CARI BERKAH KLIK DI SINI

29 Januari 2012

Bahan Tangki Melintas, Bangkir Macet

Sabtu, 28 Januari 2012

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Bahan Tangki Melintas, Bangkir Macet

BANGKIR MACET – Akibat dua mobil trailer yang diduga mengangkut tangki Pertamina RU-VI Balongan, kondisi lalu-lintas di sekitar Pasar Bagkir, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, macet sekitar puluhan menit, Sabtu (28/01/2012) sore. Kebetulan pada sore itu, lalu-lintas yang melintasi Pasar Bangkir tersebut tengah ramai. Kemacetan terjadi ketika melintasnya dua truk trailer yang mengangkut bahan tangki minyak atau gas mulai melintas. Besarnya tangki yang diangkut, sehingga terlihat memakan badan jalan beberapa meter. Petugas yang mengawal dua kendaraan berat itu dari Polres Cilegon terlihat segera turun tangan untuk mengatur lalu-lintas. Suasana lalu-lintas baru normal kembali setelah kendaraan berat tadi sudah melintas jauh memasuki jantung Kota Indramayu.(Satim)***Foto-foto : Satim/PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

27 Januari 2012

Desa Panyindangan Wetan Banjir

Kamis, 26 Januari 2012

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Hujan di Indramayu

Desa Panyindangan Wetan Banjir

BANJIR – Seorang warga Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, tengah membersihkan eceng gondok di tengah banjir yang melanda desanya, Kamis (26/01/2012) siang.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Hujan yang mengguyur wilayah Kabupayen Indramayu, Provinsi Jawa Barat selama sepekan terakhir, sejak Sabtu (21/01/2012) hingga Jumat (27/01/2012), menyebabkan ratusan desa dan beberapa kelurahan di Kota Mangga itu dilanda banjir.

Yang paling parah, hujan besar disertai angin kencang selama tiga hari sejak Selasa (24/01/2012), Rabu (25/01/2012), dan Kamis (26/01/2012), selain banyak pohon yang tumbang, juga banjir melanda di berbagai desa dan kelurahan. Salah satunya yang dialami Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Air kiriman yang dimuntahkan dari hujan dan luapan kali Rambatan menghantam desa yang berpenduduk sekitar 5.000 jiwa itu.

Meski tak semua pemukiman dilumat bencana, namun air yang berada di kalen (sungai kecil) meluber hingga ke pemukiman penduduk setempat. Tanggul-tanggul kalen terlihat lenyap, dan air tumpah ke jalan-jalan kabupaten sehingga memperparah kondisi sarana transportasi di desa tersebut. Yang namanya kecelakaan meski tak makan korban jiwa, namun sering terjadi karena badan jalan yang berlubang tak terlihat akibat genangan air.

Beberapa tokoh warga Desa Panyindangan Wetan mengungkapkan, sudah saatnya program-program pemerintah memerhatikan desa itu. Salah satunya, perbaikan tanggul, jalan desa, dan perbaikan saluran yang ada di Desa Panyindangan Wetan agar diperhatikan serius.

Kasdi (56), salah seorang tokoh warga setempat mengatakan, sudah saatnya normalisasi saluran, perbaikan jalan desa dan jalan kabupaten, serta perbaikan tanggul-tanggul kalen lebih diperhatikan lagi untuk desanya.

“Desa kami sudah puluhan tahun selalu kebanjiran. Bapak bisa lihat sendiri, kondisi tanggul-tanggul kalen yang ada, nyaris habis karena berbagai faktor. Dan itu yang memicu rawan bencana banjir,” katanya.

Sedangkan Surja (41), warga setempat mengatakan, kalau memang ada program pembangunan pedesaan seperti PPIP dan lain-lainnya, maka sangat tepat apabila dialokasikan untuk perbaikan tanggul-tanggul kali yang melintasi Desa Panyindangan Wetan. “Termasuk pembuatan TPT (Tembok Penahan Tanah) untuk memperkuat tanggul dan badan jalan yang ada di Desa Panyindangan Wetan,” ujarnya.

