CARI BERKAH KLIK DI SINI

27 Mei 2012

Kecelakaan Sukhoi


Rusia Pikir Amerika Sabotase Sukhoi
TEMPO.CO – Jum, 25 Mei 2012
Konten Terkait
Rusia Pikir Amerika Sabotase Sukhoi
TEMPO.CO , Jakarta - Intelijen Rusia berpikir Sukhoi Superjet 100 yang jatuh pada joy flight 9 Mei 2012 di Gunung Salak Bogor, Indonesia, kemungkinan disabotase Amerika Serikat. Hal ini ditulis salah satu media besar di Rusia pada Kamis, 24 Mei 2012.
            Pada salah satu artikelnya, tabloid Rusia Komsomolskaya Pravda menulis judul 'Amerika yang Akibatkan Kecelakaan Sukhoi?'. Tabloid itu menyebutkan beberapa petugas yang tidak disebutkan namanya mengatakan pesaing penerbangan Rusia itu ingin melihat penerbangan tersebut gagal.
            Pemerintah Rusia dan media di sana punya sejarah mengambinghitamkan negara lain atau orang asing atas kecelakaan maupun musibah yang mengaitkan Rusia.
            Seorang petinggi angkatan laut Rusia pernah menyalahkan Angkatan Laut Amerika Serikat atas tragedi Agustus 2000 kala kapal selam nuklir Kursk tenggelam dan menewaskan 118 pelaut. Hal itu karena ada beberapa kapal Amerika Serikat yang sedang berlatih di daerah Laut Barents. Contoh lain terjadi saat petinggi Agen Luar Angkasa Rusia Yury Kotev mengatakan satelit Mars yang tersangkut di orbit Bumi pada Rusia November lalu gagal karena aktivitas radar Amerika Serikat di daerah itu.
            Seorang agen intelijen tentara ini mengatakan kepada Komsomolskaya Pravda bahwa kantor mereka, The GRU, sudah lama melacak aktivitas pesawat Amerika Serikat di bandara Jakarta.
            "Kita tahu bahwa mereka (Amerika) memiliki banyak teknologi khusus yang juga kita miliki yang bisa mengganggu sinyal dari darat atau menyebabkan pembacaan parameter tidak berfungsi,” ujar pejabat itu.
            »Mungkin ini adalah salah satu alasan jatuhnya pesawat," kata pejabat itu. Penyelidik Indonesia sampai saat ini masih menyelidiki mencari penyebab jatuhnya pesawat itu.
            Di Washington, juru bicara Pentagon George Little membantah tudingan itu. George Little menganggap tuduhan itu omong kosong.***
TIMES ONLINE | MITRA TARIGAN
Berita Terkait
Berita Lainnya

30 April 2012

Lay Out Cover Depan Kabar Cirebon Terbaik

Senin, 30 April 2012
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Lay Out Cover Depan Kabar Cirebon
Terbaik
Halaman Depan Harian Umum KABAR CIREBON – Tim Pendopo Indramayu Online menilai, cover depan Harian Umum KABAR CIREBON terbitan Rabu (25/04/2012) yang mengangkat persoalan Pelabuhan Cirebon dengan judul “Saling Tuding” layak diapresiasi sebagai lay out  (tampilan) terbaik  sepanjang Januari hingga April 2012. Meski kami belum bisa memberi apa-apa kepada Anda, kami hanya mengucapkan “Selamat” atas prestasi yang Anda sajikan kepada para pembacamu di wilayah Ciayumajakuning. Selamat ! (Tim)*** Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

Indramayu Mengejar Target Kepemilikan KTP Elektronik 100 Persen

Senin, 30 April 2012
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Meski Sudah Lewat Batas
Pelayanan KTP Elektronik Jalan Terus

PELAYANAN KTP ELEKTRONIK INDRAMAYU - Meski sudah kelewat batas dari spanduk yang terpampang di depan Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, namun pelayanan  Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik masih berlangsung dari pagi hingga larut malam. Senin (30/04/2012), dari pagi hingga larut malam, warga masih mengantri pemotretan KTP dan sidik jari di Kantor Kecamatan Indramayu. Padahal, di depan kantor kecamatan tersebut, sudah terpampang spanduk bergambar pasangan Bupati Indramayu dan Wakilnya, Hj. Anna Sophanah dan H. Supendi dengan tulisan di bawahnya, “Program Nasional KTP Elektronik diperpanjang sampai dengan 31 Maret 2012”.  Keterangan dari petugas kecamatan setempat, pelayanan itu terpaksa dilakukan untuk mengejar target penyelesaian 100 persen, sehingga penduduk di wilayah Kecamatan Indramayu semuanya harus sudah ber-KTP Elektronik atau memiliki E-KTP.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

