- Rusia Selidiki Dugaan Sukhoi Disabotase AS
- Rusia Tuduh AS Sabotase Sukhoi
- Marciel belum Pastikan Warga AS Penumpang Sukhoi
- Konser Lady Gaga, Amerika Intervensi Polri?
- Femi Adi, Wartawan RI-1 Yang Ikut Pesawat Sukhoi
- Jet Siluman Amerika Bombardir Pakistan, 10 Tewas
- Gempa Terjadi di Perbatasan Chili dan Peru
CARI BERKAH KLIK DI SINI
27 Mei 2012
Kecelakaan Sukhoi
30 April 2012
Lay Out Cover Depan Kabar Cirebon Terbaik
Indramayu Mengejar Target Kepemilikan KTP Elektronik 100 Persen
20 April 2012
Jembatan Pecuk Akan Diresmikan Menjelang Akhir 2012
LAPORAN KHUSUS BAHASA DAERAH (Bagian 2) : Krisis Bahasa Jawa Dermayu Sudah Lama
24 Maret 2012
Sebagian Tanaman Padi Terserang Penyakit “Kresek”
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Pertanian Kecamatan Sindang
Sebagian Tanaman Padi Terserang Penyakit “Kresek”
PADI PANYINDANGAN WETAN – Sebagian hamparan tanaman padi di Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, terserang penyakit “kresek”. Tampak dalam gambar ayang diambil Jumat (17/02/2012) siang, tanaman padi yang terserang penyakit “kresek” (jenis penyakit yang menyerang tanaman padi hingga kering) tersebut. Akibat penyakit “kresek” ini, para petani penggarap mengaku rugi besar, karena perolehan hasil panennya menurun drastis. Sedangkan panen perdana di desa itu dimulai, Selasa (21/02/2012) pagi, terutama areal pertanian yang berada di dalam desa atau sebelah timur dari Jalan Raya Panyindangan. Hingga Sabtu (24/03/2012) panen raya di Desa Panyindangan Wetan dan beberapa desa di wilayah Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu masih berlangsung.(Satim)*** Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
17 Maret 2012
Nasib Bahasa Jawa Dermayu “Mengenaskan”
3 Maret 2012
Pelabuhan Batu Bara Pertama Bagi Indramayu
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Pelabuhan Batu Bara Pertama Bagi Indramayu
MoU Pelabuhan Batu Bara - Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah tengah menandatangani Nota Kesepahaman pembangunan Pelabuhan Batu Bara dengan Presiden Komisaris dan Pemegang Saham PT. Kasepuhan Bulk Terminal (KBT) Cirebon, PRA Arief Natadiningrat, SE di Ruang Pertemuan Ki Tinggil Pemerintah Kabupaten Indramayu, Senin (27/02/2012).*** Foto : indramayukab.go.id
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Sejak dulu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat sudah banyak diperbincangkan orang bakal memiliki pelabuhan barang industri dan kebutuhan pokok lainnya. Karena keberadaan Indramayu memiliki pantai yang potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan transit kapal-kapal besar, selain ikan.
Tampaknya bukan hanya sekadar cerita di warung-warung kopi atau dongeng. Konon, tak lama lagi Indramayu bakal menjadi kenyataan sebagi kawasan pelabuhan bahan industri, seperti batu bara.
Sinyal bakal terwujudnya pelabuhan batu bara itu ditandai dengan penandatanganan MoU (Nota Kesepahaman) antara Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan pihak investor dari PT. Kasepuhan Bulk Terminal (KBT) Cirebon.
Dengan terjadinya nota kesepahaman itu, keberadaan Pelabuhan Batu Bara di Kabupaten Indramayu, kabarnya, segera terwujud. Hal ini terungkap setelah Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon yang juga Presiden Komisaris dan Pemegang Saham PT. Kasepuhan Bulk Terminal (KBT) PRA. Arief Natadiningrat, SE melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah tentang Pembangunan Pelabuhan Utama sebagai Sentral Sistem Logistik Serta Distribusi Untuk Energi dan Perekonomian Nasional di Kabupaten Indramayu yang berlangsung di Ruang Ki Tinggil Pemkab Indramayu, Senin (27/02/2012).