Pemantauan Pendopo Indramayu Online, Kamis (26/01/2012), dan Jumat (27/01/2012) siang, banjir masih melanda Desa Panyindangan Wetan. Banjir yang dialami desa itu sudah berlangsung puluhan tahun setiap musim hujan tiba. Sementara desa tersebut belum memiliki pemimpin yang definitif, karena belum lama menggelar pesta demokrasi masyarakat desa dengan agenda Pemilihan Kuwu (Kepala Desa) pada Desember 2011 lalu, dan hingga akhir Januari 2012, belum ada informasi yang tanggal pasti tentang agenda pelantikan Nursidin, Kuwu terpilih Desa Panyindangan Wetan.(Satim)*** Foto-foto : Satim/PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

7 Januari 2012

Musda PAN III Kabupaten Indramayu di Hotel Handayani

Sabtu, 07 Januari 2012

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Musda PAN III Kabupaten Indramayu

di Hotel Handayani

Musda PAN - Suasana berlangsungnya Musyawarah Daerah (Musda) Partai Amanat Nasional (PAN) ke-3 Kabupaten Indramayu di Hotel Handayani Indramayu, Sabtu (08/01/2012) sore. Musda PAN kali terlihat berjalan tertib dan damai. Tampak dalam gambar situasi Musda partai berlambang matahari itu. (Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

1 Januari 2012

Catatan Awal Tahun 2012 : Jalan Desa Panyindangan Wetan Berair dan Berlumpur

Minggu, 01 Januari 2012

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Catatan Awal Tahun 2012

Jalan Desa Panyindangan Wetan Berair dan Berlumpur

BERAIR – Jalan Desa Panyindangan Wetan tampak berair. Jalan itu sepanjang sekitar 1,5 kilometer mengalami rusak parah, dan selama sekitar tiga tahun belum ada perbaikan. Gambar diambil, Rabu (28/12/2011) siang.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Kerusakan jalan di Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, tampaknya semakin parah. Warga setempat sudah sekitar tiga tahun menantikan jalan itu diperbaiki, namun sampai saat ini belum juga ada perbaikan.

Padahal, jalan itu menjadi jalur alternatif yang vital bagi sebagian besar warga yang akan menuju Indramayu kota dengan melewati kawasan industri kerupuk di Blok Dukuh Desa Kenanga sebelum sampai ke jembatan Bungkul.

“Kami waga Desa Panyindangan Wetan sudah sekitar tiga tahun menantikan jalan ini diperbaiki dan mulus, sehingga lalu-lintas pengangkutan kerupuk dan kendaraan lainnya berjalan lancar,” kata Oto (37), warga Desa Panyindangan Wetan sambil menunjuk jalan yang rusak parah itu.

Pemantauan Pendopo Indramayu Online, Sabtu (31/12/2011) malam dan Minggu (01/01/2012) siang, keramian lalu-lintas semakin bertambah dengan berbagai kesibukan warga yang hendak ke kota maupun yang akan menuju ke arah Rambatan Wetan. Bahkan, di malam pergantian tahun, ratusan bahkan diperkirakan mendekati ribuan motor melintasi jalan Desa Panyindangan Wetan sambil beramai-ramai meniup terompet “tahun baruan”.

Namun, kondisi jalan Desa Panyindangan Wetan yang dilintasinya mengalami rusak parah, berair dan berlumpur, sehingga kendaraan yang mereka gunakan pada kotor. Bahkan tak sedikit pula yang terjatuh karena licinnya jalan itu. Keluhan pun selalu ada pada setiap orang yang melintasi jalan desa tersebut.

Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, H. Soen Sedjarwo ST (atau yang akrab disapa Wowo) melalui Kepala UPTD Bina Marga Kecamatan Indramayu, Koko sebelumnya pernah menyampaikan, bahwa sudah ada niatan untuk memperbaiki jalan Desa Panyindangan Wetan yang kini masuk dalam kategori jalan kabupaten itu.

“Tapi hingga tahun 2011, anggarannya belum ada. Mungkin kalau ada di tahun 2012,” ujar Koko, belum lama ini.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

Malam Tahun Baru 2012 di Indramayu : Diwarnai Kembang Api dan Petasan Menggelegar

Sabtu, 31 Desember 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Malam Tahun Baru 2012 di Indramayu

Diwarnai Kembang Api dan Petasan Menggelegar

SITUASI ALUN-ALUN : Suasana sekitar Alun-alun Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat tampak ramai menjelang pergantian tahun 2012 pada Sabtu (31/12/2011) sore. Tampak dalam gambar, sejumlah pedagang terompet tengah bersiap-siap mengais rejeki di malam pergantian tahun.(Satim)*** Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Detik-detik menyambut tahun baru 2012 di wilayah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat diwarnai beberapa situasi dan kondisi yang lain dari hari biasanya. Situasinya, sejak sore warga dari berbagai usia sudah merayapi sekitar ruas-ruas jalan dekat dengan Alun-alun Kabupaten Indramayu yang dipagar tinggi itu.

