CARI BERKAH KLIK DI SINI
19 September 2014
Panen Raya Kedelai di Indramayu 2014
Author: PENDOPO INDRAMAYU
| Posted at: 13.15.00 |
Filed Under:
Ekonomi
dramayu Panen Kedelai Di Desa Bantarwaru Reviewed
by Apih Adang on September
17
Description: INDRAMAYU [Media Jabar Kita].- Pemkab Indramayu menyambut baik
rencana dijadikannya ... Rating: 4.5
Selasa, 16 September 2014
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Pangdam III
Siliwangi Bareng
Bupati
Indramayu Panen Kedelai
MENCOBA MESIN -
Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah dan Pangdam
III/Siliwangi, Mayjen TNI Dedi Kusnadi tengah mencoba mesin perontok kedelai. Foto :
Net
INDRAMAYU, Pendopo
Indramayu Online – Pemerintah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, menyambut
baik rencana dijadikannya areal pertanian di Indramayu sebagai lumbung
kedelai nasional. Pasalnya, selain hasil yang memuaskan dan sangat memiliki
nilai ekonomis tinggi, serta pangsa pasar kedelai secara nasional masih sangat
terbuka.
Terkait hal itu, Bupati Indramayu bersama dengan Panglima
Kodam III / Siliwangi dan pejabat Kementrian Pertanian melakukan panen raya dan
tanam kedelai di Blok Walahar, Desa Bantarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten
Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Selasa (16/09/2014).
Dalam acara itu, Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah
berharap, kedelai menjadi salah satu komuditas unggulan, dan menjadi pilihan
kedua para petani di Kabupaten Indramayu setelah padi. “Hasil panen yang cukup
baik, ditambah dengan kebutuhan pasar yang tinggi, membuat budidaya tanam
kedelai semakin diminati oleh para petani,” ungkap Anna Sophanah.
Dijelaskan, saat ini program Perluasan Areal Tanam (PAT)
dan SLPTT kedelai tahun 2014 di Kabupaten Indramayu mencapai 17.900 hektar.
Realisasi tanam sampai dengan pertengahan bulan September tahun ini mencapai
15.361 hektar atau mencapai 88 persen.
Sedangkan lahan yang belum tertanam mencapai 2.039 hektar
atau 12 persen. Sementara untuk tanaman kedelai yang sudah panen seluas 10.937
hektar dengan produktivitas rata-rata 17,58 kuintal per hektar.
Bupati menambahkan, saat ini pangsa pasar kedelai dari
para petani di Indramayu tidak mengalami masalah. Pihak Bulog kapan pun siap
membeli kedelai petani dengan harga Rp 7.600 per kilogram. Namun karena petani
tidak sabar akhirnya sering kali petani menjual kepada tengkulak.
Nupati Anna menilai, hasil panen yang cukup baik ditambah
dengan kebutuhan pasar yang tinggi, membuat budidaya tanam kedelai semakin
diminati oleh para petani. “Saya sangat berterima kasih kepada Kementrian
Pertanian dan jajaran TNI AD yang telah sungguh-sungguh membantu para petani
kedelai. Dari mulai memberikan pemahaman cara menanam kedelai yang baik, sampai
akhirnya menjadikan kedelai sebagai pilihan untuk berusaha selain bertani,
bahkan Babinsa pun kini mengawasi kedelai,” ujarnya.
Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi
mengatakan, keterlibatan TNI dalam pembudidayaan kedelai ini sebagai upaya
untuk membantu ketahanan pangan di dalam NKRI (Negara Kesatuan Republik
Indonesia).
Keterlibatan TNI dalam mendukung program ketahanan pangan
nasional ini karena prajurit tidak banyak tugas di daerah operasi militer.
Untuk mengisi kegiatan bermanfaat selain latihan rutin maka prajurit dilibatkan
untuk pengelolaan di bidang pertanian.