20 April 2012

Jembatan Pecuk Akan Diresmikan Menjelang Akhir 2012


Jumat, 20 April 2012
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Jembatan Pecuk Akan Diresmikan Menjelang Akhir 2012
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Tak lama lagi, di wilayah Kecamatan Arahan dan Cantigi, dan Losarang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat ada sebuah perubahan dalam arus transformasi dan informasi yang jauh lebih maju dibanding sebelumnya. Selain akses jembatan yang bakal memicu laju pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya, juga bakal tingginya nilai harga tanah dan berbagai hal yang sebelumnya kawasan tersebut bagai daerah terisolir.
            Penegasan demikian disampaikan Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, H. Soen Sudjarwo, ST melalui Kabid Jembatan H. Sutiyono, ST seputar manfaat Jembatan Pecuk yang dibangun menghabiskan anggaran sekitar Rp 8 miliar yang dikerjakan dalam empat tahap itu, yang memakan waktu sekitar lima tahun itu.
            Pihak Bina Marga Indramayu memperkirakan, Jembatan Pecuk akan siap diresmikan menjelang akhir tahun 2012. Konon, Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah yang rencananya meresmikan jembatan yang dinanti-nanti warga setempat sejak beberapa abad lalu itu.
“Tahun 2012 ini, Jembatan Pecuk itu diharapkan sudah bisa digunakan. Jika memungkinkan, sebelum Hari Raya Udul Fitri pun, sudah bisa dilalui masyarakat dengan berbagai aktivitasnya,” kata Sutiyono, di kantornya, Kamis (19/04/2012) sore.
Sutiyono berharap, dengan dioperasikannya Jembatan Pecuk itu, perekonomian masyarakat setempat semakin meningkat.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
             

LAPORAN KHUSUS BAHASA DAERAH (Bagian 2) : Krisis Bahasa Jawa Dermayu Sudah Lama

Jumat, 20 April 2012
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
LAPORAN KHUSUS BAHASA DAERAH (Bagian 2)

SOIMALIA MAHAR, Pemerhati Seni dan Budaya Indramayu
Krisis Bahasa Jawa Dermayu Sudah Lama
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – “Banyak jalan menuju Roma”. Barangkali inilah salah satu konsep yang harus dipahami para pengembang dan pengambil kebijakan tentang bahasa ibu di negeri ini, khususnya Bahasa Jawa Indramayu yang lebih dikenal dengan sebutan “Basa Dermayu” sebagaimana materi dalam Bagian 1 yang lalu. Karena di lapangan diduga telah terjadi krisis komunikasi dengan “Basa Dermayu”, dan terjadi di hampir seluruh kawasan Kota Mangga itu. Kecuali di pedesaan, komunikasi sehari-hari masih kental menggunakan “Basa Dermayu”. Tapi kalau sudah di wilayah kotanya, benar-benar terjadi krisis bahasa Jawa Dermayu. Memperihatinkan, di tengah gencarnya upaya pemerintah melestarikan bahasa ibu, krisis bahasa lokal cenderung terjadi dimana-mana.