Pemandangan lainnya, ruas jalan yang berada di Waduk Bojongsari Indramayu baik sebelah timur maupun barat, sempat macet karena “tumpleknya” ribuan pengendara sepeda motor yang didominasi anak baru gede (ABG). Mereka berkonvoi sehingga sempat membuat sibuk petugas gabungan dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Polantas Polres Indramayu yang mengatur lalu-lintas di sekitar Jembatan Bojongsari Indramayu.

Kemudian, kemacetan lalu-lintas juga terjadi di jantung Indramayu kota terutama di Jalan Jenderal Sudirman. Beberapa warga dan remaja juga terlihat sudah bersiap-siap untuk menyulutkan kembang api dan petasan menjelang tengah malam.

Sayangnya, malam pergantian tahun itu, kondisi di sekitar jantung Indramayu kota diguyur hujan dan gerimis agak lama, namun rupanya tak menyurutkan warga untuk menyambut pergantian tahun dengan suka-cita. Itu terlihat di ruas-ruas jalan pedesaan yang menghubungkan ke wilayah kota ramai, karena dilintasi ribuan kendaraan roda dua dan roda empat berbagai jenis. Kemudian, aksi mereka sambil meniup terompet yang dibelinya dari sejumlah pedagang terompet di sekitar Indramayu kota.

Pas pertengahan malam, sejumlah kembang api membelah suasana malam dan petasan berbagai ukuran pun berbunyi “dar-der-dor”. Kemudian ratusan bunyi petasan yang menggelar dan membuncahkan kembang api turut menyemarakan penyambutan tahun baru 2012 di malam Minggu (31/12/2011) hingga menjelang Senin (01/01/2012) pagi.

Meski kurang ditunjang dengan hiburan yang yang paling digemari para ABG, namun suasana penyambutan tahun baru 2012 itu, seakan telah membius ribuan Bumi Wiralodra Indramayu yang ingin merayakannya. Mereka rata-rata berharap, agar di tahun baru 2012 terjadi perubahan dalam perjalanan hidupnya. Kesejahteraan, nampaknya yang paling banyak diharapkan oleh warga.

“Kami berharap, di tahun 2012 terjadi perubahan terutama peningakatan kesejahteraan masyarakat Indramayu. Jangan hanya slogan saja,” kata Tarmun (35), seorang pedagang di Indramayu kota. Selamat Tahun Baru 2012.(Satim)*** Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

26 Desember 2011

Catatan Akhir Tahun 2011 : Proyek Kantor Arpus Indramayu Terancam Tidak Tuntas

Senin, 26 Desember 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Catatan Akhir Tahun 2011

Proyek Kantor Arpus Indramayu

Terancam Tidak Tuntas

MASIH SEPI – Kondisi proyek pembangunan gedung Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Senin (26/12/2011) siang, terlihat masih sepi. Belum ada aktivitas kegiatan lanjutan dari proyek tersebut.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Sangat ironis, sebuah proyek yang berada di sarang “macan” diduga bangkrut di tengah jalan. Ini pemandangan yang terjadi pada proyek pembangunan gedung Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Disebut berada di sarang “macan”---begitu sebagian pihak kontraktor menyebutnya, karena di samping kanannya Kantor Inspektorat Pengawasan Daerah Kabupaten Indramayu, yang akan mengevaluasi pelaksanaan seluruh proyek yang menggunakan duit pemerintah di Bumi Wiralodra Indramayu. Sedangkan di sebelah kirinya, adalah Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Indramayu.

Tapi apa mau dikata, hingga Senin (26/12/2011) siang, belum ada tanda-tanda kegiatan lanjutan pengerjaan bangunan senilai sekitar Rp 800 juta itu. Pihak pemenang Lelang CV. P melalui pelaksananya, Taba pernah mengatakan, ia siap mengerjakan lanjutan proyek itu. Namun untuk selesai hingga 100 persen, ia menyatakan ragu. Pasalnya, menjelang tutup tahun 2011 saja, dak yang mestinya menggunakan cor beton belum dilakukan. Sedangkan mestinya, ia menggarap gedung itu sampai selesai dan siap pakai.