Menurut dia, jumlah personel TNI yang diterjunkan untuk
membantu pertanian disesuaikan sesuai kebutuhan. Dia mencontohkan, kerlibatan
prajurit dalam perbaikan jalan akibat banjir maupun mengawal rehabilitasi rumah
rakyat, juga bisa dikerjakan prajurit secara efisien.
“Prajurit TNI bisa digunakan semaksimal mungkin untuk
membantu masyarakat, dan kami memberikan komitmen yang kuat untuk itu, para Babinsa
bisa ikut mengawal kegiatan budidaya tanaman kedelai ini, karena akan sangat
bermanfaat dan meningkatkan keharmonisan antara TNI dengan rakyat, ” kata Dedi.
Dinilai hasilnya memuaskan, Pangdam mendorong Kabupaten
Indramayu menjadi salah satu lumbung kedelai nasional. Mengingat, potensi
lahannya yang masih luas serta kualitas dan kuantitas produksi kedelai yang
lebih baik dari daerah lain yakni hasil panennya mencapai 2,4 ton per hektar.
Jajaran TNI harus berperan aktif karena mengejar target
swasembada kedelai 2014, dan mengulangi pencapaian swasembada kedelai guna
menekan ketergantungan terhadap kedelai impor.
Guna menjadi lumbung kedelai nasional, lanjut dia, TNI AD
bekerjasama dengan Kementerian Pertanian RI akan terus melakukan perluasan
lahan tanaman kedelai di Indramayu dari saat ini yang baru sekitar 17,4
ribu hektar.
Seiring dengan itu TNI AD melalui Babinsa akan terus
melakukan pengawalan dan pendampingan bersama petugas teknis pertanian di
lapangan, hingga tanaman kedelai berhasil panen dengan baik.
Sementara itu, Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi
(Akabi) Kementrian Pertanian RI, Maman Suherman menilai, target nasional
menjadikan Indramayu sebagai lumbung kedelai nasional dinilai tepat. Karena
tidak hanya didukung lahan yang luas tapi kesuburan tanahnya juga menjadi
pertimbangan utama.
Saat ini, kebutuhan kedelai nasional mencapai 2,5 juta
ton per tahun. Sementara, produksi dalam negeri baru mencapai 700 ribu-800 ribu
ton per tahun. Dengan demikian, Indonesia masih kekurangan sekitar 1,7 juta-1,8
juta ton kedelai.
“Kekurangan tersebut terpaksa dipenuhi melalui
impor. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai daerah di Indonesia
untuk meningkatkan produksi kedelai sehingga swasembada kedelai bisa tercapai,”
tandasnya.
Program yang sangat bagus itu, sangat diapresiasi oleh
beberapa kalangan untuk menjadikan Kabupaten Indramayu sebagai lumbung kedelai
nasional. “Oleh karena itu, jangan sampai dimanfaatkan oleh para oknum untuk melakukan
korupsi dengan cara merekayasa luas lahan tanam kedelai dalam menyedot duit
pemerintah,” kata Pemerhati masalah sosial dan kemasyarakatan Indramayu, Bob Cahyadi,
di kantornya (Satim)
11 Juni 2014
Serba-serbi Muscab XIII Tahun 2014 Gapensi Indramayu
Author: PENDOPO INDRAMAYU
| Posted at: 16.58.00 |
Filed Under:
Humaniora
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Senin, 9 Juni 2014
Serba-serbi Muscab XIII Gapensi Indramayu
Tahun 2014
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE –
Dipilih secara
aklamasi, H. Mulyadi Cahya kembali memimpin BPC Gapensi Kabupaten Indramayu,
Provinsi Jawa Barat, periode 2014 – 2019. Acara
Muscab organisasi tertua dan
terbesar di Kota Mangga itu berlangsung di Hotel Handayani, Indramayu, Senin
(9/6/2014). Berikut ini beberapa petikan acara Muscab XIII BPC Gapensi
Indramayu mengusung tema :”Musyawarah
Cabang XIII Gapensi Indramayu 2014 sebagai Implementasi Kompetensi Jasa
Konstruksi Dalam Penguatan Anggota Gapensi yang Profesional dan Unggul.”
