CARI BERKAH KLIK DI SINI

27 Agustus 2010

POLITIK : Kasus Yance Uji Soliditas Golkar

POLITIK

Kasus Yance Uji Soliditas Golkar

BANDUNG - Pemberhentian Irianto MS Syafiuddin atau yang lebih dikenal dengan panggilan Yance sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Golkar Jawa Barat menjadi batu ujian bagi soliditas partai berlambang pohon beringin ini. Jika tidak mampu menyatukan kembali elemen-elemen internal partai, bukan tidak mungkin Golkar Jabar semakin keropos dan gagal merebut hati rakyat.

Hal itu dikatakan pelaksana tugas Ketua DPD Golkar Jabar Happy Bone Zulkarnain, Rabu (25/8) di Bandung. Ia mengakui, pemberhentian Ketua DPD sebagaimana terjadi di Jabar merupakan yang pertama kalinya di tubuh Golkar.

Sebagaimana diberitakan, Yance diberhentikan lantaran menolak pelantikan Darip Mulyana sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Golkar Kabupaten Bekasi. Darip mengungguli Neneng Hasanah dalam musyawarah daerah (musda), Januari 2010. Dalam musda itu Darip meraih 13 suara, Neneng 10 suara. Yance malah melantik Neneng di Bandung.

Sekretaris Jenderal DPP Golkar Idrus Marham menyebut tindakan Yance itu tidak sesuai dengan kebijakan partai dan mencederai hasil musda. "Ia sudah diperingatkan sebanyak tiga kali, tetapi justru meneruskan kebijakannya yang bertentangan dengan hasil musda," katanya.

Konsolidasi

Happy mengatakan, pemberhentian ini akan memengaruhi soliditas Golkar di lapangan. "Oleh karena itu, langkah pertama saya sebagai pelaksana tugas ialah melakukan konsolidasi internal DPD Jabar dan bertemu dengan pimpinan DPD Golkar tingkat kabupaten/kota se-Jabar," katanya.

Pertemuan itu selain untuk menyosialisasikan keputusan DPP Partai Golkar, juga untuk menampung masukan dari para tokoh dan kader Golkar di daerah. "Tantangan ke depan sangat berat, terutama menghadapi sejumlah agenda politik, seperti pemilu kepala daerah dan Pemilu 2014," kata Happy yang juga salah satu wakil Sekjen DPP Golkar.

Pengalaman dari pemilu ke pemilu menunjukkan, Jabar merupakan salah satu lumbung suara Golkar. Pada Pemilu 2004 Golkar menang di Jabar dengan 28 persen suara. Pada pemilu lima tahun berikutnya, Golkar tersungkur di peringkat ketiga dengan 14,3 persen suara, tertinggal dari Partai Demokrat yang meraih 24,8 persen dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dengan 14,7 persen. (REK)***

Source : Kompas, Kamis, 26 Agustus 2010 | 16:08 WIB

DPD Kabupaten/Kota Tolak SK DPP

DPD Kabupaten/Kota Tolak SK DPP

Yance Masih Miliki Legalitas Pimpin Golkar Jabar

INDRAMAYU - Para ketua DPD Partai Golkar kabupaten/kota menolak keputusan pencopotan jabatan ketua dan sekretaris DPD Partai Golkar oleh DPP. Karenanya mereka menilai H Irianto MS Syafiuddin (Yance) masih memiliki legalitas untuk memimpin Partai Golkar di Jabar.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan para ketua DPD Partai Golkar se Jabar dalam pertemuan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Indramayu, Rabu (25/8) malam. Sebagai tindak lanjut, H Irianto MS Syafiuddin akan membawa aspirasi dari para ketua DPD Partai Golkar tersebut kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Mengawali pertemuan, Yance dalam arahannya mengemukakan, diundang dan diadakannya pertemuan para ketua DPD kabupaten/kota di kesempatan itu bukan dalam kerangka mencari dukungan pascapencopotan dirinya dari jabatan ketua DPD Partai Golkar Jabar. "Tetapi karena ingin menanyakan legalitas saya sebagai ketua DPD Golkar Jabar. Sebab saya menjadi ketua kan karena dipilih oleh rekan-rekan," kata Yance di kesempatan tersebut.

Sementara, kata dia, belakangan DPP menerbitkan SK pencopotan dirinya dengan Nomor: Kep-84/DPP/GOLKAR/VIII/2010 tertanggal 20 Agustus 2010. Surat tersebut ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar Theo L. Sambuaga dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham. Karena dinilai tidak menjalankan organisasi sesuai dengan anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) yang berlaku di partai berlambang pohon beringin tersebut khususnya menyangkut kisruh Musda Partai Golkar di Kabupaten Bekasi.

Terkait kisruh Musda Kabupaten Bekasi, kata Yance, dalam masalah itu pun ia tidak membuat keputusan sendiri. Untuk penanganan masalah Kabupaten Bekasi, ungkapnya lebih jauh, DPD Golkar Jabar membentuk sebuah tim diantara yang duduk di dalamnya adalah Agus Salide dan Budi Asmara. (A-96/das)***

Source : Pikiran-Rakyat.com, Rabu, 25/08/2010 - 22:04

Pencopotan Yance tak Berdampak di Ciamis

Pencopotan Yance tak Berdampak di Ciamis

CIAMIS - Kasus pencopotan Irianto M.S. Syafiudin alias Yance sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, tidak berdampak bagi DPD Partai Golkar Ciamis. Untuk mentantisipasi agar semakin melebar dan merugikan partai, persoalan tersebut harus segera dituntaskan secara internal.

Demikian dikemukakan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Ciamis Engkon Komara, usai Rapat Paripurna Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Ciamis Tahun Anggaran 2009, Selasa di Gedung DPRD Ciamis. Meskipun demikian dia juga mengaku belum mengetahu secara pasti alasan pencopotan tersebut.

"Terus terang saya belum tahu pasti alasan pencopotan tersebut, hanya dari surat kabar. Dengan demikian kami tidak memberikan sikap apapun. Kami juga akan melakukan pertemuan, besok (hari ini, Rabu (25/8) di Bandung. Saya belum bisa berkomentar banyak," tutur Engkon.