“Tapi Insya Allah, saya akan mengecor dak dalam waktu dekat ini,” kata Taba yang ditemui di markas Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, belum lama ini.

Pihak pengawas proyek, Yayat---begitu nama panggilan akrabnya, jauh-jauh hari sudah memprediksi, bahwa pelaksanaan pembangunan gedung Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Indramayu itu tak akan tuntas 100 persen. Alasannya, dari mulai pelaksanaan saja sudah terlambat beberapa hari. Bahkan material pun diduga kurang siap untuk pengerjaan gedung yang sebesar itu.

“Maka, tak heran saya mengusulkan kepada pimpinan di Dinas Cipta Karya untuk meluncurkan surat teguran kepada pihak perusahaan tersebut. Tujuannya, supaya pelaksanaannya bisa dikebut dengan hasil yang sesuai dengan bestek,” ujar pegawai di Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu itu.

Keterangan yang dihimpun Pendopo Indramayu Online, proyek pembangunan gedung Arsip dan Perpustakaan tersebut, termasuk salah satu proyek yang menjadi catatan “hitam” selain diduga beberapa proyek lainnya di tahun 2011. Namun, belum diperoleh keterangan pasti, sanksi apa saja yang bakal dijatuhkan kepada para pihak yang melanggar ketentuan dalam pelaksanaan proyek-proyek yang bergulir sepanjang tahun 2011, hingga menjelang tutup tahun 2011 itu.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

Laporan Akhir Tahun 2011 : Bendahara Umum Daerah (BUD) Masih “Diserbu” Pemohon Pencairan Dana

Senin, 26 Desember 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Bendahara Umum Daerah (BUD)

Masih “Diserbu” Pemohon Pencairan Dana

Hari-hari yang amat sibuk terlihat di Kantor Bendahara Umum Daerah (BUD) yang dibawah naungan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Hingga Jumat (23/12/2011) menjelang petang, kesibukan para pemohon pencairan sejumlah dana dari berbagai pihak, baik kontraktor maupun pihak pemerintahan tampak menyerbu kantor BUD di Jalan Mayjend Sutoyo No.1 Indramayu itu. Berbagai sumber mengatakan, nanti pada Selasa (27/12/2011) pagi, hingga Jumat (30/12/2011) menjelang tutup tahun 2011, diduga akan berjubelan di Bank Jabar Banten Cabang Indramayu hingga malam, untuk pencairan duitnya.(Satim)*** Foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

Aktivis Cirebon Somasi P3C

Senin, 26 Desember 2011 - 01:37:21 WIB

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Aktivis Cirebon Somasi P3C

KEJAKSAN, KC, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Sejumlah aktivis Cirebon yang tergabung dalam Forum Diskusi Kapten Damsur bakal mengajukan somasi kepada Presidium Pembentukan Provinsi Cirebon (P3C). Somasi diajukan pada Selasa (27/12/2011). Sedianya somasi diajukan Senin (26/12/2011) hari ini, namun karena masih cuti bersama akhirnya ditunda sehari.

Mereka akan mengajukan gugatan pidana dan perdata kepada P3C bila somasi yang diajukan tidak ditanggapi. Pengajuan somasi merupakan salah satu pernyataan sikap yang disepakati dalam diskusi yang diikuti belasan aktivis Cirebon di rumah Agus Prayoga di Jln. Kapten Damsur, Sabtu (24/12/2011) lalu.

Sejumlah aktivis menuduh P3C yang dimotori Nana Sudiana telah melakukan kebohongan publik, sehingga harus segera dihentikan. Menurut praktisi hukum, Agus Prayoga, somasi terpaksa diajukan karena P3C sudah sangat keterlaluan membohongi publik.

"Kami sepakat untuk segera menghentikan sepak terjang P3C yang mulai keterlaluan membohongi publik. Kami akan bongkar semua kebohongan yang dilakukan P3C," tegas Agus.
Sejumlah kebohongan itu, menurut budayawan Nurdin M. Noer, adalah data-data yang disiarkan sebagai hasil penelitian P3C. "Data jumlah dukungan, pertama P3C mengklaim 96 persen, bulan berikutnya turun menjadi 76 persen. Ini kan aneh, kalau memang hasil survei tidak akan berubah-ubah," katanya.