Muscab organisasi tertua dan
terbesar di Kota Mangga itu berlangsung di Hotel Handayani, Indramayu, Senin
(9/6/2014). Berikut ini beberapa petikan acara Muscab XIII BPC Gapensi
Indramayu mengusung tema :”Musyawarah
Cabang XIII Gapensi Indramayu 2014 sebagai Implementasi Kompetensi Jasa
Konstruksi Dalam Penguatan Anggota Gapensi yang Profesional dan Unggul.”
DILANTIK – H. Mulyadi
Cahya , kembali memimpin Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana
Konstruksi Nasional Indonesia ( Gapensi ) Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa
Barat untuk masa kepemimpinan periode 2014-2019. Tampak dalam gambar, Ketua BPD
Gapensi Provinsi Jawa Barat, Susilo
Wibowo tengah melantik Mulyadi Cahya bersama jajaran kepengurusannya baru di
Hotel Handayani, Indramayu, Senin (9/6/2014). (Satim)*** Foto : Cimanuk
BERSAMA DPD GAPENSI JABAR – H. Mulyadi Cahya, Ketua terpilih Muscab XIII Gapensi Kabupaten Indramayu periode 2014 – 2019 bersama jajaran pengurusnya berfoto bersama jajaran pengurus DPD Gapensi Provinsi Jawa Barat, seusai acara pelantikan di Hotel Handayani, Indramayu, Senin (9/6/2014). (Satim)***Foto : Repro RC

BUPATI INDRAMAYU - Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah berfoto bersama Ketua BPC Gapensi terpilih, H. Mulyadi Cahya dan para istri pengurus Gapensi Kota Mangga.(Satim)***
PEMBUKAAN – Wakil
Pemerintah Kabupaten Indramayu, Sekretaris Daerah H. Ahmad Bachtiar, SH, MH
tengah memukul gong, sebagai tanda dibukanya arena Musyawarah Cabang (Muscab)
XIII Tahun 2014 Gapensi Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, di Hotel
Handayani, Indramayu, Senin (9/6/2014). (Satim)***
Foto : Repro RC
DILANTIK DPD GAPENSI JABAR – Ketua DPD Gapensi Provinsi Jawa barat, H. Susilo Wibowo didampingi jajaran
pengurus DPD Gapensi Provinsi Jawa Barat tengah melantik pengurus BPC Gapensi
Kabupaten Indramayu hasil Muscab XIII Gapensi Indramayu untuk petide 2014 –
2019. (Satim)*** Foto : Repro RC
CENDERAMATA – Jajaran
Muspida Kabupaten Indramayu tengah menerima cendera mata dari Ketua terpilih
Muscab XIII Tahun 2014 BPC Gapensi Kabupaten Indramayu, H. Mulyadi Cahya.(Satim)*** Foto : Repro RC
TANDA TANGAN – Ketua BPD Gapensi
Provinsi Jawa Barat, H. Susilo Wibowo menandatangani Surat Penetapan
Kepengurusan BPC Gapensi Kabupaten Indramayu periode 2014 - 2019 hasil Muscab
XIII BPC Gapensi Kota Mangga di Hotel
Handayani, Indramayu, Senin (9/6/2014).(Satim)***
Foto : Repro RC
LAGU KEBANGSAAN-
Peserta Musyawarah Cabang (Muscab) XIII Tahun 2014 BPC Gapensi Kabupaten
Indramayu, Provinsi Jawa Barat berdiri tegap menyanyikan lagu kebangsaan
“Indonesia Raya”.(Satim)***Foto: Repro RC
DANGDUT PANTURA – Axara Muscab
XIII BPC Gapensi Kabupaten Indramayu tahun 2014 dihibur dengan sajian musik