Engkon yang juga Bupati Ciamis mengakui bahwa Yance memiliki basis dukungan Partai Golkar yang kuat di wilayahnya. Hal tersebut terbukti selama dua periode terpilih untuk memimpin Indramayu.

Dengan demikian, adanya pencopotan tersebut, secara langsung atau tidak langsung akan berpengaruh terhadap Partai Golkar di Indramayu. "Kalau khusus di Indramayu kami akui dukungannya sangat kuat, akan tetapi di luar daerah mungkin belum tentu sekuat di wilayah itu. Kami berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan," katanya.

Dia mengatakan apabila berdasarkan pemberitaan mengenai persoalan tersebut, maka sepenuhnya keputusan ada di tangan DPP partai berlambang pohon beringin. Terkait dengan SK pencopotan yang tidak ditandatangani oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Abu Rizal Bakri, Engkon menilai bahwa hal tersebut juga sudah sepengetahuan ketua umum.

"Saya kira persoalan tersebut juga sudah sampai di tangan ketua umum. Hanya saja sekali lagi saya berharap persoalannya segera dituntaskan. Cari solusi yang terbaik untuk semua," tuturnya. (A-101/das)***

Source : Pikiran-Rakyat.com, Selasa, 24/08/2010 - 20:17

Nasib Yance Ditentukan pada Rapat Evaluasi Pekan Depan

Nasib Yance Ditentukan pada Rapat Evaluasi Pekan Depan

YOGYAKARTA - Pencopotan Ketua dan Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar Irianto M.S Syafiuddin (Yance) dan dan Dedy Mulyadi berdasarkan pertimbangan yang bersangkutan melakukan pelanggaran berat peraturan organisasi dan tindakan tersebut dilakukan secara prosedural.

"Saya tidak percaya jika Yance mengatakan pemecatan tidak prosedural karena yang bersangkutan telah mengakui bersalah. Pengakuan bersalah disampaikan secara tertulis disertai pernyataan sanggup melaksanakan keputusan DPP," kata Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) di Yogyakarta, Selasa (24/8).

Menurut Ical, Yance tak sepatutnya mengelak dari tanggungjawab atas keputusan induk organisasi partai. "Dia sudah mengaku bersalah kok di hadapan saya dan menyampaikan surat permintaan maaf sekaligus sebagai hak jawab," ujar dia.

DPP Partai Golkar juga mengeluarkan keputusan tentang pembentukan caretaker pembentukan ketua baru bersamaan pemecatan Yance. "Jika permohonan maaf Yance dianggap sebagai ungkapan tanggungjawab, maka nama yang bersangkutan bisa saja direhabilitasi dan jabatannya dikembalikan kepada yang bersangkutan. Itu tergantung hasil rapat evaluasi nanti," kata dia.

Sebaliknya rapat evaluasi memutuskan pemecatan Yance bersifat definitif, tidak bisa dianulir lagi, maka DPP Partai Golkar akan menyampaikan keputusan agar DPD Partai Golkar Jabar menyelenggarakan musyawarah daerah luar biasa dalam tempo tiga bulan sejak penetapan caretaker.

Mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu I tersebut menyatakan keputusan memecat Yance sangat beralasan. "Yang bersangkutan tidak melaksanakan keputusan organisasi. Pelanggaran demikian masuk kategori kesalahan berat," kata Ical.

Keputusan DPP Partai Golkar tersebut sebagai puncak atas kasus konflik kepemimpinan DPD II Golkar Kabupaten Bekasi, antara kubu Darip Mulyana dengan Neneng Hasanah Yasin. Yance dicopot dengan alasan lalai dan menolak untuk melantik Kepengurusan DPD Golkar Kabupaten Bekasi, Darip Mulyana. (A-84/A-122)***

Source : Pikiran-Rakyat.com, Selasa, 24/08/2010 - 17:19

DPD II Golkar Perlu Tenang

DPD II Golkar Perlu Tenang

TASIKMALAYA - Seluruh DPD II Partai Golkar di Jabar diharapkan untuk tenang dan bersikap cooling down menyangkut masalah Yance dan Dedi dengan DPP Partai Golkar. Hal itu dikatakan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Banjar Dr. Herman Sutrisno, Kamis.

Seperti diketahui, keputusan pemberhentian Yance dan Dedi terjadi karena DPP Partai Golkar merasa tidak dihargai, dengan memberikan peringatan sampai tiga kali.

Menurut Herman, jika DPP Partai Golkar menganulir, maka semua DPD II baiknya mendukung, tetapi jika DPP Partai Golkar tetap kepada pendiriannya, yaitu memberhentikan Yance dan Dedi, maka semua harus patuh kepada keputusan organisasi.

Menurut rencana, caretaker Happy Bone Zulkarnain yang akan melakukan sosialisasi soal keputusan DPP Partai Golkar sampai memberhentikan Yance dan Dedi."Saya yakin, Golkar tidak akan terpuruk, bila elitnya menggunakan hati nurani, bukan emosi," katanya.

Herman Sutrisno mengatakan, secara pribadi sangat prihatin dengan kasus pemecatan Yance dan Dedi. Hal itu baru pertama kali terjadi di tubuh Partai Golkar Jabar, sejak partai ini lahir.

"Saya tidak tahu, DPD Partai Golkar Jabar dengan 105 pengurus tidak respek terhadap DPP Partai Golkar," ujarnya.(A-97/A-26).***

Source : Pikiran-Rakyat.com, Kamis, 26/08/2010 - 19:27

Kisruh Golkar Jabar Harus Dibuka

Kisruh Golkar Jabar Harus Dibuka

TASIKMALAYA - Ketua DPD II Partai Golkar Kota Banjar Dr. Herman Sutrisno mengatakan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar harus berani membuka secara transparan biang kekisruhan di Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kab. Bekasi, yang berbuntut surat pemberhentian Ketua DPD Golkar Jabar Irianto M.S. Syafiuddin dan Sekretaris DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi.

"Terutama informasi dugaan permainan uang. Harus dijelaskan siapa yang menyerahkan uang itu, lalu diterima oleh siapa. Tolong hal itu dijelaskan secara transparan oleh DPP Partai Golkar," kata Herman Sutrisno yang juga Wali Kota Banjar, kepada "PRLM" Kamis (26/8) menanggapi kekisruhan di tubuh Partai Golkar Jabar.