            Kata “Basa” dalam beberapa buku panduan bahasa daerah Kota Mangga itu, pengertiannya sama saja dengan “Bahasa”. Tidaklah aneh apabila buku-buku pelajaran Bahasa Jawa yang diperkenalkan kepada pelajar di kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, tertulis “Basa Jawa” yang dipelajari murid Sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan yang sederajat sebagai mata pelajaran muatan lokal.
            Namun demikian, belum semua kalimat atau pun sajian mata pelajaran Basa Jawa itu sama persis dengan bahasa Jawa Dermayu. Sehingga, dalam penerapannya sehari-hari, kadang pelajar tersebut terkesan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Ini diakui oleh sejumlah pelajar di Kabupaten Indramayu, ketika mereka ingin menggunakan kromo inggilnya (bahasa halus) basa Jawa Dermayu di tengah-tengah masyarakat, tak jarang diantara mereka diliputi rasa keragu-raguan dan takut salah dalam mengucapkan bahasa halus dan sopannya dalam tata pergaulan sehari-hari. Akhirnya, kromo inggil basa Jawa Dermayu, umumnya hanya masih dalam tataran materi pembelajaran saja, belum sampai ke realisasinya dalam kehidupan sehari-hari.    
            Krisis pemakaian Basa Dermayu yang halus dan sopan, atau dengan julukan kromo inggil Basa Dermayu tampaknya tengah melanda wilayah Kabupaten Indramayu. Lihat saja, pemakaian sehari-hari, masyarakat setempat yang juga asli “wong Dermayu” (begitu julukan bagi warga asli kelahiran Indramayu), kromo inggil tampaknya sudah jarang digunakan dalam perbincangan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat setempat. Yang masih, berdialog dengan Basa Jawa Dermayu, yang secara etika bahasa jawa, konon, termasuk kasar, bukan yang halus atau kromo inggilnya.
            Kajian dan buku-buku yang membongkar krisis bahasa Jawa Dermayu, diduga belum ada yang terbit. Sedangkan media massa cetak dan elektronik pun, belum banyak yang mengulas terjadinya krisis bahasa ibu tersebut.
Soimalia Mahar, pemerhati seni dan budaya Indramayu pernah mengatakan, perjuangan untuk tetap mempertahankan bahasa ibu, tampaknya sudah menjadi agenda penting Badan Dunia yang dibentuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), semisal UNESCO, Badan Dunia yang membidangi Pendidikan dan Kebudayaan. Sekitar tahun 2010 silam, lembaga itu pernah memberikan laporannya, bahwa sudah banyak bahasa ibu yang punah di seluruh dunia. Sebagian lagi nyaris punah. “Memperihatinkan,” katanya.
            Soimalia beranggapan, krisis kromo inggil basa Dermayu sudah lama. Ada apa ? (Satim)***(BERSAMBUNG)
                       

   

24 Maret 2012

Sebagian Tanaman Padi Terserang Penyakit “Kresek”

Sabtu, 24 Maret 2012

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Pertanian Kecamatan Sindang

Sebagian Tanaman Padi Terserang Penyakit “Kresek”

PADI PANYINDANGAN WETAN – Sebagian hamparan tanaman padi di Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, terserang penyakit “kresek”. Tampak dalam gambar ayang diambil Jumat (17/02/2012) siang, tanaman padi yang terserang penyakit “kresek” (jenis penyakit yang menyerang tanaman padi hingga kering) tersebut. Akibat penyakit “kresek” ini, para petani penggarap mengaku rugi besar, karena perolehan hasil panennya menurun drastis. Sedangkan panen perdana di desa itu dimulai, Selasa (21/02/2012) pagi, terutama areal pertanian yang berada di dalam desa atau sebelah timur dari Jalan Raya Panyindangan. Hingga Sabtu (24/03/2012) panen raya di Desa Panyindangan Wetan dan beberapa desa di wilayah Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu masih berlangsung.(Satim)*** Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

17 Maret 2012

Nasib Bahasa Jawa Dermayu “Mengenaskan”