tarling dangdut Pantura.(Satim)*** Foto: Repro RC
Muscab XIII Tahun 2014 Gapensi Indramayu Mulyadi Terpilih Kembali
Author: PENDOPO INDRAMAYU
| Posted at: 16.42.00 |
Filed Under:
Humaniora
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Senin, 9 Juni 2014
Mulyadi Cahya
Kembali Pimpin
Gapensi
Indramayu 2014-2019
DILANTIK – H. Mulyadi
Cahya , kembali memimpin Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana
Konstruksi Nasional Indonesia ( Gapensi ) Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa
Barat untuk masa kepemimpinan periode 2014-2019. Tampak dalam gambar, Ketua BPD
Gapensi Provinsi Jawa Barat, Susilo
Wibowo tengah melantik Mulyadi Cahya bersama jajaran kepengurusannya baru di
Hotel Handayani, Indramayu, Senin (9/6/2014). (Satim)*** Foto : Cimanuk
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Mulyadi Cahya
terpilih lagi sebagai ketua, setelah dalam Musyawarah Cabang XIII BPC Gapensi
yang digelar di Hotel Handayani, Indramayu, Senin (9/6/2014), secara aklamasi
dan suara bulat dari 113 anggota memilihnya.
Pada kesempatan kegiatan Muscab itu, hadir Bupati
Indramayu Hj. Anna Sophanah, Dewan
Penasehat Gapensi H. Daniel M Syafiuddin,
dan sejumlah undangan lainnya.
Penasehat Gapensi H. Daniel M Syafiuddin,
dan sejumlah undangan lainnya.
Seperti dikutip laman Cimanuk.com, Bupati Hj. Anna
Sophanah berpesan, agar ketua terpilih dalam Muscab XIII ini, selain mampu
bersikap profesional, juga dapat mengayomi para anggotanya sendiri. “Ketua ini,
yang penting harus dapat mengayomi anggotanya dengan baik,” harap bupati.
Bupati Anna lebih lanjut mengharapkan, kepemimpinan
Gapensi Indramayu, kedepan harus dapat diimplementasikan secara baik, sehingga
bisa meningkatkan kualitas kompetensi para anggotanya. Slain tentunya, pinta
Bupati Anna, anggota Gapensi harus bisa menjaga kesolidasi serta
kekompakan sesama anggota.
“Yang penting juga, mampu menggarap berbagai peluang yang
tersedia di daerahnya sendiri, juga dapat kiranya membaca peluang yang ada di
luar Kabupaten Indramayu. Baik secara pribadi maupun atas nama Pemda Indramayu,
ia berharap seluruh anggota Gapensi selalu menanamkan sikap profesionalisme,
meningkatkan kinerja dan selalu tanggap terhadap berbagai perubahan di
tengah-tengah demokrasi ekonomi yang semakin ketat saat ini,” harap Bupati Anna
Sophanah.
Terpilihnya Mulyadi Cahya untuk periode 2014-2019 ini,
merupakan periode kedua kepemimpinannya, setelah sejak mulai pembukaan
pendaftaran bakal calon ( balon ) ketua, sampai dengan berjalannya Muscab XIII
BPC Gapensi Indramayu, hanya dirinya yang mendaftar dan mencalonkan diri untuk
menjadi ketua. Akhirnya secara aklamasi, Mulyadi terpilih secara aklamasi.