Menurut informasi Musda Golkar Kab. Bekasi kedua di Bandung, terkait dugaan adanya permainan uang. Herman Sutrisno juga mendapatkan informasi itu, termasuk informasi bahwa DPP Partai Golkar juga mengetahui hal itu, termasuk menjadi salah satu dasar keputusan pemberhentian Yance dan Dedi Mulyadi.

Hanya saja, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham enggan menjelaskan soal dugaan permainan uang dalam kekisruhan di DPD Partai Golkar Jabar. Idrus hanya menegaskan bahwa Yance dan Dedi telah melakukan pelanggaran berat, tidak menjalankan organisasi dan melakukan sikap pembangkangan.

Dikatakannya, DPP Partai Golkar harus segera turun ke daerah berikan penjelasan secara transparan, kenapa lahir pemecatan. Tujuannya agar masalahnya tidak menjadi simpang siur.(A-97/A-26).***

Source : Pikiran-Rakyat.com, Kamis, 26/08/2010 - 19:07

Pemecatan Yance, Tindakan Berlebihan

Pemecatan Yance, Tindakan Berlebihan

BANDUNG - Pemecatan terhadap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar (PG) Jabar, Irianto M.S. Syafiuddin (Yance) oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PG adalah suatu tindakan yang berlebihan dan tidak pada tempatnya. Langkah pimpinan DPP PG mencerminkan tidak adanya suasana Komunikasi dan dialog antarjenjang kepengurusan.

Hal itu diungkapkan kader senior PG Ferry Mursyidan Baldan kepada "PRLM" melalui pesan singkatnya di Bandung, Rabu (25/8). "Seolah Partai dikelola dalam suatu manajemen yang sangat hirarkhis, kaku dan tidak memberi ruang untuk berkembangnya dinamika yang baik," kata Ferry.

Secara politis dan kepartaian, kata Ferry, pemecatan itu sangat mengabaikan 'posisi politik' Partai Golkar di Jawa Barat. Padahal selama ini Jabar dikenal sebagai salah satu basis Partai Golkar, dan selalu menyumbangkan jumlah kursi terbanyak di antara provinsi lainnya. Pemecatan itu pun sepertinya tidak mempertimbangkan eksistensi PG di provinsi yang memiliki populasi penduduk dan pemilih terbesar.

"Mau tidak mau, hal tersebut tentu mendatangkan kegalauan, kebingungan dan keresahan di kalangan elemen lainnya. Jika pengurus level provinsi saja dibekukan, apalagi pengurus level lainnya. Sebuah kabijakan yg tidak pas dalam suasana Ramadan, dan bisa disebut sebagai 'Ketupat Pahit bagi PG Jabar'," kata Ferry. (A-130/A-147)***

Source : Pikiran-Rakyat.com, Rabu, 25/08/2010 - 12:51

Idrus Marham :"Pemecatan Yance dan Dedi Sudah Final"

Idrus Marham :"Pemecatan Yance dan Dedi Sudah Final"

TASIKMALAYA - Keputusan pemecatan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat Irianto M.S. Syafiuddin alias Yanceu dan Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, sudah final. Keputusan tersebut sebagai bagian penegakan displin dan tindakan atas sikap pembangkangan yang dilakukan oleh Yanceu dan Dedi.

“Keputusan itu sudah final, tidak akan dianulir lagi. Keputusan itu merupakan pemberhentian Pak Yanceu dari jabatan sebagai Ketua DPD Golkar Jabar dan Pak Dedi sebagai sekretarisnya. Bukan pemecatan yang bersangkutan dari Golkar. Penegakan disiplin perlu dilakukan untuk kebesaran partai,” kata Idrus Marham, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, kepada “PRLM”, Rabu (25/8).

Ketika ditanya soal adanya gerakan dukungan terhadap Yanceu dari sejumlah DPD II (kabupaten/kota) Partai Golkar, dijawab Idrus, masalah sekarang bukan persoalan dukung mendukung, melainkan partai harus menegakkan displin atas sikap pembangkangan dilakukan oleh Yanceu dan Dedi. Jika pelanggaran atas ketidakdisplinan partai tidak dilakukan, maka kebesaran partai akan menjadi masalah.

Idrus yakin, kalau DPD II mengerti duduk permasalahannya, maka dukung mendukung tidak akan terjadi. Bahkan, dia yakin mereka yang akan memberikan dukungan akan mencabutnya kembali.

Menurut Idrus, kemelut itu berawal dari Musda Golkar Kab. Bekasi yang telah memilih Darip Mulyani. Musda tersebut sudah berjalan secara benar, tetapi dianulir oleh Yanceu, lalu membuat Musda Kab. Bekasi tandingan atau illegal yang memutuskan Neneng.

Ketika ditanya soal isu adanya aliran uang ke pengurus DPD Golkar Jabar, untuk melangsungkan Musda Golkar ulangan untuk Kab. Bekasi, dijawab oleh Idrus tidak mengetahui soal tersebut. “Hal yang jelas bahwa Musda yang dilakukan di Bandung itu illegal,” katanya.

Tindakan itu, kata Idrus, menunjukan bahwa kedunya tidak menjalankan roda organisasi sesuia dengan AD/ART yang berlaku di HGolkar. Makanya, keluar SK DPP Partai Golkar Nomor :KEP 84/DPP/GOLKAR./VIII/2010, tertanggal 20 Agustus. Keputusan itu, sudah disetujui juga oleh Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Menanggapi soal kemungkinan Yanceu pindak ke partai lain, kata Idrus, hal itu adalah hak politik yang bersangkutan. “Itu hak yang bersangkutan, silahkan saja,” katanya. (A-97/das)***

Source : Pikiran-Rakyat.com, Rabu, 25/08/2010 - 22:49

24 Agustus 2010

Yance Dilamar Tiga Partai Besar

Yance Dilamar Tiga Partai Besar

BANDUNG – Dikabarkan telah dicopot dari jabatan ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat,Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin atau Yance mengaku sudah ”dilamar”sejumlah parpol terutama tiga partai besar.