Kemudian, data penelitian versi P3C soal pendapatan asli daerah (PAD) hasil minyak dan gas yang dikatakan bakal didapat oleh Provinsi Cirebon mencapai Rp 35,9 triliun dan non migas Rp 64,5 triliun.

Menurut Nurdin, data-data itu menyesatkan dan merupakan kebohongan publik yang kedua. "Berdasarkan laporan Kemenkeu tahun 2011 saja, PAD 33 provinsi di Indonesia total Rp 87,5 triliun dan APBD Provinsi Jabar Rp 9,8 triliun," ungkapnya.

Sedangkan, Rafi yang mewakili Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Sukapura mensinyalir, data-data dukungan yang diklaim P3C hanya salinan dari data pemilih saat ajang pemilihan kepala daerah.

Klaim P3C yang dinilai sangat keterlaluan adalah Provinsi Cirebon
bakal terealisasi April 2012. "Kami tidak bisa tinggal diam dengan sepak terjang P3C yang sudah keterlaluan. Kami-kami ini tahu persis, kalau data mereka adalah hanya klaim semua," kata Agus Prayoga yang menggagas diskusi tersebut.

Sementara itu Ketua Umum P3C, Nana Sudiana yang dikonfirmasi mempersilahkan bila ada pihak-pihak yang mau menggugat P3C. "Tapi yang penting dasar hukum gugatan itu harus jelas, siapa dan substansinya apa," lanjutnya.

Terkait tudingan kebohongan publik dan manipulasi data, Nana mengemukakan, tudingan itu tidak berdasar. Nana bahkan menyatakan kesiapannya untuk debat terbuka dengan siapa saja yang meragukan hasil survei dan penelitian P3C.(C-20)*** Foto : KC

Mahasiswa Diduga Cabuli Siswi SMK

Senin, 26 Desember 2011 - 02:04:13 WIB

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Mahasiswa Diduga Cabuli Siswi SMK

INDRAMAYU, KC, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Tiga mahasiswa sebuah universitas di Indramayu, UR (23 tahun), warga Karangampel, Kab. Indramayu, War (22 tahun), warga Pekandangan Jaya dan RK (22 tahun), warga Desa Karangsong, Kac./Kab. Indramayu akhirnya diamankan petugas dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Indramayu.

Ketiganya kabur beberapa Minggu setelah diduga melakukan pencabulan terhadap Bunga (16) seorang pelajar SMK di Kabupaten Indramayu. Dari tangan pelaku, polisi menyita sebuah alat vibrator yang digunakan pelaku dalam menjalankan aksi bejatnya itu. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini mereka mendekam di tahanan Mapolres setempat.

Keterangan yang berhasil diperoleh Kabar Cirebon ("KC"), Minggu (25/12/2011) menyebutkan, peristiwa pencabulan yang dilakukan tiga mahasiswa terhadap pelajar SMK kelas dua itu diketahui pada Sabtu (15/10/2011) lalu.

Menurut Kapolres Indramayu, Ajun Komisaris Besar Polisi, H. Rudi Setiawan melalui Kasat Reskrim, Ajun Komisaris Polisi, Rohadi, SIK didampingi Kanit PPA, Ajun Inspektur Satu, S. Dwi Hartati mengatakan, tindak pidana menyetubuhi anak di bawah umur yang dilakukan tiga mahasiswa itu pertama kali dilakukan oleh UR. Dia sengaja masuk dalam kamar kos korban di jalan Pahlawan, Kelurahan Lemahmekar, Kecamatan Indramayu kemudian mengajak korban untuk bersetubuh.

Namun, lanjutnya, ajakan UR sempat ditolak. Karena takut akhirnya korban pasrah hingga diperkosa oleh UR. "Antara korban dan tersangka ini menempati kamar kos yang berdekatan. Sehingga saat melakukan aksinya tidak ada orang yang mengetahui," kata Rudi.
Diduga, katanya, tiga pelaku ini sudah berunding sebelumnya. Pasalnya, setelah UR menyalurkan hawa nafsunya, War masuk ke kamar korban.

Masih dikamar itu War pun menggarap tubuh pelajar SMK yang duduk di kelas dua ini. Hampir sama dengan UR, usai melampiaskan hasratnya, War keluar kamar korban. Dan kali ini, kamar kos Bunga pun dimasuki oleh pelaku lainnya yakni RK. RK dengan buas melahap tubuh Bunga. Meski bunga sempat berontak tak melayani keinginan RK. Namun dia diancam akan melaporkan perihal perbuatan Bunga kepada bapaknya. Akhirnya Bunga pasrah hingga RK pun memperkosanya.