Setelah terpilih sebagai ketua BPC sekaligus ketua
formatur, Mulyadi bersama anggota formatur lainnya kemudian membentuk
kepengurusan periode 2014-2019. Musyawarah Formatur yang berlangsung kurang
lebih 1 jam tersebut, akhirnya membentuk kabinet pengurus BPC Gapensi Indramayu
yang kemudian dibacakan oleh pihak BPD Gapensi Jabar dan dilantik serta
dikukuhkan oleh Ketua BPD Gapensi Jawa Barat, Susilo Wibowo. Dalam susunan
kepengurusan tersebut, mayoritas adalah wajah lama atau mantan pengurus periode
yang lalu, hanya beberapa orang wajah baru yang mengisi struktur
kepengurusan periode ini, seperti Ida Nuryani yang kini menjadi Wakil Bendahara.
Mulyadi Cahya dalam sambutannya mengungkapkan,
kepada jajaran pengurus BPC Gapensi Kabupaten Indramayu yang baru, agar lebih
bisa bekerja sama dan dituntut perjuangannya, demi kemajuan asosiasi dan
pelayanan kepentingan anggota.
Pada pelantikan tersebut Ketua BPD Gapensi Jabar, juga
berpesan, agar pengurus yang baru dalam menjalankan tugasnya, lebih
mengedepankan dedikasi dan pelayanan kepada anggota, bukan mementingkan
kepentingan sendiri, perusahaan, ataupun memiliki fasilitas khusus, terlebih
terkait pekerjaan konstruksi. Dan acara Muscab XIII BPC Gapensi Indramayu itu
baru selesai Senin (9/6/2014) petang.
Menurut Darlim, salah seorang pengurus BPC Gapensi Kota
Mangga itu kepada Pendopo Indramayu
Online mengatakan, jika tidak terjadi aklamasi dalam pemilihan ketua, ada
kemungkinan acara baru selesai Selasa (10/6/2014) pagi.
“Karena aklamasi dan sepakat memilih Mulyadi Cahya untuk menjadi ketua
kembali yang kedua kalinya, maka jam 5 sore pun rampung,” kata Darlim di lokasi
acara Muscab XIII BPC Gapensi Indramayu.(Satim)***
9 Juni 2014
Mulyadi Cahya Kembali Pimpin Gapensi Indramayu
Author: PENDOPO INDRAMAYU
| Posted at: 19.05.00 |
Filed Under:
Humaniora
PENDOPO
INDRAMAYU ONLINE
Senin,
9 Juni 2014
Mulyadi Cahya
Kembali Pimpin Gapensi Indramayu
INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – H.
Mulyadi Cahya terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) XIII
BPC Gapensi Kabupaten Indramayu, Provisni Jawa Barat untuk periode 2014 – 2019.
Pemilihan ketua organisasi pengusaha jasa konstruksi terbesar dan tertua di
Indramayu itu digelar di Hotel Handayani, Indramayu, Senin (9/6/2014) sore.
Sementara acara tahapan Muscabnya berlangsung sejak pagi hingga menjelang petang.(Satim)***Muscab ke-XIII BPC Gapensi Indramayu
Author: PENDOPO INDRAMAYU
| Posted at: 11.52.00 |
Filed Under:
Humaniora
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Jumat, 6 Juni 2014
MUSCAB KE-XIII BPC GAPENSI INDRAMAYU
Gapensi Eksis Sebagai
Mitra Pemkab Indramayu
Ketua BPC Gapensi
Kabupaten Indramayu, H. Mulyadi Cahya tengah memperlihatkan undangan untuk acara
Muscab BPC Gapensi Indramayu ke-XIII tahun 2014. Foto: Satim/Pendopo Indramayu Online
Hanya saja, dalam Muscab BPC Gapensi Kabupaten Indramayu
ke-XIII tahun 2014 ini, kabarnya akan banyak terjadi perombakan figur pengurus,
meski hasilnya bakal diputuskan pada acara puncak pasca pemilihan ketua. Namun ada
yang mengatakan, perombakan figur pengurus diperkirakan tidak banyak. Dan figur
H. Mulyadi Cahya, yang telah dua periode memimpin Gapensi, konon, masih tetap
eksis dijagokan untuk memimpin Gapensi Kota Mangga untuk ketiga kalinya.