Yance enggan menyebutkan nama partai-partai yang telah melayangkan tawaran kepada dirinya.Yang pasti, tawaran tersebut diiringi jaminan bahwa dirinya pasti akan menduduki kursi unsur pimpinan partai bersangkutan.” Jika saya sudah tidak dipakai lagi di Partai Golkar, banyak partai lain yang berniat merangkul saya. Buktinya, sejak kabar pencopotan ini mencuat, banyak petinggi tiga partai besar yang melamar meminta saya bergabung.

Jadi, saya tidak takut dipecat Golkar,” ujar Yance saat ditemui SINDO di sebuah kafe di Jalan RE Martadinata, Kota Bandung,kemarin.Yance berada di Bandung untuk tampil dalam kampanye pasangan calon yang diusung Partai Golkar di Pilkada Kabupaten Bandung dan menghadiri acara keluarga. Namun,meski menjadi incaran banyak parpol, Yance mengaku dirinya belum memberi respons terhadap semua tawaran yang datang. Termasuk kepada tiga parpol besar yang ingin merangkulnya.

”Itu karena saya masih meyakini bahwa SK pencopotan saya oleh DPP Partai Golkar belum final. Jadi, saat ini saya dalam posisi memberi klarifikasi kasus Musda (Musyawarah Daerah) DPD II Partai Golkar Bekasi sekaligus mempertanyakan legalitas SK pencopotan saya,”katanya. Menurut Yance, dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Partai Golkar, surat keputusan DPP tidak bisa ditandatangani orang selain ketua umum.

Sementara SK pencopotan dirinya (KEP-84/DPP/GOLKAR/VIII/2010 tertanggal 20 Agustus 2010) diteken Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Theo L Sambuaga dan Sekjen Idrus Marham. ”Saya tentu menyangsikan SK tersebut.Ketua umum saja mengaku tidak tahu, tapi sudah tersebar hingga ke kabupaten/kota.Ada apa di balik semua ini. Pasti ada yang ingin menjatuhkan saya,”tanyanya.

Yance mengaku telah membentuk tim klarifikasi DPP I Partai Golkar Jabar untuk menguji legalitas SK pencopotan itu. Diberitakan sebelumnya, menurut Idrus Marham, DPP Partai Golkar memecat Yance dan sekretarisnya, Dedi Mulyadi (sekarang bupati Purwakarta), berdasarkan hasil rapat pimpinan DPP Partai Golkar pada 12 Agustus 2010.Yance dan Dedi dinilai mengabaikan perintah DPP Partai Golkar dan melanggar aturan organisasi terkait hasil Musyawarah Daerah DPD II Partai Golkar Kabupaten Bekasi.

Sebelumnya, DPP Partai Golkar telah meminta DPD I Golkar Jabar segera melantik Darip Mulyana dan sekretarisnya,Muthada Sobirin, sebagai Ketua DPD II Golkar Bekasi hasil Musda Bekasi yang berlangsung 12-20 Januari 2010 lalu.Namun,Yance tidak melakukan hal itu. Dia justru menggelar musda tandingan di kantor DPD I Golkar Jabar di Bandung dan melantik pasangan Neneng Hasanah dan sekretarisnya, Mahdi Syehan, pada 24 Februari 2010.

Mengenai kepengurusan DPD II Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Yance mengaku dirinya tidak akan mengoreksi keputusannya kendati DPP Partai Golkar menilainya bersalah. Yance hanya mengakui jajaran pengurus DPD II Partai Golkar Kabupaten Bekasi versi Neneng, bukan Darip. Dia mengungkapkan, saat Musda DPD II Golkar Bekasi digelar di DPD I Jabar, dirinya tidak hadir.Namun, dia tidak menyalahkan jajaran pengurus DPD I Jabar yang telah melantik Neneng sebagai ketua DPD II Golkar Kabupaten Bekasi.

”Tidak ada prajurit yang salah. Itu semua menjadi tanggung jawab saya,” tegasYance. Dia menjelaskan, musda yang digelar di Bekasi tidak legitimate karena sempat deadlock selama sehari. Karenanya, DPD I menggelar kembali Musda DPD II Bekasi di DPD I Jabar pada 24 Februari 2010. ”Mungkin inilah yang menyebabkan DPD Jabar dengan DPP silang pendapat.Saya yakin persoalan ini secepatnya clear kembali,” kataYance.

Yance juga mengakui belakangan ini dirinya tidak terlalu intens mengurusi DPD I Partai Golkar Jabar karena sedang fokus pada upaya pemenangan istrinya, Annah Sopanah, di Pilkada Indramayu. Berdasarkan hasil penghitungan suara sementara KPUD setempat, Annah dan pasangannya menang telak dari para pasangan calon lain. Dalam wawancara khusus dengan SINDO pada Minggu (22/8) malam,Yance menyatakan sudah siap melanjutkan karier politiknya di partai lain.

Menurut dia, sistem multipartai seperti sekarang memberi peluang kepada siapa pun termasuk dirinya untuk berkiprah di partai manapun. Yance menyebutkan beberapa partai nasionalis yang dinilainya memiliki visi dan misi tak jauh berbeda dengan Golkar dan dirinya dalam memperjuangkan idealisme politik. Misalnya PDIP, Partai Demokrat, dan bahkan Nasional Demokrat, sebuah ormas yang kabarnya disiapkan menjadi partai politik.

Di tempat terpisah,Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Karawang Dadang S Muchtar menyatakan, keluarnya SK pencopotan Yance dan Dedi Mulyadi merupakan shock therapy bagi keduanya. ”Ini cambuk bagi mereka berdua dan jajaran pengurus DPD I Partai Golkar Jawa Barat agar benar-benar menjalankan roda organisasi sesuai AD/ART Partai Golkar,” tegas bupati Karawang yang biasa dipanggil Dasim ini di Kantor DPD II Golkar Karawang Jalan Ahmad Yani,Karawang,tadi malam.

