CARI BERKAH KLIK DI SINI

27 Agustus 2010

POLITIK : Kasus Yance Uji Soliditas Golkar

POLITIK

Kasus Yance Uji Soliditas Golkar

BANDUNG - Pemberhentian Irianto MS Syafiuddin atau yang lebih dikenal dengan panggilan Yance sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Golkar Jawa Barat menjadi batu ujian bagi soliditas partai berlambang pohon beringin ini. Jika tidak mampu menyatukan kembali elemen-elemen internal partai, bukan tidak mungkin Golkar Jabar semakin keropos dan gagal merebut hati rakyat.

Hal itu dikatakan pelaksana tugas Ketua DPD Golkar Jabar Happy Bone Zulkarnain, Rabu (25/8) di Bandung. Ia mengakui, pemberhentian Ketua DPD sebagaimana terjadi di Jabar merupakan yang pertama kalinya di tubuh Golkar.

Sebagaimana diberitakan, Yance diberhentikan lantaran menolak pelantikan Darip Mulyana sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Golkar Kabupaten Bekasi. Darip mengungguli Neneng Hasanah dalam musyawarah daerah (musda), Januari 2010. Dalam musda itu Darip meraih 13 suara, Neneng 10 suara. Yance malah melantik Neneng di Bandung.

Sekretaris Jenderal DPP Golkar Idrus Marham menyebut tindakan Yance itu tidak sesuai dengan kebijakan partai dan mencederai hasil musda. "Ia sudah diperingatkan sebanyak tiga kali, tetapi justru meneruskan kebijakannya yang bertentangan dengan hasil musda," katanya.

Konsolidasi

Happy mengatakan, pemberhentian ini akan memengaruhi soliditas Golkar di lapangan. "Oleh karena itu, langkah pertama saya sebagai pelaksana tugas ialah melakukan konsolidasi internal DPD Jabar dan bertemu dengan pimpinan DPD Golkar tingkat kabupaten/kota se-Jabar," katanya.

Pertemuan itu selain untuk menyosialisasikan keputusan DPP Partai Golkar, juga untuk menampung masukan dari para tokoh dan kader Golkar di daerah. "Tantangan ke depan sangat berat, terutama menghadapi sejumlah agenda politik, seperti pemilu kepala daerah dan Pemilu 2014," kata Happy yang juga salah satu wakil Sekjen DPP Golkar.

Pengalaman dari pemilu ke pemilu menunjukkan, Jabar merupakan salah satu lumbung suara Golkar. Pada Pemilu 2004 Golkar menang di Jabar dengan 28 persen suara. Pada pemilu lima tahun berikutnya, Golkar tersungkur di peringkat ketiga dengan 14,3 persen suara, tertinggal dari Partai Demokrat yang meraih 24,8 persen dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dengan 14,7 persen. (REK)***

Source : Kompas, Kamis, 26 Agustus 2010 | 16:08 WIB

1 komentar:

JAY KRHESNA on 30 Januari 2011 pukul 22.20 mengatakan...

smg yance cpt modar...!!!!

Posting Komentar

 

My Blog List

JASA PENGIRIMAN UANG

Site Info

Followers/Pengikut

PENDOPO INDRAMAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template