Jumat, 16 Maret 2012
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
LAPORAN KHUSUS BAHASA DAERAH (Bagian I)
Nasib Bahasa Jawa Dermayu “Mengenaskan”
Pemerhati Bahasa dan Seni Budaya Indramayu, Soimalia Mahar.(Satim)***(Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online)
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE Gencarnya gembar-gembor pemerintah untuk mempertahankan bahasa ibu, bahkan telah didukung oleh peringatan “Hari Bahasa Ibu” di Indonesia, kini, terkesan kurang didukung dengan implementasi yang ada di tengah-tengah masyarakat kita. Padahal, konon, bahasa ibu yang berada di nusantara ini mengandung unsur pembentukan karakter seseorang yang dibentuk sejak dini.
Di sejumlah daerah dikabarkan, bahwa bahasa ibu atau bahasa daerah setempat banyak yang terancam sirna, karena masyarakat yang bersangkutan sudah jarang menggunakan bahasa ibu dalam komunikasi sehari-hari. Nasib bahasa ibu ini, nyaris serupa dengan keberadaan kesenian daerah yang tersebar di nusantara. Karena kekurangpedulian masyarakat yang bersangkutan, sehingga tak sedikit pula seni dan budaya daerah punah, dan tak sedikit pula yang terancam sirna ditelan perkembangan jaman.
Kini, beberapa pihak banyak yang menaruh rasa prihatin terhadap nasib bahasa daerah dan kesenian daerah yang sudah punah dan terancam sirna, karena diduga telah berubahnya pola pikir manusianya yang dibarengi dengan perkembangan jaman. Keprihatinan dengan nyaris punahnya bahasa daerah itu, salah satunya sempat mengejutkan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.
Heryawan kaget, karena bahasa Sunda yang dulunya dipergunakan sebagai bahasa ibu di sejumlah daerah Jawa Barat, namun saat ini tengah diguncang krisis penggunaan bahasa Sunda itu. Inilah yang kemudian belum lama ini, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mencanangkan dipertahankannya bahasa Sunda dalam komunikasi sehari-hari di tatar Parahyangan (julukan Jawa Barat yang banyak dilontarkan warga setempat).
Namun bagaimana dengan nasib Bahasa Jawa khas Indramayu, atau banyak yang menamai basa Dermayu/Dermayon ? Terlebih lagi dengan bahasa halusnya dengan sebutan kromo inggil khas Dermayu ?
Seorang pemerhati bahasa dan kesenian Indramayu, Soimalia Mahar, mengutarakan pengalaman yang membuatnya merasa sedih dan prihatin terhadap nasib basa Dermayu, terlebih lagi basa halusnya kromo inggil Dermayon saat ini.
Selain mengamati dan memerhatikan bahasa komunikasi warga asli Indramayu sehari-hari, juga pengalaman dalam kehidupan di rumah-tangganya. Soimalia Mahar atau yang akrab disapa Lia itu sempat terkejut, ketika mendapat teguran dari anak putrinya lantaran dalam sehari-harinya ia menggunakan bahasa ibu, yakni bahasa daerah Dermayu, dan dengan beberapa orangtua yang ada di sekitarnya agar lebih sopan sesuai dengan adat warga Indramayu, maka Lia berkomunikasi dengan basa Dermayu kromo inggil, bahasa halusnya dari bahasa Indramayu.
Putrinya itu menegur, bahkan mencemoohkan dirinya lantaran Lia dalam sehari-harinya berkomunikasi dengan basa Jawa Dermayu. Terlebih lagi dengan para orangtua, Lia menggunakan basa Dermayu kromo inggil agar lebih sopan, dan lebih menghargai orang yang lebih tua darinya, seperti yang pernah dituturkan para orangtua terdahulu.
Agar tidak memeruncing masalah, akhirnya Lia menjelaskan kepada putrinya itu. “Kita ini wong Dermayu, dilahirkan dan hidup sampai saat ini di Bumi Indramayu. Sehingga harus menggunakan bahasa ibu, yakni basa Jawa Dermayu dan kromo inggil-nya. Kalau tidak dipertahankan oleh warga asli Indramayu-nya, lalu siapa lagi yang peduli basa Dermayu ? Gawat, bisa punah basa Dermayu itu. Jadi sebagai generasi penerus bangsa yang merasa asli wong Indramayu, jangan malu-malu berkomunikasi dengan sesama warga Indramayu dengan basa Dermayu dan kromo inggil-nya. Kenapa harus malu ?!,” jawabnya seperti yang dituturkan Lia kepada Pendopo Indramayu Online.
Menurut Lia, sejumlah warga dan anak-anak generasi sekarang yang bermukim di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, sudah terbilang jarang yang menggunakan basa Dermayu dalam berkomunikasi sehari-harinya. Sementara warga dari daerah lain yang sekarang bermukim di Indramayu, mau berusaha agar bisa berbahasa Jawa Dermayu, sekali pun mereka masih kentara pengaruh logat bahasa daerah asalnya.
“Saya jadi prihatin, jika penggunaan basa Jawa Dermayu di Kabupaten Indramayu terancam sirna. Perkembangan jaman, perkembangan dunia pendidikan dan teknologi, semestinya jangan sampai melenyapkan bahasa daerah setempat sebagai bahasa ibu. Ini merupakan tugas dan tanggung jawab seluruh warga asli Indramayu, untuk melestarikan bahasa daerahnya,” kata Lia, di kantornya, Jumat (16/03/2012).
Lia merasa, diduga ada yang kurang intensif dalam pengajaran bahasa daerah dan pembentukan karakter bangsa ketika berada di bangku pendidikan. Jika itu benar, maka alangkah baiknya para guru bahasa daerah, khususnya yang mengajarkan basa Dermayu, semoga lebih intensif lagi dalam mengajarkan basa daerah Dermayu plus kromo inggil-nya.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online (BERSAMBUNG)