Dadang berharap kasus dinamika internal Partai Golkar ini cepat beres dan Yance serta Dedi kembali bertugas aktif di DPD I Golkar Jabar. ”Setelah segalanya clear,Yance dan Dedi benar-benar patuh menjalankan organisasi, saya akan sangat mendukung mereka,” pungkas Dasim. (tantan sulthon/ raden bagja mulyana) ***

Sumber : Seputar Indonesia, Selasa, 24 Agustus 2010


23 Agustus 2010

Anna Sophanah Terima "Tongkat Estafet" dari Suami

PILKADA INDRAMAYU

Anna Sophanah Terima "Tongkat Estafet" dari Suami

Anna Sophanah (kiri) didampingi suaminya, Bupati Indramayu, Jawa Barat, Irianto MS Syafiuddin, sebelum memasukkan surat suara ke dalam kotak suara seusai memilih di TPS 01, Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, Rabu ( 18/8). (KOMPAS/TIMBUKTU HARTHANA)***

Mendampingi pekerjaan suami sebagai Bupati Indramayu, Jawa Barat, telah dilakoni Anna Sophanah selama 10 tahun ini. Mulai Oktober nanti, ia tidak lagi pendamping, tetapi nakhoda utama pemerintahan Kabupaten Indramayu lima tahun ke depan.

Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Indramayu periode 2010-2015, Anna Sophanah, istri Bupati Indramayu saat ini, Irianto Mahfudz Sidik Syafiuddin, mencalonkan diri sebagai Bupati Indramayu. Ia didampingi Supendi, Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, sebagai wakil bupati.

Hasil pemungutan suara yang berlangsung 18 Agustus 2010, Anna-Supendi menang mutlak. Perolehan suara sementara mereka, berdasarkan penghitungan cepat KPU Indramayu melalui layanan pesan singkat ponsel (SMS) dari setiap Panitia Pemungutan Suara (PPS), adalah 60,78 persen. Bahkan, perolehan suara pasangan ini tertinggi di semua kecamatan, tak menyisakan ruang bagi lima pasangan lainnya.

Dari 841.315 suara sah, Anna-Supendi mengantongi 511.359 suara. Jika dilihat dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) 1.335.036 orang, Anna pasti menjadi pemenang.

Jumlah dulangan suara mereka tak mampu dikejar dua pasang calon yang didukung partai politik, pasangan Gorry Sanuri-Ruslandi (PDI-P dan Hanura) 11,33 persen, serta Uryanto Hadi-Abas Abdul Jalil (Demokrat, Gerindra, PKS, PAN, PKB, dan PPRN) 14,78 persen. Tiga pasangan calon perseorangan—Api Karpi-Rawita (5,36 persen), Mulyono Martono-Handaru WK (2,10 persen), dan Toto Sucartono-Kasan Basari (5,65 persen)—juga tak mampu mengejar.

Melihat hasil perolehan suara sementara, Anna bersyukur karena ini membuktikan bahwa masyarakat Indramayu memercayainya menjadi pemimpin. Besarnya suara yang dikantongi menjawab keragu-raguannya saat awal pencalonan.

”Saya sempat menolak waktu diminta mencalonkan diri jadi bupati Indramayu, bahkan sempat bersitegang dengan Bapak (suami) sebab saya belum siap. Saya berpikir, ada orang lain yang lebih baik daripada saya,” kata Anna, Sabtu (21/8).

Anna dipilih sebagai calon bupati oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar karena dia memiliki elektabilitas tinggi ketimbang enam calon lain yang mendaftar pada bursa pencalonan di Partai Golkar Indramayu. Survei Partai Golkar menunjukkan, potensi suara yang dikumpulkan Anna, jika mencalonkan sebagai bupati, 62 persen. Hasil pilkada memang hampir sama dengan survei.

Permintaan langsung Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie saat Rapat Kerja Daerah DPD Golkar Jawa Barat, Mei lalu, kenang Anna, tak dapat ditolaknya. Dipilihnya dia sebagai calon dari Partai Golkar adalah mandat. Aburizal Bakrie pun yakin, Anna mampu menang berdasarkan survei itu.

Motivasi lain Anna tetap maju adalah ingin meneruskan program kerja Yance, panggilan akrab suaminya, yang belum tuntas dan mempertahankan hasil kerja yang sudah baik. Pekerjaan itu tak akan rampung jika Bupati Indramayu selanjutnya tidak kenal dengan Yance.

”Saya sudah mendampingi Bapak 10 tahun. Jadi tahu apa visi Remaja (religius, maju, mandiri, dan sejahtera) yang diinginkan Bapak. Selanjutnya, saya anggap jabatan bupati ini sebagai ibadah saja,” kata Anna, ibu tiga anak. Anak keduanya kini anggota DPRD Jabar dari Fraksi Golkar.

Ketiga

Terpilihnya Anna sebagai Bupati Indramayu menambah daftar istri bupati yang menggantikan kedudukan suaminya. Sebelumnya, ada Haryanti, istri Bupati Kediri, Jawa Timur, Sutrisno. Ia terpilih setelah mengalahkan dua kandidat lain, satu di antaranya adalah Nurlaila, istri kedua suaminya. Sementara Sri Suryawidati mewarisi kursi jabatan suaminya, Bupati Bantul Idham Samawi, yang telah menjabat 10 tahun.

Sri Suryawidati yang terpilih akhir Mei lalu memperoleh dukungan suara 67 persen, sedangkan Haryanti 54 persen.

Kemenangan Anna telah banyak diprediksi sejumlah kalangan, khususnya pengamat politik dan pemerintahan di Indramayu. Figur suaminya, Yance (Ketua DPD Partai Golkar Jabar) yang menjabat dua periode, modal terkuat yang memengaruhi pemilih. Pengaruh kekuasaan pemerintahannya hingga sampai tingkat desa tidak dapat ditandingi lima kandidat lain.

Pemerhati politik dari Universitas Wiralodra, Indramayu, Nanang Carsana, sosok Yance adalah faktor terbesar kemenangan Anna. Yance adalah pemeran terpenting kemenangan perempuan kelahiran Indramayu 50 tahun silam. Kepercayaan warga Indramayu yang besar kepada Yance membuat mereka memilih istrinya. Selain itu, pemilih perempuan sejumlah 673.220, terutama ibu-ibu, adalah sumber utama suara Anna.

Untuk membuktikan dia mampu membangun Indramayu, Anna mencoba membuktikannya dengan cara meningkatkan standar kesejahteraan dan persamaan hak perempuan Indramayu. Mengubah citra buruk perempuan Indramayu di mata publik adalah targetnya, dengan cara peningkatan pendidikan dan keterampilan kerja serta ketebalan agama. ”Kemandirian perempuan, hal yang mutlak dimiliki perempuan Indramayu,” ujar lulusan ujian persamaan SMA tahun 1990 itu.

