rangka menyaksikan langsung panen raya udang vaname di Desa Singaraja, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.
Selain udang vaname, Indramayu juga dikenal dengan kawasan pertambakan yang menghasilkan ikan bandeng. Meski tidak dijelaskan berapa ton per tahun udang vaname dan ikan bandeng yang dihasilkannya.
Di sekitar lokasi kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan sejak tiga hari sebelumnya sudah dipersiapkan berbagai hal dalam acara penyambutan. Salah satunya, lokasi kunjungan menteri pun ditata dan panitia pun memasang tenda dan spanduk.
Sejumlah wartawan dari berbagai media massa cetak dan elektronik baik dari Jakarta maupun lokal, terlihat mengabadikan momen tersebut. Sabtu (09/03/2013) siangnya, beberapa situs internet menulis kunujungan Menteri Sharif Cicip Sutardjo ke Indramayu.
Sebagian warga Indramayu berharap, kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut membawa angin segar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berada di sepanjang pantai Indramayu.
Adanya aksi unjuk rasa yang mengatasnamakan nelayan Indramayu dalam kunjungan menteri, konon, sebagai ekspresi harapan dan permintaan warga nelayan agar nasibnya lebih diperhatikan pemerintah.(Satim)***

 

My Blog List

JASA PENGIRIMAN UANG

Site Info

Followers/Pengikut

PENDOPO INDRAMAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template