3 Maret 2012

Pelabuhan Batu Bara Pertama Bagi Indramayu

Selasa, 28 Pebruari 2012 15:03

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Pelabuhan Batu Bara Pertama Bagi Indramayu

MoU Pelabuhan Batu Bara - Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah tengah menandatangani Nota Kesepahaman pembangunan Pelabuhan Batu Bara dengan Presiden Komisaris dan Pemegang Saham PT. Kasepuhan Bulk Terminal (KBT) Cirebon, PRA Arief Natadiningrat, SE di Ruang Pertemuan Ki Tinggil Pemerintah Kabupaten Indramayu, Senin (27/02/2012).*** Foto : indramayukab.go.id

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE Sejak dulu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat sudah banyak diperbincangkan orang bakal memiliki pelabuhan barang industri dan kebutuhan pokok lainnya. Karena keberadaan Indramayu memiliki pantai yang potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan transit kapal-kapal besar, selain ikan.

Tampaknya bukan hanya sekadar cerita di warung-warung kopi atau dongeng. Konon, tak lama lagi Indramayu bakal menjadi kenyataan sebagi kawasan pelabuhan bahan industri, seperti batu bara.

Sinyal bakal terwujudnya pelabuhan batu bara itu ditandai dengan penandatanganan MoU (Nota Kesepahaman) antara Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan pihak investor dari PT. Kasepuhan Bulk Terminal (KBT) Cirebon.

Dengan terjadinya nota kesepahaman itu, keberadaan Pelabuhan Batu Bara di Kabupaten Indramayu, kabarnya, segera terwujud. Hal ini terungkap setelah Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon yang juga Presiden Komisaris dan Pemegang Saham PT. Kasepuhan Bulk Terminal (KBT) PRA. Arief Natadiningrat, SE melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah tentang Pembangunan Pelabuhan Utama sebagai Sentral Sistem Logistik Serta Distribusi Untuk Energi dan Perekonomian Nasional di Kabupaten Indramayu yang berlangsung di Ruang Ki Tinggil Pemkab Indramayu, Senin (27/02/2012).

Seperti dikutip situs indramayukab.go.id, PRA. Arief Natadingrat, mengungkapkan, pembangunan pelabuhan ini merupakan wujud nyata partisipasi dari Kasultanan Kasepuhan Cirebon dalam mendukung program-program pembangunan pemerintah dan masyarakat Indramayu.

“Pelabuhan ini diproyeksikan sebagai sentral sistem logistik dan distribusi nasional khususnya Pulau Jawa dari dan keluar Pulau Jawa untuk kebutuhan energi barang dan industri termasuk stabilitas kebutuhan pangan yang berbentuk curah basah dan kering,” ungkapnya.

Selain itu, pelabuhan tersebut dirancang untuk mengurangi beban sarana infrastruktur darat terutama jalan raya dan juga mengurangi cost keekonomian dan waktu tempuh sampai di tujuan dengan disinergikannya sistem perkeretaapian yang sudah memiliki sebagai sarana transportasi yang handal dan terkoneksi hampir ke seluruh kota-kota di Pulau Jawa, maka untuk mendukung pelabuhan ini akan segera dibangun jalar dan stasiun kereta api dari Patrol ke Haurgeulis.

Nota Kesepahaman antara PT. KBT dengan Pemkab Indramayu ini meliputi ruang lingkup Pembangunan peningkatan dan pemeliharaan infrastruktur, kemudian intensifikasi dan ekstensifikasi retribuís dan pajak daerah, pemberdayaan petani dan nelayan, ketenagakerjaan, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Ruang lingkup lain yang menjadi kesepahaman yaitu advokasi hukum, peran serta BUMD dan pengusaha daerah, penyelerasan dan pelaksanaan program CSR, relokasi permukiman, kerjasama dalam penyelesaian perijinan daerah, dan peningkatan kualitas pendidikan, dan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah, mengatakan, ruang lingkup kesepahaman ini akan kembali ditegaskan dalam surat perjanjian yang lebih riil. Nota kesepahaman ini merupakan upaya untuk tetap memperjuangkan hak-hak masyarakat Indramayu sebagai daerah yang ditempati dari proyek ini.