Berbekal dukungan suami, masyarakat, dan pengalaman sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, Anna yang kini anggota DPRD Indramayu dari Golkar yakin mampu memimpin Indramayu. (Timbuktu Harthana)***

Source : Kompas, Senin, 23 Agustus 2010 | 02:54 WIB

Anna-Supendi Menang di Tiap Kecamatan

Anna-Supendi Menang di Tiap Kecamatan

INDRAMAYU - Kekuatan tim sukses pasangan calon bupati dan wakil bupati Indramayu Anna Sophanah-Supendi terbukti dengan kemenangan mereka di semua kecamatan. Mesin politik pasangan ini mampu menggerakkan semua pendukung dan simpatisan untuk menggunakan hak suaranya.

Berdasarkan hasil akhir penghitungan cepat suara sementara pemilihan umum kepala daerah Kabupaten Indramayu yang dilakukan KPU Indramayu, Sabtu (21/8), pasangan Anna-Supendi merajai perolehan suara. Mereka memperoleh 510.215 (60,81 persen) suara dari 838.984 suara yang dianggap sah.

Pasangan Uryanto Hadi-Abas Abdul Jalil di posisi kedua dengan 124.449 (14,83 persen) suara. Gorry Sanuri-Ruslandi mendapat 94.826 (11,30 persen) suara. Perolehan suara tiga pasangan perseorangan ialah Api Karpi-Rawita 44.988 suara, Mulyono Martono-Handaru WK 17.565 suara, dan Toto Sucartono-Kasan Basari 45.941 suara. Data ini berdasarkan hasil rapat pleno Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di setiap kecamatan.

Nara Sardiman, Sekretaris Media Centre KPU Indramayu, mengatakan, pasangan nomor empat menang di 31 kecamatan. Namun, ada beberapa desa dan tempat pemungutan suara (TPS) yang dimenangi pasangan lain. "Perolehan suara pasangan Anna-Supendi tertinggi di semua kecamatan," kata Nara.

Kecamatan yang menyumbang suara tertinggi untuk mereka adalah Bongas (76 persen), Tukdana (73 persen), Cikedeng (69 persen), dan Haurgeulis (68 persen). Di kecamatan lain, perolehan suara pasangan ini tetap mendominasi dengan rata-rata di atas 60 persen. Menanggapi kemenangan ini, Anna mengaku bersyukur sebab itu menjadi bukti bahwa masyarakat Indramayu memercayainya menjadi pemimpin lima tahun ke depan.

Menurut dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Wiralodra, Nanang Carsana, kemenangan Anna yang merata di seluruh kecamatan merupakan kerja tim suksesnya. Mereka mampu menggerakkan masyarakat pendukung Anna-Supendi untuk menggunakan hak suara. Hal itu berbeda dengan tim sukses pasangan calon lain yang kurang berhasil mengajak pendukung memilih pada hari pencoblosan.

"Tim sukses ini berhasil mengajak pendukung Anna memilih, khususnya kaum perempuan dan ibu-ibu PKK yang mendukung pasangan Anna-Supendi," ujar Nanang.

Faktor terkuat

Selain itu, sosok suaminya, Irianto MS Syafiuddin (Yance), masih kuat dan dianggap berhasil oleh masyarakat. Maka, saat istri bupati mencalonkan menjadi bupati, masyarakat antusias memilihnya. Pengaruh Yance merupakan faktor terkuat kemenangan Anna-Supendi.

KPU Indramayu akan merekapitulasi hasil penghitungan suara seluruh PPK di Indramayu secara manual mulai Selasa (24/8).

Sekretaris KPU Indramayu Ivan Carsipan mengatakan, semua berita acara penghitungan suara dari 31 PPK telah diterima KPU, tepat jadwal.

"Jika ditemukan ketidaksesuaian data antara data yang dibacakan dan yang dimiliki saksi, hal itu boleh disanggah dan dicari penyebab perbedaannya," ujar Ivan.

Diperkirakan butuh waktu dua hari untuk menyelesaikan penghitungan manual ini. Jika hasilnya disetujui semua pihak, KPU akan menetapkan dan mengumumkan pasangan calon yang terpilih menjadi bupati dan wakil bupati pada 27-29 Agustus. (THT)***

Source : Kompas, Senin, 23 Agustus 2010 | 13:55 WIB

Dinilai Tak Ikuti Aturan, Yance Diberhentikan

POLITIK

Dinilai Tak Ikuti Aturan, Yance Diberhentikan

BANDUNG – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar memberhentikan Irianto MS Syafiuddin Sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat. Mantan Bupati Indramayu yang akrab dipanggil Yance itu dinilai tidak menaati aturan yang digariskan DPP Golkar.

Keputusan pemberhentian itu ditandatangani Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham dan Wakil Ketua Umum Theo L. Sambuaga pada 20 Agustus. Surat bernomor Kep-84/DPP/Golkar/VIII/2010 itu juga memberhentikan Dedy Mulyadi selaku Sekretaris DPD Golkar Jabar.

Yance diberhentikan lantaran menolak Darip Mulyana sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Bekasi. Darip mengungguli Neneng Hasanah dalam Musyawarah Daerah (Musda) pada Januari. Dalam Musda itu Darip meraih 13 suara, sedangkan Neneng 10 suara. Namun, Yance malah melantik Neneng di Bandung.

“Ia (Yance) beberapa kali sudah diingatkan DPP agar mengikuti hasil Musda di Bekasi. Namun, yang bersangkutan tidak menghiraukan dan justru mengambil kebijakan yang berbeda dengan hasil Musda,” kata Idrus saat dihubungi Minggu (22/8).

Idrus menekankan, perbuatan Yance tersebut tidak sesuai dengan prinsip kepartaian yang dianut Golkar. Tindakan itu merupakan bentuk ketidaktaatan dan karenanya ia mesti diberi sanksi.

“Sebab jika kemudian partai tidak memberikan sanksi dan membiarkan hal semacam ini terjadi,” ujarnya.