Seperti dikutip situs indramayukab.go.id, PRA. Arief Natadingrat, mengungkapkan, pembangunan pelabuhan ini merupakan wujud nyata partisipasi dari Kasultanan Kasepuhan Cirebon dalam mendukung program-program pembangunan pemerintah dan masyarakat Indramayu.
“Pelabuhan ini diproyeksikan sebagai sentral sistem logistik dan distribusi nasional khususnya Pulau Jawa dari dan keluar Pulau Jawa untuk kebutuhan energi barang dan industri termasuk stabilitas kebutuhan pangan yang berbentuk curah basah dan kering,” ungkapnya.
Selain itu, pelabuhan tersebut dirancang untuk mengurangi beban sarana infrastruktur darat terutama jalan raya dan juga mengurangi cost keekonomian dan waktu tempuh sampai di tujuan dengan disinergikannya sistem perkeretaapian yang sudah memiliki sebagai sarana transportasi yang handal dan terkoneksi hampir ke seluruh kota-kota di Pulau Jawa, maka untuk mendukung pelabuhan ini akan segera dibangun jalar dan stasiun kereta api dari Patrol ke Haurgeulis.
Nota Kesepahaman antara PT. KBT dengan Pemkab Indramayu ini meliputi ruang lingkup Pembangunan peningkatan dan pemeliharaan infrastruktur, kemudian intensifikasi dan ekstensifikasi retribuÃs dan pajak daerah, pemberdayaan petani dan nelayan, ketenagakerjaan, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Ruang lingkup lain yang menjadi kesepahaman yaitu advokasi hukum, peran serta BUMD dan pengusaha daerah, penyelerasan dan pelaksanaan program CSR, relokasi permukiman, kerjasama dalam penyelesaian perijinan daerah, dan peningkatan kualitas pendidikan, dan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah, mengatakan, ruang lingkup kesepahaman ini akan kembali ditegaskan dalam surat perjanjian yang lebih riil. Nota kesepahaman ini merupakan upaya untuk tetap memperjuangkan hak-hak masyarakat Indramayu sebagai daerah yang ditempati dari proyek ini.
“Kami tidak ingin masyarakat Indramayu hanya menjadi penonton, pelabuhan ini harus benar-benar bisa dinikmati dan berdampak positif oleh masyarakat Indramayu,” tegas Anna Sophanah.
Rencana pembangunan pelabuhan batu bara tersebut mengambil lokasi di wilayah Kecamatan Patrol, dan “memakan” lahan seluas 500 hektar di tiga desa yakni Sukahaji, Bugel, dan Patrol Lor.
Pemerhati ekonomi, Atin Rohayatin mengatakan, jika pelabuhan batu bara itu benar-benar terwujud, multi efeknya bisa memicu laju pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Indramayu, khususnya Indramayu bagian barat.
“Dengan dibangunnya pelabuhan batu bara itu, merupakan salah satu sinyal penting kemajuan Indramayu di sektor kepelabuhan yang selama ini belum banyak direalisasikan oleh para calon investor,” tutur lulusan ekonomi salah satu perguruan tinggi di Bandung itu.(Satim)***
24 Februari 2012
Rusak Parah, Kalen dan Jalan Kabupaten di Panyindangan Wetan
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Rusak Parah, Kalen dan Jalan Kabupaten
di Panyindangan Wetan
RUSAK PARAH – Kalen (saluran atau sungai kecil) dan Jalan Kabupaten di Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, saat ini mengalami rusak parah. Jalan terkesan sudah tak ada aspalnya lagi, bahkan berlubang yang membahayakan pengguna jalan. Sedangkan kalennya terlihat sudah rusak parah. Tanggulnya rusak parah. Kemudian eceng, sampah, dan pendangkalan terjadi di sepanjang kalen itu. Seperti tampak dalam gambar yang diambil, jumat (24/02/2012) pagi.Sementara Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, H. Soen Sudjarwo ST alias Wowo pernah mengatakan, untuk perbaikan jalan kabupaten di Desa Panyindangan Wetan itu, anggarannya belum siap dan masih diusulkan ke pihak eksekutif.(Satim)*** Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
15 Februari 2012
PJU Dukuh Krupuk Terancam Roboh
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
PJU Dukuh Krupuk Terancam Roboh
Realita semacam itu salah satunya terdapat di sejumlah PJU Kampung Dukuh Krupuk Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Hingga Senin (13/02/2012) siang, sekitar belasan tiang PJU tampaknya perlu penanganan intensif dari pihak Pemerintah Kabupaten Indramayu.