“Kami tidak ingin masyarakat Indramayu hanya menjadi penonton, pelabuhan ini harus benar-benar bisa dinikmati dan berdampak positif oleh masyarakat Indramayu,” tegas Anna Sophanah.

Rencana pembangunan pelabuhan batu bara tersebut mengambil lokasi di wilayah Kecamatan Patrol, dan “memakan” lahan seluas 500 hektar di tiga desa yakni Sukahaji, Bugel, dan Patrol Lor.

Pemerhati ekonomi, Atin Rohayatin mengatakan, jika pelabuhan batu bara itu benar-benar terwujud, multi efeknya bisa memicu laju pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Indramayu, khususnya Indramayu bagian barat.

“Dengan dibangunnya pelabuhan batu bara itu, merupakan salah satu sinyal penting kemajuan Indramayu di sektor kepelabuhan yang selama ini belum banyak direalisasikan oleh para calon investor,” tutur lulusan ekonomi salah satu perguruan tinggi di Bandung itu.(Satim)***

24 Februari 2012

Rusak Parah, Kalen dan Jalan Kabupaten di Panyindangan Wetan

Jumat, 24 Februari 2012

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Rusak Parah, Kalen dan Jalan Kabupaten

di Panyindangan Wetan

RUSAK PARAH – Kalen (saluran atau sungai kecil) dan Jalan Kabupaten di Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, saat ini mengalami rusak parah. Jalan terkesan sudah tak ada aspalnya lagi, bahkan berlubang yang membahayakan pengguna jalan. Sedangkan kalennya terlihat sudah rusak parah. Tanggulnya rusak parah. Kemudian eceng, sampah, dan pendangkalan terjadi di sepanjang kalen itu. Seperti tampak dalam gambar yang diambil, jumat (24/02/2012) pagi.Sementara Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, H. Soen Sudjarwo ST alias Wowo pernah mengatakan, untuk perbaikan jalan kabupaten di Desa Panyindangan Wetan itu, anggarannya belum siap dan masih diusulkan ke pihak eksekutif.(Satim)*** Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

15 Februari 2012

PJU Dukuh Krupuk Terancam Roboh

Senin, 13 Februari 2012

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

PJU Dukuh Krupuk Terancam Roboh

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE Sudah lama, keberadaan lampu penerangan jalan umum (PJU) di beberapa titik di wilayah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, terkesan kurang terpelihara dengan baik. Selain jika di malam hari banyak yang mati, dan yang lebih parah lagi tiang-tiang PJU pun banyak yang terancam roboh. Ada yang sudah pada miring, dan ada pula yang pada keropos diduga termakan usia.

Realita semacam itu salah satunya terdapat di sejumlah PJU Kampung Dukuh Krupuk Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Hingga Senin (13/02/2012) siang, sekitar belasan tiang PJU tampaknya perlu penanganan intensif dari pihak Pemerintah Kabupaten Indramayu.

“Sudah kalau malam banyak yang mati, terasa gelap. Tiang-tiang PJU pun sudah pada miring dan terancam roboh. Lihat saja sepanjang jalan yang menuju ke Blok Dukuh Krupuk itu, sekitar belasan tiangnya sudah pada miring. Melihat demikian, pemerintah semestinya harus segera bertindak cepat,” kata Tatang (48), warga setempat, Senin (13/02/2012) siang.

Tatang berharap, diperbesar lagi anggaran untuk pemeliharaan PJU dan penambahan PJU, sehingga wilayah Indramayu terasa terang-benderang. “Lha ! Semua konsumen listrik telah menyumbangkan dana PJU melalui rekening listrik yang mereka bayar setiap bulan. Jadi masyarakat pun berhak menuntut daerahnya terang-benderang,” ungkapnya.

Terkait masih banyaknya lampu-lampu PJU dan sejumlah tiang PJU yang diduga kurang terpelihara itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Indramayu, Ekanto Nugroho pernah mengatakan, bahwa dirinya saat ini belum bisa menjamin seluruh PJU terpelihara dengan maksimal, karena anggarannya sangat minim.