"Setelah melakukan itu, ketiga tersangka kabur. Kami yang memperoleh laporan mencari mereka hingga kami temukan. Akibat perbuatannya ketiga pelaku kami ancam sesuai pasal 81 (2) UU RI No 23 tentang perlindungan anak dalam perkara menyetubuhi anak di bawah umur dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun," katanya.(C-27)*** Foto : KC

24 Desember 2011

Gapura Masuk Kecamatan Pasekan Terancam Sirna

Sabtu, 24 Desember 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Jembatan Pabean Indramayu

Gapura Masuk Kecamatan Pasekan Terancam Sirna

Gapura yang bertuliskan “Selamat Datang” Masuk Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, terancam sirna dari lokasi semula yang berada di tepi jalan lintas yang menghubungkan Kecamatan Indramayu dan Pasekan. Tanda-tanda bakal lenyapnya hapura terlihat setelah tihang penyangga jembatan Pabean tengah dikerjakan. Tampak dalam gambar, Sabtu (24/12/2011) sore, pelaksana proyek jembatan Pabean, Sitompul tengah mengukur stabilisasi lokasi tihang jembatan yang akan di cor beton.(Satim)*** Foto-foto : Satim/Pendopo Indramayu Online

Diduga Curang Ratusan Petani Gugat Dana Kompensasi Gagal Panen

Sabtu, 24 Desember 2011 - 04:07:57 WIB

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE
Diduga Curang

Ratusan Petani Gugat Dana Kompensasi Gagal Panen

Ratusan petani berunjuk rasa di depan pintu gerbang DPRD Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Jumat (23/12/2011).*** Foto : KC

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE - Ramai. Markas Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, kembali didatangi ratusan petani yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa Indramayu (IKMI) se-wilayah Cirebon, Mereka melancarkan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Jumat (23/12.2011).

Mereka menuntut adanya transparansi dana komspensasi gagal panen yang digulirkan oleh pemerintah. Massa juga meminta agar mengusut tuntas oknum-oknum yang diduga menyunat dana tersebut hingga ke pengadilan dengan memenjarakan yang bersangkutan.

"Kucuran dana kompensasi gagal panen di wilayah Indramayu khususnya bagian timur tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Pasalnya, kuncuran dana itu malah sebaliknya. Para petani tidak mendapatkannya sesuai yang digulirkan pemerintah yakni untuk per hektarnya sebesar Rp 3,7 juta," ujar Alfan Hadiratman, Koordinator lapangan saat berorasi.

Kabar Cirebon.com menulis, aksi unjuk rasa ratusan petani itu akibat tidak ada kejujuran karena diduga terjadi penyunatan terhadap dana kompensasi tersebut. Sehingga, masyarakat petani Kecamatan Krangkeng menuntut agar pemberian dana kompensasi tidak ada potongan, dan meminta agar DPRD harus segera turun langsung bersama Dinas Pertanian untuk mengecek dugaan penyunatan dana tersebut.

Di samping itu, pihak kejaksaan agar menyelidiki kasus tersebut serta menindak oknum-oknum yang terkait dalam penyunatan dana kompensasi tersebut.

"Kami menuntut semua itu. Jika terbukti adanya dugaan penyunanatan pihak terkait harus tegas untuk mengambil tindakan, hukum dan penjarakan dia," tegas Alfan.

Aksi massa didepan DPRD Indramayu langsung ditemui oleh anggota dewan dari Komisi A, H. Salimi Soleh.

Menurutnya, aspirasi massa diterima serta ditampung yang kemudian akan dirapatkan dengan anggota lainnya dengan memanggil instansi terkait. "Kami menerima aspirasi massa. Hal ini akan kami bawa untuk kami adakan rapa kerja bersama anggota dewan lainnya dengan mengundang dinas terkait," ujar Salimi.