Motif pribadi

Sebelum keputusan itu dikeluarkan, DPP Golkar membentuk tim pencari fakta guna menelusuri kasus di Bekasi. Berdasrkan informasi yang diperoleh, pelantikan Neneng oleh Yance didasari motif pribadi.

“Ini masalah integritas dan kredibilitas kader Parti ini milik bersama sehingga keputusan yang diambil pun harus sesuai dengan kepentingan bersama. Golkar bukan untuk kepentingan satu orang satu orang saja,” kata Idrus.

Idrus menegaskan pemberhentian itu tidak berarti pemecatan Yance sebagai kader Golkar. Untuk sementara DPP Golkar mengangkat Happy Bone Zulkarnain selaku pelaksana tugas Ketua DPD Golkar Jabar dan Hakim Kamaruddin sebagai sekretaris.

DPP Golkar meminta pelaksana tugas ketua dan sekretaris DPD Golkar Jabar untuk segera melantik pengurus DPD Golkar Kabupaten Bekasi sesuai hasil Musda, mereka juga diinstrusikan menyelenggarakan Musda luar biasa dalam dua bulan untuk memilih Ketua dan Sekretaris DPD Golkra Jabar yang baru. (REK)***

Source : Kompas, Senin 23 Agustus 2010

Merasa Masih Ketua Golkar

Merasa Masih Ketua Golkar

INDRAMAYU – Dr H Irianto MS Syafiuddin membantah telah diberhentikan dari jabatannya sebagai ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat. Kepada Radar, ia mengaku belum menerima surat pemberhentian tersebut.

”Kami atas nama ketua DPD I Partai Golkar belum menerima SK tentang pemberhentian dari DPP Partai Golkar. Tetapi sebagai pimpinan partai, kami siap menerima resiko apapun jika keputusan kami dianggap melawan DPP,” kata Yance di ruang kerjanya, kemarin.

Di tengah masyarakat kini beredar kabar Yance – sapaan akrab Dr H Irianto MS Syafiuddin diberhentikan dari pimpinan tertinggi Partai Golkar Jabar. Ia diberhentikan bersama sekretarisnya, Dedy Mulyadi, yang juga menjabat bupati Purwakarta.

Pemberhentian Yance diduga terkait sanksi organisasi. Keduanya dinilai lalai, tidak mengindahkan perintah DPP Partai Golkar, terkait hasil Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Bekasi. DPP sudah menginstruksikan kepada Yance dan Dedy untuk segera melantik ketua terpilih hasil Musda Partai Golkar Kabupaten Bekasi pada 12-20 Januari 2010, yaitu Darip Mulyana dan sekretarisnya, Muthada Sobirin.

Namun Yance tidak melakukannya. Ia malah menggelar musda tandingan di kantor DPD Partai Golkar Jabar di Bandung yang memenangkan pasangan Neneng Hasanah dan Mahdi Syehan pada 24 Februari 2010 dan kemudian melantiknya.

“Kemelut di tubuh Golkar Kabupaten Bekasi merupakan dinamika politik, dan wajar dalam berdemokrasi. Sebagai parpol besar, wajar kalau ada suatu perbedaan, namun itu hendaknya dijadikan suatu pembelajaran demokrasi,” elak Yance.

Menurut Yance, persoalan di DPD Golkar Kabupaten Bekasi, merupakan bagian dari dinamika organisasi parpol. ”Silakan kita beda pendapat dalam demokrasi, namun harus mengacu kepada mekanisme organisasi. Dan, kalaupun kemudian muncul wacana pembekuan pengurus Golkar Jabar karena terkait masalah di Kabupaten Bekasi, harus melalui mekanisme yang ada,” katanya.

Ditambahkan Yance, tantangan Golkar Jabar kedepan semakin berat. Karena itu ia mengharapkan persoalan tersebut tidak dibesar-besarkan. ”Sehingga kader Golkar Jabar bisa fokus untuk bekerja, beraktualisasi, dan mensukseskan program partai yang lebih menyentuh kepentingan rakyat. Jadi kami meminta kader tetap solid,” kata pria yang menjabat bupati Indramayu ini.

Di tempat terpisah, Dedy Mulyadi, Bupati Purwakarta yang juga Sekretaris Partai Golkar Jabar yang ikut diberhentikan mengaku pemecatan itu belum final. “Surat DPP itu saya yakin hanya karena miskomunikasi,” katanya.

Menurut Dedy, Yance selama ini memang fokus pada upaya suksesnya pemilukada di daerahnya. Dengan suksesnya pemilukada di Indramayu, Yance akan lebih leluasa menangani permasalahan di DPD Partai Golkar, termasuk memberikan klarifikasi kepada DPP Partai Golkar terkait Musda Kabupaten Bekasi.

Mantan Ketua DPD Partai Golkar Indramayu yang juga mantan anggota DPR RI Drs H Ahmad Djahidin ikut mengomentari kabar tersebut. Kepada Radar, Djahidin mengaku awalnya tidak percaya begitu saja dengan kabar pemecatan tersebut, sehingga dirinya menghubungi Dr Happy Bone Zulkarnaen, selaku wakil sekretris umum DPP Partai Golkar. Happy Bone ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DPD PG Jabar menggantikan posisi sementara Yance.

”Pak Happy Bone saat saya hubungi membenarkan kabar pencopotan Yance dari posisi ketua DPD Partai Golkar Jabar. Jadi kabar pemecatan ini bukan isu,” jelas Djahidin.

Menariknya lagi, selain kabar pemberhentian Yance beredar lewat SMS, fotokopian SK pemberhentian Yance juga sudah beredar di tengah masyarakat kota mangga. Padahal DPD PG Indramayu sendiri, termasuk Yance yang tinggal di Indramayu mengaku belum menerima SK tersebut. (dun/mak)***

Sumber : Radar Cirebon, Senin, 23 Agustus 2010

Yance Dicopot dari Ketua Partai Golkar Jabar?

Tidak Mengindahkan Perintah DPP Jadi Alasan

Yance Dicopot dari Ketua Partai Golkar Jabar?

BANDUNG, (PRLM).- Ketua DPD I Partai Golkar Jabar, Irianto M.S. Syafiuddin alias Yance dan Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar Dedy Mulyadi dicopot dari jabatannya. Keduanya dinilai tidak menjalankan organisasi sesuai AD/ART yang berlaku di partai berlambang pohon beringin tersebut.