“Sudah kalau malam banyak yang mati, terasa gelap. Tiang-tiang PJU pun sudah pada miring dan terancam roboh. Lihat saja sepanjang jalan yang menuju ke Blok Dukuh Krupuk itu, sekitar belasan tiangnya sudah pada miring. Melihat demikian, pemerintah semestinya harus segera bertindak cepat,” kata Tatang (48), warga setempat, Senin (13/02/2012) siang.
Tatang berharap, diperbesar lagi anggaran untuk pemeliharaan PJU dan penambahan PJU, sehingga wilayah Indramayu terasa terang-benderang. “Lha ! Semua konsumen listrik telah menyumbangkan dana PJU melalui rekening listrik yang mereka bayar setiap bulan. Jadi masyarakat pun berhak menuntut daerahnya terang-benderang,” ungkapnya.
Terkait masih banyaknya lampu-lampu PJU dan sejumlah tiang PJU yang diduga kurang terpelihara itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Indramayu, Ekanto Nugroho pernah mengatakan, bahwa dirinya saat ini belum bisa menjamin seluruh PJU terpelihara dengan maksimal, karena anggarannya sangat minim.
“Saya juga sudah mengusulkan ke pihak eksekutif untuk penambahan anggaran pemeliharaan, dan penambahan jaringan PJU," kata Eko (begitu sapaan akrab Ekanto Nugroho) tanpa merinci angka ideal yang disebutkannya itu.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
13 Februari 2012
KTNA Minta HPP Bulog Dinaikkan
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
KTNA Minta HPP Bulog Dinaikkan
SIAP PANEN - Kondisi tanaman padi di Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat yang sudah menguning. Konon, beberapa hari lagi siap panen. Gambar diambil Jumat (10/02/2012) siang.(Satim)*** Foto-foto : Satim/PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Di tengah melambungnya harga pembelian padi maupun beras di pasaran saat ini, memicu harapan agar Bulog berani menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) terhadap gabah kering giling (GKG) maupun harga pembelian beras di tingkat petani. Selain itu, Bulog Divre Indramayu juga harus menyerap 110.000 ton beras pada tahun 2012 ini.
Demikian disampaikan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, H. Sofwan melalui Wakil Ketua KTNA, Sutatang di Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu, Rabu (08/02/2012) sore.
Sutatang mengatakan, dengan dinaikkannya HPP itu, berarti Bulog turut membantu meringankan beban petani saat ini selalu didera kenaikkan harga pupuk dan obat-obatan, serta naiknya biaya pengolahan sawah di lapangan.
“Ya, kalau tidak dinaikkan, fluktuasi harga gabah maupun beras di lapangan diduga bakal tidak terkendali. Itu justru akan meresahkan masyarakat juga,” kata Sutatang yang saat itu kabarnya hendak melakukan rapat koordinasi bersama beberapa pengurus KTNA di beberapa kecamatan.
Dijelaskan, saat ini Bulog melakukan pembelian gabah kering giling (GKG) dari petani Rp 450/kg. Sedangkan di tengah-tengah masyarakat sudah mencapai kenaikkan harga yang signifikan yang dilakukan oleh para tengkulak beras.
“Kalau Bulog belum menaikkan HPP-nya, para petani diduga agak enggan menjual gabahnya ke Bulog. Nah, kalau Bulog tak mampu menyerap gabah dari petani langsung, saya khawatir stabilitas harga pangan itu bakal goyah, dan dampaknya meresahkan masyarakat,” ungkapnya.
Namun Sutatang belum menerangkan secara detail tentang solusi maupun antisipasi menurunnya produksi pangan di Kabupaten Indramayu, sehubungan dengan banyaknya lahan pertanian produktif yang telah berubah fungsi menjadi sejumlah kawasan perumahan dan bangunan lainnya.(Satim)*** Foto-foto : Satim/PENDOPO INDRAMAYU ONLINE