Keterangan yang dihimpun Pendopo Indramayu Online, H. Mulyadi Cahya terpilih menjadi Ketua
BPC Gapensi periode 2009 – 2014. Kemudian pariode 2014 – 2019 yang
digelar Senin (9/6/2014), Mulyadi Cahya masih calon kuat dan disebut-sebut calon
tunggal ketua dalam Muscab XIII Gapensi Indramayu tahun ini. Konon, ada kemungkinan terjadi aklamasi untuk menunjuk H. Mulyadi Cahya tetap memimpin Gapensi Indramayu untuk lima tahun ke depan.
“Gapensi juga selalu eksis sebagai mitra Pemerintah
Kabupaten Indramayu,” kata Mulyadi Cahya di kantornya, Kamis (5/6/2014) siang.
Catatan Pendopo
Indramayu Online, BPC Gapensi salah satu organisasi berhimpunnya para
pengusaha jasa konstruksi tertua dan terbesar di Kabupaten Indramayu. Salah
seorang mantan Ketua Gapensi setempat, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin atau yang akrab
disapa Kang Yance, menjadi Bupati Indramayu selama dua periode, yakni periode
1999 – 2004 dan 2004 – 2009. Kemudian, dalam Pemilu Legislatif 2014, Kang Yance
terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2014 - 2019.(Satim)***
23 Mei 2014
Panwaskab Indramayu Gelar Rakor Pilpres
Author: PENDOPO INDRAMAYU
| Posted at: 20.58.00 |
Filed Under:
Politik
Jumat, 16 Mei 2014
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Panwaskab Indramayu Gelar Rakor Pilpres
·
PPL Yang Tak Becus Dipecat
RAKOR PANWAS – Pengawas Pemilu Kabupaten Indramayu tengah menggelar Rapat Koordinasi
(Rakor) dengan Komisioner Panwascam dan PPL. Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
Rapat berlangsung secara bergiliran digelar sepanjang Mei
2014 yang bertempat di Kantor Panwaslu Kabupaten Indramayu, Jalan Pangeran
Darma Kusuma di Sindang, Kabupaten Indramayu. Ketika Rakor yang mengundang
Panwascam Sindang dan Lelea, Jumat (16/04/2014) siang.
“Jangan sampai ada PPL yang tidak tahu kantor Panwaskab,
dan tidak saling kenal. Mari kita bangun hubungan kekeluargaan, namun tetap
menjalankan tugas pengawasan Pemilu dengan rasa tanggung jawab,” kata Supandi.
Dijelaskan, pihak Panwaskab pada dasarnya tidak ingin
mengangkat PPL yang baru, namun tidak akan mempertahankan PPL lama yang
kinerjanya buruk dan tidak disiplin. “Itu yang harus dipahami oleh seluruh PPL
dan para Komisioner Panwascam,” ungkap aktivis salah satu LSM di Kota Mangga
itu.
Mengadopsi kalimat yang dilontarkan Supandi, Ketua
Pengawas Pemilu Kecamatan Sindang, Erwanto mengatakan, pihaknya pun akan
bersikap sama seperti yang diungkapkan Komisioner Panwaskab,”Secara pribadi saya
tidak akan memecat PPL lama, namun bukan berarti akan mempertahankan PPL lama
yang tak becus, atau karena mengundurkan diri,” tutur Kepala Biro salah sebuah
koran terbitan Jakarta itu.(Satim)
8 Mei 2014
Drs. H. Zakaria Joko Hartawan, MSi Soal Retibusi Parkir
Author: PENDOPO INDRAMAYU
| Posted at: 18.05.00 |
Filed Under:
Telekomunikasi dan Informatika
PENDOPO
INDRAMAYU ONLINE
Sabtu, 26
April 2014
Dinas Perhubungan Indramayu
Berlakukan Peningkatan Pendapatan Parkir
·
Jangan Sampai Memble dan Masuk Kantong
Oknum
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu, Drs. H. Zakaria Joko Hartawan MSi. Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
Indramayu, Pendopo Indramayu - Masalah parkir, tampaknya tengah dibenahi pihak Dinas
Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa
Barat. Lembaga ini, konon, ingin
meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perpakiran yang tersebar
di seluruh Kabupaten Indramayu.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika
Kabupaten Indramayu Drs. H.