“Saya juga sudah mengusulkan ke pihak eksekutif untuk penambahan anggaran pemeliharaan, dan penambahan jaringan PJU," kata Eko (begitu sapaan akrab Ekanto Nugroho) tanpa merinci angka ideal yang disebutkannya itu.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

13 Februari 2012

KTNA Minta HPP Bulog Dinaikkan

Senin, 13 Februari 2012

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

KTNA Minta HPP Bulog Dinaikkan

SIAP PANEN - Kondisi tanaman padi di Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat yang sudah menguning. Konon, beberapa hari lagi siap panen. Gambar diambil Jumat (10/02/2012) siang.(Satim)*** Foto-foto : Satim/PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE Di tengah melambungnya harga pembelian padi maupun beras di pasaran saat ini, memicu harapan agar Bulog berani menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) terhadap gabah kering giling (GKG) maupun harga pembelian beras di tingkat petani. Selain itu, Bulog Divre Indramayu juga harus menyerap 110.000 ton beras pada tahun 2012 ini.

Demikian disampaikan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, H. Sofwan melalui Wakil Ketua KTNA, Sutatang di Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu, Rabu (08/02/2012) sore.

Sutatang mengatakan, dengan dinaikkannya HPP itu, berarti Bulog turut membantu meringankan beban petani saat ini selalu didera kenaikkan harga pupuk dan obat-obatan, serta naiknya biaya pengolahan sawah di lapangan.

“Ya, kalau tidak dinaikkan, fluktuasi harga gabah maupun beras di lapangan diduga bakal tidak terkendali. Itu justru akan meresahkan masyarakat juga,” kata Sutatang yang saat itu kabarnya hendak melakukan rapat koordinasi bersama beberapa pengurus KTNA di beberapa kecamatan.

Dijelaskan, saat ini Bulog melakukan pembelian gabah kering giling (GKG) dari petani Rp 450/kg. Sedangkan di tengah-tengah masyarakat sudah mencapai kenaikkan harga yang signifikan yang dilakukan oleh para tengkulak beras.

“Kalau Bulog belum menaikkan HPP-nya, para petani diduga agak enggan menjual gabahnya ke Bulog. Nah, kalau Bulog tak mampu menyerap gabah dari petani langsung, saya khawatir stabilitas harga pangan itu bakal goyah, dan dampaknya meresahkan masyarakat,” ungkapnya.

Namun Sutatang belum menerangkan secara detail tentang solusi maupun antisipasi menurunnya produksi pangan di Kabupaten Indramayu, sehubungan dengan banyaknya lahan pertanian produktif yang telah berubah fungsi menjadi sejumlah kawasan perumahan dan bangunan lainnya.(Satim)*** Foto-foto : Satim/PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Dugaan Korupsi Dana Puso : "Tersangka Korupsi Bertambah"

Sabtu, 11 Februari 2012

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Tersangka Korupsi Bertambah

· Terkait Kasus Dana Gagal Panen

Source : Harian Umum “KABAR CIREBON”, Sabtu, 11 Februari 2012

Dugaan Korupsi Dana Puso : "Dana Gagal Panen Jadi Bancakan"

Jumat, 10 Februari 2012

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Dana Gagal Panen Jadi Bancakan

Source : Harian Umum “Kabar Cirebon”, Jumat, 10 Februari 2012

Dugaan Korupsi Dana Puso : "Pejabat Dispertan Ditahan"

Sabtu, 04 Februari 2012

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Pejabat Dispertan Ditahan

Source : Harian Umum “Kabar Cirebon”, Sabtu, 4 Februari 2012

Dugaan Korupsi Dana Puso : "Kajari Incar Oknum Wartawan"

Kamis, 09 Februari 2012

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Dugaan Korupsi Dana Puso

Kajari Incar Oknum Wartawan

· Diduga Ikut Menerima Aliran Dana

Source : Harian Umum “KABAR CIREBON”, Kamis, 9 Februari 2012

Dugaan Korupsi Dana Puso : "PWI Desak Kajari Tak Tebang Pilih"

Kamis, 09 Februari 2012

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Dugaan Korupsi Dana Puso

PWI Desak Kajari Tak Tebang Pilih

· Setuju Tindak Oknum Wartawan Terkait Dana Gagal Panen

Source : Harian “Rakyat Cirebon”, Kamis, 9 Februari 2012

 

My Blog List

JASA PENGIRIMAN UANG

Site Info

Followers/Pengikut

PENDOPO INDRAMAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template