Pemberhentian Yance dan Dedi dituangkan dalam Keputusan DPP Partai Golkar Nomor: KEP-84/DPP/GOLKAR/VIII/2010 tertanggal 20 Agustus 2010. Surat tersebut ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar Theo L Sambuaga dan Sekjen Idrus Marham.

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar Idrus Muharam, pemberhentian dua pengurus DPD Partai Golkar Jabar tersebut berdasarkan hasil pleno DPP yang digelar minggu lalu. Dalam pleno tersebut, Yance yang juga sebagai Bupati Indramayu dan Dedi juga sebagai Bupati Purwakarta dinilai tidak mengindahkan perintah DPP.

"Diberhentikan ketua dan sekretarisnya. Alasannya tidak melaksanakan aturan organisasi," kata Idrus saat dihubungi wartawan, Sabtu siang. (A-113/A-147)***

Sumber : Pikiran-Rakyat online.com, Sabtu, 21/08/2010 - 15:52

Komentar Berita :

  • oteng riswari (not verified) on Minggu, 22/08/2010 - 13:35

Jangan sampai ambisi pribadi dan kelompok justru membuat partai golkar menjadi keropos. Apa para elite yang berambisi di jabar itu mampu mempertahankan basis-basis partai golkar yang ada di Jabar ? Untuk kemajuan partai golkar di 2014, diperlukan pimpinan golkar yang strugle model Yance. Ingat bagaimana beliau mampu mempertahankan Indramayu sebagai basis Partai Golkar !

  • m.hilman (not verified) on Sabtu, 21/08/2010 - 16:20

tambah keropos sj tuh Golkar, pdhl Indrmayu, Purwkrta basisnya Golkar

  • Anonymous (not verified) on Sabtu, 21/08/2010 - 16:03

Nah lho....makanya kalau dah dibesarkan di partai...patuh dong sama partai...Contoh....empat Cabup Bandung dari Partai Golkar bertarung...padahal hal itu tidak perlu terjadi jika Ketua DPD Partai Golkar bersikap tegas. Idealnya Golkar hanya mengusung satu nama yang unggul dalam survey Golkar, yaitu Dadang Moch. Naser. Sementara Rusna. Deding Ishak dan Dadang Rusdiana harus dipecat karena melanggar keputusan partai.

BERITA-BERITA TERKAIT :

· Yance eign Dedi Dicopot | Bataviase.co.id

20 Agu 2010 ... Yance eign Dedi Dicopot. 22 Aug 2010. Headline · Pikiran Rakyat. BANDUNG, (PR).-. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Jabar ...
bataviase.co.id/node/352264

· Bataviase.co.id

22 Agu 2010 ... Yance eign Dedi Dicopot. Didi Paparkan Strategi Kembangkan Ki Sunda BANDUNG, (PR).- Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Prof. ...
bataviase.co.id/
- Tembolok - Mirip

Dapatkan hasil lainnya dari 24 jam yang lalu

· Dedi Dicopot - Bataviase.co.id

22 Agu 2010 ... Yance eign Dedi Dicopot BANDUNG, (PR).- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Jabar Irianto M.S. Syafiuddin al . ...
bataviase.co.id/bataviase/search/?search_block_form=Dedi%20Dicopot

Tampilkan hasil lainnya dari bataviase.co.id

Dapatkan hasil lainnya dari 24 jam yang lalu

· GALAMEDIA - Yance Irianto dan Dedi Mulyadi Dicopot

22 Agu 2010 ... Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar (PG), mencopot Irianto MS Syafiuddin atau yang bisa dipanggil Yance dan Dedi Mulyadi dari ...
www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20100822111935...

Dapatkan hasil lainnya dari 24 jam yang lalu

· GALAMEDIA - 20 Bangunan Hangus

Yance Irianto dan Dedi Mulyadi Dicopot. BLK. FACTORY,(GM).- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar (PG), mencopot Irianto M.S. Syafiuddin atau yang bisa ...
www.klik-galamedia.com/indexnews.php?idkolom...
- Tembolok - Mirip

Tampilkan hasil lainnya dari www.klik-galamedia.com

· Dua Pimpinan Golkar Jabar, Yance dan Dedi Dicopot

Dua Pimpinan Golkar Jabar, Yance dan Dedi Dicopot.
onlineberita.com/berita-585-dua-pimpinan-golkar-jabar-yance-dan-dedi-dicopot.html

· Yance Dicopot dari Ketua Partai Golkar Jabar? | Pikiran Rakyat Online

21 Agu 2010 ... Ketua DPD I Partai Golkar Jabar, Irianto M.S. Syafiuddin alias Yance dan Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar Dedy Mulyadi dicopot dari ...
www.pikiran-rakyat.com/node/120457
- Tembolok

· Yance Buat Kesalahan di Bekasi | Pikiran Rakyat Online

21 Agu 2010... Irianto MS Syafiuddin alias Yance dan Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar Dedydicopot dari jabatannya mungkin terjadi karena ...
Mulyadi
www.pikiran-rakyat.com/node/120468

Tampilkan hasil lainnya dari www.pikiran-rakyat.com

· Ketua DPD Golkar Jabar Dicopot - KOMPAS.com

21 Agu 2010 ... "Selain Irianto (Yance), Sekjen DPD Partai Golkar Jabar, Dedi Mulyadi juga dicopot dari jabatannya dan menunjuk Happy Bone Zulkarnaen dan ...
regional.kompas.com/read/2010/08/21/.../Ketua.DPD.Golkar.Jabar.Dicopot

Dapatkan hasil lainnya dari 24 jam yang lalu

· Irianto MS Dicopot Sebagai Ketua DPD Golkar Jabar

21 Agu 2010 ... Selain Irianto atau yang biasa disapa Yance, kata Idrus, Dedi Mulyadi juga ikut dicopot dari jabatannya sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar ...
www.maiwanews.com/.../irianto-ms-dicopot-sebagai-ketua-dpd-golkar-jabar/

 

My Blog List

JASA PENGIRIMAN UANG

Site Info

Followers/Pengikut

PENDOPO INDRAMAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template