Zakaria Joko Hartawan MSi mengatakan, setidaknya ada tiga hal yang perlu
dibenahi, yakni pelayanan yang baik, tertib, dan sopan bagi pengendara yang
parkir, kemudian setoran retribusi parkir jangan mengacu pada target lama yang
terlalu rendah, bagi koordinator parkir dalam kota wajib setor retribusi setiap
hari, kecuali hari Sabtu dan Minggu karena libur, maka setor retribusi
parkirnya pada hari Senin.
“Kecuali yang jauh dari kota, retribusi parkirnya
disetorkan ke Dinas seminggu sekali setiap hari Senin. Selama ini, setoran
retribusi parkirnya setiap bulan. Tapi, sekarang harus setiap hari disetorkan
ke bendahara penerimaan retribusi parkir,” tegas Joko (sapaan akrab Zakaria Joko
Hartawan) di kantornya, Kamis (24/04/2014).
Joko mengingatkan, pemberlakuan kebijakan tadi mulai 1
Mei 2014. Wartawan pun dipersilahkan untuk sama-sama mengawasi perjalanan
kebijakan tadi. Selain itu, ia juga tengah mempersiapkan pengajuan kenaikan tarif
parkir sambil merevisi Peraturan Daerah lama soal ketentuan tarif parkir yang diberlakukan
selama ini. Retribusi parkir kendaraan
roda empat Rp 1.000, dan roda dua cuma ditarik Rp 500. Ke depannya, tutur Joko,
akan mengusulkan ke Dewan agar kendaraan roda empat Rp 2.000 dan roda dua Rp
1.000. Jenis kendaraan roda empat
lainnya seperti bus, truk, box dan sejenisnya Rp. 1.500, truk gandengan dan
kontainer Rp. 2.500.
Joko menjelaskan,
ketentuan retibusi parkir selama ini diatur dalam Peraturan Daerah (Perda)
Kabupaten Indramayu Nomor 17 Tahun 2003 tentang Retribusi Tempat Khusus Parkir.
Seperti tertuang pada
pasal 10 ayat 2 disebutkan, retribusi tempat khusus parkir dipungut dengan
menggunakan SKRD (Surat Keterangan Retribusi Daerah) dalam bentuk karcis.
Karcis parkir bukan sebagai bukti pengguna resiko atas kehilangan, kerusakan
kendaraan dan barang-barang yang menempel pada kendaraan.
Petugas pemungut retribusi parkir, adalah petugas resmi
Dishubkominfo Indramayu dengan lokasi pemanfaatan tempat dari halaman yang
dikuasai dan dimiliki oleh pemerintah daerah yang dipergunakan untuk parkir
kendaraan.
“Berbeda dengan perparkiran di lingkungan RSUD misalnya,
maka tarif parkir ditentukan oleh pihak rumah sakit bersangkutan,” tandas Joko
didampingi Sekretaris Dishubkominfo Indramayu Dedy Suhendi, S.Sos, M.Si di ruang kerjanya.(Satim)***
2 Mei 2014
Gedung Mutiara Bangsa Kabupaten Indramayu
Author: PENDOPO INDRAMAYU
| Posted at: 13.01.00 |
Filed Under:
Humaniora
PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Rabu, 2 April 2014
Gedung “Kuning” Termahal
Dibangun Untuk Wisata Ilmu Pengetahuan
Gedung Mutiara Bangsa – Gedung
Mutiara Bangsa dirancang untuk obyek wisata ilmu pengetahuan dan teknologi.