Usai melakukan unjuk rasa, kemudian ratusan massa ini membubarkan diri dengan tertib dengan menggunakan beberapa kendaraan roda empat dan sepeda motor. Kawasan di Jalan Jenderal Sudirman Indramayu pun kembali normal.(Satim)***

23 Desember 2011

Hari Ibu ke-83 di Indramayu : Ibu Yang Tangguh Mampu Membangun Ketahanan Ekonomi

Kamis, 22 Desember 2011

PENDOPO INDRAMAYU ONLINE

Hari Ibu ke-83 di Indramayu

Para istri camat tengah menjadi petugas pengibar Bendera Merah Putih pada upacara peringatan Hari Ibu ke-83, Kamis (22/12/2011) di Alun-alun Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.(Satim)*** Foto : Deni/Humas

Ibu Yang Tangguh Mampu Membangun Ketahanan Ekonomi

INDRAMAYU, PENDOPO INDRAMAYU ONLINE – Jarang terjadi dalam sebuah apel dari mulai pemimpin upacara sampai dengan pembaca teks Pancasila, UUD 1945, dan pengibar benderanya semua dilakukan perempuan. Namun, di Hari Ibu ke-83 yang digelar di Alun-alun Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Kamis (22/12/2011) pagi, kaum wanita telah tampil perkasa dalam upacara resmi.

Pengibar bendera dilakukan beberapa istri camat. Pada upacara puncak tersebut bertindak selaku komandan upacara AKP Juharini (Kapolsek Indramayu), pembaca sejarah singkat hari ibu oleh Ny. Sri Mulyaningsih (Istri ketua DPRD), pembaca teks pancasila oleh Ny. Rudi Setiawan (Ketua Bhayangkari), dan pembaca pembukaan UUD 1945 oleh Ny. Dian Kurnia Hari Arif Wibowo (Ketua Persit Kartika Chandra Kirana).

Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah dalam sambutannya yang disampaikan Wakil Bupati Indramayu, Drs. H. Supendi MSi mengatakan, ibu dan kaum perempuan di Indonesia saat ini memiliki kesempatan bersama dengan kaum laki-laki untuk membangun ketahanan ekonomi. Karena memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan karier, dan kemampuannya demi meningkatkan kesejahteraannya.

Kesempatan perempuan untuk berkarya tersebut dapat meningkatkan dan menyegarkan aspirasi masyarakat, bahwa keterlibatan perempuan di bumi nusantara mengiringi kebangkitan nasional pada tahun 1908, sehingga perempuan pada masa lalu dan masa kini tidak dapat diabaikan begitu saja. Kaum perempuan Indonesia bersama-sama kaum laki-laki merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari warga negara, dan sebagai pejuang bangsa dalam menegakan dan mengisi kemerdekaan serta membangun bangsa secara menyeluruh sesuai dengan kodrat dan kemampuannya.

“Peran perempuan dalam mengimplementasikan ketahanan ekonomi menuju kesejahteraan bangsa, dapat dilakukan dengan mengembangkan industri perumahan sebagai sumber pendapatan dan penciptaan lapangan kerja. Mengembangkan industri perumahan membangun perekonomian keluarga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kemudian juga dapat meningkatkan kesehatan keluarga menunjang pemberdayaan ekonomi rumah tangga, dan meningkatkan peran perempuan dalam pemberdayaan ekonomi menunjang pembangunan komunitas ASEAN,” kata Supendi.

Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu itu mengungkapkan, puncak peringatan Hari Ibu ke- 83 ini diharapkan dapat memotivasi perempuan Indonesia baik secara kelompok maupun individu untuk berpartisipasi aktif membangun bangsa di berbagai sektor.

Dikatakannya, untuk mewujudkan itu semua, mustahil apabila pemerintah dapat melakukannya sendirian. Untuk itu melalui semangat hari ibu kali ini, saya ingin mengajak semua komponen masyarakat untuk merapatkan barisan dan menyatukan tekad serta semangat bersama.

“Kaum perempuan bersama-sama dengan kaum laki-laki dalam seluruh elemen masyarakat harus menumbuhkan komitmen dan kerjasama, tanpa adanya kerjasama dan komitmen yang kuat, tidak mungkin kita dapat mewujudkan ketahanan ekonomi menuju kesejateraan bangsa,” ungkapnya.

Peringatan Hari Ibu di Kabupaten Indramayu juga digabung dengan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan Ke-12, dan Pencanangan Bulan Pemeriksaan Ibu Hamil Tahun 2011 Tingkat Kabupaten Indramayu, serta Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional.(Satim)***

 

My Blog List

JASA PENGIRIMAN UANG

Site Info

Followers/Pengikut

PENDOPO INDRAMAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template