Geung ini terletak di obyek wisata Waduk Bojongsari. Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online
Gedung milik pemerintah Kota Mangga itu disebut-sebut sebagai
gedung yang dibangun dengan biaya termahal, dan dibutuhkan waktu terlama sepanjang
sejarah proyek pembangunan yang ada di wilayah
Kabupaten Indramayu. Gedung ini dibangun setelah Bupati Indramayu, Dr. H.
Irianto MS Syafiuddin atau yang akrab disapa Kang Yance memerintah untuk kedua
kalinya. Namun hingga kini, sampai dengan istrinya Hj. Anna Sophanah terpilih
menjadi Bupati Indramayu, gedung itu belum rampung.
Untuk biaya pembangunannya saja, sejak tahun 2008 hingga
tahun 2013 telah menghabiskan biaya Rp14,6 Miliar lebih. Sedangkan pembangunan
fisiknya di tahun 2014 ini direncanakan
bakal menelan biaya sekitar Rp15 Miliar. Ini belum ditambah dengan
berbagai macam barang-barang yang bakal ditampilkan di gedung yang dinamai
”Mutiara Bangsa” itu, konon, bakal menghabiskan sekitar Rp 5 Miliar lagi. Pihak
Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu mencatat, sampai dengan 2014 bakal
menghabiskan biaya sekitar Rp 35 Miliar lebih. Itu belum termasuk biaya
pembebasan tanah seluas sekitar 3 hektar pada masa lalu, yang konon,
diperkirakan mencapai Miliaran rupiah.
“Jadi, wajar saja jika banyak orang menyebutnya sebagai
gedung termahal di Kabupaten Indramayu.Tinggal manfaatnya seperti apa ?
Kemudian, apakah bisa mengangkat citra positif bagi Indramayu apa tidak ? Mari
kita amati bersama-sama !,” kata Pemerhati Masalah Sosial dan Pembangunan
Indramayu, Bob Cahyadi kepada Pendopo
Indramayu Online, belum lama ini.
Kemudian pembangunannya dilanjutkan pada tahun 2012
dengan menguras anggaran Rp 4.521.433.000 (Rp 4,5 Miliar lebih), dan tahun 2013
memakan biaya Rp 2.251.745.000 (Rp 2,2 Miliar lebih). Sedangkan pembangunan
fisiknya saja di tahun 2014 bakal dianggarkan sekitar Rp 15 Miliar. Sementara
untuk pengadaan barang-barang yang bernuansa ilmu pengetahuan dan teknologinya,
konon, diperkirakan bakal menghabiskan sekitar Lima Miliar.
Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu, H. Didi
Supriadi S.Sos, MSi melalui Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK) Gedung
Mutiara Bangsa, Yudi Siswanto ST didampingi Kepala Bidang Perencanaan
Pembangunan pada Dinas Cipta Karya setempat, Agus Salam Pujiantoi SIP, ST, MSi
mengatakan, dibangunnya Gedung “Mutiara Bangsa” untuk obyek wisata ilmu pengetahuan
dan teknologi.
Ia memastikan, sebelum jabatan Bupati Indramayu Hj. Anna
Sophanah berakhir pada tahun 2015, Gedung “Mutiara Bangsa” sudah dioperasikan
untuk umum sebagai salah satu obyek wisata Iptek.
“Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap, keberadaan
obyek wisata Mutiara Bangsa sangat bermanfaat, dan untuk mencerdaskan bangsa bagi
semua kalangan. Bagi para pelajar dan mahasiswa, sebetulnya sangat penting
untuk mengunjungi obyek wisata Mutiara Bangsa,” kata Yudi Siswanto dalam sebuah
percakapan dengan Pendopo Indramayu
Online di kantornya, belum lama ini.(Satim)***
Langganan:
Postingan (Atom)












